Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.327 views

Prabowo Itu Presiden Cerdas

Oleh: Neno Warisman
Untuk Indonesia yang adil makmur

Bismillah.
Bismillah.
Bismillah.

Ada orang yang menjadi Presiden dimasa lalu, semua pidatonya dia baca kecuali satu, kalau ia bertemu dengan para petani, maka wajahnya langsung seperti matahari pagi. Sumringah. Dan ia bisa bicara tanpa teks lagi. Kenapa? Karena ia lahir dan tumbuh di lingkungan itu. Ia nyaman dan terampil berbahasa dengan lingkungan pertamanya.

Setiap manusia memiliki lingkungan pertamanya yang membuat ia merasa nyaman dan trampil dengan idiom-idiom tempat ia bertumbuh dan berkembang.

Ada Presiden yang lain, walau sebentar jabatannya, kalau pidato berjam-jam bisa dan tanpa teks pula, namun terkhusus ia menguasai bidang teknologi dan itu merupakan passion nya sehingga ia sangat terampil pula dengan idiom-idiom dunia teknologi yang ia kuasai secara prima. Ia hebat disana.

Ada lagi Presiden yang jika pidato, maka ia mengikuti gaya pendahulunya, selalu saja pakai teks. Tapi mungkin karena seringnya ia harus berpidato, dan tak sempat ikut mendiskusikan apalagi mungkin membuat pidatonya, sehingga nampak benar di wajah, saat membaca, sering salah menekankan makna. Kalimat-kalimat sering terpotong pada tempat yang tidak seharusnya dan bahkan dalam banyak kesempatan, rakyat sampai curiga, jangan-jangan ia tidak benar-benar faham apa yang ia baca.

Ada pula Presiden yang sangat genius dan diakui jika pidato memang tidak berapi-api tapi sarat makna dan penuh tanda. Kalimat-kalimatnya cerdas, retorikanya membuat kita harus berhenti sejenak untuk berpikir, lalu sedetik dua detik kita pun dapat tergelak-gelak karena sering mengacak-acak logika kita dengan kalimat/kalimat yang mengejutkan.
Kita mengakui kecerdasannya.

Dan ada satu lagi Presiden yang sangat perapih. Segalanya tertata semua pidatonya telah terlatih dan terkuasai. Namun sayangnya, seperti hambar karena terlalu penuh persiapan dan latihan. Nyaris sulit menemukan ledakan jiwa patriot disana! Tak ada bahasa dan jiwa ksatria pembela rakyat jelata yang dirindukan oleh masyarakat secara menyeluruh. Bukan hanya kaum miskin tapi juga orang kaya yang punya hati dan punya kepala berisi kesadaran bernegara, mereka mendambakan seorang pemimpin negara yang mampu merebut jiwa mereka semua.

Kita semua mengangguk sepakat, daun dan tetes air hujan serta awan berarak pun akan sepakat bahwa bagi seorang pemimpin, pidato dari jiwanya yang bukan kalimat yang sekedar dibaca dari teks ditangannya , ditunggu-tunggu.
Seperti Pak Karno dulu. Beliau memang orator ulung. Seperti Bung Tomo. Seperti Buya Hamka. Seperti banyak pahlawan bangsa yang sekaligus orator ulung.
Gairah darah rakyat yang bergelora mendengar pidato pemimpinnya, itulah yang menghadirkan cinta.

Dan orang yang memiliki sekaligus genre suara yang bagus mantap berwibawa, pembawaan pun dalam bertutur kata menwakili adanya jiwa patriot yang menyala, dan tetap ada canda dan kadang anekdot yang disampaikan sebagai bumbu penyegar, saya temukan pada diri
Pak Prabowo Subianto, calon Presiden NKRI 2019-2024 Insya Allah.

Dengan banyak kosa bahasa negarawan, yang bukan hanya retorika hafalan, Pak Prabowo sejujurnya memiliki kapasitas orasi yang baik sekali.

Tentu itu dipasok juga oleh banyak analisa, data dan angka, namun jika itu bukan jiwa yang ter_installed_ pada diri seseorang maka akan terasa sebagai sebuah tempelan saja.
Prabowo , tidak. Pidato-pidato Pak Prabowo jauh dari kesan tempelan.

Jika dikemukakan data atau analisa, maka kalimat-kalimat yang keluar itu telah menyatu dengan sikap dan pikiran serta jiwanya yang menjadikan kata itu mampu menyentuh kedalaman pikiran dan hati pendengarnya.

Saya awalnya bukan seorang peminat pidato beliau. Namun belakangan saya memperhatikan , pidatonya memiliki daya “sihir” yang memukau.

Kapasitas itu tentu tidak begitu saja terbentuk secara otomatis dan tersedia terberi begitu saja tanpa ada yang membentuknya .

Saya ragu beliau bisa cerdas jika tidak ada etos kebiasaan membaca yang dibangun sejak lama. Sejak muda.

Seseorang itu tergantung pada lingkungan pertamanya. Saya curiga Pak Prabowo memiliki lingkungan pertama di buku, di ilmu, di peradaban membaca.

Karena retorika yang baik hanya mungkin dimiliki oleh seorang yang memiliki kapasitas keilmuan dan keahlian yang kemudian menghantarkannya menjadi pemilik retorika yang bermakna.

Saya kaget melihat catatan yang terbaca tidak sengaja, ditulis dalam catatan itu sejak berusia 16 tahun ia telah bergabung dengan para mahasiswa membentuk organisasi yang memperjuangkan rakyat!

Wow!
Rupanya sejak lama, ia adalah seorang yang kepala dan hatinya gelisah melihat kesengsaraan dan ketidak adilan.

Tidak heran kalau begitu, jika ia dulu pergi ke luar negeri maka oleh-oleh yang ia bawa untuk anak buahnya saat ia menjabat sebagai komandan, buku-buku.

Tidak heran maka jika ia mencintai dan sangat menghormati seorang bernama Prof. Dr. HM. Amin Rais MA, yang merupakan seorang yang memiliki kapasitas keilmuan dan keagamaan yang seimbang dan ia jadikan Pak Amin sebagai bagian dari setiap pemikirannya bagi bangsa dan negara.

Tidak heran jika bertemu sebuah masalah, ia lalu pergi ke perpustakaan dunia, bertanya kepada para ahlinya, berdiskusi dengan banyak orang, banyak tokoh berkaliber internasional di belahan belahan dunia, demi untuk menemukan jawaban atas kesulitan rakyat, kesulitan bangsa dan memformulasikannya menjadi isu-isu dalam pidato-pidatonya.

Itulah pemimpin yang cerdas. Yang membanggakan.

Maka ketika dia berpidato, kita gandrung padanya.

Jika diantara kalimat-kalimat pidatonya ada yang sama dan diulang-ulang, itu adalah hal yang biasa. Punch line tertentu selalu digunakan oleh setiap pemimpin dunia untuk meratakan pemahaman rakyatnya terhadap sesuatu. Dan justru aneh ketika seorang Pemimpin tidak mampu membuat publiknya tidak menemukan kekhasan dari narasi-narasi yang ia bangun.

Seorang pemimpin hanyalah mampu menjadi pemimpin jika ia punya kapasitas kepala yang besar untuk MEMBACA.

Saya tidak melihat hal ini dipentingkan dalam setiap pemilihan Presiden baru di negeri ini. Mudahnya, kalau memilih pemimpin, salah satu kriterianya, perhatikan apa saja buku yang ia baca dan apakah ia selalu punya waktu untuk membaca?

Sebab pemimpin tanpa membaca adalah pendusta. Atau ia didustai oleh sekelilingnya. Atau ia mendustai semua. Termasuk dirinya sendiri.

Kemampuan kecerdasan seorang yang banyak membaca akan nampak pada pidatonya. Jika ia cerdas, maka akan lahir gaya pidato yang kaya. Retorika yang membuat jiwa terbetot-betot bahkan sampai meneteskan airmata atau membuahkan tekad dan pekik semangat.

Orang orang ber ilmu bahasa akan sangat menyukai Presiden yang menguasai pidatonya dengan retorika berisi kalimat-kalimat cerdas luas bernas dan gaya bahasa yang tidak tekstual. Pandai mengambil momentum atau suasana dan bahkan ungkapan lokal yang dekat kepada kebiasaan atau kultur dimana ia berada. Lalu ia mengolahnya menjadi komunikasi yang sekali sekali menohok, menukik, menyentil, mengkritik, satir, metafor, hingga canda dan warna-warna emosi jiwa pendengar dapat dilukisinya dengan kesan keindahan yang mendalam.

Itu hebat.

Ketika ramai soal Pak Prabowo diserang karena spontanitas “tampang Boyolali” dan bahkan diadukan ke polisi, saya ingin katakan disini bahwa perbuatan melaporkan Pak Prabowo tersebut adalah perbuatan yang tidak memiliki dasar keilmuan sama sekali. Dalam hal ini ilmu sintaksis, semantika dan semiotika bahasa.

Begini, kalau ingin tahu makna dan niat dibalik sebuah kata, tanya kepada murid langsung “Dewa” linguistik Noam Chimsky. Di Indonesia ada. Saya bisa
menunjukkannya.

Sejak menjadi koordinator saksi-saksi ahli bahasa untuk persidangan mantan Gubernur DKI BTP, saya menjadi lebih memperhatikan kata dan kalimat yang diucapkan oleh seseorang dengan konteks sebelumnya dan sesudahnya (anafora dan katafora), serta yang terpenting adalah keberadaan intensi (niat) di dalam penggunaan bahkan walau “hanya” sebuah kata.

Nah.
Pak Prabowo mengatakan dua kata “tampang” dan “Boyolali” itu jelas dan terpapar nyata dari anafora dan kataforanya, tidak mengandung sedikit pun “niat” menghina atau melecehkan.
Bahkan sebaliknya, itu adalah ungkapan yang menukik, menohok, menembus ke kedalaman relung jiwa akan adanya keberpihakan dan pembelaan kepada kaum yang tak berdaya, kaum miskin, kaum yang tidak mendapatkan haknya sebagai warga negara yang seharusnya mendapatkan keadilan dan kemakmuran dari kerja para pemimpinnya dalam pemerintahan yang diongkosi oleh uang dan harta rakyat dalam negara ini.

Ungkapan yang dilontarkan Pak Prabowo adalah gaya lokal yang diangkat menjadi sebuah ungkapan menyiratkan rasa tidak terimanya Pak Prabowo terhadap apa yang terjadi pada anak negeri ini yang itu dikatakan jelas jelas, melalui ungkapan “tidak dipercaya kalau masuk hotel mewah”

Itu adalah retorika pemberontakan terhadap ketidak adilan yang terjadi selama ini pada rakyat.

Bahasa “tampang Boyolali” adalah retorika keberpihakan sekaligus pembelaan Prabowo pada rakyat jelata. Kok malah dituntut penghinaan? Orang yang menuntut harus belajar bahasa dulu. Sedikitnya bertanya dulu. Sebab sangat jelas konteks pembicaraannya. Sangat berpihak pada nasib rakyat berupa eksploitasi kekayaan yang tidak dimiliki oleh rakyat Indonesia. Ini dijelaskan cukup rinci dalam pidato beliau dan itu menjadi konteks dimana dua kata yang dipermasalahkan dijadikan alat untuk melaporkan beliau.

Lucu.. dan sekaligus menyedihkan

Nah. Siang tadi, saya hadir di acara Deklarasi Pendukung Prabowo Sandi di Jakarta dan saya berkesempatan mendengarkan pidato beliau dan sejujurnya, saya kembali merasakan kehangatan jiwa pejuang, narasi cerdas dan berani, pembelaan terhadap seluruh rakyat tanpa kecuali, dan mendengar janji Pak Prabowo yang menggunakan kata “Demi Allah” sebelum beliau menyampaikan janjinya sebagai Presiden nanti dan saya yakin Pak Prabowo adalah Presiden yang cerdas nanti dan menggunakan hati nuraninya untuk memimpin negeri ini asalkan ia dikelilingi juga oleh orang-orang cerdas berhati nurani. Bukan orang-orang yang pura-pura cerdas dan suka meninggalkan nurani.

Sebagai seorang koordinator saksi-saksi ahli bidang bahasa, banyak Profesor bahasa yang tetap teguh tak bisa dibeli oleh kekuasaan rejim sehingga ibaratnya, kalau mau diperkarakan sampai lubang semut sekalipun, memperkarakan dua kata dalam pidato Pak Prabowo di Boyolali adalah perbuatan sia sia.

Para ahli bahasa telah siap memberikan keterangan sesuai keilmuannya. Dan menurut salah satu dari mereka yang saya hubungi untuk merespons kasus ini mengatakan, “100% dapat dibuktikan secara bahasa bahwa pidato Pak prabowo tidak sedikit pun memiliki unsur yang dapat dituntutkan atau dituduhkan.

Dengan kejadian ini kita malah jadi sadar, dan bersyukur, telah lahir seorang pemimpin yang cerdas dan berpihak serta mau memperjuangkan nasib masa depan rakyatnya.

Dan sejarahlah nanti yang akan mencatatnya dengan bahagia, kita bangsa Indonesia akhirnya akan memiliki Presiden yang suka membaca, dan memiliki wawasan ilmu yang luas dan kemampuan orasi yang prima, yang tidak akan mempermalukan bangsa ini dimata bangsa bangsa lain di dunia. Amin. Amin. Amin.

Alhamdulillah
Alhamdulillah
Alhamdulillahirobbil alamin

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Pers Rilis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Menhan AS Sebut Militernya Tidak Akan Mundur dari Afghanistan Tanpa Koordinasi dengan Sekutu

Menhan AS Sebut Militernya Tidak Akan Mundur dari Afghanistan Tanpa Koordinasi dengan Sekutu

Jum'at, 15 Feb 2019 21:00

Laporan: Calon Istri Khashoggi Bisa Jadi Korban Kedua Jika Masuki Konsulat Saudi di Istanbul

Laporan: Calon Istri Khashoggi Bisa Jadi Korban Kedua Jika Masuki Konsulat Saudi di Istanbul

Jum'at, 15 Feb 2019 20:18

Parlemen Mesir Pilih 'Mosi Fir'aun', Setujui Al-Sisi Berkuasa Hingga 2034

Parlemen Mesir Pilih 'Mosi Fir'aun', Setujui Al-Sisi Berkuasa Hingga 2034

Jum'at, 15 Feb 2019 19:45

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Jum'at, 15 Feb 2019 11:33

Intelijen Militer Israel Sedang Persiapkan Perang Baru di Gaza

Intelijen Militer Israel Sedang Persiapkan Perang Baru di Gaza

Jum'at, 15 Feb 2019 09:47

Ketika Guru Banyak Dilecehkan, Tanya Kenapa?

Ketika Guru Banyak Dilecehkan, Tanya Kenapa?

Jum'at, 15 Feb 2019 00:22

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

Anadolu: Polisi Turki Yakin Mayat Jamal Khashoggi Kemungkinan Dibakar

Kamis, 14 Feb 2019 23:00

Jaish e-Mohammed Nyatakan Tanggung Jawab Atas Bom Jibaku yang Menewaskan 40 Pasukan India di Kashmir

Jaish e-Mohammed Nyatakan Tanggung Jawab Atas Bom Jibaku yang Menewaskan 40 Pasukan India di Kashmir

Kamis, 14 Feb 2019 22:45

Menuduh Hoax

Menuduh Hoax

Kamis, 14 Feb 2019 22:38

Hamas dan Fatah Tolak Kesepakatan Abad Ini untuk Timur Tengah yang Digagas Trump

Hamas dan Fatah Tolak Kesepakatan Abad Ini untuk Timur Tengah yang Digagas Trump

Kamis, 14 Feb 2019 21:15

Soal Penolakan Prabowo Shalat Jumat, Bawaslu: Tidak Ada Larangan Peserta Pemilu Beribadah

Soal Penolakan Prabowo Shalat Jumat, Bawaslu: Tidak Ada Larangan Peserta Pemilu Beribadah

Kamis, 14 Feb 2019 20:14

Sindir Jokowi, Cucu Pendiri NU: Prabowo Shalat Menghadap Kiblat Bukan Kamera

Sindir Jokowi, Cucu Pendiri NU: Prabowo Shalat Menghadap Kiblat Bukan Kamera

Kamis, 14 Feb 2019 20:07

Sudirman Said: Ada Pihak yang Ingin Politisir Shalat Jumat Prabowo

Sudirman Said: Ada Pihak yang Ingin Politisir Shalat Jumat Prabowo

Kamis, 14 Feb 2019 19:56

Laporan: Kepala Intelijen Israel Diam-diam Kunjungi Saudi pada 2014

Laporan: Kepala Intelijen Israel Diam-diam Kunjungi Saudi pada 2014

Kamis, 14 Feb 2019 19:45

Ujaran Kebencian

Ujaran Kebencian

Kamis, 14 Feb 2019 19:36

WNI Pelaku Pemboman di Gereja Jolo-Sulu Filipina?

WNI Pelaku Pemboman di Gereja Jolo-Sulu Filipina?

Kamis, 14 Feb 2019 17:15

X Files

X Files

Kamis, 14 Feb 2019 17:00

Yang Gaji Kamu Siapa?

Yang Gaji Kamu Siapa?

Kamis, 14 Feb 2019 15:20

Serangan Bom Jibaku Jaisyul Adl Tewaskan 41 Anggota Pasukan Elit Syi'ah Iran

Serangan Bom Jibaku Jaisyul Adl Tewaskan 41 Anggota Pasukan Elit Syi'ah Iran

Kamis, 14 Feb 2019 14:20

Sebentar Lagi Takmir Masjid Agung Semarang Disebut ‘Orang Prabowo’

Sebentar Lagi Takmir Masjid Agung Semarang Disebut ‘Orang Prabowo’

Kamis, 14 Feb 2019 12:07


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X