Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.760 views

Anies, Bawaslu dan People Power

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Sejak terpilih jadi gubernur DKI, Anies menjadi icon rakyat melawan kezaliman penguasa. Umat Islam sebagai penduduk mayoritas juga merasa terwakili. Selama ini, ada perasaan terintimidasi dan ketidakadilan. Anies jadi Gubernur, rakyat seolah mendapat pengakuan dan sarana berkiprah kembali untuk bangsa.

Sebagian tak sabar. Mereka ingin Anies nyapres. Jadi presiden gantikan Jokowi di 2019. Ini akan jadi tumpuan dan sekaligus kebanggan bagi rakyat. Tapi, sebagian yang lain belum setuju. Alasannya? Jadi fitnah sosial. Apa kata dunia kalau Anies nyapres? Tuntaskan dulu Jakarta. Baru nyapres di periode  berikutnya. Meski publik tahu, lawan yang paling ditakuti istana adalah Anies. Berikutnya adalah Gatot Nurmantyo yang gagal nyapres karena last minute PKB batal mengusungnya. Dicopotnya sekjen PKB kabarnya terkait soal ini.

Anies sendiri ingin tuntaskan tugasnya di Jakarta. Sekarang adalah era Prabowo, senior dan promotor Anies di DKI. Anies tegas, tak akan bersedia dicalonkan oleh siapapun dan dari partai manapun jika Prabowo nyapres. Anies berkomitmen dan pegang prinsip soal ini. Komitmen ini bisa dicek dari berbagai sumber. Anies tak ingin seperti Jokowi, Ahok dan Ridwan Kamil, orang-orang binaan Prabowo yang balik badan dari Sang Promotor. Ini soal etika berpolitik, katanya.

Anies dukung Prabowo? Pasti. Dengan narasi-narasinya yang halus dan lembut Anies menyampaikan pesan. Kena dan pas. Diantara narasi Anies: "di pilpres ini kita bisa lihat siapa yang akan menghalalkan segala cara, dan siapa yang hanya menggunakan cara yang halal." Publik pasti paham maksudnya. Simpel, tapi tajam. Tepat mengenai obyek yang disasar.

Dalam sebuah sambutan, Anies pernah mengatakan bahwa apa yang terjadi di Jakarta, akan berpotensi terjadi di tingkat nasional. Anda paham? Kalau gak paham, berarti anda bagian dari "manusia dung..." yang sering dibicarakan Rocky Gerung itu.

Di akhir pidatonya, Anies angkat ke atas kedua tangannya dengan mengacungkan dua jarinya. Anda sadar seberapa besar pengaruh dua jari Anies? Mari kita lihat.

Pertama, Gubernur Anies lahir dan didukung diantaranya oleh jutaan massa 212. Mereka berasal dari lintas agama, etnis dan wilayah. Anies bukan hanya representasi masyarakat Jakarta, tapi representasi rakyat Indonesia. Secara emosional tak bisa memisahkan keterpilihan Anies dari heroisme rakyat yang berkumpul di Monas.

Kedua, Anies gubernur DKI. Gubernur Ibu kota negara. Gubernur yang setiap hari disorot media. Karena sejumlah peristiwa dan kinerja herois, publik menjuluki Anies sebagai "Gubernur Indonesia". Dan sekitar 6% rakyat Indonesia menginginkan Anies nyapres. Tapi, Anies menghormati dan mendukung Prabowo yang maju.

Dari aspek berita, dukungan massa, serta hubungan emosional dan militansial, Anies tentu punya pengaruh yang cukup besar. Maka, ketika Anies mengangkat dua jarinya ke atas, heroisme para pendukung Anies di seluruh Indonesia akan bangkit. Jelas, ini akan jadi ancaman serius terhadap elektabilitas incunbent.

Salam dua jari Anies, tentu berbeda -dan tak sebanding-  dengan salam satu jarinya Luhut dan Sri Mulyani. Ini soal militansi dan jumlah pengaruh. Salam dua jari Anies akan ditangkap sebagai pesan kepada seluruh rakyat Indonesia "pilihlah Prabowo, aku mendukungnya". Begitulah kira-kira rakyat memahami pesan itu.

Jika semula istana berhasil menahan Anies untuk nyapres, maka istana tak akan bisa menghalangi dukungan Anies kepada Prabowo. Dan dukungan itu dahsyat dampaknya.

Gara-gara salam dua jari, Bawaslu panggil Anies. Anies diminta klarifikasi. Bawaslu benar. Mereka menjalankan tugas sesuai kewenangannya. On the track. Rakyat harus apresiasi kerja Bawaslu. Hanya saja, kenapa cuma Anies yang dipanggil? Sementara para menteri dan sejumlah kepala daerah yang sama-sama mengangkat jari dukungannya tidak dipanggil? Apa yang membedakan Anies dari para menteri dan kepala daerah yang lain? Pasti bedalah. Anies dua jari. Para menteri dan kepala daerah yang lain cuma satu jari. Ya pasti beda! Maksudnya? Beda hukum dan perlakuannya gitu?

Pemanggilan tunggal oleh Bawaslu akan menjadi trigger bagi para pendukung dan simpatisan Anies di seluruh Indonesia untuk semakin mengobarkan semangat dan patriotisme perlawanan kepada penguasa. Kok penguasa? Ah, mosok anda gak tahu?

Jika Bawaslu ceroboh dalam menangani Anies, ini akan berpotensi memicu hadirnya jutaan rakyat ke Jakarta untuk #SaveAnies. Suara ini sudah mulai bergaung di berbagai medsos.

Rakyat marah. Kenapa? Karena Bawaslu dianggap tak bertindak adil. Sejumlah kepala daerah di Riau dukung Paslon no 01 dan acungkan satu jari, Bawaslu tak bertindak. Ridwan Kamil dan Khofifah acungkan satu jari, bebas-bebas saja. Bupati Garut kumpulkan Camat, Lurah, Ketua RT dan RW untuk memberikan arahan kampanye, lenggang aja. Giliran Anies, (dan juga satu lurah di Jawa Timur) acungkan dua jari, langsung dipanggil. Ditakut-takuti dengan penjara tiga tahun .

Rakyat yang selama ini bersabar, menahan kecewa, geram dan marah, seolah mendapatkan triggernya. Jika kita memotret situasi emosional rakyat saat ini dengan teori tahapan konfliknya Jonathan Turner, kemarahan rakyat sudah klimaks. Masuk tahapan kedelapan. Hanya tinggal satu tahapan lagi. Ini berbahaya, dan harus dicegah. Dengan apa? Keadilan!

Pemanggilan Anies oleh Bawaslu menyebabkan pertama, rakyat makin sadar betapa Bawaslu tak netral. Mereka tak lagi jadi wasit, tapi pemain. Kedua, tindakan kepada Anies akan menimbulkan kemarahan rakyat yang luar biasa. Mengingat Anies adalah simbol perlawanan rakyat dan icon oposisi.

Bawaslu, dan sejumlah pihak yang diduga berada di belakangnya, tidak sadar, betapa "ketidakadilan sampai batas tertentu" akan memicu lahirnya people power. Itu hukum sosial yang "boomnya" tidak bisa dipredisksi oleh siapapun.

Jika rakyat tak mendapatkan keadilan di ruang hukum, maka mereka akan menciptakan keadilan di jalanan. Ini tentu punya risiko sosial dan politik yang cukup besar. Sebagai bangsa yang demokratis dan beradab, tentu tak ada yang menginginkan semua itu terjadi. Karena itu, kepada semua pihak yang sedang diberikan otoritas di pundaknya oleh rakyat, bersikaplah adil. Hanya itu yang diharapkan rakyat, agar rakyat tidak mengambil paksa otoritas itu dengan menciptakan keadilan di jalan. [PurWD/voa-islam.com]

 

Jakarta, 10/1/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Latest News
Bloger Pakistan Dibunuh karena Berbicara Menentang Proyek Ekspansionisme Syi'ah Iran

Bloger Pakistan Dibunuh karena Berbicara Menentang Proyek Ekspansionisme Syi'ah Iran

Senin, 17 Jun 2019 22:04

OBOR: Jebakan Cina Mendigdaya Perekonomian Dunia

OBOR: Jebakan Cina Mendigdaya Perekonomian Dunia

Senin, 17 Jun 2019 21:39

Prabowo dan Kiblat Bangsa

Prabowo dan Kiblat Bangsa

Senin, 17 Jun 2019 20:56

MK Bukan Final

MK Bukan Final

Senin, 17 Jun 2019 20:53

Ada yang Gerah Indonesia Dapat Pemimpin Saleh?

Ada yang Gerah Indonesia Dapat Pemimpin Saleh?

Senin, 17 Jun 2019 20:01

Ikuti Jejak NU dan Muhammadiyah, Persis Segera Produksi Film Layar Lebar

Ikuti Jejak NU dan Muhammadiyah, Persis Segera Produksi Film Layar Lebar

Senin, 17 Jun 2019 18:49

Pencermatan Ka’ban Pascasidang MK

Pencermatan Ka’ban Pascasidang MK

Senin, 17 Jun 2019 18:01

Fenomena Pembubaran Kajian

Fenomena Pembubaran Kajian

Senin, 17 Jun 2019 16:01

Apresiasi untuk (Ketua) MK

Apresiasi untuk (Ketua) MK

Senin, 17 Jun 2019 16:01

Liga Arab Desak Militer Sudan Segera Serahkan Kekuasaan ke Sipil

Liga Arab Desak Militer Sudan Segera Serahkan Kekuasaan ke Sipil

Senin, 17 Jun 2019 15:58

Istri PM Israel Dihukum karena Salahgunakan Dana Publik

Istri PM Israel Dihukum karena Salahgunakan Dana Publik

Senin, 17 Jun 2019 15:32

Israel Miliki Hampir 100 Hulu Ledak Nuklir

Israel Miliki Hampir 100 Hulu Ledak Nuklir

Senin, 17 Jun 2019 15:19

Halal bi Halal Salimah bersama Majelis Taklim dan Aa Gym

Halal bi Halal Salimah bersama Majelis Taklim dan Aa Gym

Senin, 17 Jun 2019 15:08

LPSK Siap Beri Perlindungan Para Saksi dan Ahli Sidang Sengketa Pilpres di MK

LPSK Siap Beri Perlindungan Para Saksi dan Ahli Sidang Sengketa Pilpres di MK

Senin, 17 Jun 2019 14:03

Ketika Hehamahua Sudah Teriak Moral, Dimana Tokoh yang Lain?

Ketika Hehamahua Sudah Teriak Moral, Dimana Tokoh yang Lain?

Senin, 17 Jun 2019 10:50

Militer Mali Klaim Pasukan Prancis dan Mali Tewaskan 20 Jihadis dalam Operasi di Akabar

Militer Mali Klaim Pasukan Prancis dan Mali Tewaskan 20 Jihadis dalam Operasi di Akabar

Ahad, 16 Jun 2019 22:45

50 Tahanan Palestina Lakukan Upaya Mogok Makan Baru di Penjara Israel

50 Tahanan Palestina Lakukan Upaya Mogok Makan Baru di Penjara Israel

Ahad, 16 Jun 2019 22:35

Erdogan: Sistem Pertahanan Rudal S-400 Akan Mulai Tiba Bulan Juli

Erdogan: Sistem Pertahanan Rudal S-400 Akan Mulai Tiba Bulan Juli

Ahad, 16 Jun 2019 22:15

Serangan Pemboman Al-Shabaab di Ibukota Somalia dan Perbatasan Kenya Tewaskan 18 Orang

Serangan Pemboman Al-Shabaab di Ibukota Somalia dan Perbatasan Kenya Tewaskan 18 Orang

Ahad, 16 Jun 2019 22:00

Mantan Presiden Omar al-Bashir Akan Dirujuk ke Pengadilan Setelah Masa Banding Satu Pekan

Mantan Presiden Omar al-Bashir Akan Dirujuk ke Pengadilan Setelah Masa Banding Satu Pekan

Ahad, 16 Jun 2019 21:31


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Senin, 17/06/2019 20:56

Prabowo dan Kiblat Bangsa