Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.341 views

Darurat LGBT Tak Terbendung: Wahai Raynhard, Ada Apa Denganmu?

 

Oleh: Desi Wulan Sari

Kabar menghebohkan datang dari Inggris. Seorang pelajar WNI menjadi tersangka perkosaan sesama jenis berantai terbesar sejagad inggris.

Reynhard Sinaga, seorang pria asal Indonesia, dijatuhi hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris. Kasusnya adalah 159 perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria, selama rentang waktu dua setengah tahun dari 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017. Cara-cara yang digunakan dalam menjebak korbannya dengan membius mereka hingga tak sadarkan diri. Para korban yang terlihat rapuh diajak dan dibujuk untuk ikut ke apartemennya. Saat itulah ia melakukan aksi bejat nya berulang Kali (kompas.com, 6/1/2020).

Fakta viral terkait kerusakan moral dan melemahnya keimanan seseorang menjadi bukti nyata bahwa berbagai perzinahan dan penyimpangan seksual (liwath) seperti LGBT atau apapun bentuknya, sudah berada di ambang darurat yang sangat memprihatinkan. Liwath ini adalah hubungan homoseks, alias jeruk makan jeruk atau sesama jenis laki-laki dengan laki-laki. Naudzubillahimindzaliik.

Kejahatan yang dilakukan seorang Reynhard tidak datang begitu saja. Dia tidak tiba-tiba saja menjadi seorang predator seks dunia yang mengerikan. Kepribadian itu terbentuk akibat beberapa faktor. Keringnya spiritual, faktor psikologis, pengalaman masa lalu, lingkungan, dan kesempatan merupakan faktor penyumbang kerusakan. Ketika mendengar hukuman seumur hidup yang dijatuhkan padanya di persidangan, Reynhard tidak menunjukkan ekspresi penyesalan ataupun sedih. Ia menolak semua tuduhan tersebut dengan dalih kegiatan seksual itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

Kasus ini membuktikan bahwa Negara Inggris pun jelas-jelas menolak dan mengutuk perbuatan Reynhard atas  kejahatan perkosaan sesama jenis yang dilakukannya. Mereka tidak suka moral yang rusak. mereka ingin pelaku kejahatan ini membusuk di neraka. Mereka tidak ingin anak keturunannya menjadi korban pelecehan seks para predator.  

Sungguh pemandangan kontradiktif. Mereka mengutuk perkosaan sesama jenis tapi melegalkan hubungan homoseks asalkan suka sama suka. Faktanya, satu kemaksiatan yang diberi jalan maka akan menimbulkan kemaksiatan lainnya. Bukan hanya di Inggris dan negara barat lainnya, Indonesia pun sudah terjangkit penyakit ini yang sengaja ditularkan kepada generasi muda.

Generasi ini secara perlahan tapi pasti, diajak untuk  memisahkan aturan agama dan meninggalkan hukum syariat untuk melegalkan segala perbuatan mereka atas nama gaya hidup, modernisasi, dan euforia. Hal ini mereka lakukan tanpa ada rasa takut akan azab atau pun hukuman yang akan mereka terima atas perbuatan tersebut kelak.

Jika darurat liwath sudah sangat berada di posisi genting, maka selayaknya perlu alternatif solutif dalam menghadapi kejahatan terstruktur ini. Bukan manusia ataupun pelaku kejahatan seksual saja yang perlu disalahkan, tetapi institusi seperti masyarakat dan negara juga memunyai tanggung jawab terhadap kejahatan mengerikan seperti ini.

Islam Solusi Tuntas Darurat Liwath

Islam telah mengatur segala bentuk kebutuhan manusia. Saat manusia ingin menyalurkan syahwatnya pun juga diatur dalam sebuah ikatan pernikahan yang diridhoi oleh Allah. Tujuan penyaluran syahwat pun menjadi jelas yaitu  selain memenuhi kebutuhan bioogis, juga meneruskan keturunan generasi cemerlang di masa akan datang.

Dalam hal ini, gay atau homoseks dalam bahasa Arab disebut dengan liwâth, dinisbatkan kepada kaum Nabi Luth Alaihissallam, karena mereka yang pertama kali melakukan perbuatan tercela itu. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fâhisyah (keji) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?”. [al-A’raf/7:80]

Perbuatan liwâth (homosek) adalah perbuatan yang dilakukan oleh laki-laki dengan cara memasukan dzakar (penis) nya ke dubur laki-laki lain. Perbuatan itu juga disebut dengan sodomi, karena kaum Nabi Luth Alaihissallam dahulu tinggal di kota Sadum.

Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Nama kota kaum Nabi Luth adalah Sadum. Dahulu penduduknya melakukan perbuatan-perbuatan keji, Allâh Azza wa Jalla telah menyebutkannya dalam kitab-Nya. Mereka menggauli laki-laki pada duburnya, dan melakukan kemungkaran-kemungkaran yang lain di majlis-majlis mereka”. [al-Kabâir, hlm. 55]

Padahal fithrah yang Allâh Azza wa Jalla berikan kepada manusia, agar dzakar dipergunakan pada tempat persemaian, yaitu qubul wanita, setelah adanya akad pernikahan yang sah. Tetapi orang-orang yang melakukan liwâth, terbalik fithrahnya. Semua itu adalah tipu daya setan yang membelenggu orang-orang yang menyimpang.

Larangan dalam Al Quran

Sesungguhnya perbuatan liwâth merupakan dosa yang lebih keji daripada zina. Sehingga Allâh Azza wa Jalla menyebutnya sebagai perbuatan keji, dan pelakunya disebut sebagai orang yang melewati batas. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ ﴿٨٠﴾ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?”. “Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas”. [Al-A’raf/7: 80-81]

Telah nyata Allah tunjukkan segala hal larangan atas perbuatan keji terhadap zina. Segala macam zina bisa dihapuskan, LGBT bisa ditenggelamkan, tak akan ada lagi kasus Raynhard-Raynhard lainnya yang muncul di muka bumi. Karena ketika seseorang mengambil jalan keselataman yaitu berpegang teguh pada hukum Allah, maka sesungguhnya rasa takut seseorang atas azab Allah akan mengingatkannya ketika manusia  ingin berbuat keji. Pengingat inilah yang mengembalikan kesadarannya kepada Allah dan bertobat saat setan menggoda dirinya untuk berbuat kezaliman bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Sejatinya umat harus kembali kepada aturan Allah, kembali kepada ketaatan, sebagai jalan keselamatan di dunia dan akhirat. Janganlah sekali-kali melanggar apa yang dilarang Allah, karena sesungguhnya pembalasan Allah itu cepat dan nyata. Wallahu a'lam bishawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Covid 19 Mengganas, Saatnya Berserah Diri Kepada Allah

Covid 19 Mengganas, Saatnya Berserah Diri Kepada Allah

Senin, 21 Sep 2020 16:37

Kerusuhan Pecah di Penjara Ghouiran Suriah Yang Menampung Tahanan Islamic State

Kerusuhan Pecah di Penjara Ghouiran Suriah Yang Menampung Tahanan Islamic State

Senin, 21 Sep 2020 14:45

Menag Positif Covid-19, Akses Masuk Kantor Kemenag Dibatasi

Menag Positif Covid-19, Akses Masuk Kantor Kemenag Dibatasi

Senin, 21 Sep 2020 12:50

Menteri Agama Terkonfirmasi Positif Covid-19

Menteri Agama Terkonfirmasi Positif Covid-19

Senin, 21 Sep 2020 11:59

Mati Rasa Demokrasi, Mencari Alternatif Sistem Pengganti

Mati Rasa Demokrasi, Mencari Alternatif Sistem Pengganti

Ahad, 20 Sep 2020 22:22

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Sisi Lain dari Drama Korea Flower of Evil

Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Sisi Lain dari Drama Korea Flower of Evil

Ahad, 20 Sep 2020 21:53

Otoritas AS Cegah Amplop Berisi Racun Yang Ditujukkan Kepada Donald Trump

Otoritas AS Cegah Amplop Berisi Racun Yang Ditujukkan Kepada Donald Trump

Ahad, 20 Sep 2020 21:25

Sejarah Pengkhianatan PKI Akan Dihapus?

Sejarah Pengkhianatan PKI Akan Dihapus?

Ahad, 20 Sep 2020 21:20

Puluhan Pemukim Ilegal Yahudi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Puluhan Pemukim Ilegal Yahudi Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Ahad, 20 Sep 2020 21:05

Inggris Tetapkan Denda Hingga 13.000 USD Bagi Pelanggar Aturan COVID-19

Inggris Tetapkan Denda Hingga 13.000 USD Bagi Pelanggar Aturan COVID-19

Ahad, 20 Sep 2020 18:30

Serangan Udara Kembar di Kunduz Afghanistan Tewaskan 30 Warga Sipil

Serangan Udara Kembar di Kunduz Afghanistan Tewaskan 30 Warga Sipil

Ahad, 20 Sep 2020 17:45

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Anggota Komisi XI Minta Peruri Perhatikan SDM

Ahad, 20 Sep 2020 06:52

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Lima Langkah Islam Selamatkan Ekonomi

Ahad, 20 Sep 2020 06:22

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untuk Penanganan Covid-19

Direktur P3S Pertanyakan Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut untuk Penanganan Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 23:59

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Para Pengkritik Harus Banyak Belajar Hukum Sehingg Tidak Asal Bicara

Sabtu, 19 Sep 2020 22:20

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Ketum DDII: Usut Kelompok Penganiaya Ulama!

Sabtu, 19 Sep 2020 22:10

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Mulai 1 Oktober 2020 Zoom Akan DIkenai PPN

Sabtu, 19 Sep 2020 22:05

Angka Kasus Covid Masih Terus Bertambah, PDPI Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Angka Kasus Covid Masih Terus Bertambah, PDPI Ingatkan Keluarga untuk Tetap di Rumah

Sabtu, 19 Sep 2020 22:00

Hasil Percobaan Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Covid-19

Hasil Percobaan Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Covid-19

Sabtu, 19 Sep 2020 21:50

Turki Tolak Tegas Tuduhan PBB Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Suriah Utara

Turki Tolak Tegas Tuduhan PBB Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Suriah Utara

Sabtu, 19 Sep 2020 21:35


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X