Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.823 views

Perdana Menteri Ethiopia Ancam 'Perang' dengan Mesir Terkait Bendungan Sungai Nil

ADIS ABABA, ETHIOPIA (voa-islam.com) - Perdana Menteri Ethiopia, dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2019 Abiy Ahmed, pada hari Selasa (22/10/2019) mengancam akan berperang demi Dam Renaissance kontroversial yang berupaya dibangun Ethiopia di Sungai Nil.

Ethiopia terlibat dalam perselisihan jangka panjang dengan Mesir mengenai bendungan itu, yang menurut Mesir dapat menghilangkan populasi air tawar yang dibutuhkan penduduknya untuk bertahan hidup.

Berbicara di parlemen Ethiopia, Ahmed mengatakan bahwa negaranya siap untuk memobilisasi satu juta orang untuk mempertahankan bendungan. "Tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan Ethiopia dari membangun bendungan," tambahnya.

Pembicaraan dengan Mesir runtuh awal bulan ini sehubungan dengan pembangunan bendungan Besar Renaissance Ethiopia senilai $ 5 miliar, yang sekitar 70 persen telah selesai dan berjanji untuk menyediakan listrik yang sangat dibutuhkan bagi 100 juta penduduk Ethiopia.

Tetapi Mesir, dengan populasi sekitar ukuran yang sama, khawatir bahwa proses mengisi reservoir di belakang bendungan dapat mengiris bagiannya dari sungai, dengan konsekuensi bencana. Media Mesir pro-pemerintah telah menyebutnya sebagai ancaman keamanan nasional yang dapat menjamin tindakan militer, menggemakan peringatan perdana menteri Ethiopia.

Abdallah el-Senawy, seorang kolumnis terkemuka untuk surat kabar harian el-Shorouk, mengatakan satu-satunya alternatif adalah internasionalisasi perselisihan atau mengambil tindakan militer.

"Mesir bukan daerah kecil," tulisnya di kolom hari Minggu. "Jika semua opsi diplomatik dan hukum gagal, intervensi militer mungkin wajib."

Anwar el-Hawary, mantan editor surat kabar Al-Masry Al-Youm, membandingkan perselisihan itu dengan perang 1973, di mana Mesir melancarkan serangan mendadak ke Semenanjung Sinai untuk mendapatkan kembali wilayah yang sebelumnya direbut oleh Israel.

"Jika kita berjuang untuk membebaskan Sinai, adalah logis untuk berjuang untuk membebaskan air," tulisnya di Facebook. "Bahayanya sama dalam dua kasus. Perang adalah respons terakhir."

Opsi merendahkan

Kegagalan terbaru dalam pembicaraan dengan Ethiopia mengenai pembangunan bendungan hulu Nil besar-besaran telah membuat Mesir dengan opsi-opsi merendah karena berupaya melindungi sumber utama air tawar bagi populasi yang besar dan terus bertambah.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dan Perdana Menteri Ahmed akan bertemu pada hari Rabu di sela-sela pertemuan puncak Rusia-Afrika di kota Sochi, Rusia.

Kedua pemimpin diperkirakan akan membahas studi mengenai dampak ekonomi dan sosial negatif yang kemungkinan akan diderita Mesir sebagai akibat dari pembangunan bendungan itu.

Ethiopia bersikeras mengisi bendungan dalam empat tahun, sebuah proposal yang ditolak Mesir, mengatakan itu akan menyebabkan kekeringan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mesir mengatakan bahwa Ethiopia harus mengisi bendungan dengan lebih lambat, menyelesaikan proses dalam tujuh tahun.

Sungai Nil memasok lebih dari 90 persen air tawar Mesir. Warga Mesir telah memiliki salah satu saham air per kapita terendah di dunia, yaitu sekitar 570 meter kubik per tahun, dibandingkan dengan rata-rata global 1.000.

Namun Ethiopia memiliki rata-rata 125 meter kubik per tahun.

Mesir ingin menjamin pelepasan tahunan minimal 40 miliar meter kubik air dari Sungai Nil Biru. Seorang pejabat Kementerian Irigasi Mesir yang berbicara dengan Associated Press mengatakan hal lain yang kurang bisa mempengaruhi bendungan tinggi Aswan Mesir sendiri, dengan konsekuensi ekonomi yang mengerikan.

"Itu bisa membuat jutaan petani kehilangan pekerjaan. Kita mungkin kehilangan lebih dari satu juta pekerjaan dan $ 1,8 miliar per tahun, serta listrik senilai $ 300 juta," katanya.

Berbicara di PBB bulan lalu, Sisi mengatakan dia akan "tidak pernah" mengizinkan Ethiopia untuk memaksakan "situasi de facto" dengan mengisi bendungan tanpa kesepakatan.

"Sementara kami mengakui hak Ethiopia untuk pembangunan, air Sungai Nil adalah masalah kehidupan, masalah eksistensi ke Mesir," katanya. (TNA)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Latest News
Pemberantasan Korupsi Jadi Kunci Indonesia Menuju Negara Maju 2045

Pemberantasan Korupsi Jadi Kunci Indonesia Menuju Negara Maju 2045

Senin, 09 Dec 2019 17:56

Laporan: Lebih Seperempat Warga Israel Hidup dalam Kemiskinan

Laporan: Lebih Seperempat Warga Israel Hidup dalam Kemiskinan

Senin, 09 Dec 2019 17:30

Seratus Finalis Olimpiade Halal 2019 Ikuti Ujian Serentak

Seratus Finalis Olimpiade Halal 2019 Ikuti Ujian Serentak

Senin, 09 Dec 2019 16:55

Anggota Senat AS Serukan Penangguh Program Pelatihan untuk Saudi Setelah Penembakan di Pensacola

Anggota Senat AS Serukan Penangguh Program Pelatihan untuk Saudi Setelah Penembakan di Pensacola

Senin, 09 Dec 2019 16:30

Pemerintah Tunda Peluncuran Kartu Pra Kerja, HNW Singgung Pemindahan Ibu Kota

Pemerintah Tunda Peluncuran Kartu Pra Kerja, HNW Singgung Pemindahan Ibu Kota

Senin, 09 Dec 2019 15:59

Pasukan GNA Tembak Jatuh Jet Tempur Haftar, Tangkap Komandan Pangkalan Udara Penting

Pasukan GNA Tembak Jatuh Jet Tempur Haftar, Tangkap Komandan Pangkalan Udara Penting

Senin, 09 Dec 2019 15:45

Dugaan Fraud dalam Sistem BPJS, Siapa yang salah?

Dugaan Fraud dalam Sistem BPJS, Siapa yang salah?

Senin, 09 Dec 2019 15:42

Polisi Inggris Tangkap Pasangan Pria-Wanita Penyerang Siswi Remaja Muslimah di Sebuah Bus

Polisi Inggris Tangkap Pasangan Pria-Wanita Penyerang Siswi Remaja Muslimah di Sebuah Bus

Senin, 09 Dec 2019 14:45

Komunitas Muslim Sunni Libanon Ingin Saad Hariri Menjadi Perdana Menteri Lagi

Komunitas Muslim Sunni Libanon Ingin Saad Hariri Menjadi Perdana Menteri Lagi

Senin, 09 Dec 2019 14:04

Meski Tuai Polemik, Menag Tak Akan Cabut PMA Majelis Taklim

Meski Tuai Polemik, Menag Tak Akan Cabut PMA Majelis Taklim

Senin, 09 Dec 2019 08:13

Nalar Fenomenologis Heidegger dan Kasus Penistaan Agama

Nalar Fenomenologis Heidegger dan Kasus Penistaan Agama

Senin, 09 Dec 2019 07:19

Masjid atau Tempat Maksiat yang Harus Diawasi?

Masjid atau Tempat Maksiat yang Harus Diawasi?

Senin, 09 Dec 2019 07:09

Kisah Rasulullah Bertepuk Sebelah Tangan

Kisah Rasulullah Bertepuk Sebelah Tangan

Senin, 09 Dec 2019 00:50

Reuni Akbar 212: Momentum Persatuan Umat Islam

Reuni Akbar 212: Momentum Persatuan Umat Islam

Ahad, 08 Dec 2019 23:30

Larikan Dana Investasi, Dicari BUNDA ELIS Krispy Yammy Babeh

Larikan Dana Investasi, Dicari BUNDA ELIS Krispy Yammy Babeh

Ahad, 08 Dec 2019 22:44

Pancasila, Catatan untuk Pikiran Rocky Gerung

Pancasila, Catatan untuk Pikiran Rocky Gerung

Ahad, 08 Dec 2019 22:38

Melafadz Talak pada Maksiat

Melafadz Talak pada Maksiat

Ahad, 08 Dec 2019 22:21

Malaysia Laporkan Kasus Polio Pertama Sejak 1992

Malaysia Laporkan Kasus Polio Pertama Sejak 1992

Ahad, 08 Dec 2019 21:45

4 Tentara Mesir Tewas dalam Serangan Afiliasi Islamic State di Sinai Utara

4 Tentara Mesir Tewas dalam Serangan Afiliasi Islamic State di Sinai Utara

Ahad, 08 Dec 2019 21:24

Mau punya anak sholeh dan sholehah? Yuk ganti tontonannya!

Mau punya anak sholeh dan sholehah? Yuk ganti tontonannya!

Ahad, 08 Dec 2019 20:49


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Jum'at, 06/12/2019 08:50

Negara Darurat Hukum