BGN Laporkan 20 SPPG di NTT-NTB Terdampak Kelangkaan Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi PRabu, 13 May 2026 16:41 |
|
Krisis Mental Menggerogoti Tentara Israel, Kasus Bunuh Diri MeningkatRabu, 13 May 2026 16:35 |

WASHINGTON (voa-islam.com) - Istri dan anak-anak dari Dr Shakil Afridi, seorang dokter Pakistan antek badan intelijen Amerika, CIA dalam membantu menemukan dan membunuh pemimpin Al-Qaidah Syaikh Usamah bin Ladin, sedang berusaha mencari evakuasi segera keluar dari Pakistan, Fox News melaporkan pada hari Ahad (1/2/2015).
Dr Afridi sendiri saat ini telah dipenjara di Peshawar atas tuduhan berkolaborasi dengan intelijen asing.
Dalam sebuah laporan berdasarkan wawancara dengan teman-teman dan kerabat dari Dr Afridi, saluran berita AS itu mengklaim bahwa istri dan anak-anaknya "dalam ketakutan yang meningkatkan untuk keselamatan mereka dan harus dievakuasi dari Pakistan segera."
Dokter berusia 51 tahun itu dianggap sebagai pahlawan oleh Amerika Serikat untuk perannya dalam serangan pasukan khusus Tim SEAL 6, pada Mei 2011 yang membunuh pemimpin Al-Qaidah tersebut.
Laporan tersebut menyatakan bahwa Dr Afridi masih dalam isolasi di penjara Pakistan dan upayanya untuk review putusannya pada 2012 untuk "link terorisme" telah terhenti sejak Maret lalu.
Istri dan dua putranya serta seorang putri Dr Afridi telah meninggalkan provinsi asli mereka dan kini bersembunyi di Punjab. Mereka khawatir dengan keselamatan mereka karena Taliban dan kelompok jihad lainnya telah bersumpah untuk membalaskan pembunuhan Bin Laden, kata laporan itu.
"Saya minta maaf untuk mengatakan bahwa pemerintah AS tidak melakukan apa-apa baginya," Qamar Nadeem Afridi, pengacara dan juga sepupu dokter tersebut, mengatakan kepada Fox News.
Baik Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS telah secara terbuka mendesak Pakistan untuk membebaskan Dr Afridi namun pengacaranya mengatakan bahwa pemerintah AS telah melakukan sedikit upaya untuk membantu keluarganya.
Habis manis sepah dibuang
Habis manis sepah dibuang, itulah yang didapat Dr. Shakil Afridi setelah menjadi antek AS untuk perannya dalam pembunuhan pemimpin tertinggi Al-Qaidah, Syaikh Usamah Bin Ladin. Setelah bersusah payah menjual agamanya dengan harga yang murah demi membunuh seorang pemimpin jihad yang ditakuti AS, Shakil Afridi kini harus mendekam di penjara Pakistan karena berkolaborasi dengan badan mata-mata asing.
Parahnya lagi, sebagaimana yang dikatakan oleh pengacaranya, Amerika Serikat yang telah dibantunya sama sekali tidak melakukan apa-apa untuk pembebasan dirinya, termasuk juga kepada istri dan anak-anaknya yang kini terancam nyawanya oleh mujahidin yang ingin membalaskan kematian orang yang paling mereka hormati tersebut.
Semoga saja para "Afridi-Afridi" lain dimanapun mereka berada dan dengan siapapun mereka berkolaborasi, sadar bahwa tidak ada gunanya membantu pihak manapun untuk memerangi mujahidin, karena bila tidak rugi di dunia pasti dia akan mendapatkan azab pedih dari Allah di akhirat nanti, Wal Iyyadzu Billah. (an/dawn)
+Pasang iklan
FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id
Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com
Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com
Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%.
Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com
BGN Laporkan 20 SPPG di NTT-NTB Terdampak Kelangkaan Elpiji, Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Isi PRabu, 13 May 2026 16:41 |
|
Krisis Mental Menggerogoti Tentara Israel, Kasus Bunuh Diri MeningkatRabu, 13 May 2026 16:35 |
