Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
16.444 views

Pemred Tempo Bambang Hary Murti Umat Islam Melanggar HAM?

Jakarta (voa-islam.com) Tadi malam dalam sebuah dialog di TVRI yang dipandu oleh Sugeng Saryadi, yang membahas tentang masalah HAM, terkait terjadinya pelanggaran HAM di Indonesia, dan dugaan sejumlah jenderal yang terlibat, di masa transisi, dan mereka sekarang maju ke panggung politik, dan menjadi calon presiden di 2014.

Tentu, topik itu diambil menjadi isu penting, terkait dengan isu kudeta belakangan ini, dan sekarang masalah dianggap aktual oleh koran Kompas dan Tempo penyerbuan Lapas Cebongan, dan terus menjadi berita utama di harian Kompas dan Tempo.

Dalam dialog itu, kemudian di keluar kontek, ada ucapan Pemimpin Redaksi Tempo Bambang Hary Murti terkait dengan pembongkaran gereja di Bekasi yang tidak memiliki izin (IMB). Hary Murti mengatakan, terjadinya diktator mayoritas atas minoritas. Terjadinya pelanggaran HAM oleh umat Islam atas golongan minoritas Kristen.

Di mana menurut Bambang Hary Murti larangan terhadap pembangunan gereja di Bekasi itu, sebagai pelanggaran HAM. Bambang Hary Murti juga menegaskan, kalau mau adil, masjid-masjid di Bekasi, dikatakannya 90 persen juga tidak memiliki izin, mengapa masjid-masjid itu, tidak dibongkar, cetusnya?

Memang, Bupati Bekasi bersikukuh melakukan pembongkaran dan penyegelan terhadap gereja HKBP itu sudah sesuai dengan prosedure. Karena tidak memiliki izin (IMB).

Sekarang ini, gereja bisa berdiri di mana saja, kendatipun tidak ada jamaahnya, atau jamaahnya bisa dihitung dengan jari, dan bahkan mereka mensiasati dengan mendatangkan jamaah dari daerah lain, yang kemudian memberikan legitimasi, gereja itu ada jamaahnya.

Beberapa hari yang lalu, sekitara 20 pendeta mendatangi kantor Bupati Bekasi, Neneng Nurhasanah Yasin, meminta kejelasan atas bangunan Gereja Huriah Batak Protestan (HKBP) Setu, yang dibongkar paksa pada Jum'at pekan lalu.

"Pembongkaran ini sangat meresahkan kebebasan beragama", kata Pendeta Erwin Marbun, juru bicara para pendeta yang tergabung dalam Forum Solidaritas untuk Kebebasan Beragama  dan Beribadah, kemarin.

"Bupati tidak menjawab keluhan kami", ujar Erwin, saat bertemu hampir satu jam dengan Bupati Neneng. Ada dua masalah yang menjadi perhatian para pendeta itu, yaitu terkait dengan gereja Filadelfia di Tambun Utara, dan pembongkaran Gereja HKBP Setu.

Bupati Bekasi Neneng tetap bersikukuh melakukan penyegelan terhadap gereja Filadelfia di Tambun Utara, karena masyarakat setempat menolak adanya gereja itu. Sementara itu, gereja HKBP yang dibongkar memang tidak memiliki izin.

Sekarang,  pembangunan gereja dan sekolah kristen seperti jamur di musim hujan, dan tumbuh di mana-mana. Meskipun, jamaah mereka  sangat sedikit dan bahkan bisa dihitung dengan jari. Mereka kalangan gereja dengan sangat agresif melakukan pemurtadan, dan mengkristen orang-orang Islam dengan sistematis.

Modus operandi mereka beraneka rupa. Mulai dengan kegiatan karitas, seperti menyantuni orang fakir miskin, yang kemudian diajak ke gereja, memberikan beasiswa, memberikan pengobatan gratis kepada penderita sakit, sampai mengawani perempuan Islam. Segala cara mereka lakukan dengan tujuan, mengkristenkan orang-orang Islam.

Pemimpin Tempo Bambang Hary Murti hanya melihat semata tentang pelarangan pendirian gereja di Bekasi, tetapi tidak melihat motiv gerakan yang dilakukan para pendeta, dan penginjil yang berusaha dengan berbagai cara, agar orang-orang Islam murtad alias pindah agama. Padahal, hak beragama dan berkeyakinan merupakan hak yang bersifat fundamental.

Tetapi, karena kondisi yang dihadapi oleh orang-orang Islam yang lemah, kemudian dieksploitasi oleh gereja, agar mereka meninggalkan agama mereka. Maka, sekarang setiap tahun jumlah pengikut kristen  maupun katolik, bertambah secara drastis. Bahkan, pembangunan gereja  pun, jauh melampaui jumlah pemeluknya dibandingkan dengan pembangunan masjid.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, ketika bertemu dengna para penganut kristen di NTT, menegaskan mengapa kalian masih ribut soal gereja yang dilarang berdiri, padahal sekarang sudah terdapat 56.000 gereja di seluruh Indonesia. Pertumbuhan gereja lebih dari 300 persen setiap tahunnya, dibandingkan dengan pertumbuhan masjid, tegas Yusuf Kalla.

Bahkan, kasus gereja Yasmin Bogor itu, sudah dilaporkan ke Komnas PBB, dan Indonesia  dituduh melanggar HAM. Sungguh sangat luar biasa kalangan gereja, yang sangat agresif dalam mengembangkan agama mereka,dan dengan segala cara mereka tempuh. Dan, pemerintah mendapatkan tekanan internasional akibat kasus gereja Yasmin di Bogor.

Kalangan gereja sangat agresif menghadapi umat Islam, karena mereka memiliki target ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Krisrten. Mereka melalui gerakan kristenisasi yang sangat terancana dan sestimatis, melalui diberbagai bidang, mulai menyusup ke dalam partai politik, masuk ke semua lini partai politik, seperti di era Orba mereka menguasai Golkar, kemudian di era reformasi menguasai PDI. Mereka di zaman Orba menguasai jaringan militer dan birokrasi.

Dengan penguasaan melalui partai politik, birokrasi, militer, mereka memiliki tujuan satu,  bagiamana mengembangkan agama kristen di Indonesia, dan mengubah secara demografis, dan nantinya Indonesia menjadi negara mayoritas kristen. Sekarang seperti harian Kompas, selalu menolak dikotomi mayoritas dan minoritas. Mayoritas Muslim dan Minoritas Kristen.

Sekarangpun, sejatinya walaupun mereka masih minoritas sudah menghabisi yang mayoritas. Karena bisa mempengaruhi keputusan politik dan pemerintahan akibat adanya jadirngan yang mereka miliki seperti lewat media massa dan jaringan ekonomi.

Ketika mereka memiliki pengaruh dipemerintahan, birokrasi, militer dan partai politik, mereka tidak pernah berteriak ditindas. Tetapi, ketika terjadi pembantaian di Priok, Lampung, dan berbagai tempat lainnya, kalangan kristen mereka semua tutup mulut. Karena pelakunya tentara Kristen, seperti Jenderal Benny Murdani atau Sudomo.

Ketika terjadi pembantaian di Poso oleh milisi kristen dari NTT, yaitu milisi "Kelelawar" yang dipimpin Tibo, tidak ada media kristen seperti Kompas atau koran sekuler seperti Tempo yang menilai sebagai pelanggaran  HAM. Padahal, ratusan Muslim tewas di pesantren Walisongo, dibantai oleh milisi kristen, dan semuanya mereka bungkam belaka.

Lihat sekarang, empat orang gembong preman yang membunuh secara sadis Sersan Santoso, anggota Kopassus, di Cafe Hugo's, Yogya,  koran seperti Kompas dan Tempo terus menerus mengangkat kasus ini, sampai hari ini. Kedua media ini menggalang opini yang begitu dahsyat. Empat orang  yang sudah malang melintang dalam dunia hitam itu, dibela habis. Hanya karena mereka berasal dari Ambon dan NTT.

Padahal, aktivitas para preman sekarang sudah sangat meresahkan dan menjadi ancaman nyata.  Sementara, mengharapkan tindakan polisi, tak kunjung datang. Rakyat menjadi sangat terancam. Tetapi, kasus Cebongan yang mengakibatkan tewas empat orang preman itu, sekarang luar biasa perhatian media-media itu.

Begitu logika dan moralitas mereka. Kalau orang-orang kristen di Indonesia menjadi mayoritas, pasti Muslim di Indonesia akan menemui nasib seperti yang  dialami oleh Muslim Rohingya. Dibantai habis dan seluruh assetnya akan dihancurkan habis. Termasuk masjid-masjid.

Itu sudah ada presedennya di Ambon. Di mana umat Islam  menjelang saat Idul Fitri dihancurkan dan masjid-masjid ikut dihancurkan di tahun l999. Di mana orang-orang kristen tanpa sebab, tiba menyerang orang-orang Islam, dan menghancurkan masjid. Tetapi, ketika orang-orang Islam ingin melindungi saudara, kemudian dituduh sebagai  teroris.

Seakan kalau Muslim yang dibunuh dan dihancurkan semena-mena itu menjadi syah, dan bukan pelangggaran HAM. Muslim hak hidupnya walaupun dicabut dengan kejam, itu bukan pelanggaran HAM.

Bandingkan dengan peristiwa Cebongan, yang mengakibatkan matinya empat orang preman, satu dari Ambon, dan tiga dari NTT, seakan langit dan jagad Indonesia akan runtuh.

Bupati Bekasi yang melarang gereja yang sembarangan didirikan tanpa memperhatikan kesepatakan SKB Tiga Menteri itu, sudah dianggap melanggar HAM oleh Bambang Hary Murti. Terjadi diktator mayoritas atas maninoritas. Sungguh luar biasa. Perhatian mereka terhadap golongan minoritas yang sudah menginjak-nginjak harkat Muslim di Indonesia.

Bagaimana seandainya golongan kristen menjadi mayoritas di negeri ini? Adakah Muslim Indonesia akan mendapatkan perlindungan dan keadilan serta terjamin hak hidup mereka?  Wallahlu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Ingin Raih Kemenangan Ramadhan? Ini Tips dari Ustaz Zaitun Rasmin dan Ustaz Abdul Somad

Ingin Raih Kemenangan Ramadhan? Ini Tips dari Ustaz Zaitun Rasmin dan Ustaz Abdul Somad

Jum'at, 07 May 2021 08:55

Kelompok Jihadis Terkait Al-Qaidah Culik Wartawan Prancis Di Mali Utara

Kelompok Jihadis Terkait Al-Qaidah Culik Wartawan Prancis Di Mali Utara

Kamis, 06 May 2021 21:00

Adian Husaini Dorong Media Islam Berkolaborasi Bangun Peradaban Bangsa

Adian Husaini Dorong Media Islam Berkolaborasi Bangun Peradaban Bangsa

Kamis, 06 May 2021 20:39

Malam Jum’at, 25 Ramadhan, Berpotensi Lailatul Qadar 1442 H

Malam Jum’at, 25 Ramadhan, Berpotensi Lailatul Qadar 1442 H

Kamis, 06 May 2021 20:36

Presiden Brazil Bolsonaro Sebut Krisis COVID-19 Terkait 'Perang Biologis' Cina

Presiden Brazil Bolsonaro Sebut Krisis COVID-19 Terkait 'Perang Biologis' Cina

Kamis, 06 May 2021 20:35

Otoritas Palestina Adukan Penggusuran Paksa Penduduk Arab Di Sheikh Jarrah Oleh Israel Ke ICC

Otoritas Palestina Adukan Penggusuran Paksa Penduduk Arab Di Sheikh Jarrah Oleh Israel Ke ICC

Kamis, 06 May 2021 20:15

Saudi Pertimbangkan Larang Jamaah Luar Negeri Untuk Menunaikan Ibadah Haji Tahun Ini

Saudi Pertimbangkan Larang Jamaah Luar Negeri Untuk Menunaikan Ibadah Haji Tahun Ini

Kamis, 06 May 2021 19:01

Telisik Larangan Mudik Versus Penerbangan Wuhan-Jakarta PP

Telisik Larangan Mudik Versus Penerbangan Wuhan-Jakarta PP

Kamis, 06 May 2021 16:01

Manusia Sekian Rupiah

Manusia Sekian Rupiah

Kamis, 06 May 2021 15:00

Jeritan Sopir Pejuang Nafkah Keluarga

Jeritan Sopir Pejuang Nafkah Keluarga

Kamis, 06 May 2021 13:59

Permakluman Tindak Kemungkaran, Ibliskah?

Permakluman Tindak Kemungkaran, Ibliskah?

Kamis, 06 May 2021 12:57

Larangan Mudik Jilid II dengan Problematikanya

Larangan Mudik Jilid II dengan Problematikanya

Kamis, 06 May 2021 11:06

Akhir Ramadhan, ASAR Humanity Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim-Dhuafa

Akhir Ramadhan, ASAR Humanity Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim-Dhuafa

Kamis, 06 May 2021 10:14

Seorang Wanita Mali Lahirkan 9 Bayi Sekaligus

Seorang Wanita Mali Lahirkan 9 Bayi Sekaligus

Rabu, 05 May 2021 20:27

Taliban Rebut Sebuah Distrik Di Baghlan Utara Afghanistan

Taliban Rebut Sebuah Distrik Di Baghlan Utara Afghanistan

Rabu, 05 May 2021 19:15

Sayap Militer Hamas Peringatkan Israel Atas Serangan Geng Zionis Di Yerusalem Timur

Sayap Militer Hamas Peringatkan Israel Atas Serangan Geng Zionis Di Yerusalem Timur

Rabu, 05 May 2021 18:54

Jangan Tinggalkan Doa Ini di Lailatul Qadar

Jangan Tinggalkan Doa Ini di Lailatul Qadar

Rabu, 05 May 2021 15:08

Tips Menghindari Tag Video Porno di Facebook

Tips Menghindari Tag Video Porno di Facebook

Rabu, 05 May 2021 14:59

Al Qur'an, Perempuan, dan Literasi

Al Qur'an, Perempuan, dan Literasi

Rabu, 05 May 2021 14:52

E-KTP untuk Transgender, dari Toleransi Hingga Mengasihi

E-KTP untuk Transgender, dari Toleransi Hingga Mengasihi

Rabu, 05 May 2021 14:31


MUI

Must Read!
X