Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.703 views

Arus LGBT di Era Digital, Kaum Millenial Terancam Punah?

By: Andi Haerani, S.Pd

 

Cinta sesama jenis semakin menjadi trend mengkhawatirkan. Nampaknya, tsunami syahwat pelaku LGBT kian unggul menenggelamkan naluri mencintai dari jalan yang benar dan sesuai kodratnya bahwa manusia hidup berpasang-pasangan. Lelaki bersanding dengan wanita, demikian pula sebaliknya. Kini, populasi mereka semakin bertambah. Arus pelangi pun, terang-terangan menampakkan gerilyanya di tengah masyarakat baik di dunia nyata, maupun dunia maya. Terlebih ketika Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak permohonan memperluas pasal 284, 285 292 KUHP.

Geliat LGBT di Semesta Medsos                                

Media sosial selakunya bisa menjadi sala satu simpul edukasi. sarana belajar, berbisnis atau menjalin silaturahmmi dengan keluarga atau karib. Era digital di tengah deras arus dominasi nilai kebebasan berbanding lurus dengan semakin besarnya generasi millennial terpapar pengaruh negatif semisal cinta sesama jenis. Medsos  pun, menjadi sarana yang cukup efektif untuk menjaring komunitas mereka (LGBT) sekaligus menularkan virusnya.

Hal ini tentu meresahkan semua elemen masyarakat. Lihatlah grup-grup LGBT yang membernya bukan main. Ratusan bahkan ribuan. Seperti yang terjadi di Garut, Jawa Barat Kemenkominfo mendapati sebuah grup LGBT ditengarai beranggotakan pelajar SMP dan SMA. Meski grup itu telah diblokir, tetapi pelaku dan perilakunya jelas masih melanglang buana.

Tak hanya itu,  republika.co.id pada Rabu, 10/10 memuat tentang grup komunitas pecinta sesama jenis ditemukan di Kabupaten Karawang. Bahkan anggota grup ini juga jauh lebih banyak dibanding dengan grup serupa di Garut. Berdasarkan penelusuran  penggiat media sosial, ada 6.425 anggota yang tergabung dalam 3 grup pencinta sesama jenis di wilayah itu.

Di Tasikmalaya KPAID menemukan dua grup facebook yang dalam percakapannya secara terang-terangan menawarkan hubungan sesama jenis. Nama grup itu pun, secara jelas menyebutkan kata Singaparna dan Ciawi yang merupakan nama daerah di Tasikmalaya. Setelah dilakukan penelusuran di kedua grup tersebut, Wakil Kepala Polres Kab. Tasikmalaya Kompol Rikky Aries Setiawan pun mengungkapkan  bahwa member grup Ciawi sekitar 217 orang sedangkan grup Singaparna mencapai 1.208 member. (Republika.co.id)

Gerakan Penularan dan Kampanye Global

Kaum LGBT tak dilahirkan lewat rahim, dan mustahil tumbuh lewat keturunan. Maka penularan adalah satu-satunya jalan memperbesar tubuh mereka. Sebab jika tidak, kaum mereka terancam punah. Sasaran penularannya kini semakin nampak pada generasi millennial yang cenderung masih labil dan galau identitas. Secara liar, mereka bergerilya berlindung di bawah payung HAM bahkan merongrong pranata hukum agar diakui secara legal.

Liarnya pergerakan mereka bukan tanpa strategi. Kampanye global terus dilakukan hingga legalitas dan eksistensinya mendapat pengakuan di mata dunia. Hal tersebut nampak ketika pasca perang dunia ke-2, berbagai gerakan homoseksual modern bermunculan di berbagai Negara Barat yang dikenal dengan homophile movement.

Mereka menggunakan media ilmiah seperti diskusi-diskusi dalam bidang medis. Di New York dan San Fransisko kala itu muncul bar-bar dan diskotik khusus kaum homo. Terlebih sejak keberadaannya disahkan oleh pemerintah AS dimana Mahkamah Agung Amerika dengan dukungan penuh Presiden Obama mengesahkan pernikahan sesama jenis di 50 negara bagian Amerika pada 2015 silam.

Mereka mendapat dukungan opini dan juga dana dari dunia bisnis. Merek-merek dagang dunia telah terang-terangan berkampanye pro LGBT. Misalnya : Facebook, Whatsapp, LINE, Starbucks. Dalam dokumen UNDP PBB, ada program pro LGBT bernama The Being LGBT in Asia Phase 2 Initiative (BLIA-2). Program ini didukung Kedubes Swedia di Bangkok, Thailand, dan USAID. Sasaran program BLIA-2 adalah Cina, Indonesia, Filipina, dan Thailand. Proyek BLIA-2 tsb berlangsung tahun 2014-2017 dengan dana senilai 8 juta dolar AS. (Republika, 12/02/2016). Dokumen asli program tsb berjudul “Being LGBT In Asia” di situs : www.asia-pacific.undp.  Lalu di koran Republika (12/2/2016) hlm. 9 ada judul “Dubes AS Dukung LGBT”.

LGBT Mengancam Generasi Millenial

Adanya kasus-kasus secara beruntun di berbagai daerah tentang hubungan sesama jenis di negeri ini telah menampar moral bangsa. Penyimpangan yang terjadi, menyebabkan kaum millennial terancam punah. Punah dalam arti bukan hanya dalam konteks demografi.  Tetapi masa depan serta peranan mereka di tengah masyarakat. Tanggung jawab terhadap bangsa sebagai agen perubahan pelanjut estafet juang menuju gemilangnya peradaban pun jelas terancam.

Kuatnya nilai barat berpengaruh besar  gaya berpikir kaum millenial. Karenanya, akumulasi tingkah lakunya pun, semakin mengkhawatirkan. Arus LGBT di era digital adalah permasalahan yang kompleks. Mereka yang terpapar virusnya jelaslah lemah iman. Meski masyarakat di Indonesia cenderung menolak, tetapi legalitas keberadaan  mereka di mata dunia membuatnya tetap eksis sehingga sulit membunuh mati virus LGBT agar tak mewabah.

Di sinilah letak kesalahan berpikir sistem sekuler pengusung nilai kebebasan. Sebab aturan-aturan yang berlaku pada pelaku maksiat seperti LGBT tak bisa dihukum secara tegas karena dilakukan atas dasar suka sama suka bahkan tak masuk dalam kategori kriminal. Mengusik mereka berarti menentang HAM. UUD pun, tak kuasa menjeratnya.

Ubah Pradigma

Saat ini arus sekulerisasi mewarnai  tatanan nilai kehidupan masyarakat. Paradigma sekuler inilah yang merusak. Mulai dari Individu lemah iman jauh dari agama hingga lingkungan semakin bebas. Negara yang bertanggung jawab besar dalam menjaga generasi millennial dari terpaparnya pengaruh negatif pergaulan pada akhirnya sulit menuntaskan pokok persoalan yang ada. Sebab paradigma sekuler juga diadopsi negara.

Dalam Islam, LGBT harus dipahami sebagai perilaku yang menyimpang, maksiat dan kriminal sehingga harus dihukum secara tegas. Rasulullah bersabda: ”Siapa saja yang kalian temukan melakukan perbuatan kaum Luth (liwath) maka hukum matilah baik yang melakukan maupun yang diperlakukannya” (HR. Al-Khomsah kecuali an-Nasa’i).

Di samping itu, negara selaku yang punya otoritas, bertanggung jawab secara penuh untuk menjaga individu maupun masyarakat dari segala bentuk arus informasi, maupun konten media yang bertentangan dengan akidah Islam. Termasuk dalam masalah sistem pergaulan, pendidikan dan segala hal yang berpotensi merusak pemahaman generasi. Sementara dalam ranah keluarga, perlu memperkokoh penanaman akidah islam, serta praktek hukum-hukumnya sejak dini. Dengan begitu, diharapkan virus LGBT bisa dihindari bahkan dimusnahkan dari tatanan keluarga muslim. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Iran: Pakistan Akan Membayar Mahal Karena Sembunyikan Jihadis yang Menewaskan Anggota IRGC

Iran: Pakistan Akan Membayar Mahal Karena Sembunyikan Jihadis yang Menewaskan Anggota IRGC

Ahad, 17 Feb 2019 22:15

Trump Desak Negara Eropa Ambil Kembali Warganya yang Bergabung dengan Islamic State

Trump Desak Negara Eropa Ambil Kembali Warganya yang Bergabung dengan Islamic State

Ahad, 17 Feb 2019 21:35

Debat Pilpres: Prabowo Menyerang, Jokowi Bertahan

Debat Pilpres: Prabowo Menyerang, Jokowi Bertahan

Ahad, 17 Feb 2019 19:21

3 Tentara AS Tewas dalam Serangan Bom Al-Shabaab di Pangkalan Militer Baledogle Selatan Somalia

3 Tentara AS Tewas dalam Serangan Bom Al-Shabaab di Pangkalan Militer Baledogle Selatan Somalia

Ahad, 17 Feb 2019 12:25

Fajar Hidayah Raih Silver Medal dari Dubes Republik Ceko

Fajar Hidayah Raih Silver Medal dari Dubes Republik Ceko

Ahad, 17 Feb 2019 12:12

Talkshow Bencana RUU P-KS di Medan

Talkshow Bencana RUU P-KS di Medan

Ahad, 17 Feb 2019 11:48

Erdogan: Turki Tidak Akan Batalkan Perjanjian Pembelian Rudal S-400 Rusia

Erdogan: Turki Tidak Akan Batalkan Perjanjian Pembelian Rudal S-400 Rusia

Ahad, 17 Feb 2019 11:35

Bahan Infrastruktur Dalam Negeri yang Kurang Diperhatikan

Bahan Infrastruktur Dalam Negeri yang Kurang Diperhatikan

Ahad, 17 Feb 2019 11:01

Jenderal Joseph Votel: Islamic State Masih Jauh dari Dikalahkan

Jenderal Joseph Votel: Islamic State Masih Jauh dari Dikalahkan

Ahad, 17 Feb 2019 10:45

AILA Edukasi Masyarakat untuk Tolakan RUU P-KS di Beberapa Kota

AILA Edukasi Masyarakat untuk Tolakan RUU P-KS di Beberapa Kota

Ahad, 17 Feb 2019 09:52

Harapan Pengamat ke Pemimpin akan Datang Kelola Infrastruktur

Harapan Pengamat ke Pemimpin akan Datang Kelola Infrastruktur

Ahad, 17 Feb 2019 09:01

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Ahad, 17 Feb 2019 08:36

Ketika Bangun Infrastruktur tidak Tengok Kiri dan Kanan

Ketika Bangun Infrastruktur tidak Tengok Kiri dan Kanan

Ahad, 17 Feb 2019 07:01

Dianggap Menuding, BPN Tantang TKN sebut Nama

Dianggap Menuding, BPN Tantang TKN sebut Nama

Ahad, 17 Feb 2019 05:01

Remaja Melek Politik, Jadi Sasaran Politisi?

Remaja Melek Politik, Jadi Sasaran Politisi?

Ahad, 17 Feb 2019 01:17

Tubuhku Milikku, Paham Rusak yang Diselipkan pada RUU P-KS?

Tubuhku Milikku, Paham Rusak yang Diselipkan pada RUU P-KS?

Ahad, 17 Feb 2019 00:59

TKN Sindir Ketum PAN, Wasekjen Menjawab

TKN Sindir Ketum PAN, Wasekjen Menjawab

Sabtu, 16 Feb 2019 23:25

Kepastian Hukum jika Prabowo-Sandi Terpilih

Kepastian Hukum jika Prabowo-Sandi Terpilih

Sabtu, 16 Feb 2019 22:25

SOHR Klaim Pasukan Dukungan AS Rebut Kantong Terakhir yang Dikuasai Islamic State di Timur Suriah

SOHR Klaim Pasukan Dukungan AS Rebut Kantong Terakhir yang Dikuasai Islamic State di Timur Suriah

Sabtu, 16 Feb 2019 22:15

Butuh Kepemimpinan Kuat Berantas Mafia

Butuh Kepemimpinan Kuat Berantas Mafia

Sabtu, 16 Feb 2019 21:25


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Sabtu, 16/02/2019 21:25

Butuh Kepemimpinan Kuat Berantas Mafia