Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.492 views

Peran Penting Ibu dalam Menumbuhkan Fitrah Iman

 

Oleh: R. Raraswati *)

Dunia maya kembali dihebohkan dengan viralnya video perbuatan mesum di jalan raya Surabaya. Perbuatan mesum pria dan wanita yang sedang mengendarai sepeda motor ini sangat meresahkan warga. Kedua pelaku dapat terancam hukuman dan dijerat pasal 281 KUHP tentang perbuatan asusila dan kesopanan di tempat umum (Kompas.tv16/12/2020).

Penyelidikan Polrestabes Surabaya atas pelaku video mesum tersebut membuahkan hasil. Kamis (17/12), Polsek Tambaksari mengamankan pelaku. (Jawapos.com, 18/12/2020)

Kasus ini merupakan satu dari banyak fakta yang terjadi di negeri ini. Tersebarnya video asusila sangat meresahkan masyarakat. Terlebih anak-anak sekarang melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dengan mudah mengakses apapun termasuk video tersebut. Tentu hal ini dapat merusak moral generasi negeri.

Banyaknya kasus asusila yang terjadi tidak terlepas dari penerapan sistem kapitalis-sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Pornografi, pornoaksi seolah menjadi tontonan biasa bagi orang dewasa juga para remaja bahkan anak-anak. Kondisi ini dijadikan sasaran empuk bagi pihak-pihak jahil yang ingin meraup kekayaan dengan cara instan. Mereka  hanya berharap videonya banyak ditonton. Semakin banyak ditonton, maka semakin banyak follower dan keuntungan pun semakin mengalir. Mereka tidak memikirkan bahwa  pornografi sangat merusak moral dan masa depan generasi.

Siapa pun pelaku dan penyebar video asusila tersebut tidak dibenarkan oleh negara maupun agama. Pentingnya penanaman keimanan, takut kepada Sang Pemilik kehidupan dalam hal ini Allah menjadi pondasi penting yang harus dimiliki setiap orang. Di sinilah peran penting ibu sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga untuk menumbuhkan fitrah iman pada putra putrinya.

Sedangkan peran ibu dalam menumbuhkan fitrah iman anak mulai tergerus di masa kapitalis seperti sekarang ini. Para wanita terutama ibu yang memiliki kewajiban mengurus keluarga dan anak justru disibukkan dengan peran aktif dalam pekerjaan. Wanita didorong untuk dapat memiliki kemandirian finansial yang akhirnya meninggalkan peran utamanya dalam keluarga. Padahal, kedekatan dan campur tangan langsung seorang ibu menjadi kunci terbentuknya generasi beriman.

Sejatinya fitrah keimanan telah diberikan Allah sebelum bayi dilahirkan. Sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf Ayat 172:

Yang artinya: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)"

Ayat tersebut menunjukkan bahwa fitrah keimanan sudah dimiliki setiap bayi yang baru lahir. Orang tua terutama ibu, mempunyai kewajiban untuk menumbuhkan fitrah keimanan tersebut. Dalam sebuah hadits juga disebutkan: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Semua bayi dilahirkan di atas fitrah, kemudian kedua orang tuanya menjadikannya beragama Yahudi, Nashrani, atau Majusi.” (HR. Al-Bukhâri, no. 1359 dan Muslim, no. 2658)

Dalam hadits tersebut tidak disebutkan orang tuanya menjadikannya beragama  Islam, karena memang fitrahnya bayi sudah Islam sejak dalam kandungan sebagaimana disampaian pada Al-Qur’an Surat Al-A’raf Ayat 172 di atas.

Peran orang tua, terutama ibu sangat besar dalam menumbuhkan fitrah keimanan tersebut. Seorang muslimah akan menumbuhkan fitrah keimanan putra-putrinya sejak dalam kandungan dengan memperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an. Bahkan sudah mempersiapkan generasi beriman jauh sebelum menikah dengan memilih calon suami yang sholeh.

Setelah bayi lahir, ada beberapa peran ibu dalam menumbuhkan fitrah keimanan pada anak. Diantaranya adalah:

Pertama: Pemberian asi

Di usia anak 0-2 tahun ini, tahap penguatan fitrah keimanan dengan memberikan ASI secara eksklusif, menghadirkan hati, perhatian, sentuhan, pandangan dan sebagainya ketika menyusui.

Dalam pemberian ASI, sang bayi merasakan adanya Zat yang memberi rizqi, melindungi, merawat, menyayangi dstnya.

Itulah mengapa menyusui diwajibkan karena sebagai bentuk penguatan dan perawatan syahadah Rubbubiyatullah.

Kedua: Membangun imajinasi/gambaran positif

Pada saat anak usia 3-6 tahun adalah tahap merawat fitrah keimanan dengan membangun imajinasi keindahan tentang Allah, tentang Rasulullah SAW, tentang Islam dan kebaikan lainnya sehingga melahirkan kesan dan cinta yang mendalam. Cinta sebelum Islam, Iman sebelum Amal.

Dilarang merusak imajinasi anak di usia ini tentang indahnya Al Haq. Para ulama meminta untuk menunda menceritakan tentang neraka, perang akhir zaman, Dajjal, qiyamat dstnya, sampai benar-benar fitrahnya kuat di usia 7 tahun ke atas.

Dilarang mendidik adab dengan memaksa, menyakitkan hatinya, dan seterusnya, agar tidak malah membenci adab. Namun upayakanlah adab berkesan indah. Jadi tahap ini sepenuhnya full cinta namun tidak memperturutkan yang tidak baik.

Ceritakanlah hal hal indah yang membuat ananda sangat tergugah, berkesan mendalam dan antusias pada kebenaran. Suasanakanlah keshalihan dalam setiap momen dan kesempatan tanpa terasa dan formal.

Ini tahap emas untuk mengenalkan Allah, Rasulullah SAW dan kebaikan kebaikan Islam.

Ketiga: Membangkitkan kesadaran, mengenalkan nilai, perintah dan larangan di usia 7-10 tahun

Pada usia ini ibu berperan memperkenalkan nilai, perintah dan larangan Allah. Kemudian berusaha  membangkitkan kesadaran anak  melaksanakannya secara mandiri.

Metodenya adalah keteladanan dan suasana keshalihan yang berkesan mendalam. Sehingga setelah anak memasuki usia 11 tahun, dia telah mandiri dalam melaksanakan kewajibannya.

Meski demikian, peran ibu yang telah dilaksanakan dengan baik dalam keluarga, tidak menjamin sepenuhnya menjadikan anak tumbuh dewasa sesuai harapan. Karena ada peran masyarakat dan negara yang juga harus terlibat. Masyarakat memiliki tanggung jawab dengan memberikan lingkungan yang baik bagi tumbuh kembang anak. Memberikan keamanan dan kegiatan positif untuk menumbuhkan potensi yang dimiliki dan sesuai pola asuh yang diterapkan dalam keluarga.

Adapun tanggung Negara adalah melindungi keluarga sesuai wewenangnya. Negara dapat menegakkan undang-undang dan aturan dengan memberi sanksi tegas bagi pelaku asusila agar ada efek jera. Mengawasi media informasi agar melakukan fungsi edukasi kepada masyarakat, dan melarang munculnya informasi atau tayangan yg menampilkan contoh-contoh buruk bagi anak-anak dan pemuda yang berdampak pada rusaknya moral dan iman. Selanjutnya, mengkaji ulang sistem pendidikan di setiap jenjangnya, dalam rangka mempersiapkan generasi agar memiliki tekad membentuk keluarga yang sesuai dengan nilai agama.

Semoga di hari ibu tahun ini, semakin banyak para wanita yang sadar akan peran pentingnya dalam mempersiapkan generasi beriman pencetak peradaban gemilang. Wallahua’lam bisshawab. (rf/voa-islam.com)

*) Penulis adalah Freelance author dan muslimah peduli generasi

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Kamis, 25 Feb 2021 13:26

Yuk Bikin Logo atau Brosur Keren Infaq Seikhlasnya

Yuk Bikin Logo atau Brosur Keren Infaq Seikhlasnya

Kamis, 25 Feb 2021 12:42

Tolak Zuhairi Misrawi

Tolak Zuhairi Misrawi

Kamis, 25 Feb 2021 11:20

Pimpinan Majelis Tafsir Al-Qur'an Ustadz Ahmad Sukina Meninggal Dunia

Pimpinan Majelis Tafsir Al-Qur'an Ustadz Ahmad Sukina Meninggal Dunia

Kamis, 25 Feb 2021 11:15

Wajah Cerah dengan Face Mist Halal Berbahan Saffron Afghanistan

Wajah Cerah dengan Face Mist Halal Berbahan Saffron Afghanistan

Kamis, 25 Feb 2021 08:54

Kekeliruan Paradigma Emosi

Kekeliruan Paradigma Emosi

Rabu, 24 Feb 2021 23:00

Pendangkalan Aqidah Generasi Dampak Moderasi

Pendangkalan Aqidah Generasi Dampak Moderasi

Rabu, 24 Feb 2021 22:44

Bekerja untuk Akhirat

Bekerja untuk Akhirat

Rabu, 24 Feb 2021 22:12

Kerumunan Jokowi di Maumere, PKS: Apa Artinya Segala Upaya Penanggulangan Covid-19?

Kerumunan Jokowi di Maumere, PKS: Apa Artinya Segala Upaya Penanggulangan Covid-19?

Rabu, 24 Feb 2021 21:39

Perda Syariat Digugat, Dimana Hak Umat untuk Taat?

Perda Syariat Digugat, Dimana Hak Umat untuk Taat?

Rabu, 24 Feb 2021 21:38

Belajar dari Kisah Ashabul Kahfi: Ikhlas dalam Beribadah

Belajar dari Kisah Ashabul Kahfi: Ikhlas dalam Beribadah

Rabu, 24 Feb 2021 21:17

Jilbab Dihambat, Perda Syariat Digugat

Jilbab Dihambat, Perda Syariat Digugat

Rabu, 24 Feb 2021 20:51

Menjaga Keluarga dari Gerusan Kapitalisme

Menjaga Keluarga dari Gerusan Kapitalisme

Rabu, 24 Feb 2021 20:50

Akhiri Ketidakpastian Hukum, Partai Gelora Dorong Penerbitan Perppu dan Pengesahan RUU KUHP

Akhiri Ketidakpastian Hukum, Partai Gelora Dorong Penerbitan Perppu dan Pengesahan RUU KUHP

Rabu, 24 Feb 2021 20:43

Generasi, Akankah Jadi Tumbal Moderasi Beragama?

Generasi, Akankah Jadi Tumbal Moderasi Beragama?

Rabu, 24 Feb 2021 20:24

Manajemen Marah

Manajemen Marah

Rabu, 24 Feb 2021 20:05

Perang Lawan Rentenir, Legislator Ini Dorong Program Ibu Berdaya

Perang Lawan Rentenir, Legislator Ini Dorong Program Ibu Berdaya

Rabu, 24 Feb 2021 19:59

Jika Varian Baru Corona Masuk Ke Indonesia, Bagaimana Nasib Kita?

Jika Varian Baru Corona Masuk Ke Indonesia, Bagaimana Nasib Kita?

Rabu, 24 Feb 2021 19:47

Islam Solusi Kekerasan Seksual pada Perempuan

Islam Solusi Kekerasan Seksual pada Perempuan

Rabu, 24 Feb 2021 19:30

Sinergi ACT-Korps Marinir Bantu Korban Banjir Kabupaten Bekasi

Sinergi ACT-Korps Marinir Bantu Korban Banjir Kabupaten Bekasi

Rabu, 24 Feb 2021 19:29


MUI

Must Read!
X