Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
81.949 views

Inilah Alasan Mengapa Jokowi Harus Ditolak Rakyat

JAKARTA (voa-islam.com) - Inilah alasan mengapa Jokowi harus ditolak oleh rakyat dan bangsa Indonesia menjadi presiden di dalam pemilihan presiden Juli 2014 nanti. Diantara alasannya:

Pertama, Jokowi tidak jujur dan tidak amanah. Rakyat bisa melihat sikap dan karakter tidak jujur dan tidak amanah Jokowi secara kasat mata. Saat kampanye di DKI, dia berjanji akan melaksanakan kewajiban sebagai gubernur, jika terpilih sampai selesai masa jabatannya. Tetapi, Jokowi sudah kebelet mendapatkan tawaran menjadi calon presiden, dia tinggalkan rakyat Jakarta yang telah memilihnya. Dia berkhianat rakyat yang memilihnya.

Sementara itu, di DKI Jakarta, sebagai gubernur, belum genap dua tahun. Belum ada apapun  yang dihasilkan. Bagaimana Jokowi bisa menjadi pemimpin dan memimpin bangsa Indonesia kalau sudah nampak sikap tidak jujur dan tidak amanah? Di Jakarta Jokowi prestasinya baru menghapus tukang ‘topeng monyet’.

Kedua, Jokowi itu berbohong dan hanya tukang glembuk (ngapusi). Di dalam debat presiden kedua, 15 Juni, dia mengatakan mengatasi korupsi dengan pengawasan. Dengan pengawasan dari detik ke detik, dari menit ke menit, dari hari ke minggu. Prinsipinya mengatasi korupsi dengan pengawasan. Faktanya, kasus Transjakarta menunjukkan dia sebagai gubernur, tidak melakukan pengawasan secara baik.

Bagaimana bisa terjadi korupsi yang menghabiskan dana Rp1,5 triliun? Membeli bus ‘butut’ dari Cina. Tanpa  adanya kontrol dari seorang gubernur. Sekarang yang dikorbankan bawahannya, kepala dinas perhubungan DKI, Undar. Sementara itu, sekarang terkuak, Megawati melakukan campur tangan, membungkam Jaksa Agung, Basrief Arief agar tidak mengutik-ngutik kasus yang  terkait dengan Jokowi.

Ketiga, Jokowi pemimpin palsu. Dia merupakan produk pemimpinn yang direkayasa oleh media massa dan media sosial. Menghabiskan ratusan miliar, membiayai proyek pencitraan Jokowi. Di mana media massa dan jaringan media sosial, seperti JASMEV (Jokowi Ahok Sosial Medika Volunteer), yang dibelakangnya para cukong Cina hitam.

Media massa dan media sosial yang jumlahnya ribuan, merekayasa menggelembungkan nama Jokowi. Tanpa henti. Dengan citra, jujur, sederhana dan merakyat. Sampai menjelang pilpres.

Dua belas media massa, termasuk media televisi, seperti Metro TV, tanpa henti mengangkat Jokowwi.Melakukan pressurer (tekanan) terhadap Megawati, sampai akhirnya Megawati menyerahkan mandat kepada Jokowi sebagai capres.

Megawati mengkhianati Prabowo yang sudah berjanji dengan perjanjian yang dikenal dengan perjanjian ‘Batutulis’, yang akan mencalonkan Prabowo sebagai calon presiden. Semuanya, karena presure dari media dan para cukong.

Keempat, Jokowi hanyalah boneka. Kalau sekarang di jalan-jalan spanduk berjejer spanduk yang mengkapamnyekan, Jokowi pemimpin lahir dari rakyat dan untuk rakyat itu. Itu bohong. Jokowi bukan produk rakyat. Tetapi, dia hanyalah hasil konspirasi antara kepentingan Mega, elite PDIP, konglomerat, dan Barat (Israel).

Di mana sebelum Mega memutuskan mencalonkan Jokowi, sudah didahului oleh pertemuan  di Singapura, antara Mega dan tujuh tokoh, diantaranya seperti James Riyadi, termasuk Dubes Amerika dan Dubes di Israel. Dilanjutkan, pertemuan di Jakarta,  di Hotel milik konglomerat keturunan Cina, Jacob Soetojo, di mana Mega, Jokowi, Sabam Sirait, Dubes Amerika, Dubes Vatikan, Dubes Myanmar, Dubes Meksiko. Padahal, Jokowi belum menjadi presiden. Ini menunjukkan Jokowi hanyalah seorang boneka.

Kelima, Jokowi tidak memiliki kemampuan menjadi presiden. Ini terbukti saat berlangsung dalam debat capres 15 Juni lalu. Di mana dia, meskipun sudah membaca catatan, dan bahkan Jokowi sudah dua hari dua malam, di latih oleh tim ahli dan psycholog, masih tampak Jokowi menyampaikan visi misinya dengan tidak percaya diri. Suaranya bergetar, wajahnya nampak kuyu.

Bagaimana Jokowi akan memimpin 250 juta bangsa Indonesia? Di tengah-tengah perubahan global. Jokowi hanya bisa mengacung-ngacungkan kartu sehat dan cerdas. Padahal, pemerintah SBY sudah mengeluarkan kartu BPJS, berdasarkan undang-undang, dan sudah mengcover semua kebutuhan kesehatan rakyat. Jadi semua hanyalah sia-sia belaka. Sementara itu, kartu sehat Jokowi itu, ditolak rumah sakit di Jakarta. Rakyat kecil tetap susah, ketika dia sakit.

Sekurang-kurangnya lima alasan ini, rakyat dapat berfikir mempertimbangkan pilihan terhadap Jokowi. Apakah Jokowi layak memimpin negeri ini? Megawati dahulu dicitrakan oleh media massa sebagai ‘Ratu Adil’ dan pemimpin ‘Wong Cilik’. Sesudah berkuasa semuanya diingkari oleh Mega.

Keenam, rezim Jokowi-JK, rezim anti Islam. Ini sudah tidak dapat dipungkiri oleh siapapun. Karena, koalisi yang mendukung Jokowi-JK, partai-partai anti Islam, nasionalis sekuler, liberal, dan phalangis (kristen). PDIP, Nasdem, PKB, Hanura, dan PKPI. Tidak akan pernah mengakomodasi terhadap kepentingan Islam dan umat Islam.

Ini tergambar sikap para tokohnya. Seperti Triemedia Panjaitan, yang menjadi kuasa hukum Jokowi akan menghapus perda (peraturan daerah) yang berbau syariah. Menghapus kolom agama dari KTP. Rezim Jokowi-JK, hanyalah akan menggunakan kelompok Islam liberal, dan menjadikan alat menghancurkan kelompok Islam yang dituduh fundamentalis. 

Rezim Jokowi-JK, yang didukung para jenderal bagian dari Orde Baru, dan telah berlaku kejam terhadap umat Islam. Seperti Jenderal Hendropriyono, Wiranto, dan sejumlah jenderal lainnya yang diduga terlibat dalam pembantaian umat Islam di Talangsari, Lampung.

Rezim Jokowi-JK berpotensi akan lebih kejam terhadap umat Islam jika berkuasa dengan menggunakan 'bedil' membasmi umat Islam yang dituduh sebagai fundamentalis. Tetapi, sekarang yang dibesar-besarkan peristiwa 98. Ini memutar-balikan fakta.

Dibagian lain, saat Mega bukan menjadi pembela rakyat ‘Wong Cilik’, justeru menjadi pembela konglomerat Cina. Memberikan ampunan dan memutihkan para pengemplang BLBI Rp 650 triliun. Jokowi tidak akan jauh-jauh dari Mega. Jokowi seperti dikatakan oleh Mega hanyalah seorang petugas partai. Bukan pemimpin.

Menjual asset penting negara, seperti Indosat, tiga kapal tanker, menjual BCA,Danamon, dan sejumlah bank lainnya, yang mendapatkan bantuan bailout dari pemerintah dengan harga yang murah. Undang-undang perburuhan yang mengenalkan ‘outsourching’ di zaman Mega, melalui  Menteri Jacob Numawea.  Banyak lagi. Sekarang rakyat akan kecele dengan ‘gelembung’ Jokowi. Wallahu’alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Menko Polhukam Dijadwalkan Menjadi Narasumber di Muktamar IV Wahdah Islamiyah

Jum'at, 03 Dec 2021 16:24

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Rusia Peringatkan 'Skenario Mimpi Buruk' Dari Konfrontasi Militer Di Eropa

Jum'at, 03 Dec 2021 16:15

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Pengadilan Akhirnya Izinkan Saif Al-Islam Khadafi Ikut Pencalonan Dalam Pilpres Libya

Jum'at, 03 Dec 2021 15:15

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Miras di Indonesia dan Cara Islam Memberantasnya

Jum'at, 03 Dec 2021 14:53

Iman, Tak Kasat Mata Tapi Terasa Ada

Iman, Tak Kasat Mata Tapi Terasa Ada

Jum'at, 03 Dec 2021 14:42

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Jum'at, 03 Dec 2021 09:16

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Jum'at, 03 Dec 2021 08:54

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Jum'at, 03 Dec 2021 08:39

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Jum'at, 03 Dec 2021 08:22

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Kamis, 02 Dec 2021 15:21

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Kamis, 02 Dec 2021 15:03

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Kamis, 02 Dec 2021 12:24

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Kamis, 02 Dec 2021 12:15

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Kamis, 02 Dec 2021 10:27

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Kamis, 02 Dec 2021 02:14

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Rabu, 01 Dec 2021 23:07

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Rabu, 01 Dec 2021 22:27

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Rabu, 01 Dec 2021 19:26

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Rabu, 01 Dec 2021 19:12

ASN Diganti Robot, Indonesia Tak Perlu Teknologi Luar

ASN Diganti Robot, Indonesia Tak Perlu Teknologi Luar

Rabu, 01 Dec 2021 18:55


MUI

Must Read!
X

Rabu, 01/12/2021 09:24

Ambisi Erick