Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.482 views

Kampung KB dan Mimpi Pengentasan Kemiskinan

 
 
Oleh: Hana Annisa Afriliani, S.S
 
Pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencanangkan program Kampung KB yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat lewat program kependudukan  dan keluarga berencana, serta pemberdayaan keluarga. Sejak dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada Januari 2016 silam, sampai saat itu sudah terdapat sebanyak 16.486 kampung KB yang tersebar di seluruh Indonesia. 
 
Sebagaimana dilansir di dalam laman Kominfo.go.id bahwa keberadaan  Kampung KB merupakan salah satu “senjata pamungkas” baru pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan, terutama di wilayah-wilayah yang jarang “terlihat” oleh pandangan pemerintah. Kampung KB, kedepannya akan menjadi ikon program kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Kehadiran Kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.
 
Dari pernyataan tersebut jelaslah bahwa arah pembentukan Kampung KB juga dalam rangka pengentasan kemiskinan. Namun, benarkah keberadaan Kampung KB benar-benar mampu mengentaskan kemiskinan sebagaimana yang diharapkan?
 
Perlu kita pahami bahwa kemiskinan yang terjadi hari ini merupakan kemiskinan sistemis, yakni kemiskinan yang tercipta akibat penerapan sistem rusak kapitalisme. Betapa tidak, kapitalisme dengan  segala pengatirannya yang berorientasi pada materi, menampakkan keberpihakannya kepada korporasi, bukan kepada rakyat. Alhasil, nasib rakyat terkatung-katung di negeri sendiri. 
 
Tingkat pengangguran kian bertambah, apalagi di masa pandemi saat gelombang PHK menerjang seiring rapuhnya perusahaan menahan  serbuan pandemi Covid-19. Akibatnya, angka kemiskinan  pun ikutan naik. Sudah jatuh, tertimpa tangga. Harga-harga kebutuhan pokok ikut pula melambung tinggi, tak sama sekali berempati terhadap nasib rakyat yang sudah di ujung tanduk. 
 
Begitulah akibat para punggawa negeri ini mengadopsi kapitalisme dalam menjalankan pemerintahannya. Maka, keberadaan kampung KB saja tidaklah cukup memberi arti jika sistem kapitalisme tak dibasmi. Karena justru penerapan kapitalismelah akar masalah dari problem kemiskinan yang menjamur di negeri ini. 
 
Jumlah Penduduk vs Kemiskinan
 
Pemerintahan dalam paradigma kapitalisme ini menjadikan banyaknya jumlah penduduk sebagai kambing hitam atas meningkatnya angka kemiskinan. Maka, mereka pun menggelontorkan solusi yakni pembatasan jumlah kelahiran lewat program keluarga berencana alias KB. Pemerintah beranggapan bahwa banyaknya angka kelahiran, maka akan menjadi beban bagi. negara.
 
Padahal kenyataannya tidak demikian. Anak itu anugerah terindah dari Allah Swt. Kalau dibilang, "Banyak anak banyak rezeki", memang benar adanya. Asalkan kita betul-betul yakin akan hal itu. Bukankah Allah mengecam dalam firman-Nya kepada mereka yang membunuh anak-anak mereka karena takut miskin? 
 
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami-lah yang akan memberi rizqi kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar." [al-Isrâ’/17:31]

Dari firman Allah itu saja sudah sangat jelas bahwa Allah menjamin rizki setiap makhluknya. Lantas, atas dasar apa pemerintah menganggap banyak anak akan menyumbang kemiskinan?
 
Pada dasarnya KB dalam Islam tidak dilarang alias mubah. Selama tujuannya memang menjarakkan kehamilan, bukan karena faktor lainnya. Sebab secara medis rahim ibu pun perlu jeda dari kehamilan untuk beberapa saat, sebelum siap dengan kehamilan berikutnya. Secara psikologis ibu pun, jarak usia anak yang terlalu dekat akan berpengaruh. Ibu sebagai orang yang berperan utama dalam mengasuh dan merawat anak bukan tak mungkin akan lebih rentan terserang stress bahkan depresi akibat kelelahan. 
 
Kemiskinan Sistemis Ciptaan Kapitalisme
 
Sebagaimana kita tahu, bahwa saat ini negeri kita menerapkan sistem kapitalisme yang memfokuskan pertumbuhan ekonomi pada sektor produksi. Sehingga barang hasil produksi terus diupayakan keberadaannya. Sementara soal distribusinya tidak diperhatikan, apakah sudah merata diterima oleh seluruh lapisan masyarakat ataukah hanya segelintir orang saja. Makanya, dalam sistem kapitalisme, banyak terjadi kesenjangan sosial. Akhirnya, yang kaya makin kaya, yang miskin kian melarat. Bahkan beberapa waktu lalu, seorang Crazy Rich membeli kaos seharga Rp300 juta dan dia mengatakan, "Wah murah banget.... " dalam vlognya di channel Youtubenya.  Padahal di sisi lain, jutaan rakyat Indonesia harus berkubang dalam kemiskinan yang parah. Jangankan membeli kaos seharga Rp300 juta, untuk biaya makan sehari-hari pun harus putar otak. 
 
Islam Mengentaskan Kemiskinan
 
Dalam Islam, aspek distribusi merupakan aspek yang diperhatikan oleh negara dalam perekonomiannya. Artinya, negara memastikan betul bahwa harta kekayaan tidak mengendap atau berputar di segelintir orang saja.
 
Namun, begitulah jika negara berlepas tangan terhadap pemerataan distribusi kekayaan di tengah masyarakat. Harusnya negara sebagai pemangku kebijakan memiliki sederet regulasi untuk menyejahterakan rakyatnya, tentu saja dengan pengaturan yang bersumber dari Allah saja.
 
Dalam Islam, kaya miskin merupakan sunatullah. Bukan berarti ketika Islam diterapkan, seluruh masyarakatnya pasti kaya raya. Tidak demikian. Hanya saja Islam akan menciptakan kondisi masyarakat yang sejahtera. Meski miskin, mereka masih bisa memenuhi kebutuhan pokoknya, seperti sandang, pangan dan papan. Karena negara dalam Islam bertanggung jawab penuh memelihara urusan rakyatnya dengan syariat Islam. 
 
Islam akan membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya bagi kaum laki-laki. Sebab mereka memiliki kewajiban menafkahi keluarganya. Islam juga memiliki mekanisme kepemilikan yang sesuai syariat Islam, yakni kepemilikan umum, negara, dan individu. Kepemilikan umum adalah hak setiap muslim, haram untuk dikuasai atau diprivatisasi oleh korporasi atau pribadi. Dengan adanya ketentuan itulah, rakyat akan sejahtera. Apalagi negeri ini berkelimpahan sumber daya alam. Sangat cukup untuk memakmurkan penduduk negeri jika saja tak diserahkan pada korporasi asing maupun aseng. 
 
Sungguh, hanya dengan penerapan sistem  Islam sajalah kita akan keluar dari problem kemiskinan seperti saat ini. Berharap pada solusi parsial ala kapitalisme, pengentasan kemiskinan hanyalah mimpi yang takkan pernah menjadi nyata. Negeri ini akan diliputi berkah dan rahmat-Nya. Dengan demikian, umat Islam harus menyatukan tekad dan menyamakan langkah perjuangan demi tegaknya Khilafah islamiah yang akan menjadi institusi penerap syariat Islam kaffah. Wallahu'alam bish shawab. (rf/voa-islam.com)
 
Ilustrasi: Google
 
 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Pasukan Somalia Dan Milisi Sekutu Rebut Kembali Kota Kunci Adan Yabal Dari Al-Shabaab

Pasukan Somalia Dan Milisi Sekutu Rebut Kembali Kota Kunci Adan Yabal Dari Al-Shabaab

Rabu, 07 Dec 2022 13:37

Kalahkan Spanyol, Maroko Jadi Tim Arab Pertama Yang Capai Perempat Final Piala Dunia

Kalahkan Spanyol, Maroko Jadi Tim Arab Pertama Yang Capai Perempat Final Piala Dunia

Rabu, 07 Dec 2022 12:35

Tiga Polisi Terluka Dalam Ledakan Diduga Bom Bunuh Diri Di Polsek Astana Anyar Bandung

Tiga Polisi Terluka Dalam Ledakan Diduga Bom Bunuh Diri Di Polsek Astana Anyar Bandung

Rabu, 07 Dec 2022 11:06

Otoritas Denmark Kirim Surat Ancaman Deportasi Paksa Kepada Anak-anak Pengungsi Suriah

Otoritas Denmark Kirim Surat Ancaman Deportasi Paksa Kepada Anak-anak Pengungsi Suriah

Selasa, 06 Dec 2022 21:00

TIP Perbarui Fokus Jihad Anti-Cina, Serukan Pembebasan Tanah Air Dari 'Penjajah Tiongkok'

TIP Perbarui Fokus Jihad Anti-Cina, Serukan Pembebasan Tanah Air Dari 'Penjajah Tiongkok'

Selasa, 06 Dec 2022 20:45

Serangan Drone Tanpa Awak Kembali Targetkan Lapangan Udara Militer Rusia

Serangan Drone Tanpa Awak Kembali Targetkan Lapangan Udara Militer Rusia

Selasa, 06 Dec 2022 20:25

Konvoi Militer Turki Tabrak Hingga Tewas Seorang Wanita Dan Anak-anak Di Atareb Suriah

Konvoi Militer Turki Tabrak Hingga Tewas Seorang Wanita Dan Anak-anak Di Atareb Suriah

Selasa, 06 Dec 2022 20:05

Krisis Air Parah Landa Kamp Pengungsi Palestina Di Pedesaan Damaskus Suriah

Krisis Air Parah Landa Kamp Pengungsi Palestina Di Pedesaan Damaskus Suriah

Selasa, 06 Dec 2022 19:46

Piala Dunia 2022: Bagaimana Penggemar Arab Mengatakan Kebenaran Kepada Israel Tentang Palestina

Piala Dunia 2022: Bagaimana Penggemar Arab Mengatakan Kebenaran Kepada Israel Tentang Palestina

Selasa, 06 Dec 2022 07:01

JATTI Gelar Silaturahim Tokoh, Ini yang Dibahas

JATTI Gelar Silaturahim Tokoh, Ini yang Dibahas

Senin, 05 Dec 2022 20:09

Piala Dunia di Qatar, Sinyal Kebangkitan Islam?

Piala Dunia di Qatar, Sinyal Kebangkitan Islam?

Senin, 05 Dec 2022 19:30

Marak Perundungan, Salah Asuh dalam Sistem Sekuler

Marak Perundungan, Salah Asuh dalam Sistem Sekuler

Senin, 05 Dec 2022 19:16

Pengadilan Israel Hukum Ringan Sekelompok Tentara Yang Merampok Dan Menyiksa Warga Palestina

Pengadilan Israel Hukum Ringan Sekelompok Tentara Yang Merampok Dan Menyiksa Warga Palestina

Senin, 05 Dec 2022 15:31

Gerombolan Bersenjata Serbu Masjid Di Nigeria, Bunuh 12 Orang Termasuk Imam

Gerombolan Bersenjata Serbu Masjid Di Nigeria, Bunuh 12 Orang Termasuk Imam

Senin, 05 Dec 2022 14:05

Survey: Hanya 25 Persen Orang Rusia Yang Mendukung Perang Ukraina Berlanjut

Survey: Hanya 25 Persen Orang Rusia Yang Mendukung Perang Ukraina Berlanjut

Senin, 05 Dec 2022 12:35

Pengunjuk Rasa Anti-Iran Bocorkan Infromasi Pribadi Anggota IRGC Dan Milisi Basij Di Dark Web

Pengunjuk Rasa Anti-Iran Bocorkan Infromasi Pribadi Anggota IRGC Dan Milisi Basij Di Dark Web

Senin, 05 Dec 2022 10:05

Perbedaan Pendapat Menjawab ''Ash-Sholatu Khairum Minan Naum''

Perbedaan Pendapat Menjawab ''Ash-Sholatu Khairum Minan Naum''

Senin, 05 Dec 2022 05:45

Kelompok Pejuang Rohingya ARSA Bantah Terlibat Pembunuhan Intelijen Bangladesh

Kelompok Pejuang Rohingya ARSA Bantah Terlibat Pembunuhan Intelijen Bangladesh

Ahad, 04 Dec 2022 20:45

Angkatan Laut AS Cegat Kapal Yang Akan Menyeludupkan Amunisi Ke Pemberontak Syi'ah Houtsi

Angkatan Laut AS Cegat Kapal Yang Akan Menyeludupkan Amunisi Ke Pemberontak Syi'ah Houtsi

Ahad, 04 Dec 2022 19:55

Piala Dunia FIFA 2022 Qatar Catat Kehadiran Penonton Tertinggi Dalam Sejarah Turnamen

Piala Dunia FIFA 2022 Qatar Catat Kehadiran Penonton Tertinggi Dalam Sejarah Turnamen

Ahad, 04 Dec 2022 17:07


MUI

Must Read!
X