Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.621 views

Nyawa Taruhannya, Harga Mati untuk Demokrasi?

Oleh: Ummu Haaris*

Beberapa hari ini perasaan mencekam dan duka menyelimuti bangsa kita tercinta. Betapa tidak, pesta demokrasi aka Pemilu tahun ini banyak menyisakan beribu pilu bagi anak bangsa. Dilansir dari media detik.com, sudah 8 jiwa melayang dan ratusan luka luka akibat aksi 22 Mei kemarin. Belum lagi korban 'kelelahan' sebagai KPPS sudah menyentuh angka 700an jiwa. Jangan tanya berapa rupiah yang sudah dikeluarkan untuk perhelatan besar ini. Sungguh pemilu menagih biaya besar dalam selebrasinya. Lebih dari itu, tahun ini menagih banyak nyawa sebagai harganya. Dan bola panas ini masih bergulir dan bertambah liar jika tidak disikapi dengan benar.

Lantas siapa yang berhak kita kalungi tanda sebagai biang masalah? Apakah gerakan Islam yang digadang-gadang ingin meng-suriah-kan bangsa kita tercinta? Ataukah pihak yang merasa dirugikan namun menepuh jalan yang salah yang menyebabkan konflik dan aksi anarkis? Atau karena adanya kecurangan yang terakumulasi seperti analisa di media massa hari ini? Jadi mana yang benar? Nampaknya kita butuh duduk untuk mampu sama-sama mengurai siapa yang berhak dikalungi predikat penyebab masalah ini.

Wahai sahabat, mari kita lihat sejarah umat manusia yang katanya selalu berulang untuk kita jadikan pelajaran. Negeri kita SDA-nya melimpah ruah dan SDM berada di fase puncak demografis, selain sebagai negeri yang sangat strategis juga. Negeri dengan penganut agama Islam yang cukup banyak ini tentunya cukup menjadi sorotan di mata dunia. Setiap hati yang dipenuhi dengan dengki, cinta harta dan dunia juga kuasa akan selalu ingin menancapkan kekuasaannya di negeri kita. Maka inilah yang sedang terjadi. Perebutan kekuasaan dan kepentingan bermain dengan nyata.

Dan yang menjadi gerbang masuknya mereka yang haus kuasa kepada negeri-negeri potensial dan kaya adalah dia yang bernama Demokrasi. Memangnya kenapa dengan Demokrasi? Bukannya dia adalah wadah aspirasi, sang tuan yang memperjuangkan hak umat dengan slogan ' Dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat'?  Yang dengan elegan menyebutkan bahwa kedaulatan di tangan rakyat? Mungkin hal-hal tadi memang yang biasa kita dengar dan jejalkan ke benak kita.

Namun pernahkah kita berkaca pada fakta di dunia bahwa Demokrasi yang lahir dari Kapitalisme betul-betul memihak kepentingan rakyat? Betulkan dia menjadi a nice guy yang betul-betul menjadikan rakyat berdaulat? Faktanya bahkan di negeri pengamal Demokrasi #1 yaitu Amerika Serikat para ahli menyebutkan bahwa Demokrasi di sana masih mencari wajah sejatinya. Dan betulkah mereka telah mengantarkan warganya menjadi yang benar-benar berdaulat dan sejahtera? Lantas apatah lagi dengan kita?

Mari kita tengok nasib Mesir dengan ikhwanul musliminnya, ataupun FIS di Aljazair dan yang paling dekat kemenangan 02 di negeri kita yang hampir mendekati ufuknya. Dijegal hanya karna dipandang tidak selaras dengan kepentingan mereka yang berkuasa. Dan Demokrasi dengan prinsip politiknya yang bersifat Machiavellis pasti akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Bukankah ini seperti lagu lama dengan rekaman baru bagi sejarah umat manusia?

Maka jika kita bergumam, ah mungkin karena kita masih belajar berdemokrasi maka ada yang harus kita tebus karenanya. Bukan, bukan karena kita masih belajar. Namun Demokrasi dengan karakter yang seperti itu pasti akan menagih 'harga mati' yang besar, hingga menyebabkan angka kematian yang besar pula.

Sebuah bahan perenungan untuk kita. Terutama bagi kita umat Nabi Muhammad SAW yang selalu diperintahkan tuk menjadi para ulul albab, orang-orang yang berpikir. Kenapa selalu muncul masalah dan krisis yang terus menerus dalam kehidupan terutama dalam hal berbangsa dan bernegara? Apakah jalan yang kita ambil yaitu Demokrasi-Kapitalis menjadi dasar kehidupan yang berkah dan meninggalkan kebaikan yang menetap selamanya?

Dan masyAllah hal tadi dijawab oleh kalamullah di surat Ar-ra'du ayat 17 yang berbunyi:

أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَابِيًا ۚ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ ابْتِغَاءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِثْلُهُ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ ۚ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ

Artinya: 

Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.

Allah swt menyampaikan dalam ayat tadi bahwa kebenaran membawa manfaat dan tetap berdiam di bumi. Sedangkan yang hilang ibarat buih adalah sesuatu yang bathil. Maka telah jelas, yang haq adalah apa yang telah Allah swt turunkan sebagai jalan hidup yaitu Din Islam. Dan Islam dengan syariatnya jelas berbeda dengan Demokrasi yang lahir dari hasil nalar manusia. Sudah saatnya kita kembali, bukan pada buih sebagai pilihan tapi pada Islam sebagai jalan kebaikan dan kebenaran. Agar 'harga mati' tidak menjadi tumbal tertebusnya sebuah kedaulatan. Allahu 'alam bisShawwab. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah pendidik dan ibu rumah tangga.

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Latest News
Pihak Berwenang Dubai Perbaharui Peraturan Penggunaan Masker Wajah di Depen Umum

Pihak Berwenang Dubai Perbaharui Peraturan Penggunaan Masker Wajah di Depen Umum

Senin, 01 Jun 2020 21:30

Mengapa Pesantren Kurang Siap Saat New Normal?

Mengapa Pesantren Kurang Siap Saat New Normal?

Senin, 01 Jun 2020 21:30

Kluster Baru Jika New Normal Dipaksakan Berlaku

Kluster Baru Jika New Normal Dipaksakan Berlaku

Senin, 01 Jun 2020 21:27

Amnesty Internasional: Pasukan Israel Latih Polisi AS dalam Skala Besar

Amnesty Internasional: Pasukan Israel Latih Polisi AS dalam Skala Besar

Senin, 01 Jun 2020 21:15

Legislator PKS Nilai Luhur Pancasila Kunci Indonesia Kesejahteraan, Adil dan Bermartabat

Legislator PKS Nilai Luhur Pancasila Kunci Indonesia Kesejahteraan, Adil dan Bermartabat

Senin, 01 Jun 2020 20:56

Militer Somalia Klaim Tewaskan 18 Pejuang Al-Shabaab dalam Operasi di Selatan Shabelle

Militer Somalia Klaim Tewaskan 18 Pejuang Al-Shabaab dalam Operasi di Selatan Shabelle

Senin, 01 Jun 2020 20:30

Saudi Buka Kembali Bandara King Abdulaziz Setelah 2 Bulan Ditutup Akibat Pembatasan COVID-19

Saudi Buka Kembali Bandara King Abdulaziz Setelah 2 Bulan Ditutup Akibat Pembatasan COVID-19

Senin, 01 Jun 2020 19:30

Pejabat Fatah: Palestina Akan Hadapi Rencana Pencaplokan Tepi Barat Oleh Israel dengan Intifada

Pejabat Fatah: Palestina Akan Hadapi Rencana Pencaplokan Tepi Barat Oleh Israel dengan Intifada

Senin, 01 Jun 2020 18:30

Protes Atas Pembunuhan Pria Kulit Hitam oleh Opsir Kulit Putih Menyebar ke Negara di Luar AS

Protes Atas Pembunuhan Pria Kulit Hitam oleh Opsir Kulit Putih Menyebar ke Negara di Luar AS

Senin, 01 Jun 2020 17:00

Politisi PPP Minta Polisi Tidak Asal Tangkap Ruslan Buton

Politisi PPP Minta Polisi Tidak Asal Tangkap Ruslan Buton

Senin, 01 Jun 2020 11:24

Idul Fitri, Makna Takwa dan Kemenangan Kala Pandemi Corona

Idul Fitri, Makna Takwa dan Kemenangan Kala Pandemi Corona

Senin, 01 Jun 2020 10:39

Covid-19, Menguji Kelayakan dan Kepatutan Pejabat Publik

Covid-19, Menguji Kelayakan dan Kepatutan Pejabat Publik

Senin, 01 Jun 2020 06:55

Heboh, Tatkala Mobil BSL-2 Jadi Rebutan di Jatim

Heboh, Tatkala Mobil BSL-2 Jadi Rebutan di Jatim

Senin, 01 Jun 2020 00:14

Polisi Harus Usut Tuntas Pelaku Teror Wartawan dan Panitia Diskusi UGM

Polisi Harus Usut Tuntas Pelaku Teror Wartawan dan Panitia Diskusi UGM

Ahad, 31 May 2020 23:29

Jadilah Umat Rabbani Bukan Umat 'Ramadhani'

Jadilah Umat Rabbani Bukan Umat 'Ramadhani'

Ahad, 31 May 2020 23:09

AS Siapkan Militernya untuk Dikirim ke Kota Dilanda Kerusuhan Minneapolis Jika Diminta

AS Siapkan Militernya untuk Dikirim ke Kota Dilanda Kerusuhan Minneapolis Jika Diminta

Ahad, 31 May 2020 22:45

Patroli Garda Nasional AS Tembaki Penduduk di Lingkungan Minneapolis dengan Peluru Cat

Patroli Garda Nasional AS Tembaki Penduduk di Lingkungan Minneapolis dengan Peluru Cat

Ahad, 31 May 2020 22:30

Pakistan Tembak Jatuh Drone Mata-mata India di Perbatasan yang Disengketakan

Pakistan Tembak Jatuh Drone Mata-mata India di Perbatasan yang Disengketakan

Ahad, 31 May 2020 22:16

IPW Minta Polri Tidak Terlalu Parno dan Segera Bebaskan Ruslan Buton

IPW Minta Polri Tidak Terlalu Parno dan Segera Bebaskan Ruslan Buton

Ahad, 31 May 2020 22:09

Update 31 Mei 2020: Kasus Positif COVID-19 Naik 700, Pasien Sembuh 293, Meninggal 40

Update 31 Mei 2020: Kasus Positif COVID-19 Naik 700, Pasien Sembuh 293, Meninggal 40

Ahad, 31 May 2020 21:26


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X