Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.431 views

Bayar Utang Negara dengan Utang ke Negara Lain?

JAKARTA (voa-islam.com)- Fraksi Partai Gerindra di DPR RI berpandangan praktik pembiayaan utang yang membawa Indonesia pada siklus pembiayaan utang dengan berutang adalah kondisi terburuk yang harus segera diatasi. Apalagi penambahan utang yang agresif tidak sebanding dengan kinerja perekonomian nasional dalam menunjukan fundamental ekonomi yang kuat, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan meningkatnya kesejahteraan rakyat.

Hal ini menjadi salah satu pandangan Fraksi Partai Gerindra @DPR_RI yang dibacakan oleh Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo S dalam Rapat Paripurna DPR RI yang beragendakan Pemandangan Umum Fraksi-fraksi atas RUU Tentang APBN Tahun Anggaran 2020 beserta Nota Keuangannya.

“Pemerintah seharusnya sadar ketergantungan pembiayaan yang bersumber dari utang adalah akibat kegagalan mencapai target penerimaan pajak. Selain itu juga sebagai bukti dari belum optimalnya pengelolaan penerimaan negara yang ada. @KemenkeuRI,” demikian cuitan Gerindra, Jumat (22/8/2019). 

Fraksi Partai Gerindra juga berpandangan bahwa Pemerintah harus menyadari keseimbangan primer yang masih mengalami defisit. Keseimbangan primer adalah selisih antara penerimaan dikurangi belanja yang tidak termasuk pembayaran utang yang jatuh tempo.

Dengan beban utang yang sangat besar, Pemerintah harus berutang untuk membayar bunga utang.”

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2014 defisit keseimbangan primer tercatat sebesar Rp83,3 triliun, pada tahun 2015 meningkat menjadi Rp 136,1 triliun. Kemudian pada tahun 2016 turun menjadi Rp122,5 triliun, sedangkan pada tahun 2017 defisit keseimbangan primer negatif sebesar Rp124,4 triliun.

Bahkan pada tahun 2018 kembali defisit Rp1,8 triliun. Dengan keseimbangan defisit tersebut Pemerintah harus berutang untuk membayar utang yang sudah jatuh tempo. Begitu juga rasio penerimaan pajak yang tidak pernah mencapai target. Tahun 2014 target penerimaan pajak sebesar Rp1072 triliun, realisasinya hanya Rp985 triliun atau sekitar 91,9 persen dari target. “Tahun 2015, penerimaan pajak hanya 81,5 persen. Rp 1055 triliun dari target Rp1294 T.”

Realisasi penerimaan pajak tahun 2016 hanya sebesar Rp1283 triliun atau 83,4 persen dari target sebesar Rp1539 triliun. Sementara tahun 2017 realisasi penerimaan pajak sebesar Rp1014,7 triliun atau 89 persen dari target sebesar Rp1283 triliun. Pada tahun 2018  sebesar Rp1315,9 triliun, atau 92 persen dari target APBN sebesar Rp1424 triliun.

Kegagalan Pemerintah terhadap pencapaian penerimaan pajak itu berdampak pada keseluruhan kinerja APBN. Menghadapi ini Pemerintah seharusnya fokus pada upaya perbaikan penerimaan pajak serta bisa optimal. Dan juga yang paling penting membenahi sistem perpajakan selama ini, termasuk merealisasikan pemisahan @DitjenPajakRI dari @KemenkeuRI.

Pemisahan tersebut harus disertai dengan kewenangan yang memadai untuk mengoptimalkan potensi penerimaan pajak yang ada. Upaya membenahi sektor pajak sangat mendesak dan segera, agar keuangan negara tidak tergantung pada utang.

Fraksi Partai Gerindra mendesak Pemerintah dan seluruh fraksi untuk menuntaskan Rancangan Undang-Undang tentang Ketentuan Umum Perpajakan. “DPR RI perlu merealisasikan apa yang jokowi janjikan dalam Nawacita yaitu memisahkan @DitjenPajakRI dari @KemenkeuRI.”

Dalam mendukung program prioritas, Fraksi Partai Gerindra juga mendorong Pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor, baik barang konsumsi atau kebutuhan bahan baku industri nasional. Melepas ketergantungan akan berimbas positif bagi perbaikan fundamental ekonomi nasional, neraca perdagangan dan neraca pembayarannya. Dengan begitu, Indonesia bisa mendapatkan stabilitas  perekonomian nasional yang lebih kokoh dan tidak mudah diguncang oleh gejolak eksternal seperti yang selama ini dialami.

(Robi/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

Latest News
Ribuan Warga Australia Demo tentang Perubahan Iklim

Ribuan Warga Australia Demo tentang Perubahan Iklim

Jum'at, 20 Sep 2019 23:07

Menyapu dan Memasak dalam Kondisi Junub?

Menyapu dan Memasak dalam Kondisi Junub?

Jum'at, 20 Sep 2019 22:15

Sekjen PBB dan Kepala ICRC Serukan Gencatan Senjata di Tripoli

Sekjen PBB dan Kepala ICRC Serukan Gencatan Senjata di Tripoli

Jum'at, 20 Sep 2019 22:09

Rusia dan Cina Memveto Usulan Gencatan Senjata di Idlib

Rusia dan Cina Memveto Usulan Gencatan Senjata di Idlib

Jum'at, 20 Sep 2019 21:25

Phobia Materi Perang di Madrasah, Narasi Absurd Rezim Kalut

Phobia Materi Perang di Madrasah, Narasi Absurd Rezim Kalut

Jum'at, 20 Sep 2019 21:05

Korea Selatan Khawatir Demam Babi Afrika Melanda Wilayah Mereka

Korea Selatan Khawatir Demam Babi Afrika Melanda Wilayah Mereka

Jum'at, 20 Sep 2019 21:00

Indonesia Mempermudah Investasi Asing, Ada Apakah?

Indonesia Mempermudah Investasi Asing, Ada Apakah?

Jum'at, 20 Sep 2019 20:51

Turki Tangkap 4 Orang Asing Diduga Miliki Hubungan dengan Islamic State

Turki Tangkap 4 Orang Asing Diduga Miliki Hubungan dengan Islamic State

Jum'at, 20 Sep 2019 20:21

Pembatasan Usia Pernikahan, Solusi atau Ilusi?

Pembatasan Usia Pernikahan, Solusi atau Ilusi?

Jum'at, 20 Sep 2019 19:52

Mantan Diktator Tunisia yang Digulingkan dalam Musim Semi Arab, Ben Ali Mati di Pengasingan

Mantan Diktator Tunisia yang Digulingkan dalam Musim Semi Arab, Ben Ali Mati di Pengasingan

Jum'at, 20 Sep 2019 19:35

Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Konfirmasi Pembicaraan dengan Taliban Sudah Mati

Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Konfirmasi Pembicaraan dengan Taliban Sudah Mati

Jum'at, 20 Sep 2019 19:16

Twitter Tangguhkan Akun Twitter Dalang Pembunuhan Jamal Khashoggi Saud Al-Qahtani

Twitter Tangguhkan Akun Twitter Dalang Pembunuhan Jamal Khashoggi Saud Al-Qahtani

Jum'at, 20 Sep 2019 19:05

PM Pakistan Bahas Masalah Kashmir dengan Putra Mahkota Saudi

PM Pakistan Bahas Masalah Kashmir dengan Putra Mahkota Saudi

Jum'at, 20 Sep 2019 18:12

Koalisi Pimpinan Saudi Hancurkan 4 Situs Perakitan Kapal dan Ranjau Syi'ah Houtsi di Hodeida

Koalisi Pimpinan Saudi Hancurkan 4 Situs Perakitan Kapal dan Ranjau Syi'ah Houtsi di Hodeida

Jum'at, 20 Sep 2019 17:45

Pernikahan Dini Solusi Ditengah Dekadensi Moral Generasi

Pernikahan Dini Solusi Ditengah Dekadensi Moral Generasi

Jum'at, 20 Sep 2019 17:05

Rusia Tolak Tuduhan Tak Berdasar Tentang Serangan terhadap Aramco

Rusia Tolak Tuduhan Tak Berdasar Tentang Serangan terhadap Aramco

Jum'at, 20 Sep 2019 17:04

Soal RUU P-KS, AILA Indonesia Nilai Anggota Dewan Inkonsistensi

Soal RUU P-KS, AILA Indonesia Nilai Anggota Dewan Inkonsistensi

Jum'at, 20 Sep 2019 12:56

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Jum'at, 20 Sep 2019 10:16

Dewan Pengawas KPK? Wow...Keren!

Dewan Pengawas KPK? Wow...Keren!

Kamis, 19 Sep 2019 23:53

India Klaim Sudah Mencabut 93% Pembatasan di Kashmir

India Klaim Sudah Mencabut 93% Pembatasan di Kashmir

Kamis, 19 Sep 2019 23:30


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X