Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.097 views

Mencari Penyebab Krisis Energi, Menawarkan Solusi Islami

Oleh: Umar Syarifudin

Kenaikan BBM terus menerus di sejumlah negara kapitalis mengingatkan kita bahwa mereka tidak peduli dengan kesejahteraan rakyat. Pemerintah di banyak negara ini tidak memiliki kemauan politik untuk mengendalikan swastanisasi sektor energi dan kerugian lainnya. Dan untuk menyembunyikan inefisiensi mereka dalam mengatasi salah urus di sektor migas, dalam banyak kasus pemerintah gagal menyediakan pasokan migas yang murah dan memadai untuk rumah tangga dan pabrik. Inilah wajah nyata demokrasi kapitalis dimana kepentingan elit korporat akan dilindungi dengan menjadikan publik sebagai korban.

Masalah selanjutnya muncul, kenaikan pajak yang besar di sejumlah negara merupakan efek keputusasaan dan bagian dari keprihatinan kita secara mendalam baik untuk saat ini maupun masa depan. Peningkatan besar dalam perpajakan telah membebani industri dan pertanian. Sementara masyarakat dibebani dengan pajak yang besar, pemerintah memastikan bahwa perusahaan asing diberi konsesi dan pembebasan pajak yang besar, di bawah bendera mendorong Investasi Luar Negeri. Kondisi ini makin meningkatkan dominasi asing ekonomi kita.

Peningkatan pajak merupakan konsekuensi dari rezim yang merampas pendapatan substansial melalui privatisasi sektor energi. Privatisasi sektor energi tidak akan menyelesaikan masalah. Selama beberapa dasawarsa penjajahan yang dipersonalisisasi oleh kolonialis terhadap sektor energi, pemilik swasta terus memperoleh keuntungan besar, sementara pajak kepada rakyat yang terus berlanjut terus meningkat. Privatisasi sektor energi adalah bagian dari jebakan penjajah, yang dirancang untuk mencegah negara berkembang melarikan diri dan bangkit sebagai kekuatan ekonomi.

...Upaya penyehatan ekonomi negara-negara berkembang dari krisis tidak terletak pada privatisasi, investasi asing atau pinjaman penjajah...

Upaya penyehatan ekonomi negara-negara berkembang dari krisis tidak terletak pada privatisasi, investasi asing atau pinjaman penjajah. Itu karena hal tersebut merupakan penyakit itu sendiri. Satu-satunya penyembuhan adalah dengan penerapan sistem ekonomi Islam, yang dengan sendirinya akan menghasilkan lebih dari cukup pendapatan untuk merevolusi ekonomi. Tidak seperti Kapitalisme dan Komunisme, Islam telah menyatakan bahwa energi bukanlah milik pribadi atau milik negara melainkan milik publik bagi semua umat Islam.

Di bawah ekonomi Islam, minyak, gas, mineral berlimpah, laut, sungai, padang rumput hijau, dll, semuanya adalah milik publik yang dimiliki oleh rakyat secara kolektif. Ini juga merupakan sumber dana untuk Baitul Mal, dan organisasi-organisasi yang dikelola negara di bawah pemerintahan Islam yang akan memastikan tercapainya distribusi secara merata kepada publik. Tapi hari ini kita melihat sebaliknya, liberalisasi sektor migas disahkan melalui UU. Juga kita melihat bahwa sektor energi vital dijalankan oleh organisasi swasta untuk memaksimalkan keuntungan.

Dalam pandangan Islam, meskipun negara bertanggung jawab untuk mengelola kekayaan publik dan negara, namun tidak diizinkan bagi penguasa untuk memberikan kepemilikan umum seperti migas dan mineral kepada pihak swasta manapun, baik individu atau kelompok. Karena semu ini adalah kepemilikan rakyat. Pendapatan yang masuk dari sumber tersebut digunakan untuk kepentingan umum dan menjaga urusan rakyat dan bukan untuk kepentingan negara yang seringkali diwakili oleh para pejabatnya.

Hal ini berlaku untuk semua kekayaan publik yang melimpah, baik energi, seperti minyak bumi, gas, listrik atau mineral yang dapat diganti, seperti tembaga dan baja, atau air, seperti laut, sungai dan bendungan, atau padang rumput dan hutan. Memang, umat Islam memiliki bagian terbesar dari sumber energi dan mineral dunia, namun tanpa sistem ekonomi Islam, umat Islam tenggelam dalam kemiskinan dan Umat tidak membawa masalah dalam urusan dunia, bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara yang memiliki sebagian kecil dari kekayaan materialnya.

Oleh karena itu, untuk mengakhiri siklus krisis energi akibat buah pahit sistem kapitalisme, kaum muslim perlu menyadari bahwa sistem ekonomi Islam menawarkan alternatif praktis. Untuk mengembalikan sistem ini diperlukan usaha yang ekstra keras agar nantinya bisa diterapkan ke setiap jengkal bumi demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat sendiri. (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Jika Beradaptasi dengan Lincah dan Terbuka, PKS Bisa Menjadi Partai yang Dirindukan Masyarakat

Jika Beradaptasi dengan Lincah dan Terbuka, PKS Bisa Menjadi Partai yang Dirindukan Masyarakat

Jum'at, 17 Sep 2021 23:55

34 Persen Masyarakat Kesulitan Mendapatkan Perawatan di RS Saat Gelombang Kedua Pandemi

34 Persen Masyarakat Kesulitan Mendapatkan Perawatan di RS Saat Gelombang Kedua Pandemi

Jum'at, 17 Sep 2021 23:45

Konsep Persada 8 Dirilis, Fariz: Wujudkan Dakwah di Segala Ruang

Konsep Persada 8 Dirilis, Fariz: Wujudkan Dakwah di Segala Ruang

Jum'at, 17 Sep 2021 22:55

Tiga Ribu Positif Covid Berkeliaran di Mal, Legislator Kritik Prokes dan Aplikasi PeduliLindungi

Tiga Ribu Positif Covid Berkeliaran di Mal, Legislator Kritik Prokes dan Aplikasi PeduliLindungi

Jum'at, 17 Sep 2021 22:48

Berawal dari Penelitian, Dosen PGSD Universitas Muhammadiyah Ini Luncurkan Aplikasi Android

Berawal dari Penelitian, Dosen PGSD Universitas Muhammadiyah Ini Luncurkan Aplikasi Android

Jum'at, 17 Sep 2021 22:39

Survei: 30 Persen Masyarakat Kehilangan Kerabat Saat Gelombang Kedua Pandemi

Survei: 30 Persen Masyarakat Kehilangan Kerabat Saat Gelombang Kedua Pandemi

Jum'at, 17 Sep 2021 22:02

Semua Agama Benar?

Semua Agama Benar?

Jum'at, 17 Sep 2021 21:50

Bermain-Main dengan Rocky Gerung

Bermain-Main dengan Rocky Gerung

Jum'at, 17 Sep 2021 21:43

Untuk Ketahanan Pangan dan Kemandirian, Santri Ibadurrahman Mojokerto Tanam Bibit Jagung dan Pepaya

Untuk Ketahanan Pangan dan Kemandirian, Santri Ibadurrahman Mojokerto Tanam Bibit Jagung dan Pepaya

Jum'at, 17 Sep 2021 21:39

Militer Inggris 'Aktif Rekrut' Mata-mata Baru Untuk Dikerahkan Di Kawasan Asia Di Tengah

Militer Inggris 'Aktif Rekrut' Mata-mata Baru Untuk Dikerahkan Di Kawasan Asia Di Tengah

Jum'at, 17 Sep 2021 21:25

Ahmad Syaikhu: Modernisasi Alutsista Tidak Bisa Ditunda

Ahmad Syaikhu: Modernisasi Alutsista Tidak Bisa Ditunda

Jum'at, 17 Sep 2021 21:17

Bisnis Pasar Gelap Untuk Visa Asing Meroket Di Afghanistan Menyusul Masih Tutupnya Berbagai Kedutaan

Bisnis Pasar Gelap Untuk Visa Asing Meroket Di Afghanistan Menyusul Masih Tutupnya Berbagai Kedutaan

Jum'at, 17 Sep 2021 20:55

Perbandingan Keutamaan Antara Mujahid dan Ahli Dzikir

Perbandingan Keutamaan Antara Mujahid dan Ahli Dzikir

Jum'at, 17 Sep 2021 20:36

SMP Muhammadiyah PK Ajak Siswa Pilah Sampah dari Rumah

SMP Muhammadiyah PK Ajak Siswa Pilah Sampah dari Rumah

Jum'at, 17 Sep 2021 20:31

Fraksi PKS Minta Menteri Luhut Buang Ide Bangun Pabrik Vaksin China di Indonesia

Fraksi PKS Minta Menteri Luhut Buang Ide Bangun Pabrik Vaksin China di Indonesia

Jum'at, 17 Sep 2021 20:29

Faksi Perlawanan Palestina Bentuk Ruang Operasi Bersama Di Jenin Tanggapi Rencana Serangan Israel

Faksi Perlawanan Palestina Bentuk Ruang Operasi Bersama Di Jenin Tanggapi Rencana Serangan Israel

Jum'at, 17 Sep 2021 20:20

Ingatkan Pangkostrad soal Semua Agama Benar, Bukhori: Bukan Otoritas TNI

Ingatkan Pangkostrad soal Semua Agama Benar, Bukhori: Bukan Otoritas TNI

Jum'at, 17 Sep 2021 10:08

Unit Drone yang Membantu Taliban Memenangkan Perang

Unit Drone yang Membantu Taliban Memenangkan Perang

Jum'at, 17 Sep 2021 09:35

Akmal Sjafril: Aqidah Pintu Masuk Pemikiran Rasional

Akmal Sjafril: Aqidah Pintu Masuk Pemikiran Rasional

Jum'at, 17 Sep 2021 06:51

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Kamis, 16 Sep 2021 22:16


MUI

Must Read!
X