Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.031 views

BEM REMA UPI Tolak Rancangan Peraturan Kemenristek Dikti Tentang Organisasi Kemahasiswaan

[SIKAP BEM REMA UPI TERHADAP RANCANGAN PERATURAN KEMENRISTEKDIKTI TENTANG ORGANISASI KEMAHASISWAAN] 

Kampus sebagai laboratorium pemimpin negeri ini dan dengan nalar kritis Mahasiswa nya kerap kali menjadi pengontrol pemerintah untuk tetap berada dalam jalurnya. Namun dewasa ini, keberadaan kampus dianggap “ancaman” oleh pemerintah. Sehingga dengan otoriter dan kekuasaanya pemerintah  mempersempit ruang gerak mahasiswa .

Kepanikam rezim hari ini akan sikap mahasiswa yang konsisten menjaga Marwah Bangsa dan Negara ini agar sesuai cita cita kemerdekaan mulai di pertontonkan di permukaan.  Kepanikan itu di ekpresikan Dengan pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sangat tidak masuk akal dan cenderung memaksakan. Mulai dari kebijakan tentang UKT, kemudian wacana pemilihan Rektor Perguruan Tinggi yang dipilih oleh Presiden, penangkapan aktivis mahasiswa,  sampai pada puncaknya dengan keluarnya Rancangan Permenristekdikti tentang Oganisasi Kemahasiswaan yang menggantikan Kepmendikbud No 155 No 1998 tentang pedoman Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi.

Beberapa catatan kritis dari draf Rancangan Permenrisetdikti tersebut diantaranya:

1. Tidak adanya landasan dan urgensi yang kuat untuk dibentuknya peraturan menteri.

Dengan dalih bahwa adanya kekosongan hukum yang mengatur tentang ormawa di PT, kontradiktif dengan apa yang disebutkan oleh UU No. 12 tahun 2012 dalam pasal 77 ayat (5) bahwa, ketentuan lain mengenai organisasi kemahasiswaan diatur dalam statuta perguruan tinggi. (amanah UU menjelaskan bahwa ketentuan lain mengenai ormawa di atur dalam statuta PT,  bukan oleh Peraturan Menteri, dan secara garis hierarki hukum,  UU lebih tinggi dari peraturan Menteri,  dan logika hukum nya peraturan menteri itu mengacu dari UU yang berkaitan atau delegasi dari UU di atasnya).

Kemudian Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 2014 Pasal 23 tentang Otonomi pengelolan  PTN bidang nonakademik yang salah satunya menyebutkan Orgnisasi Kemahasiswaan merupakan bagian dari otonomi PTN. Dari hal tersebut menjelaskan bahwa artinya tidak ada kekosongan hukum yang mengatur tentang ormawa, karena aturan tersebut diatur lebih lanjut dalam Statuta PT. Dan itu artinya setiap PT harus memiliki statuta sendiri yang mengatur lebih lanjut tentang ormawa yang ada di perguruan tingginya masing masing.

Dan Jika menteri ingin menuangkan kebijakan dalam suatu Peraturan Menteri, maka yang perlu diperhatikan adalah prinsip pemberian delegasian pengaturan dari peraturan perundang-undangan di atasnya. Yang harus diperhatikan adalah lingkup pengaturan yang diperintahkah agar pengaturannya tidak melebar melampaui kewenangan yang diberikan.

Prinsip tersebut di atas dapat dijadikan asas atau patokan dalam menyusun Peraturan Menteri, di samping juga asas-asas lain yang secara umum telah dianut oleh beberapa negara, termasuk Indonesia, misalnya (diambil sebagian dari buku Van der Vlies):

  1. Asas tujuan yang jelas.
  2. Asas organ atau lembaga yang tepat;
  3. Asas perlunya peraturan;
  4. Asas dapat dilaksanakan;
  5. Asas perlakuan yang sama dalam hukum;
  6. Asas kepastian hukum; dan
  7. Asas tentang terminologi dan sistematika yang benar.

Point-point asas dalam pembuatan peraturan menteri juga masih belum jelas dan tidak bisa di pertanggung jawabakan .

2. Adanya pembatasan ruang gerak mahasiswa.

a)      Kepmendikbud No. 155/U/1998 pada pasal 2 menyebutkan bahwa, kegiatan kemahasiswaan diselenggarakan dengan prinsip "DARI,  OLEH dan UNTUK Mahasiswa. Aturan tersebut memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk mengatur ormawanya sendiri sebagai bentuk pengembangan potensi dan Independensi nya. Namun dengan dikeluarkannya Rancangan Permenristekdikti tentang Oganisasi Mahasiswa semakin memperlihatkan kalang kabutnya rezim hari ini, karena di dalam Rancangan Peremenristekdikti pasal itu di hapus kan, dan di dijelaskan pada Pasal 7 dan Pasal 8, untuk membuat Ormawa harus mendapatkan izin dari Pimpinan Perguruan Tinggi. Lebih lanjut bahkan Pimpinan perguruan tinggi juga ikut andil dalam pengaturan AD/ART, RKAT, dan kelengkapan ormawa lainnya.

Hal ini sangat ironi karena kontradiktif dengan BAB III pasal 4 tentang kedudukan,  fungsi dan ruang lingkup . Yang menjelaskan bahwa "Organisasi Kemahasiswaan adalah kelengkapan non Struktural pada organisasi Perguruan Tinggi" jadi kasus seperti pasal 7 dan 8, secara tersirat menegaskan bahwa Ormawa bagian dari struktural Universitas.

b)      Dalam bab 5 pasal 9 tentang "Organisasi Kemahasiswaan Antar Perguruan Tinggi" di jelaskan bahwa "Organisasi Kemahasiswaan bidang keilmuan dan/atau peminatan sejenis antar perguruan tinggi dan pengurusnya ditetapkan oleh Direktur Jenderal".

Pasal ini sangat menghawatirkan dan dapat menanam bibit abuse of power (Penyalagunaan Kewenangan) dari pemerintah.  Karena dengan pasal ini,  aliansi-aliansi Gerakan Mahasiswa Antar PT seperti BEM SI,  BEM nusantara,  dan lain nya dapat di "bubarkan" jika tidak ada ada izin dari Dirjen. Karena di anggap menyalahi/melangkahi prosedur dan aturan yang berlaku.  Tentu ini tidak baik dan dapat menghambat gerakan.

3. Pembatasan periodeisasi ormawa.

Sangat lucu bila halnya pemerintah pun ikut turut campur dalam periodeisasi sebuah organisasi kemahasiswaan. Dalam Permen tersebut dengan jelas disebutkan pada Pasal 10 bahwa, periode kepengurusan setiap ormawa selama 1 tahun dimulai 1 januari dan berakhir 31 desember. Artinya pemerintah secara sadar mengeneralisasi periodeisasi kepengurusan ormawa tanpa mempertimbangkan kondisi setiap PT yang jelas berbeda beda kultur , Budaya dan dinamika kampus nya. Hal ini jelas meciderai UUD 1945, yang mana bahwa setiap orang diberikan kebebasan untuk berserikat, berkumpul dan berpendapat.

Berdasarkan penjelasan sederhana di atas, BEM REMA UPI dengan tegas Menolak adanya Rancangan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tentang Oganisasi Kemahasiswaan Perguruan Tinggi.

 

Ttd

 

Muhammad Fauzan Irvan

Presiden BEM REMA UPI

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Pers Rilis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Latest News
[video] BANTU BISNIS KRIPIK YAMMY BUNDA ELIS USAI STROKE KEDUA, Yuk Investasi

[video] BANTU BISNIS KRIPIK YAMMY BUNDA ELIS USAI STROKE KEDUA, Yuk Investasi

Senin, 22 Jan 2018 16:49

Voa-Islam Gelar Training Muslim Journalist Trooper, Jurnalis Video Jaman Now

Voa-Islam Gelar Training Muslim Journalist Trooper, Jurnalis Video Jaman Now

Senin, 22 Jan 2018 16:45

25.000 Petempur FSA Dukung Operasi Militer Turki di Afrin

25.000 Petempur FSA Dukung Operasi Militer Turki di Afrin

Senin, 22 Jan 2018 15:25

Madu Manjakani Atasi Masalah Kewanitaan, Miss V dan Raih Kebahagiaan Suami

Madu Manjakani Atasi Masalah Kewanitaan, Miss V dan Raih Kebahagiaan Suami

Senin, 22 Jan 2018 14:41

Bangladesh Katakan Akan Berkoordinasi dengan PBB untuk Pengembalian Pengungsi Rohingya

Bangladesh Katakan Akan Berkoordinasi dengan PBB untuk Pengembalian Pengungsi Rohingya

Senin, 22 Jan 2018 14:30

Prof Dr Tono: Indonesia Sholat Subuh Terlalu awal 26 Menit, Isya Lambat 26 menit

Prof Dr Tono: Indonesia Sholat Subuh Terlalu awal 26 Menit, Isya Lambat 26 menit

Senin, 22 Jan 2018 14:21

Ikuti Training MUSLIM JOURNALIST TROOPER, Video News Jaman NOW! Yuk Daftar

Ikuti Training MUSLIM JOURNALIST TROOPER, Video News Jaman NOW! Yuk Daftar

Senin, 22 Jan 2018 14:01

Yuk Donasikan Infaq Terbaik Bagi STUDIO VOA ISLAM TV. Raih Pahala Abadi

Yuk Donasikan Infaq Terbaik Bagi STUDIO VOA ISLAM TV. Raih Pahala Abadi

Senin, 22 Jan 2018 13:49

Tema 9 Tahun Voa-Islam: Fastabiqul Khairat, Berlomba Dalam Kebaikan

Tema 9 Tahun Voa-Islam: Fastabiqul Khairat, Berlomba Dalam Kebaikan

Senin, 22 Jan 2018 13:34

Safari Dakwah Ustadz Syamsi Ali di Pulau Dewata

Safari Dakwah Ustadz Syamsi Ali di Pulau Dewata

Senin, 22 Jan 2018 13:17

Ledakan Bom di Sebuah Pasar di Yala Thailand Selatan Tewaskan 3 Orang Lukai 18 Lainnya

Ledakan Bom di Sebuah Pasar di Yala Thailand Selatan Tewaskan 3 Orang Lukai 18 Lainnya

Senin, 22 Jan 2018 13:16

FOTO: Terharu, Anak SD Donasikan Rp. 2000 untuk Maidaturahmah Jumat Berkah

FOTO: Terharu, Anak SD Donasikan Rp. 2000 untuk Maidaturahmah Jumat Berkah

Senin, 22 Jan 2018 13:13

Gelar Tabligh Akbar, MUI Manokwari? Undang Ustadz Zaitun Rasmin

Gelar Tabligh Akbar, MUI Manokwari? Undang Ustadz Zaitun Rasmin

Senin, 22 Jan 2018 13:02

Pesan Pemateri ke Peserta di Pelatihan Muslim Journalist Trooper voa-islam

Pesan Pemateri ke Peserta di Pelatihan Muslim Journalist Trooper voa-islam

Senin, 22 Jan 2018 13:01

Dewan Dakwah Aceh Ikut Rakernas di Bogor

Dewan Dakwah Aceh Ikut Rakernas di Bogor

Senin, 22 Jan 2018 12:57

TAAT: Penolakan Eksepsi, Bukan Bukti Alfian Tanjung Bersalah

TAAT: Penolakan Eksepsi, Bukan Bukti Alfian Tanjung Bersalah

Senin, 22 Jan 2018 12:56

[VIDEO] Marak Ulama Dipolisikan, Kenapa?

[VIDEO] Marak Ulama Dipolisikan, Kenapa?

Senin, 22 Jan 2018 12:18

Pengadilan Syi'ah Irak Vonis Mati Wanita Jerman yang Bergabung dengan Islamic State

Pengadilan Syi'ah Irak Vonis Mati Wanita Jerman yang Bergabung dengan Islamic State

Senin, 22 Jan 2018 12:15

Fahira Idris: Jangan Pilih Parpol Pro Miras dan yang Menolak Perluasan Pidana Zina

Fahira Idris: Jangan Pilih Parpol Pro Miras dan yang Menolak Perluasan Pidana Zina

Senin, 22 Jan 2018 12:15

Ramuan Profesor: BioSyafa-18 Untuk Kecerdasan Anak dengan Mikrobioteknologi

Ramuan Profesor: BioSyafa-18 Untuk Kecerdasan Anak dengan Mikrobioteknologi

Senin, 22 Jan 2018 12:15


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X