Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.508 views

Pro Kontra Fatwa Haram MUI Terhadap Vaksin MR

Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi telah mengeluarkan fatwa terkait penggunaan vaksin Measles Rubella atau vaksin MR. Fatwa MUI yang keluar pada Senin, 20 Agustus 2018 lalu itu menyatakan produk dari Serum Institute of India untuk imunisasi tersebut haram. Alasan MUI memfatwakan vaksin MR dari India itu karena dalam proses pembuatannya memanfaatkan unsur babi.

"Penggunaan Vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII) hukumnya haram karena dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari babi," tegas MUI dalam fatwanya tersebut.

Meskipun MUI menyatakan bahwa vaksin MR hukumnya adalah haram namun MUI untuk saat ini masih membolehkan menggunakannya karena alasan darurat syar'iyyah.

Dengan terbitnya fatwa MUI ini, secara otomatis menepis asumsi bahwa vaksin MR produk Serum Institute of India adalah barang halal. Sebelumnya wasekjen MUI, ustaz Tengku Zulkarnain juga sudah menolak kesimpulan beberapa pihak yang menyatakan vaksin MR halal karena menurut beliau status halal-haram merupakan domainnya ulama. Jadi sebelum vaksin asal India itu diperiksa oleh LPPOM MUI dan dinyatakan halal oleh Komisi Fatwa MUI, tidak boleh ada pihak yang mengklaim bahwa vaksin tersebut halal dan boleh secara bebas digunakan.

Beberapa kalangan (khususnya praktisi kesehatan pro vaksin/provaks) yang sebelumnya selalu menyatakan bahwa vaksin MR halal akhirnya seperti kebakaran jenggot. Dengan keluarnya fatwa haram vaksin MR dari MUI ini jelas membuat mereka harus memutar otak lagi bagaimana meyakinkan masyarakat agar mau memvaksin anak-anak mereka. Sepekan sebelumnya dalam silaturahim Kementerian Kesehatan ke kantor MUI Pusat, Menteri Kesehatan Nina Moeloek sudah menegaskan bahwa masyarakat karena alasan keagamaan seperti masih ragu halal atau tidak vaksin MR, boleh menunda memvaksin anak-anak mereka sampai ada fatwa halal dari MUI.

Perlu dicatat juga sebelum MUI memfatwakan vaksin MR haram karena proses pembuatannya menggunakan bahan yang berasal dari babi, sebagian praktisi kesehatan (baca: dokter) dan kalangan provaks garis keras, lewat media sosial telah mendahului MUI dengan "berfatwa" bahwa vaksin MR halal dan masyarakat tidak usah ragu untuk memvaksin anak mereka.

Lucunya, ketika MUI dengan tegas menyatakan keharaman vaksin MR, mereka masih tetap juga berfatwa vaksin MR halal dengan mengutip berbagai fatwa dari lembaga fatwa negara lain ataupun menyebut konsep istihalah yang di MUI sendiri konsep istihalah untuk suatu produk yang bersinggungan dengan Babi, tidak bisa diterima. Harusnya mereka yang mengutip fatwa lembaga lain ataupun ulama lain menghormati adanya perbedaan pendapat dan tidak harus mendistorsi poin-poin dari fatwa MUI soal haramnya vaksi MR buatan India tersebut. Apalagi sampai membuat "fatwa" tandingan seperti yang dirilis oleh beberapa dokter Muslim tidak lama setelah munculnya fatwa haram vaksin MR dari MUI.

Begitu juga kalangan anti vaksin garis keras, kalau mereka meyakini bahwa vaksin merupakan konspirasi jahat Yahudi atau salah satu program barat untuk menghancurkan umat Islam atau apalah namanya, cukup yakini di diri sendiri jangan disosialisasikan secara masif ke tengah masyarakat karena dampaknya cukup meresahkan umat.

Terkait MUI yang membolehkan vaksin haram digunakan karena alasan darurat, tentu saja tidak otomatis seterusnya barang haram itu menjadi halal karena yang namanya darurat ada batas waktunya. Selain itu, meskipun darurat, vaksin MR yang haram tersebut tidak bisa berlaku untuk semua orang. Jadi vaksin atau tidak vaksin itu adalah pilihan dan tidak boleh ada paksaan dalam masalah ini, toh MUI juga fatwanya "boleh" bukan "wajib". Kalau kata seorang netizen, tidak ada jaminan atau belum ada bukti-bukti yang secara scientific menjelaskan bahwa tanpa vaksin seseorang 99.9% akan terjangkit penyakit, juga sebaliknya tak ada bukti jika kita divaksin maka 99.9% kita terbebas penyakit.Wallahu a'lam [Redaksi]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

Relawan IDC, menunaikan amanah para donatur menyerahkan bantuan untuk anak-anak yatim Abdullah Fitri Setiawan atau yang akrab disapa Dufi....

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

Latest News
Keadilan Ekonomi dan Kebebasan Sipil Alami Kemunduran

Keadilan Ekonomi dan Kebebasan Sipil Alami Kemunduran

Senin, 10 Dec 2018 21:13

Hari HAM di Rezim Jokowi, Fadli Singgung Kasus Ini

Hari HAM di Rezim Jokowi, Fadli Singgung Kasus Ini

Senin, 10 Dec 2018 20:13

Zionis Israel Tangkap 337.000 Warga Palestina Sejak Intifada Pertama Meletus

Zionis Israel Tangkap 337.000 Warga Palestina Sejak Intifada Pertama Meletus

Senin, 10 Dec 2018 19:30

Memasuki Tahun Politik, KH Aceng Tegaskan Persis Konsisten dalam Pendidikan dan Dakwah Islam

Memasuki Tahun Politik, KH Aceng Tegaskan Persis Konsisten dalam Pendidikan dan Dakwah Islam

Senin, 10 Dec 2018 19:06

SIPRI: AS Kuasai 57 Persen Penjualan Senjata Dunia Tahun Lalu, Rusia No 2

SIPRI: AS Kuasai 57 Persen Penjualan Senjata Dunia Tahun Lalu, Rusia No 2

Senin, 10 Dec 2018 18:45

Polisi Malaysia Tangkap 7 Tersangka Terkait Islamic State dan Abu Sayyaf

Polisi Malaysia Tangkap 7 Tersangka Terkait Islamic State dan Abu Sayyaf

Senin, 10 Dec 2018 17:30

Persis Komitmen untuk Menjaga Keutuhan Bangsa

Persis Komitmen untuk Menjaga Keutuhan Bangsa

Senin, 10 Dec 2018 15:10

2 Senapan Mesin Milik Israel Hilang di Perbatasan dengan Libanon

2 Senapan Mesin Milik Israel Hilang di Perbatasan dengan Libanon

Senin, 10 Dec 2018 14:05

Menlu Saudi Tegaskan Tidak Akan Ekstradisi Para Tersangka Pembunuh Jamal Khashoggi

Menlu Saudi Tegaskan Tidak Akan Ekstradisi Para Tersangka Pembunuh Jamal Khashoggi

Senin, 10 Dec 2018 10:00

Lindswell Kwok, Sang Ratu Wushu yang Telah Jadi Ratu Sejati

Lindswell Kwok, Sang Ratu Wushu yang Telah Jadi Ratu Sejati

Senin, 10 Dec 2018 00:27

Tentara India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir Setelah 18 Jam Pertempuran di Srinagar

Tentara India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir Setelah 18 Jam Pertempuran di Srinagar

Ahad, 09 Dec 2018 21:15

Umat Hindu Berdemo Desak Pemerintah India Bangun Kuil di Bekas Lokasi Masjid Babri

Umat Hindu Berdemo Desak Pemerintah India Bangun Kuil di Bekas Lokasi Masjid Babri

Ahad, 09 Dec 2018 20:45

Peringati 31 Tahun Intifada Pertama, Hamas Berjanji untuk Lanjutkan Perjuangan Bersenjata

Peringati 31 Tahun Intifada Pertama, Hamas Berjanji untuk Lanjutkan Perjuangan Bersenjata

Ahad, 09 Dec 2018 20:09

[VIDEO] Bakomubin Fokus Program Kesejahteraan Mubaligh

[VIDEO] Bakomubin Fokus Program Kesejahteraan Mubaligh

Ahad, 09 Dec 2018 07:53

Syariat Islam Melindungi Keberagaman

Syariat Islam Melindungi Keberagaman

Sabtu, 08 Dec 2018 20:57

Peraih Penghargaan Revolusi Mental Ditetapkan Tersangka Korupsi oleh KPK

Peraih Penghargaan Revolusi Mental Ditetapkan Tersangka Korupsi oleh KPK

Sabtu, 08 Dec 2018 19:29

[VIDEO] Agar Tak Bikin Gaduh, Panitia Sengaja Tutupi Teror Ledakan pada Malam Gladi Resik Reuni 212

[VIDEO] Agar Tak Bikin Gaduh, Panitia Sengaja Tutupi Teror Ledakan pada Malam Gladi Resik Reuni 212

Sabtu, 08 Dec 2018 18:47

GNPF Ulama Tanggapi Kasus Habib Bahar bin Smith

GNPF Ulama Tanggapi Kasus Habib Bahar bin Smith

Sabtu, 08 Dec 2018 16:53

Ada Ancaman ke Media Tertentu untuk tidak Beritakan Reuni 212

Ada Ancaman ke Media Tertentu untuk tidak Beritakan Reuni 212

Sabtu, 08 Dec 2018 15:53

Malam sebelum Reuni 212 Ada Ledakan, Ini Cerita Panitia

Malam sebelum Reuni 212 Ada Ledakan, Ini Cerita Panitia

Sabtu, 08 Dec 2018 14:53


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X