Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.024 views

Kurva Bisa Melandai Jika Indonesia Penuhi Target Tes Usap

JAKARTA (voa-islam.com)--Tren kenaikan kasus positif Covid-19 di dunia terus meningkat termasuk di Indonesia. Kenaikan ini selain dipicu oleh pelonggaran pembatasan sosial di berbagai negara juga karena banyak negara mulai meningkatkan jumlah tes massal virus corona (swab test / tes usap) sebagai salah satu cara untuk mencegah penyebaran virus lebih luas lagi.

Di Indonesia sendiri, walau sudah terjadi peningkatan signifikan jumlah tes dalam tiga bulan terakhir ini, tetapi belum semua daerah memenuhi target yang ditetapkan WHO (minimal 1 orang per 1.000 penduduk setiap minggu atau 1.000 orang per satu juta penduduk). Di Indonesia, baru Jakarta yang mampu menggelar tes minimum di atas satu per seribu orang. Itulah kenapa secara umum WHO menyampaikan bahwa risiko penularan corona di Indonesia masih tinggi. 

Anggota DPD RI yang juga Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengungkapkan, salah satu fase yang harus ditempuh sebuah negara agar kurva corona bisa melandai adalah memenuhi target tes massal terutama dengan metode tes usap. Semakin banyak orang yang menjalani tes usap dan ditemukan semakin banyak yang positif akan membuat strategi penanggulangan corona akan semakin efektif dan efisien. Mereka yang terkonfirmasi positif secepat mungkin akan mendapatkan tindakan medis mulai isolasi mandiri di bawah pengawasan tenaga kesehatan atau mendapat perawatan di rumah sakit. 

Tes massal, lanjut Fahira, juga menjadi cara paling efektif untuk melakukan pelacakan kontak atau interaksi mereka yang positif sehingga besarnya gelombang penularan bisa dicegah secepat mungkin dan rantai penularan bisa dihentikan. Selain itu, tes massal juga menjadi metode paling efektif untuk melacak dan mencegah orang tanpa gejala (OTG) yang saat ini menjadi salah satu sumber penularan terbesar baik ke keluarga maupun lingkungan sekitar. 

“Saya mengapresiasi kerja-kerja Gugus Tugas dan semua pemerintah daerah. Namun, kita punya tantangan besar yaitu memenuhi target tes massal yang ditetapkan WHO. Kurva kita bisa melandai jika target tes corona kita minimal memenuhi target yang ditetapkan WHO, lebih baik lagi jika melebihi target. Berkaca dari pengalaman negara lain, kurva mereka bisa melandai setelah melakukan tes massal yang diikuti dengan tindakan medis dan melakukan pelacakan misalnya China dan Korea Selatan,” ujar Fahira Idris di Jakarta (6/7). 

Menurut Fahira, penetapan sebuah daerah dalam berbagai zona (hijau, kuning, merah, hitam) selama pandemi idealnya juga harus menjadikan jumlah tes corona sebagai salah satu parameter utama. Sebuah zona bisa dikatakan hijau (sudah tidak ada kasus atau infeksi virus corona) atau kuning (ada beberapa kasus Covid-19 dengan beberapa penularan lokal) jika daerah-daerah tersebut sebelumnya telah memenuhi target tes massal yang ditetapkan WHO. 

Keberhasilan China maupun Korea Selatan melandaikan kurva, sambung Fahira, karena di awal-awal penyebaran virus mereka melakukan tes massal yang masif ke warganya disertai tindakan medis dan pelacakan yang intensif. Setelah itu kurva mereka berhasil melandai baru kemudian mereka mengidentifikasi daerah-daerah mana yang sudah hijau, kuning, atau yang masih merah dan hitam. 

“Jadi zona-zona ini ditentukan bukan karena belum atau tidak lagi ditemukan kasus tetapi setelah dilakukan tes massal yang masif sehingga akurasi penentuan zonanya benar-benar berdasarkan data hasil tes. Intinya adalah semakin cepat Pemerintah meningkatkan kapasitas tes corona secara massal, penanggulangan corona akan lebih efektif dan efisien dan kita bisa segera keluar dari kondisi yang tidak pasti ini,” tukas Fahira.* [Ril/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Ribuan Warga Yaman Berdemo Menuntut Pengusiran Pemberontak Syi'ah Houtsi Dari Taiz

Ribuan Warga Yaman Berdemo Menuntut Pengusiran Pemberontak Syi'ah Houtsi Dari Taiz

Jum'at, 14 Aug 2020 20:21

Pemerintah AS Sita 4 Kapal Tanker Yang Diduga Membawa Minyak Iran

Pemerintah AS Sita 4 Kapal Tanker Yang Diduga Membawa Minyak Iran

Jum'at, 14 Aug 2020 14:25

Libya: Kesepakatan UEA-Israel 'Pengkhianatan Yang Tidak Mengejutkan'

Libya: Kesepakatan UEA-Israel 'Pengkhianatan Yang Tidak Mengejutkan'

Jum'at, 14 Aug 2020 13:28

Doa adalah bagian Terkeren dalam Islam, Malaikat ikut mendoakanmu

Doa adalah bagian Terkeren dalam Islam, Malaikat ikut mendoakanmu

Jum'at, 14 Aug 2020 07:55

Mukernas Daring KAMMI Mengambil Tema 'Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia'

Mukernas Daring KAMMI Mengambil Tema 'Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia'

Kamis, 13 Aug 2020 23:46

Pendeta Hindu yang Sepanggung Dengan Perdana Menteri Narendra Modi Positif Terinfeksi Corona

Pendeta Hindu yang Sepanggung Dengan Perdana Menteri Narendra Modi Positif Terinfeksi Corona

Kamis, 13 Aug 2020 21:15

Rusia Berencana Buat 5 Juta Dosis Vaksin Virus Corona Per Bulan

Rusia Berencana Buat 5 Juta Dosis Vaksin Virus Corona Per Bulan

Kamis, 13 Aug 2020 21:00

Dispensasi Nikah: Mencegah Nikah Dini atau Melegalkan Seks Bebas?

Dispensasi Nikah: Mencegah Nikah Dini atau Melegalkan Seks Bebas?

Kamis, 13 Aug 2020 20:51

Seorang Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin Meninggal di Penjara Mesir

Seorang Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin Meninggal di Penjara Mesir

Kamis, 13 Aug 2020 20:35

Laporan: Israel Berencana Bayar Warga Palestina untuk Pindah Ke Paraguay Setelah Perang 1967

Laporan: Israel Berencana Bayar Warga Palestina untuk Pindah Ke Paraguay Setelah Perang 1967

Kamis, 13 Aug 2020 20:15

Ruang Publik dalam Genggaman Kekuasaan

Ruang Publik dalam Genggaman Kekuasaan

Kamis, 13 Aug 2020 19:50

Remaja Kehilangan Arah VS Remaja Sukses Dunia Akhirat

Remaja Kehilangan Arah VS Remaja Sukses Dunia Akhirat

Kamis, 13 Aug 2020 19:46

Komandan AS Untuk Timur Tengah Peringatkan Meningkatnya Ancaman Islamic State di Barat Suriah

Komandan AS Untuk Timur Tengah Peringatkan Meningkatnya Ancaman Islamic State di Barat Suriah

Kamis, 13 Aug 2020 19:33

Arti Hidupku

Arti Hidupku

Kamis, 13 Aug 2020 19:02

Setop Orientasi Untung dalam Kerjasama Vaksi Covid-19

Setop Orientasi Untung dalam Kerjasama Vaksi Covid-19

Kamis, 13 Aug 2020 18:45

Kuasa Korporasi Atas Pejabat Negeri

Kuasa Korporasi Atas Pejabat Negeri

Kamis, 13 Aug 2020 18:38

Kritik Itu Perlu

Kritik Itu Perlu

Kamis, 13 Aug 2020 17:43

Soal Vaksin, Fahira Idris: Masih Uji Klinis, Disiplin dan Percepatan Penanganan Jangan Menipis

Soal Vaksin, Fahira Idris: Masih Uji Klinis, Disiplin dan Percepatan Penanganan Jangan Menipis

Kamis, 13 Aug 2020 17:17

Nadzar Saat Masih Jahil Tetap Berlaku?

Nadzar Saat Masih Jahil Tetap Berlaku?

Kamis, 13 Aug 2020 11:40

Aa Gym Sesalkan Influencer yang Asal Bicara

Aa Gym Sesalkan Influencer yang Asal Bicara

Rabu, 12 Aug 2020 23:20


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X