Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.698 views

Tidak Sekedar Program OPOP, Pengasuh Ponpes Harapkan Adanya Asosiasi Ekonomi Pesantren

BANDUNG (voa-islam.com) - Para pengasuh pondok pesantren di Jawa Barat mengharapkan upaya nyata Pemerintah Provinsi Jawa Barat  dalam pengembangan pesantren.

Tidak sekadar mengusung program One Pesantren One Product (OPOP) yang digulirkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, melainkan adanya asosiasi ekonomi pesantren.

Hal tersebut diungkapkan anggota Panitia Khusus (Pansus) VII Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat Asep Wahyuwijaya saat melakukan kunjungan kerja ke beberapa pondok pesantren di Jawa Barat.

Kunjungan kerja digelar Pansus VII DPRD sebagai tindak lanjut pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) pengembangan pesantren di Jawa Barat.

“Dari hasil silaturahmi dengan beberapa pengurus pondok pesantren di Jawa Barat, dalam memperkaya materi dan substansi Raperda Pengembangan Pesantren ini, kami mendapatkan masukan dari para pengurus pondok pesantren. Keinginan para pengurus pesantren ini justru ingin menjadikan pesantren. mandiri secara ekonomi, sekaligus dapat menjadi pusat perputaran ekonomi umat dengan membentuk semacam serikat atau asosiasi ekonomi pesantren,” ungkap Asep di Bandung, Selasa 30 Juni 2020.

Dengan adanya masukan dan harapan para pengurus pondok pesantren ini, lanjut Asep, diharapkan dapat diakomodir dalam Peraturan Daerah Pengembangan Pesantren di Jawa Barat.

Pasalnya, kata dia, pemberdayaan ekonomi di pondok pesantren ini menjadi salah satu isu strategis dalam pengembangan pesantren. Hal itu pun seharusnya dapat segera difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Namun, dari berbagai upaya pengembangan pesantren.yang dituangkan dalam raperda ini, kata Asep, justru pihaknya menemukan persoalan baru. Raperda pengembangan pesantren tidak bisa segera disahkan menjadi perda. Alasannya, kata Asep, saat ini masih menunggu peraturan turunan dari Undang-undang 18 tahun 2019 tentang pesantren.

“Secara yuridis, meskipun Undang-undang Nomor 18 tahun 2019 tentang pesantren telah disahkan menjadi undang-undang, namun raperda tentang penyelenggaraan pesantren ini tidak bisa dengan segera dan serta merta menjadi perda. Hal itu karena kewenangannya masih ada di pemerintah pusat dalam hal ini di Kementerian Agama,” tutur Asep seperti dikutip dari pikiran-rakyat.com.

Sebagai dasar dari pelaksanaan otonomi daerah, lanjut dia, urusan kewenangan pemerintahan konkuren sudah dibagi dalam Undang-undang Nomor 23/2014 tentang pemerintahan daerah. Dalam lampiran undang-undang tersebut, kata dia, urusan pesantren itu masih menjadi domainnya pemerintah pusat.

“Namun, jika merujuk pada Pasal 15 ayat (3) undang-undang tentang pemerintahan daerah, itu bisa saja ada kewenangan yang dibagikan ke pemerintah daerah asal ada Peraturan Presiden. Nah, ternyata, Undang-undang Pesantren pun mengamanatkan perlunya Perpres agar undang-undang tersebut bisa segera berlaku dengan efektif,” ucap dia

Dengan demikian, kata Asep, maka terkait dengan kewenangan pemerintah daerah dalam urusan pesantren ini, pengesahan raperda pengembangan pesantren ini harus menunggu terbitnya Perpres terlebih dahulu sebelum dapat disahkan menjadi Perda Pengembangan Pesantren. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Syariah Biz lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Pengusah Aceh Sumbang Rp2 Triliun, Anis: Gerakan Filantropi Saat Pandemi Jangan Terhenti

Pengusah Aceh Sumbang Rp2 Triliun, Anis: Gerakan Filantropi Saat Pandemi Jangan Terhenti

Kamis, 29 Jul 2021 23:53

Catatan Ibadah Haji 1442 Hijriyyah

Catatan Ibadah Haji 1442 Hijriyyah

Kamis, 29 Jul 2021 23:36

DSKS Desak Kepolisian Usut Motif Pembunuhan Ketua MUI Labura

DSKS Desak Kepolisian Usut Motif Pembunuhan Ketua MUI Labura

Kamis, 29 Jul 2021 22:19

Indonesia Sudah Lampu Kuning, Anis Matta: Kita Harus Hati-hati Membaca Tanda-tanda Ini

Indonesia Sudah Lampu Kuning, Anis Matta: Kita Harus Hati-hati Membaca Tanda-tanda Ini

Kamis, 29 Jul 2021 21:42

Soal Polemik Baha’i, Bukhori Yusuf Ingatkan Menteri Agama untuk Tidak Buat Gaduh Publik

Soal Polemik Baha’i, Bukhori Yusuf Ingatkan Menteri Agama untuk Tidak Buat Gaduh Publik

Kamis, 29 Jul 2021 21:10

Bentrokan Baru Pecah Di Kota Daraa Al-Balad Suriah Setelah Serbuan Pasukan Rezim Teroris Assad

Bentrokan Baru Pecah Di Kota Daraa Al-Balad Suriah Setelah Serbuan Pasukan Rezim Teroris Assad

Kamis, 29 Jul 2021 21:00

Pendiri Ben & Jerry's: 'Kami Bangga Sebagai Yahudi Dan Mendukung Israel Tapi Menentang Pemukiman'

Pendiri Ben & Jerry's: 'Kami Bangga Sebagai Yahudi Dan Mendukung Israel Tapi Menentang Pemukiman'

Kamis, 29 Jul 2021 19:35

7 Tentara Suriah Tewas Dalam Serangan Islamic State Di Gurun Deir Al-Zor

7 Tentara Suriah Tewas Dalam Serangan Islamic State Di Gurun Deir Al-Zor

Kamis, 29 Jul 2021 19:06

Bocah 12 Tahun Mohammed Al-Allami Jadi Anak Palestina Ke-77 Yang Dibunuh Oleh Israel Tahun Ini

Bocah 12 Tahun Mohammed Al-Allami Jadi Anak Palestina Ke-77 Yang Dibunuh Oleh Israel Tahun Ini

Kamis, 29 Jul 2021 18:35

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-4)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-4)

Kamis, 29 Jul 2021 11:14

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-3)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-3)

Kamis, 29 Jul 2021 11:11

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayorandi Surabaya (Bagian-2)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayorandi Surabaya (Bagian-2)

Kamis, 29 Jul 2021 11:02

Kritik ''Cuitan'' Komunikasi Publik Mahfud MD

Kritik ''Cuitan'' Komunikasi Publik Mahfud MD

Kamis, 29 Jul 2021 11:02

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-1)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-1)

Kamis, 29 Jul 2021 10:54

Pemuda Muhammadiyah Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

Pemuda Muhammadiyah Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

Kamis, 29 Jul 2021 06:58

Ketua FPKS: Isoman Anggota Tak Perlu di Hotel, Cukup Manfaatkan Fasilitas Milik DPR

Ketua FPKS: Isoman Anggota Tak Perlu di Hotel, Cukup Manfaatkan Fasilitas Milik DPR

Rabu, 28 Jul 2021 23:56

Alumni IPB Kumpulkan Donasi 1,3 M untuk Pengadaan Tabung Oksigen Medis

Alumni IPB Kumpulkan Donasi 1,3 M untuk Pengadaan Tabung Oksigen Medis

Rabu, 28 Jul 2021 22:45

Peningkatan Kompetensi SDM Bank Syariah Harus Menjadi Perhatian

Peningkatan Kompetensi SDM Bank Syariah Harus Menjadi Perhatian

Rabu, 28 Jul 2021 22:27

Indonesia Juara Angka Kematian Covid, Anggota DPR: Pantau Pasien Isoman!

Indonesia Juara Angka Kematian Covid, Anggota DPR: Pantau Pasien Isoman!

Rabu, 28 Jul 2021 22:09

Bertemu Menlu Cina, Delegasi Taliban Bahas Proses Perdamaian Dan Masalah Keamanan Di Afghanistan

Bertemu Menlu Cina, Delegasi Taliban Bahas Proses Perdamaian Dan Masalah Keamanan Di Afghanistan

Rabu, 28 Jul 2021 22:00


MUI

Must Read!
X

Kamis, 29/07/2021 23:36

Catatan Ibadah Haji 1442 Hijriyyah