Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.205 views

Terapkan 7 Tips Cespleng Ini Saat Anak Berkelahi antar Saudara

 

Oleh: Umi Diwanti

 

Anak masih satu, aman. Dua, drama dimulai. Tiga, dan seterusnya lalu berharap rumah tanpa perkelahian? Mimpi! Bunda salihah yang tadinya kalem pun mulai muncul tanduk satu per satu. Emosi menjalar saat perkelahian anak-anak tak kunjung kelar.

Berharap mereka berhenti bertengkar di usia yang masih anak-anak itu ibarat merindukan bulan di tengah hari. Daripada kita capek sendiri, toh perkelahian tetap saja tak bisa dihindari. Orang bijak bilang ini tuh "wis wayahe". Ya namanya juga anak-anak. Suatu hari pasti akan berhenti sendiri.

Maka yang terpenting bukanlah meratapi, tapi bagaimana agar kita bisa woles aja menghadapi. Semoga beberapa trik berikut bisa menjadi inspirasi para Bunda menghadapi anak-anak yang terus berkelahi dengan sodaranya.

Pertama, kita harus menyadari bahwa hal ini tak hanya menimpa anak-anak kita. Semua ibu yang anaknya lebih dari satu pasti merasakan. Jangan kira anak orang lain selalu akur hanya dengan pertemuan singkat dengan mereka. Belum tentu yang kita lihat itu kenyataan sebenarnya. Toh anak kita juga bisa beraikap manis kalau lagi "di luar kandang". Iya kan Bun?

Jadi, percayalah Bunda, bahwa rata-rata anak di dunia ini memang begitu. Dengan mengetahui dan merasakan banyak ibu di luar sana yang senasib sepenanggungan, niscaya beban pikiran Bunda jadi lebih ringan.

Kedua, mari kita melihat dari sudut pandang berbeda. Di balik keaktifan anak-anak kita, ada tanda bahwa mereka anak-anak sehat. Karena tak mungkin aktif dan sempat berkelahi jika mereka sedang sakit. Juga menandakan adanya naluri baqo' (potensi mempertahankan diri) pada anak kita. Sekali lagi Alhamdulillah, berarti anak kita normal Bun. Kebayang gak kalau anak kita hanya diam sepanjang hari dan no respon saat diganggu/disakiti orang? Ini justru tidak normal dan mengkhawatirkan.

Selain itu, biasanya anak yang sering ribut ini jika terpisah saling rindu berat. Bahkan biasanya tak mau terpisah. Ini pertanda bahwa anak-anak berkelahi itu justru karena mereka sangat dekat. Bukan karena saling benci. Jadi Bunda tak perlu sakit hati.

Ketiga, yang perlu kita lakukan adalah memastikan keamanan mereka saat berkelahi. Pengawasan menjadi sangat penting. Hindarkan memberikan mainan yang bisa membahayakan pada anak. Gunting, pisau atau benda bahaya lainnya harus disimpan di tempat yang aman. Karena anak-anak kita belum mengerti apa saja yang bahaya dan apa yang tidak. Segera pisahkan posisi mereka jika sudah main fisik berlebihan.

Keempat, berikan penjelasan pada anak-anak dengan pendekatan syariat. Sampaikan hadis larangan membahayakan orang lain. Hadis janji Syurga bagi yang mampu menahan amarah. Atau hadis bahwa orang yang kuat itu adalah mereka yang mampu menahan marah disaat punya kesempatan untuk marah.

Sampaikan juga, bahwa yang harus dimusuhi dan dilawan itu adalah musuh-musuh Allah dan kaum muslimin. Bukan saudara sesama muslim apalagi saudara sendiri. Secara tak langsung kita telah mengarahkan penyaluran amarah anak-anak ke tempat yang dibenarkan. Meski mungkin tak langsung mereka ikuti, tapi sangat berarti saat mereka dewasa nanti.

Saat praktik, dalam hal ini kita sebagai Bunda dituntut punya banyak ilmu. Secara tak langsung kondisi mampu memompa semangat kita untuk lebih rajin belajar lagi. Khususnya tentang Islam dan tehnik menyampaikan pesan/komunikasi. Biidznillah, rezeki banyak anak juga menambah rezeki banyak ilmu.

Kelima, meminimalisir penyebab perkelahian. Jika disebabkan rebutan sesuatu maka upayakan membelikan sesuatu selalu sama. Meskipun sekedar warna. Pengalaman saya, maksud hati biar tidak tertukar, apadaya punya sodara selalu terlihat lebih menarik. Akhirnya berebut dan berkelahi juga padahal cuma beda warna.

Jika hanya bisa beli 1 atau sedikit, maka sebelum membelikan minta anak berjanji bahwa benda tersebut untuk bersama dan berbagi. Jika mereka menolak, pilih untuk tidak membelikan sekalian. Jika bendanya adalah pemberian dari orang. Lakukan hal yang sama. Jika tidak berkenan, lebih baik Bunda simpan dulu sampai mereka bersepakat mau saling bagi.

Kalau berkelahinya gara-gara ada yang suka jail. Beri nasehat khusus pada yang suka jail. Pada yang dijaili, nasehati agar tidak reaktif. "Sudah Kak, diemin aja, nanti juga Dede berhenti sendiri kalau kamu biarin." Tapi jika masih kecil dan belum begitu mengerti, maka pisahkan. Berikan kesibukan masing-masing agar fokusnya teralihkan.

Keenam, berusaha bersikap adil di hadapan anak-anak. Kadangkala yang memicu mereka terus bertengkar adalah merasa tidak diperlakukan adil. Si Kaka yang merasa adiknya selalu dibela dan dibelikan sesuatu. Dia akan mencari-cari masalah. Demikian sebaliknya.

Ini memang tidak mudah apalagi pada si Kakak. Karena sebagai Bunda kita sering terlupa bahwa usia mereka hanya terpaut sedikit saja. Kita sudah terlanjur memosisikan si Kakak harus mengerti. Lalu menuntutnya selalu mengalah pada adiknya. Padahal mereka sama-sama masih anak-anak. Sama-sama belum sempurna akalnya.

Ketujuh, yakinlah pada kekuatan doa. Berdoalah pada Allah agar anak-anak kita saling kasih mengasihi. Saling memelihara dan menolong dalam kebaikan. Sesekali lafazkan doa langsung di hadapan anak dengan suara lantang. Misalmya saat mereka sedang heboh-hebohnya berkelahi.

"Ya Allah jadikanlah anak hamba anak-anak yang solih/solihah, saling menyayangi dan tidak mau bekelahi lagi. Ya Allah berikanlah pahala yang lebih banyak pada yang mau mengalah duluan."

Doa yang didengar langsung oleh yang didoakan akan mengena di hati mereka. Tidak mustahil mereka tergugah untuk langsung berubah. Jangan lupa untuk berdoa dan minta didoakan oleh orang-orang yang doanya mustajab. Untuk diri sendiri, agar dikaruniai kesabaran berlipat ganda. Karena masa-masa anak kecil memang begitulah keadaannya. Suatu hari setelah mereka dewasa rumah akan sepi. Saat itu bisa jadi kita akan merindukan kebisingan yang hari ini ingin kita hindari.

Demikian beberapa trik yang bisa kita coba saat menghadapi anak-anak yang sering berkelahi. Semoga bermanfaat. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
AHY: Partai Demokrat Siap Suarakan Perjuangan MUI

AHY: Partai Demokrat Siap Suarakan Perjuangan MUI

Rabu, 15 Jul 2020 08:31

Bantuan Sembako Diselewengkan, Legislator Desak Mensos Awasi Distribusi Bantuan hingga ke Hilir

Bantuan Sembako Diselewengkan, Legislator Desak Mensos Awasi Distribusi Bantuan hingga ke Hilir

Rabu, 15 Jul 2020 07:17

Kasus Corona Melonjak, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Strategi dan Narasi

Kasus Corona Melonjak, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Strategi dan Narasi

Rabu, 15 Jul 2020 06:17

Ide Kesetaraan, Benarkah Perempuan Teracuni Feminisme?

Ide Kesetaraan, Benarkah Perempuan Teracuni Feminisme?

Selasa, 14 Jul 2020 22:35

Turki Akan Tutup Mosaik Kristen di Hagia Sophia Selama Pelaksanaan Shalat

Turki Akan Tutup Mosaik Kristen di Hagia Sophia Selama Pelaksanaan Shalat

Selasa, 14 Jul 2020 20:55

Amnesty Sebut Lebih Dari 3000 Petugas Kesehatan Meninggal Akibat Virus Corona

Amnesty Sebut Lebih Dari 3000 Petugas Kesehatan Meninggal Akibat Virus Corona

Selasa, 14 Jul 2020 20:30

Pemberontak Syi'ah Houtsi Tangkap 157 Ibu-ibu di Yaman Dalam 2 Tahun Terakhir

Pemberontak Syi'ah Houtsi Tangkap 157 Ibu-ibu di Yaman Dalam 2 Tahun Terakhir

Selasa, 14 Jul 2020 20:00

Lebih Dari 12.000 Tentara Israel Dikarantina Karena Kemungkinan Infeksi Virus Corona

Lebih Dari 12.000 Tentara Israel Dikarantina Karena Kemungkinan Infeksi Virus Corona

Selasa, 14 Jul 2020 19:41

Adil Dong Pak, Tangkap Juga Denny Siregar

Adil Dong Pak, Tangkap Juga Denny Siregar

Selasa, 14 Jul 2020 18:15

Merindukan Tontonan Sebagai Tuntunan

Merindukan Tontonan Sebagai Tuntunan

Selasa, 14 Jul 2020 17:55

Belajar dari Hagia Sophia, Anis Matta: Turki Ingin Tunjukkan kepada Dunia sebagai Pemimpin Berdaulat

Belajar dari Hagia Sophia, Anis Matta: Turki Ingin Tunjukkan kepada Dunia sebagai Pemimpin Berdaulat

Selasa, 14 Jul 2020 16:49

[VIDEO] Awalnya PKI Tak Terang-terangan Anti Pancasila dan Anti Agama

[VIDEO] Awalnya PKI Tak Terang-terangan Anti Pancasila dan Anti Agama

Selasa, 14 Jul 2020 15:59

Tips Meraih Beasiswa Luar Negeri

Tips Meraih Beasiswa Luar Negeri

Selasa, 14 Jul 2020 11:51

Islam Apa?

Islam Apa?

Selasa, 14 Jul 2020 11:44

“Menikahkan” Vokasi dan Industri, Tepatkah?

“Menikahkan” Vokasi dan Industri, Tepatkah?

Selasa, 14 Jul 2020 10:41

[VIDEO] Solusi Kegemukan Dampak dari WFH

[VIDEO] Solusi Kegemukan Dampak dari WFH

Selasa, 14 Jul 2020 10:23

Moderasi Beragama Melemahkan Ajaran Islam Madrasah?

Moderasi Beragama Melemahkan Ajaran Islam Madrasah?

Selasa, 14 Jul 2020 09:29

Legislator Anis Berkomitmen Berdayakan UMKM Jakarta Timur

Legislator Anis Berkomitmen Berdayakan UMKM Jakarta Timur

Selasa, 14 Jul 2020 09:02

Komisi VI DPR Aceh Minta Proses Pendidikan pada Tahun Ajaran Baru Berjalan Maksimal

Komisi VI DPR Aceh Minta Proses Pendidikan pada Tahun Ajaran Baru Berjalan Maksimal

Selasa, 14 Jul 2020 08:55

Positif Covid-19 Terus Meningkat, Pemerintah Butuh Evaluasi Kebijakan

Positif Covid-19 Terus Meningkat, Pemerintah Butuh Evaluasi Kebijakan

Selasa, 14 Jul 2020 08:12


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Senin, 13/07/2020 16:31

Ayasofya Camii!