Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.664 views

Rekonsiliasi Prabowo dan Jokowi, Apa yang Salah?

Oleh:

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

 

ISU rekonsiliasi makin kenceng. Jokowi-Ma’ruf dimenangkan MK, lalu kubu Prabowo-Sandi diakomodir. Tak lagi jadi oposisi. Terjadi rekonsiliasi. Bosan atau gak tahan?

Seandainya benar gugatan Prabowo di Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya ditolak, maka proses pilpres selesai. Gak demo? Pintu itu sudah tertutup untuk Prabowo-Sandi. Kenapa? Karena sudah komitmen menyerahkan proses sengketa hasil pemilihan umum (PHPU) ke MK. Ini artinya siap dengan segala keputusan.

Massa yang sekarang masih demo, mereka tak mau dikaitkan dengan Prabowo-Sandi. Bahkan cenderung mulai kecewa terhadap Prabowo-Sandi. Paslon 02, khususnya Prabowo dianggap tak punya komitmen terhadap kesepakatan dan ucapannya. Apa kesepakatannya? Tak membawa sengketa pilpres ke MK. Apa ucapannya? Point of no return. Tak akan menyerah. Mungkin artinya perang total. Tak sedikit yang malah memplesetkan jadi “kalah total”. Aduh!

Kalau rekonsiliasi? Bukankah ini bagian dari sharing kemenangan? Win win solution? Majalah Tempo telah menurunkan berita bahwa kedua belah pihak sudah mengutus kurir masing-masing. Untuk apa? Ya pastinya untuk rekonsiliasi lah. Bagi-bagi jatah.

Soal apa bentuk rekonsiliasinya, dan apa saja yang telah ditawarkan oleh pihak yang menang kepada pihak yang kalah? Itu nanti. Yang lebih mendasar adalah apa yang jadi dasar logika rekonsiliasi Prabowo-Sandi seandainya memang itu pilihannya? Dan apa untung ruginya jika memilih rekonsiliasi?

Faktanya begini: kalah menang itu hal biasa dalam pilpres. Selesai pilpres, koalisi bubar. Karena koalisi memang bersifat sementara. Tak ada koalisi permanen. Karena itu, jika ada parpol yang sedang berkoalisi bicara tentang kesamaan platform, itu dobol! Jangan percaya. Ideologi dan platform itu hanya berlaku untuk koalisi permanen. Di Indonesia, tak ada koalisi permanen. Bahkan tak ada niat untuk buat koalisi permanen.

Setiap pilkada maupun pilpres, peserta koalisi berubah-ubah. Semacam kocok ulang. Ini sangat bergantung pada deal dan terakomodirnya kepentingan masing-masing. Masih bicara ideologi dan platform?

Kalau anda nanya ke parpol kenapa dukung si A atau si B. Pasti jawabnya bagus. Kadang pakai ayat suci. Tapi yakinlah, itu bukan jawaban yang sebenarnya. Karena yang benar adalah gue dukung lu, partai gue dapat apa? Logistiknya berapa? Dan kalau nanti menang, jatah gue dimana? Titik! Dipastikan tak keluar dari itu. Bagaimana nasib bangsa? Itu urusan emak-emak yang demo di Monas. Hehehe…

Kalau paslonnya kalah? Pindah koalisi. Gitu aja kok repot. Jadi, apa yang sekarang dilakukan Demokrat, mungkin juga PAN, yang tanda-tandanya mau keluar dari koalisi Prabowo-Sandi, itu gambaran dari mental hampir semua partai.

Coba seandainya Prabowo-Sandi menang di MK. Catat: seandainya. Emang Golkar gak akan gabung? Emang PPP dan PKB gak pindah koalisi? Begitu juga dengan Nasdem, apa gak tergoda? Tinggallah Jokowi dan PDIP sendirian. Bahkan jika tawaran Prabowo-Sandi ke PDIP itu aduhai, bisa juga ikut berkoalisi. Lalu, siapa yang jadi oposisi? Ya mungkin Yusril Ihza Mahendra, ketua PBB. Kendati gak punya kursi di DPR. Boleh jadi PBB akan jadi partai oposisi terdepan. Tapi, itu dulu.

Sebaliknya, jika Jokowi-Ma’ruf menang, lalu Prabowo-Sandi diajak rekonsiliasi dan mau, apa yang salah? Anda mau mengatakan Prabowo-Sandi dan Gerindra berkhianat? Itu gak ada di kamus partai bos. Kata “berkhianat” hanya ada di kitab suci dan lidah orang-orang yang belum merasakan nikmatnya rekonsiliasi. Nikmatnya kursi kabinet, posisi ketua MPR, gaji komisaris dan fee impor beras. Belum tahu mereka! Coba kalau sudah menikmati, mungkin beda sensasinya.

Selesai pilres, paslon tak butuh dukungan massa lagi. Dukungan umat? Masih ada umat yang lain. Baru butuh setelah lima tahun lagi. Dan lima tahun yang akan datang, itu masih lama. Situasinya pasti sudah berubah. Massa akan cair kembali dan komunitas-komunitas baru sudah terbentuk. Simpul-simpul baru muncul. Lalu, untuk apa mempertahankan massa yang sekarang, lima tahun lagi juga belum tentu masih ada. Atau malah akan dibubarin. Nyusul nasibnya HTI. Nah!

Menjadi oposisi berat bro. Lima tahun aja repot, apalagi 10 tahun. Logistik susah, semua aktifitas di-intelin. Kegiatan partai dipantau. Malah ada yang mengancam mau membekukan. Protes dianggap makar dan ditangkap. Turunkan massa malah ditembakin. Berat! Benar-benar berat!

Begitulah gambaran umum dari cara berpikir elit partai. Zig-zag dalam berkoalisi dianggap hal biasa. No komitmen dan bebas nilai. Apakah termasuk Gerindra? Atau juga PKS? Lima tahun lalu, tidak! Kedua partai ini konsisten. Istiqamah sebagai oposisi. Hasilnya? Gerindra tetap dapat simpati rakyat. Bertahan sebagai partai papan atas dengan perolehan suara di atas 10 persen. Suara PKS naik signifikan. Hampir tembus 10 persen. Jika dua partai ini istiqamah dalam koalisi dan terus konsisten menyuarakan hak rakyat, maka peluang untuk menjadi partai terbesar di Indonesia sangat terbuka.

Kehadiran oposisi ini dibutuhkan sebagai kekuatan penyeimbang dan kontrol terhadap pemerintah yang berkuasa. Adanya oposisi ini menjadi syarat untuk memastikan bahwa demokrasi itu ada. Demokrasi butuh oposisi. Tanpa oposisi, tak ada demokrasi.

Pilihan Prabowo-Sandi untuk rekonsiliasi atau tidak, ini akan menentukan tidak saja nasib Gerindra, tapi terutama adalah nasib bangsa dan negara kedepan.

Nasib Gerindra jika memilih untuk gabung dalam koalisi Jokowi-Ma’ruf, dalam jangka pendek mungkin akan membaik. Jadi ketua MPR, dapat jatah beberapa menteri, dan tak akan lagi kesulitan logistik untuk partai. Tapi bagaimana nasib Gerindra untuk jangka panjang? Bagaimana pula nasib negara tanpa ada oposisi?

Prabowo-Sandi terima rekonsiliasi, rakyat pasti akan kecewa. Merasa dikhianati. Dan ini akan jadi catatan sejarah. Apalagi jika di kemudian hari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf makin terpuruk, Gerinda akan semakin buruk nasibnya.

Emang ada kemungkinan terpuruk? Bukan rahasia umum lagi, selama Jokowi jadi presiden, ekonomi memburuk. Diperkirakan tidak bisa recovery di tahun ini. Cara kelola negara sarat persoalan. Belum lagi legitimasi rakyat sangat minim karena pilpres yang dianggap problematik. Apalagi jika di tengah jalan sampai terjadi impeachment. Ngeri-ngeri sedap.

Rekonsiliasi tidak hanya membuat Gerindra ditinggalkan pendukung, tapi juga mengakibatkan negara ini berjalan tanpa oposisi. Berarti salah dong? Salah besar!**

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
Israel Berusaha Hilangkan Kurikulum Palestina di Wilayah Pedudukan Yerusalem

Israel Berusaha Hilangkan Kurikulum Palestina di Wilayah Pedudukan Yerusalem

Selasa, 22 Oct 2019 20:45

Pejabat Hamas: Agen Asing Siksa Para Tahanan Palestina di Penjara Saudi

Pejabat Hamas: Agen Asing Siksa Para Tahanan Palestina di Penjara Saudi

Selasa, 22 Oct 2019 20:30

2 Pasukan Syi'ah Irak Tewas dalam Serangan Pejuang IS di Ladang Minyak Alas Shalahuddin

2 Pasukan Syi'ah Irak Tewas dalam Serangan Pejuang IS di Ladang Minyak Alas Shalahuddin

Selasa, 22 Oct 2019 19:45

Libya Keluarkan Perintah Penangkapan untuk Jenderal Pemberotak Khalifa Haftar

Libya Keluarkan Perintah Penangkapan untuk Jenderal Pemberotak Khalifa Haftar

Selasa, 22 Oct 2019 19:15

YLBHI Soroti Pidato Pelantikan Jokowi

YLBHI Soroti Pidato Pelantikan Jokowi

Selasa, 22 Oct 2019 17:43

Istri Suka Ghibah, Bagaimana Menyikapinya?

Istri Suka Ghibah, Bagaimana Menyikapinya?

Selasa, 22 Oct 2019 14:30

Bidikmisi Vs Bidikmenteri

Bidikmisi Vs Bidikmenteri

Selasa, 22 Oct 2019 14:17

Milisi Komunis Kurdi Minta Bantuan Israel untuk Melawan Serangan Militer Turki di Suriah Utara

Milisi Komunis Kurdi Minta Bantuan Israel untuk Melawan Serangan Militer Turki di Suriah Utara

Selasa, 22 Oct 2019 14:00

Pilih Oposisi, Kader PKS Diminta Sosialiasikan Sikap Partai

Pilih Oposisi, Kader PKS Diminta Sosialiasikan Sikap Partai

Selasa, 22 Oct 2019 13:19

Saudi Akan Hapuskan Hukum yang Melarang Wanita untuk Bepergian Tanpa Mahram

Saudi Akan Hapuskan Hukum yang Melarang Wanita untuk Bepergian Tanpa Mahram

Selasa, 22 Oct 2019 12:30

Bukan Periode Menikmati

Bukan Periode Menikmati

Selasa, 22 Oct 2019 12:13

Gadget Addict dan Teori Karl Marx Tentang Candu Agama

Gadget Addict dan Teori Karl Marx Tentang Candu Agama

Selasa, 22 Oct 2019 11:44

Merasa Dikhianati, Warga Kurdi di Qamishli Suriah Lempari Pasukan AS dengan Batu dan Buah Busuk

Merasa Dikhianati, Warga Kurdi di Qamishli Suriah Lempari Pasukan AS dengan Batu dan Buah Busuk

Selasa, 22 Oct 2019 11:30

Refleksi Hari Santri di Kota Santri

Refleksi Hari Santri di Kota Santri

Selasa, 22 Oct 2019 09:38

Ustaz Fauzil Adhim: Jangan Cepat Mencela, Jangan Cepat Memuji

Ustaz Fauzil Adhim: Jangan Cepat Mencela, Jangan Cepat Memuji

Selasa, 22 Oct 2019 08:30

Sambut Hari Santri, Fraksi PKS Gelar FGD dengan Pimpinan Pondok Pesantren

Sambut Hari Santri, Fraksi PKS Gelar FGD dengan Pimpinan Pondok Pesantren

Selasa, 22 Oct 2019 07:33

Tumpas Crosshijabers Hingga ke Akarnya

Tumpas Crosshijabers Hingga ke Akarnya

Selasa, 22 Oct 2019 01:27

KontraS Sayangkan Indonesia Terpilih Jadi Dewan HAM PBB, Ini Alasannya

KontraS Sayangkan Indonesia Terpilih Jadi Dewan HAM PBB, Ini Alasannya

Senin, 21 Oct 2019 22:16

BPJS, Pemalakan Model Baru di Bidang Kesehatan?

BPJS, Pemalakan Model Baru di Bidang Kesehatan?

Senin, 21 Oct 2019 21:27

Gangguan Mental, Akibat Layar di Genggaman Tangan?

Gangguan Mental, Akibat Layar di Genggaman Tangan?

Senin, 21 Oct 2019 21:11


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X