Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.694 views

Keresahan Dibalik Making Indonesia 4.0

Oleh: Widya Tantina (Komunitas Rindu Syariah, Sidoarjo)

Sejak perhelatan Indonesia Industrial Summit (IIS) 2018, 4 April lalu, Pemerintah telah resmi meluncurkannya program Making Indonesia 4.0. Ini merupakan peta jalan (roadmap) terintegrasi dan kampanye untuk mengimplementasikan strategi menghadapi era revolusi industri ke-4 (Industry 4.0). (Liputan6.com 4/04/2018).

Dengan ini, Indonesia resmi telah menapaki era industri baru, yaitu era digital, komputerisasi dan internet. Era yang akan dipenuhi dengan pemanfaatan rekayasa kecerdasan (artificial intelligence), internet of things, big data, Human-Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing demi penciptaan nilai tambah barang dan jasa. Ada 5 sektor industri yang akan diberlakukan Industry 4.0 ini. Di antaranya industri makanan dan minuman, textil, kimia, otomotif dan elektronik.

Banyak hal yang lantas diupayakan pemerintah untuk menggoalkan target Industry 4.0 ini. Karena menganggap era revolusi industri 4.0 ini tidak bisa dihindari, menjadi peluang besar, dan bukan ancaman. Membuat roadmap Making Indonesia 4.0 adalah salah satu persiapannya.

Dalam roadmap itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan,  Making Indonesia 4.0 memberikan arah yang jelas bagi pergerakan Industri nasional di masa depan, termasuk fokus pada pengembangan Iima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan serta menjalankan 10 inisiatif nasional dalam upaya memperkuat struktur perindustrian Indonesia.

Selain kenaikan produktivitas, Making Indonesia 4.0 menjanjikan pembukaan lapangan pekerjaan sebanyak 7 juta-19 juta orang, baik di sektor manufaktur maupun non-manufaktur pada tahun 2030 sebagai akibat dari permintaan ekspor yang lebih besar. Dan "Dalam mencapai target tersebut, industri nasionaI perlu banyak pembenahan terutama dalam aspek penguasaan teknologi yang menjadi kunci penentu daya saingnya,” kata dia. (OkezoneFinace 04/04/2018)

Kenyataan ini, tentu saja membuat banyak kalangan resah. Karena, berkiblat pada pasca revolusi industri 1, 2, dan 3, telah banyak menghilangkan lapangan pekerjaan manusia. Dan mengutip laporan McKinsey Global Institute yang terbit November 2017 lalu, terdapat 800 juta pekerjaan di dunia yang akan hilang akibat revolusi industri 4.0 hingga 2030 nanti.

Prediksi ini bisa jadi benar. Dan revolusi industri yang terbaru ini akan memberikan dampak 3 ribu kali lipat dibanding revolusi industri pertama di abad 19 silam. (CNN 04/04/2018).

Ibarat jatuh, tertimpa tangga pula. Sudah pengangguran, skill kurang, lapangan pekerjaan sempit, ditambah kebanjiran pekerja Asing dari Cina, kemudian diperparah dengan adanya program revolusi industri 4.0 ini. Bisa dibayangkan, bertambah berapa lagi angka pengangguran ke depan nanti. Karena melihat potensi SDM yang juga belum siap menghadapi era digital ini.

Kepala Badan Pusat Statistik, Kecuk Suharyanto mengatakan, dalam setahun terakhir ada penambahan pengangguran sebanyak 10.000, (OkezoneFinance, 6/11/2017). Sejatinya, cukup menjadi bukti bahwa, ke depan akan semakin bertambah jumlahnya jika Indonesia memaksakan diri menerjang Industri 4.0 ini.

Ketidak siapan juga muncul dari PT. Telkom Indonesia sebagai perusahaan jasa telekomunikasi terbesar di Indonesia. Menurut data International Institute for Management Development (IMD) bahwa kesiapan Indonesia dalam transformasi digital berada pada peringkat 62 dari 63 negara yang mengikuti survei.

Sementara untuk kecepatan internet dan bandwith Indonesia berada di peringkat 52 dari 63 negara. "Berarti internet di Indonesia masih lambat, bagaimana mau menumbuhkan dan mengembangkan fintech, e-commerce, apalagi industri 4.0, ketika akses internet masih tertinggal," kata Ekonom Indef Bhima Yudhistira di Jakarta.

"Bukan hanya koneksi internet yang tidak merata sampai ujung Indonesia, tetapi infrastruktur dan sarana juga masih terbatas," jelas dia. (CNNIndonesia 25/04/2018)

Dan secara umum, dampak revolusi industri akan mengakibatkan produksi barang melimpah dengan harga murah, perusahaan kecil gulung tikar, upah buruh rendah, munculnya golongan penguasaha dan buruh, kesenjangan sosial yang jauh, dan yang paling parah adalah munculnya imperialisme modern. (Sumberpengertian.com)

 

Islam Memanfaatkan Teknologi

Masyarakat sering kali salah menilai penggunaan teknologi perindustrian dalam islam. Mereka hanya terfokus pada cabang industri yang mendukung aspek ruhiyah Islam, seperti industri penerbitan Islam, industri busana dan asesori muslim, atau industri yang mendukung ibadah haji.

Padahal seharusnya seluruh cabang perindustrian diwajibkan untuk tunduk kepada syariat Islam.  Karena islam memiliki seperangkat aturan untuk mengatur semua aspek kehidupan manusia. Seluruh cabang industri, baik yang menghasilkan produk untuk konsumen akhir maupun yang menghasilkan alat-alat berat atau bahan baku industri yang lain, seharusnya dibangun dan diatur dalam satu kerangka berpikir dan paradigma yang dilandasi oleh aqidah Islam.

Perindustrian dikembangkan agar ekonomi bisa berputar, sehingga jiwa-jiwa bisa tertolong (misalnya industri makanan atau obat-obatan), akal bisa dihidupkan (misalnya industri penerbitan Islam serta alat-alat edukasi), kehidupan beragama bisa lebih semarak (misalnya industri konstruksi sarana ibadah atau alat-alat transportasi jamaah haji), kehidupan keluarga lebih harmonis (misalnya industri peralatan untuk bayi dan ibu hamil), dan seterusnya. 

Perindustrian diarahkan untuk mampu mengatasi seluruh kebutuhan dari rakyat negara Islam, baik muslim maupun non muslim.  Tidak ada artinya berproduksi yang berorientasi ekspor, jika pada saat yang sama untuk berbagai kebutuhan yang mendasar harus mengimpor.

Namun pada saat yang sama perindustrian juga dibangun atas dasar strategi dakwah dan jihad, baik yang sifatnya non fisik maupun fisik. Tak boleh sedikitpun ada peluang yang akan membuat kita menjadi tergantung kepada orang-orang kafir, baik dari sisi teknologi (melalui aturan-aturan lisensi), ekonomi (melalui aturan-aturan pinjaman atau ekspor-impor) maupun politik, bahkan terjebak pada Neo-imperilaisme (penjajahan gaya baru).

Inilah sebenarnya yang dikhawatirkan terjadi ketika Industri 4.0 diluncurkan oleh negara yang tidak menerapkan sistem perindustrian islam saat ini. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Tekno lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

Beratnya tugas dai pedalaman di Gunung Lawu. Jarak tempuh dan medan pedalaman sering kali harus membelah hutan, naik turun bukit, jalan berkelok, aspal rusak dan tanah becek. Ayo Wakaf Motor...

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Tanpa didampingi ibu dan ayah yang sudah wafat, Muhammad Zulfian harus berjuang melawan penyakit typus saat mengejar cita-cita di Rumah Tahfizh Al-Qur'an Sidoarjo, Jawa Timur...

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Latest News
Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Ahad, 18 Nov 2018 16:49

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Ahad, 18 Nov 2018 14:00

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ahad, 18 Nov 2018 13:35

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Ahad, 18 Nov 2018 12:58

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Ahad, 18 Nov 2018 12:35

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Ahad, 18 Nov 2018 11:35

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Ahad, 18 Nov 2018 10:35

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

Sabtu, 17 Nov 2018 18:15

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Sabtu, 17 Nov 2018 17:30

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 17 Nov 2018 15:00

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sabtu, 17 Nov 2018 11:02

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

Jum'at, 16 Nov 2018 21:45

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

Jum'at, 16 Nov 2018 21:20

Mantan Wakil Komandan Al-Shabaab Calonkan Diri Sebagai Pemimpin Negara Bagian Barat Daya Somalia

Mantan Wakil Komandan Al-Shabaab Calonkan Diri Sebagai Pemimpin Negara Bagian Barat Daya Somalia

Jum'at, 16 Nov 2018 20:15

Tidak perlu Berlaku Toleran ke PKI

Tidak perlu Berlaku Toleran ke PKI

Jum'at, 16 Nov 2018 18:43

Status Sosial Penentu Tingkat Toleransi?

Status Sosial Penentu Tingkat Toleransi?

Jum'at, 16 Nov 2018 17:43

Menlu Saudi Klaim Putra Mahkota Mohammed Bin Salman Tidak Terkait Pembunuhan Khashoggi

Menlu Saudi Klaim Putra Mahkota Mohammed Bin Salman Tidak Terkait Pembunuhan Khashoggi

Jum'at, 16 Nov 2018 16:45

Fahri Apresiasi Catatan SBY: Beralasan, untuk Bela Prabowo

Fahri Apresiasi Catatan SBY: Beralasan, untuk Bela Prabowo

Jum'at, 16 Nov 2018 12:17

Bendera Tauhid Dikaitkan dengan HTI: Mereka Panik, Takut Jeblok di 2019

Bendera Tauhid Dikaitkan dengan HTI: Mereka Panik, Takut Jeblok di 2019

Jum'at, 16 Nov 2018 11:17

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Jum'at, 16 Nov 2018 10:01


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X