Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.554 views

Arus LGBT di Era Digital, Kaum Millenial Terancam Punah?

By: Andi Haerani, S.Pd

 

Cinta sesama jenis semakin menjadi trend mengkhawatirkan. Nampaknya, tsunami syahwat pelaku LGBT kian unggul menenggelamkan naluri mencintai dari jalan yang benar dan sesuai kodratnya bahwa manusia hidup berpasang-pasangan. Lelaki bersanding dengan wanita, demikian pula sebaliknya. Kini, populasi mereka semakin bertambah. Arus pelangi pun, terang-terangan menampakkan gerilyanya di tengah masyarakat baik di dunia nyata, maupun dunia maya. Terlebih ketika Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak permohonan memperluas pasal 284, 285 292 KUHP.

Geliat LGBT di Semesta Medsos                                

Media sosial selakunya bisa menjadi sala satu simpul edukasi. sarana belajar, berbisnis atau menjalin silaturahmmi dengan keluarga atau karib. Era digital di tengah deras arus dominasi nilai kebebasan berbanding lurus dengan semakin besarnya generasi millennial terpapar pengaruh negatif semisal cinta sesama jenis. Medsos  pun, menjadi sarana yang cukup efektif untuk menjaring komunitas mereka (LGBT) sekaligus menularkan virusnya.

Hal ini tentu meresahkan semua elemen masyarakat. Lihatlah grup-grup LGBT yang membernya bukan main. Ratusan bahkan ribuan. Seperti yang terjadi di Garut, Jawa Barat Kemenkominfo mendapati sebuah grup LGBT ditengarai beranggotakan pelajar SMP dan SMA. Meski grup itu telah diblokir, tetapi pelaku dan perilakunya jelas masih melanglang buana.

Tak hanya itu,  republika.co.id pada Rabu, 10/10 memuat tentang grup komunitas pecinta sesama jenis ditemukan di Kabupaten Karawang. Bahkan anggota grup ini juga jauh lebih banyak dibanding dengan grup serupa di Garut. Berdasarkan penelusuran  penggiat media sosial, ada 6.425 anggota yang tergabung dalam 3 grup pencinta sesama jenis di wilayah itu.

Di Tasikmalaya KPAID menemukan dua grup facebook yang dalam percakapannya secara terang-terangan menawarkan hubungan sesama jenis. Nama grup itu pun, secara jelas menyebutkan kata Singaparna dan Ciawi yang merupakan nama daerah di Tasikmalaya. Setelah dilakukan penelusuran di kedua grup tersebut, Wakil Kepala Polres Kab. Tasikmalaya Kompol Rikky Aries Setiawan pun mengungkapkan  bahwa member grup Ciawi sekitar 217 orang sedangkan grup Singaparna mencapai 1.208 member. (Republika.co.id)

Gerakan Penularan dan Kampanye Global

Kaum LGBT tak dilahirkan lewat rahim, dan mustahil tumbuh lewat keturunan. Maka penularan adalah satu-satunya jalan memperbesar tubuh mereka. Sebab jika tidak, kaum mereka terancam punah. Sasaran penularannya kini semakin nampak pada generasi millennial yang cenderung masih labil dan galau identitas. Secara liar, mereka bergerilya berlindung di bawah payung HAM bahkan merongrong pranata hukum agar diakui secara legal.

Liarnya pergerakan mereka bukan tanpa strategi. Kampanye global terus dilakukan hingga legalitas dan eksistensinya mendapat pengakuan di mata dunia. Hal tersebut nampak ketika pasca perang dunia ke-2, berbagai gerakan homoseksual modern bermunculan di berbagai Negara Barat yang dikenal dengan homophile movement.

Mereka menggunakan media ilmiah seperti diskusi-diskusi dalam bidang medis. Di New York dan San Fransisko kala itu muncul bar-bar dan diskotik khusus kaum homo. Terlebih sejak keberadaannya disahkan oleh pemerintah AS dimana Mahkamah Agung Amerika dengan dukungan penuh Presiden Obama mengesahkan pernikahan sesama jenis di 50 negara bagian Amerika pada 2015 silam.

Mereka mendapat dukungan opini dan juga dana dari dunia bisnis. Merek-merek dagang dunia telah terang-terangan berkampanye pro LGBT. Misalnya : Facebook, Whatsapp, LINE, Starbucks. Dalam dokumen UNDP PBB, ada program pro LGBT bernama The Being LGBT in Asia Phase 2 Initiative (BLIA-2). Program ini didukung Kedubes Swedia di Bangkok, Thailand, dan USAID. Sasaran program BLIA-2 adalah Cina, Indonesia, Filipina, dan Thailand. Proyek BLIA-2 tsb berlangsung tahun 2014-2017 dengan dana senilai 8 juta dolar AS. (Republika, 12/02/2016). Dokumen asli program tsb berjudul “Being LGBT In Asia” di situs : www.asia-pacific.undp.  Lalu di koran Republika (12/2/2016) hlm. 9 ada judul “Dubes AS Dukung LGBT”.

LGBT Mengancam Generasi Millenial

Adanya kasus-kasus secara beruntun di berbagai daerah tentang hubungan sesama jenis di negeri ini telah menampar moral bangsa. Penyimpangan yang terjadi, menyebabkan kaum millennial terancam punah. Punah dalam arti bukan hanya dalam konteks demografi.  Tetapi masa depan serta peranan mereka di tengah masyarakat. Tanggung jawab terhadap bangsa sebagai agen perubahan pelanjut estafet juang menuju gemilangnya peradaban pun jelas terancam.

Kuatnya nilai barat berpengaruh besar  gaya berpikir kaum millenial. Karenanya, akumulasi tingkah lakunya pun, semakin mengkhawatirkan. Arus LGBT di era digital adalah permasalahan yang kompleks. Mereka yang terpapar virusnya jelaslah lemah iman. Meski masyarakat di Indonesia cenderung menolak, tetapi legalitas keberadaan  mereka di mata dunia membuatnya tetap eksis sehingga sulit membunuh mati virus LGBT agar tak mewabah.

Di sinilah letak kesalahan berpikir sistem sekuler pengusung nilai kebebasan. Sebab aturan-aturan yang berlaku pada pelaku maksiat seperti LGBT tak bisa dihukum secara tegas karena dilakukan atas dasar suka sama suka bahkan tak masuk dalam kategori kriminal. Mengusik mereka berarti menentang HAM. UUD pun, tak kuasa menjeratnya.

Ubah Pradigma

Saat ini arus sekulerisasi mewarnai  tatanan nilai kehidupan masyarakat. Paradigma sekuler inilah yang merusak. Mulai dari Individu lemah iman jauh dari agama hingga lingkungan semakin bebas. Negara yang bertanggung jawab besar dalam menjaga generasi millennial dari terpaparnya pengaruh negatif pergaulan pada akhirnya sulit menuntaskan pokok persoalan yang ada. Sebab paradigma sekuler juga diadopsi negara.

Dalam Islam, LGBT harus dipahami sebagai perilaku yang menyimpang, maksiat dan kriminal sehingga harus dihukum secara tegas. Rasulullah bersabda: ”Siapa saja yang kalian temukan melakukan perbuatan kaum Luth (liwath) maka hukum matilah baik yang melakukan maupun yang diperlakukannya” (HR. Al-Khomsah kecuali an-Nasa’i).

Di samping itu, negara selaku yang punya otoritas, bertanggung jawab secara penuh untuk menjaga individu maupun masyarakat dari segala bentuk arus informasi, maupun konten media yang bertentangan dengan akidah Islam. Termasuk dalam masalah sistem pergaulan, pendidikan dan segala hal yang berpotensi merusak pemahaman generasi. Sementara dalam ranah keluarga, perlu memperkokoh penanaman akidah islam, serta praktek hukum-hukumnya sejak dini. Dengan begitu, diharapkan virus LGBT bisa dihindari bahkan dimusnahkan dari tatanan keluarga muslim. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Bedah Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Rampung 75 Persen, Biaya Kurang 14 Juta Rupiah, Ayo Bantu.!!

Bedah Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Rampung 75 Persen, Biaya Kurang 14 Juta Rupiah, Ayo Bantu.!!

Pembangunan rumah korban banjir Tasikmalaya ini masih butuh dana 14 juta rupiah untuk. Rumah ini sangat dibutuhkan warga sekitar untuk menimba ilmu agama, ibadah, aqidah, tajwid, tahfizh, akhlaq...

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

Di dalam harta kita terdapat hak orang lain, maka wajib hukumnya bagi umat Islam untuk mengeluarkan zakat. Di dalam zakat itu ada senyum masa depan fakir miskin yatim dan dhuafa....

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

Latest News
Virus Islamophobia di Balik Stigma Radikal

Virus Islamophobia di Balik Stigma Radikal

Kamis, 13 Dec 2018 22:08

Pasukan Penjajah Israel Tankap Bocah Palestina Berusia 6 Tahun di Hebron

Pasukan Penjajah Israel Tankap Bocah Palestina Berusia 6 Tahun di Hebron

Kamis, 13 Dec 2018 21:16

2019, Siapa Yang Menang?

2019, Siapa Yang Menang?

Kamis, 13 Dec 2018 19:42

21 Tahanan Islamic State Melarikan Diri dari Penjara di Irak Utara

21 Tahanan Islamic State Melarikan Diri dari Penjara di Irak Utara

Kamis, 13 Dec 2018 17:15

Doa Khusus Hari Jum'at ini Boleh Diamalkan?

Doa Khusus Hari Jum'at ini Boleh Diamalkan?

Kamis, 13 Dec 2018 17:06

Bom 212, Teror Terhadap Elektabilitas Jokowi

Bom 212, Teror Terhadap Elektabilitas Jokowi

Kamis, 13 Dec 2018 16:05

Saat BlackPink Dibela, Petisi Peduli Generasi Dihina

Saat BlackPink Dibela, Petisi Peduli Generasi Dihina

Kamis, 13 Dec 2018 14:02

Erdogan: Turki Akan Luncurkan Operasi Militer Terhadap YPG di Suriah dalam Beberapa Hari

Erdogan: Turki Akan Luncurkan Operasi Militer Terhadap YPG di Suriah dalam Beberapa Hari

Kamis, 13 Dec 2018 12:00

Setara Institute Sebut Jakarta Kota Intoleran, Fahira: Mungkin Karena Kasus Penodaan Agama Ahok

Setara Institute Sebut Jakarta Kota Intoleran, Fahira: Mungkin Karena Kasus Penodaan Agama Ahok

Kamis, 13 Dec 2018 11:40

[VIDEO] BPJPH Tak Berfungsi, Pemerintah Didesak Tugaskan MUI Urus Halal

[VIDEO] BPJPH Tak Berfungsi, Pemerintah Didesak Tugaskan MUI Urus Halal

Kamis, 13 Dec 2018 11:28

Targetkan Ribuan Pengunjung Wahdah Islamiyah Gelar Ummat Fest 2018

Targetkan Ribuan Pengunjung Wahdah Islamiyah Gelar Ummat Fest 2018

Kamis, 13 Dec 2018 11:05

Interpol Hapus Nama Syaikh Yusuf Al-Qaradawi dari Daftar Buronan

Interpol Hapus Nama Syaikh Yusuf Al-Qaradawi dari Daftar Buronan

Kamis, 13 Dec 2018 11:00

Sukamta: Pemerintah Cina Harus Hormati Keyakinan Warga Muslim Uyghur

Sukamta: Pemerintah Cina Harus Hormati Keyakinan Warga Muslim Uyghur

Kamis, 13 Dec 2018 10:52

Setelah Tolak Perda Syariah, Kini PSI Tolak Praktik Poligami

Setelah Tolak Perda Syariah, Kini PSI Tolak Praktik Poligami

Kamis, 13 Dec 2018 10:44

Bedah Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Rampung 75 Persen, Biaya Kurang 14 Juta Rupiah, Ayo Bantu.!!

Bedah Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Rampung 75 Persen, Biaya Kurang 14 Juta Rupiah, Ayo Bantu.!!

Kamis, 13 Dec 2018 09:57

Kenapa e-KTP Kelebihan Cetak? Ada Penggelembungan Data?

Kenapa e-KTP Kelebihan Cetak? Ada Penggelembungan Data?

Rabu, 12 Dec 2018 22:31

Berkali-kali Kasus Tercecernya e-KTP

Berkali-kali Kasus Tercecernya e-KTP

Rabu, 12 Dec 2018 21:31

31 Juta DPT, Politisi: Pemilu 2019 Terduga tidak Jujur

31 Juta DPT, Politisi: Pemilu 2019 Terduga tidak Jujur

Rabu, 12 Dec 2018 20:31

Seorang Pengacara di Mesir Ditangkap Karena Kenakan 'Rompi Kuning' yang Dilarang

Seorang Pengacara di Mesir Ditangkap Karena Kenakan 'Rompi Kuning' yang Dilarang

Rabu, 12 Dec 2018 19:00

Pemberontak Syi'ah Houtsi dan Pemerintah Yaman Setujui Pertukaran 15.000 Lebih Tahanan

Pemberontak Syi'ah Houtsi dan Pemerintah Yaman Setujui Pertukaran 15.000 Lebih Tahanan

Rabu, 12 Dec 2018 18:15


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 11/12/2018 22:21

Reuni 212 dan Tsunami Media