Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.227 views

DPR Baru, Apa Kabar RUU Bermasalah?

 

Oleh: Ragil Rahayu, SE

Senayan sedang sumringah. Wajah-wajah tampak cerah dengan senyum terukir indah. Aura gembira terpancar dari foto para legislator yang bertebaran di media sosial. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru telah dilantik, bahkan pimpinan dewan telah dipilih. Semua bersemangat menikmati jabatan baru. Cekrak-cekrek kamera mengabadikan momen bahagia ini. Namun rakyat di luar gedung sana tak ikut menikmati pesta. Hanya bisa menatap kelu pada anggota dewan. Sebuah tanya terukir di benak, bagaimana nasib Rancangan Undang-undang di tangan DPR baru?

Saat para anggota dewan bergembira, di luar pagar, anak bangsa sedang demo memperjuangkan perbaikan negara. Berhari-hari mereka demo. Mahasiswa, pelajar, buruh, sopir ojek online, hingga buruh semuanya tumplek di jalan. Tuntutan mereka adalah menolak revisi UU KPK serta menolak pengesahan RUU bermasalah yakni Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), RUU Pertanahan, RUU Minerba, RUU Pemasyarakatan, dan RUU Ketenagakerjaan.

Isi RUU Bermasalah

Terkait Revisi UU KPK, ada pasal-pasal yang melemahkan posisi KPK sebagai lembaga pemberantas korupsi. Adapun RKUHP, salah satu yang bermasalah adalah dugaan akan memanjakan koruptor. Sejumlah pasal yang mengatur tindak pidana korupsi di RKUHP justru dilengkapi hukuman yang lebih ringan dibanding UU Tipikor. Sedangkan dalam RUU Pertanahan, beberapa pasal  rentan mengkriminalisasi masyarakat. Salah satunya Pasal 91 yang akan banyak memberikan legitimasi kepada aparat, petugas Kementerian ATR, dan polisi untuk mempidana masyarakat.

RUU Pemasyarakatan juga mendapat kritik habis-habisan dari masyarakat, karena dianggap akan memanjakan koruptor dengan sejumlah pasal yang kontroversial. Misalnya, mempermudah napi korupsi dapat remisi. Masyarakat juga menolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU Ketenagakerjaan yang dinilai tidak berpihak pada pekerja. Sejumlah organisasi masyarakat juga menolak RUU Minerba karena terkesan kejar tayang dan diduga hanya untuk mengakomodir kepentingan sesaat.

DPR Baru, Sistem Lama

Atas berbagai penolakan dari masyarakat tersebut akankah anggota DPR yang baru  akan mengkaji ulang secara mendalam hingga menghasilkan Undang-undang yang pro-rakyat? Ehm, rakyat sebaiknya tak terjebak euforia ini. Memang banyak wajah baru di DPR, termasuk yang 'bening-bening' seperti Krisdayanti dan Mulan Jameela. Namun, jangan lupa, banyak juga wajah lama yang sudah diketahui catatan hitamnya di periode sebelumnya. Bahkan figur ketua DPR saja diragukan kapabilitasnya oleh masyarakat.

Ada juga seorang anggota dewan berinisial YZ yang beberapa tahun lalu heboh di media karena kasus video mesum dengan seorang pedangdut berinisial ME. Banyak anggota dewan juga terindikasi terlibat kasus rasuah, meski belum 'tercyduk' KPK. Begitu negatifnya citra anggota dewan di mata rakyat sampai-sampai mahasiswa menyebutnya Dewan Perampok Rakyat.

Selain kualitas personal yang sejak awal diragukan, sistem yang menjadi basis pembuatan Undang-undang pun tak ada perubahan. Sistem demokrasi nan sarat kepentingan partai tetap menjadi metode baku pembahasan legislasi. Berlindung dibalik 'vox populi, vox dei', namun nyatanya 'suara pemegang modal, suara tuhan'. 

Politik uang sudah menjadi tradisi, kepentingan menjadi tujuan abadi, kecurangan selalu dimaklumi dan bahkan direstui. Pandangan sekular memungkinkan semua ini karena halal haram tak lagi dipakai. Pembuatan aturan tak mengacu pada kebenaran, tapi kepentingan pribadi dan partai. Kebebasan yang diagungkan demokrasi nyatanya adalah kebebasan untuk memperkaya diri dan partai. Bukan kebebasan menegakkan kebenaran.

Hasil dari proses legislasi yang katanya demokratis ini adalah produk Undang-undang yang didominasi syahwat kekuasaan. Alih-alih menyalurkan aspirasi rakyat, produk legislasi justru mengesahkan perampokan terhadap kekayaan rakyat. Tengok saja RUU Minerba yang disinyalir memuluskan perpanjangan sejumlah perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang sudah dan akan berakhir dalam waktu dekat. Juga UU KPK, RKUHP dan RUU Pemasyarakatan yang semua kompak melindungi koruptor. Lantas, rakyat mana yang ingin korupsi dilanggengkan? Tentu tak ada. Inilah bukti Undang-undang produk demokrasi gagal sejak awal untuk mengurusi kepentingan rakyat.

Undang-undang dalam Islam, Wujudkan Keadilan

Andai saja proses pembuatan Undang-undang menggunakan metode Islam, bisa dijamin hasilnya adalah aturan yang adil dan pro rakyat. Pertama, dari sisi sumber, hukum Islam bersumber dari wahyu yang termaktub dalam Alquran dan hadis Nabi Saw. Kebenaran wahyu akan menjadi input penting yang menentukan kualitas output berupa Undang-undang. Allah Swt berfirman tentang kebenaran Alquran :

“Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada yang lebih lurus.” (al-Isra’: 9)

Rasulullah Saw bersabda tentang kebenaran Alquran dan hadis, “Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara [pusaka]. Kalian tidak akan tersesat selama-lamanya selagi kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitab Allah (Alquran) dan sunah Rasul.” (HR Malik, Muslim dan Ash-hab al-Sunan).

Aspek kedua adalah standard. Islam menjadikan halal-haram sebagai satu-satunya standard perancangan hukum. Tidak boleh ada kepentingan maupun hawa nafsu yang menyetir pembahasan aturan. Rasulullah Saw. menerangkan hal ini dalam hadis, "Apa saja yang Allah halalkan dalam kitabNya, maka dia adalah halal, dan apa saja yang Ia haramkan, maka dia itu adalah haram; sedang apa yang Ia diamkannya, maka dia itu dibolehkan (ma'fu). Oleh karena itu terimalah dari Allah kemaafannya itu, sebab sesungguhnya Allah tidak bakal lupa sedikit pun." (Riwayat Hakim dan Bazzar)

Aspek ketiga adalah proses. Islam menggariskan bahwa aturan yang diadopsi kepala negara haruslah hasil ijtihad. Jadi bukan hasil kompromi dari berbagai kepentingan lalu dicari 'win-win solution' yang akhirnya jauh dari kebenaran. Ijtihad hanya boleh dilakukan oleh mujtahid yang telah diakui sanad keilmuannya, ketsiqohannya terhadap syariat, kecerdasannya dalam memahami fakta dan nash, juga kemuliaan adabnya. Sehingga ijtihad terhindar dari orang-orang bodoh, fasik dan zalim.

Ini sungguh kontras dengan syarat anggota DPR yang pendidikan minimalnya setara SMA, padahal umumnya masyarakat sudah berijazah sarjana. Demikianlah metode Islam dalam perancangan Undang-undang. Bersumber dari wahyu Ilahi, Zat yang Maha Benar, berpatokan pada standard baku yakni halal-haram dan melalui proses berkualitas yakni ijtihad syar'i. Hasilnya adalah aturan yang adil dan menyejahterakan rakyat.

Tokoh Islam yang menjadi cermin keagungan aturan Islam adalah Sultan Sulaiman al-Qonuni. Ia menyusun tata perundangan dengan berdiskusi bersama Syaikh Abu as-Suud Effendi. Sultan Sulaiman berusaha agar tata perundangan yang ia rancang tidak melenceng dari garis-garis yang dibataskan syariat Islam. Undang-undang tersebut dikenal dengan Qanun Namuhu Sulthan Sulaiman atau Undang-Undang Sultan Sulaiman. Undang-undang yang ia susun ini diterapkan hingga abad ke-13 H atau abad ke-19 M. Karena konsistennya Sultan Sulaiman dalam menerapkan undang-undang yang ia susun, ia pun diberi julukan al-Qonuni.

Di masa Sultan Sulaiman, Utsmaniyah mengalami masa keemasan. Wilayahnya terbentang luas hingga Eropa. Wajarlah barat memberi julukan yang menunjukkan kekaguman yakni The Magnificent. Jika kita mau meneladani beliau, Indonesia juga bisa meraih masa keemasannya dan mewujudkan cita-cita rakyat berupa keadilan dan kesejahteraan. Wallahu a`lam. (rf/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Kasus Sukmawati, Polisi Panggil Sekjen GNPF Ulama

Kasus Sukmawati, Polisi Panggil Sekjen GNPF Ulama

Selasa, 21 Jan 2020 23:08

Anggota Parlemen Iran Tawarkan 3 Juta USD untuk Membunuh Trump, Utusan AS: 'Itu Konyol'

Anggota Parlemen Iran Tawarkan 3 Juta USD untuk Membunuh Trump, Utusan AS: 'Itu Konyol'

Selasa, 21 Jan 2020 22:48

PDIP Bisa Tergiring Menjadi Pabrik Korupsi

PDIP Bisa Tergiring Menjadi Pabrik Korupsi

Selasa, 21 Jan 2020 22:24

Pemimpin Hamas Bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia di Doha Qatar

Pemimpin Hamas Bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia di Doha Qatar

Selasa, 21 Jan 2020 22:17

Laporan: Identitas Pemimpin Baru Islamic State Terungkap, Bukan Keturunan Arab Namun Turki Irak

Laporan: Identitas Pemimpin Baru Islamic State Terungkap, Bukan Keturunan Arab Namun Turki Irak

Selasa, 21 Jan 2020 22:05

Kapal Rombongan Wartawan Terbalik di Labuan Bajo, DPR Ingatkan SOP di Kawasan Wisata

Kapal Rombongan Wartawan Terbalik di Labuan Bajo, DPR Ingatkan SOP di Kawasan Wisata

Selasa, 21 Jan 2020 21:12

Fahira Idris: Kegaduhan Tak Pernah Berhenti, Gimana Bangsa Ini Mau Maju

Fahira Idris: Kegaduhan Tak Pernah Berhenti, Gimana Bangsa Ini Mau Maju

Selasa, 21 Jan 2020 20:18

Kalau Mau ke Neraka Sendirian Saja, Tidak Usah Ngajak-ngajak

Kalau Mau ke Neraka Sendirian Saja, Tidak Usah Ngajak-ngajak

Selasa, 21 Jan 2020 19:00

Antara Tipu Daya Wanita dan Tupu Daya Setan

Antara Tipu Daya Wanita dan Tupu Daya Setan

Selasa, 21 Jan 2020 14:59

Kapal Pinisi Rombongan Wartawan Peliput Kegiatan Jokowi Terbalik di Labuan Bajo

Kapal Pinisi Rombongan Wartawan Peliput Kegiatan Jokowi Terbalik di Labuan Bajo

Selasa, 21 Jan 2020 13:22

Garam di Negara Maritim Tak Lagi Asin

Garam di Negara Maritim Tak Lagi Asin

Selasa, 21 Jan 2020 12:54

Sukses Belum Identik Bahagia

Sukses Belum Identik Bahagia

Selasa, 21 Jan 2020 12:01

Ditlantas Polda Aceh Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di SMA Adi Darma

Ditlantas Polda Aceh Sosialisasi Tertib Lalu Lintas di SMA Adi Darma

Selasa, 21 Jan 2020 11:49

Hilangkan Trauma Pada Anak, WMI Gelar Trauma Healing di Desa Cilleuksa

Hilangkan Trauma Pada Anak, WMI Gelar Trauma Healing di Desa Cilleuksa

Selasa, 21 Jan 2020 11:46

Menjadi Ibu dan Anak Tangguh di Tengah Gempuran Media Digital

Menjadi Ibu dan Anak Tangguh di Tengah Gempuran Media Digital

Selasa, 21 Jan 2020 10:57

Selamat Jalan ''Mujahidku''

Selamat Jalan ''Mujahidku''

Selasa, 21 Jan 2020 08:51

Soal BPJS, Mufida: Pemerintah Tak Punya Itikad Baik kepada Rakyat Kecil

Soal BPJS, Mufida: Pemerintah Tak Punya Itikad Baik kepada Rakyat Kecil

Selasa, 21 Jan 2020 08:04

Presiden PKS: Natuna Harga Diri Bangsa

Presiden PKS: Natuna Harga Diri Bangsa

Selasa, 21 Jan 2020 01:01

Partai Demokrat: Jiwasraya Kejahatan yang Sempurna

Partai Demokrat: Jiwasraya Kejahatan yang Sempurna

Senin, 20 Jan 2020 23:56

Ketua Ikatan Gay Tulungagung Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Wasekjen MUI Minta Hukum Mati atau Kebiri

Ketua Ikatan Gay Tulungagung Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Wasekjen MUI Minta Hukum Mati atau Kebiri

Senin, 20 Jan 2020 22:42


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X