Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.172 views

Kalau Gak Ada Gebrakan, Buat Apa Ada Kongres Umat Islam?

Tony Rosyid

[Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa]

Konggres Umat Islam digelar lagi. Setelah sempat mati suri di awal Orde Lama dan terkubur di sepanjang era Orde Baru. 1998 Orde Baru tumbang, Kongres Umat Islam hidup kembali. Tapi, tak seheroik era tahun 1938 yang mengukuhkan Majlis Islam A'la  Indonesia (MIAI) dan 1945 yang berhasil melahirkan Partai Masyumi. Satu-satunya partai yang merepresentasikan umat Islam saat itu. Pemilu tahun 1955 Masyumi dapat suara. 20,9 persen. Sebelum akhirnya NU menarik diri dari Masyumi. Masyumi makin melemah dan akhirnya dibubarkan oleh Soekarno. Di era Soeharto ganti nama menjadi Parmusi. Tapi, tak lama lahir, dihajar, dan mati juga. Reborn melalui PBB di era reformasi, tapi Wassalam!



Hebatnya Kongres Umat Islam saat itu, langsung masuk pada jantung masalah. Berani dan bernyali untuk ambil peran di saat Indonesia sedang mencari bentuk. Rekomendasinya riil, konkret dan terukur. Bagaimana dengan kongres sekarang yang dikomandoi panitianya oleh K.H Zaitun Rasmin, Wasekjen MUI yang namanya viral dan makin populer setelah debat di ILC dengan Ngabalin, utusan dari istana.

Soal isu, saat ini tak kalah besar dengan isu di tahun 1938 dan 1945. Jika pra dan pasca kemerdekaan isunya adalah bagaimana umat Islam mengambil peran kemerdekaan dan ikut mengisi panggung politik Indonesia yang sedang mencari bentuk, maka isu saat ini bagaimana umat Islam memulihkan perannya setelah banyak diambil, bahkan dirampok oleh para pemilik modal (kapitalis) yang mengendalikan negeri ini, baik ekonomi maupun politik, melalui tangan-tangan kekuasaan.

Fakta bahwa reformasi telah melahirkan oligarki tak bisa dibantah. Merekalah yang mengendalikan negara ini melalui proses industrialisasi politik. Demokrasi dikendalikan secara liberal oleh penyertaan modal para cukong sebagai investasi untuk memborong saham di setiap pemilu. Akibatnya, para pemimpin, elit dan pejabat tinggi tidak lahir dari hati rakyat, tapi mereka dilahirkan oleh kepentingan konglomerasi.

Umat Islam di Indonesia adalah mayoritas. 86 persen. Jumlah sebesar itu mesti menyadarkan Umat Islam untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Peran ini bisa diperjuangkan secara struktural melalui parpol, dan secara kultural melalui ormas yang semua perwakilannya hadir pada hari ini di kongres.

Umat Islam punya partai Islam. Ada PKS, PKB, PPP dan PAN. Selama ini empat partai Islam ini nyaris gak pernah akur. Kerja sendiri-sendiri dengan agenda dan kepentingan masing-masing. Bersaing dengan isu-isu klasik seperti wahabi, khilafah, Islam garis keras, dst untuk saling melemahkan. Padahal, partai-partai Islam inilah yang paling potensial untuk menyuarakan secara struktural berbagai kepentingan Umat Islam dibanding partai-partai lain.

Umat Islam menginginkan adanya aturan halal food, halal tourism, dan halal finance misalnya, mungkinkan bisa melalui partai di luar empat partai Islam itu? Ayo obyektif!

Inilah yang disorot oleh gubernur Bangka Belitung, Dr. Erzaldi Rosman Djohan, dalam pembukaan seminar "Halal Internasional" di hadapan para peserta Kongres Umat Islam ke-7 ini. Gubernur Babel mengeluh kenapa Kredit Usaha Rakyat (KUR) lebih banyak melibatkan bank konvensional, bukan bank Syari'ah. Dimana keberkahannya, tanya orang nomor satu di Babel ini. Ia juga menyoroti RUU Omnibus Law terutama soal pihak yang akan mensertifikasi halal. Gak usah ribut soal siapa pihak yang berhak mengeluarkan sertifikat halal, tapi yang lebih penting adalah bagaimana mengatur strategi untuk memperjuangkan halalisasi industri. Mosok kalah sama Jepang dan Australia, katanya. Sebuah pemanasan yang inspiratif dan sedikit berani. Keren Pak Gubernur!

Melalui kekompakan empat partai Islam, idealnya umat Islam bisa menitipkan semua aspirasi kepentingan dan harapannya. Baik kepentingan struktural maupun kepentingan substansial.

Kepentingan struktural artinya umat Islam mesti memiliki keterwakilan secara proporsional dan signifikan di struktur kepemimpinan bangsa ini.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, akan lebih efektif jika Kongres ke-7 kali ini ikut merekomendasikan partai-partai Islam seperti PKS, PKB, PPP dan PAN berkoalisi dalam setiap pemilu, baik pilpres maupun pilkada. Lalu mendorong umat Islam untuk memberi dukungan kepada calon-calon pemimpin yang didukung oleh empat partai tersebut sebagaimana era 1955 ketika Masyumi jadi satu-satunya representasi hasil kongres Umat Islam tahun 1945. Berani? Atau mau diskusi panjang dulu sampai gagasan ini akhirnya masuk selokan karena tak adanya nyali para ulama dan tokoh Islam yang ikut Konggres ini.

Secara substansial, banyak problem serius yang sedang dihadapi oleh umat Islam, dan juga bangsa saat ini. Tidak saja problem ekonomi yang dikuasai oleh 1-10 persen orang terkaya di Indonesia, tapi juga problem hukum dimana institusi-institusi penegak hukum tak ada tanda-tanda punya kemauan sungguh-sungguh menjadi panglima keadilan. Tapi sebaliknya institusi-institusi ini justru seringkali dipakai untuk kepentingan pragmatis kekuasaan.

Tidak saja merekomendasikan, tapi Kongres Umat Islam juga mesti mengawal dan memastikan bahwa rekomendasi itu terealisasikan. Jangan sampai ada anggapan publik bahwa kongres Umat Islam hanya ritual lima tahunan. Kegiatannya gak didengar umat, rekomendasinya tak lebih dari asesoris kegiatan. Sekedar kumpul-kumpul ulama, pimpinan ormas dan pejabat.

Jangan sampai pula masyarakat di bawah nanya: Kongres Umat Islam itu apa sih? Kan gak lucu kalau pertanyaan itu yang muncul. Ayo buktikan! [PurWD/voa-islam.com]

Bangka Belitung, 27 Pebruari 2020

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Jumlah Kematian Akibat Virus Corona di Iran Bertambah Menjadi 4.232 Orang

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona di Iran Bertambah Menjadi 4.232 Orang

Jum'at, 10 Apr 2020 22:15

Seorang Warga Palestina di Gaza Ditangkap Karena Berupaya Lakukan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Seorang Warga Palestina di Gaza Ditangkap Karena Berupaya Lakukan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Jum'at, 10 Apr 2020 22:00

Muhammadiyah dan BNPB Sepakat Gotong Royong Kunci Hadapi Corona

Muhammadiyah dan BNPB Sepakat Gotong Royong Kunci Hadapi Corona

Jum'at, 10 Apr 2020 21:59

Kanada Ancam Lakukan pembalasan Atas Pembatalan Pengiriman Pasokan Medis oleh AS

Kanada Ancam Lakukan pembalasan Atas Pembatalan Pengiriman Pasokan Medis oleh AS

Jum'at, 10 Apr 2020 21:35

Israel Konfirmasi Kasus Virus Corona Lampaui 10.000

Israel Konfirmasi Kasus Virus Corona Lampaui 10.000

Jum'at, 10 Apr 2020 21:05

Turki Akan Lacak Pasien Virus Corona dengan Aplikasi Telepon Pintar

Turki Akan Lacak Pasien Virus Corona dengan Aplikasi Telepon Pintar

Jum'at, 10 Apr 2020 20:35

Penerima Paket Sembako Dapat Surat 'Cinta' dari Gubernur Anies

Penerima Paket Sembako Dapat Surat 'Cinta' dari Gubernur Anies

Jum'at, 10 Apr 2020 19:59

Update 10 April 2020 Infografis Covid-19: 3512 Positif, 282 Sembuh, 306 Meninggal

Update 10 April 2020 Infografis Covid-19: 3512 Positif, 282 Sembuh, 306 Meninggal

Jum'at, 10 Apr 2020 16:43

Syubhat Anjuran Merokok di Tengah Wabah Covid-19

Syubhat Anjuran Merokok di Tengah Wabah Covid-19

Jum'at, 10 Apr 2020 16:27

Islamic State Lancarkan Serangan Mendadak di Kota Sukhna Suriah, 18 Tentara Assad Tewas

Islamic State Lancarkan Serangan Mendadak di Kota Sukhna Suriah, 18 Tentara Assad Tewas

Jum'at, 10 Apr 2020 15:05

Perempuan: Antara Covid'19 dan Deklarasi Beijing+25

Perempuan: Antara Covid'19 dan Deklarasi Beijing+25

Jum'at, 10 Apr 2020 11:32

Pernah Tulis Buku Jokowi Satrio Piningit, Musni Umar: Fakta Tak Sesuai Mimpi dan Harapan

Pernah Tulis Buku Jokowi Satrio Piningit, Musni Umar: Fakta Tak Sesuai Mimpi dan Harapan

Jum'at, 10 Apr 2020 09:35

Ombudsman: Pembiaran Terhadap Kelangkaan Masker dan APD Termasuk Maladministrasi

Ombudsman: Pembiaran Terhadap Kelangkaan Masker dan APD Termasuk Maladministrasi

Jum'at, 10 Apr 2020 08:56

Rapat dengan Gubernur BI, Anis Ingatkan Kebijakan Moneter Bukan Segalanya

Rapat dengan Gubernur BI, Anis Ingatkan Kebijakan Moneter Bukan Segalanya

Jum'at, 10 Apr 2020 07:52

Antara Imun, Iman, dan Islam

Antara Imun, Iman, dan Islam

Jum'at, 10 Apr 2020 06:31

Isu Corona Muncul, Isu Anak Hilang

Isu Corona Muncul, Isu Anak Hilang

Jum'at, 10 Apr 2020 01:11

PKS Minta PLN Gratiskan Listrik Rumah Ibadah Selama Darurat Corona

PKS Minta PLN Gratiskan Listrik Rumah Ibadah Selama Darurat Corona

Kamis, 09 Apr 2020 23:39

Terima Kasih Bapak Presiden SBY

Terima Kasih Bapak Presiden SBY

Kamis, 09 Apr 2020 22:50

Al Faruq dan Solusi Saat Wabah, Rindukah Kita?

Al Faruq dan Solusi Saat Wabah, Rindukah Kita?

Kamis, 09 Apr 2020 22:24

Viral Lagu Aisyah Istri Rasulullah, No Baper-Baper Club Ya!

Viral Lagu Aisyah Istri Rasulullah, No Baper-Baper Club Ya!

Kamis, 09 Apr 2020 22:02


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X