Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.719 views

Turki Usir 40.000 Pengungsi dari Istabul

ISTANBUL, TURKI (voa-islam.com) - Turki mengatakan pada hari Jum'at (15/11/2019)  bahwa mereka telah mengusir lebih dari 40.000 pengungsi yang tinggal di Istanbul dan mengirim mereka kembali ke provinsi di mana mereka awalnya terdaftar.

Pengungsi Suriah yang tinggal di kota terbesar Turki tanpa izin yang sah diberikan waktu sampai akhir Oktober untuk pergi secara sukarela.

Ditujukan bagi mereka yang tidak memiliki status perlindungan sementara - penunjukan hukum Turki untuk warga Suriah tanpa adanya status pengungsi resmi - yang terdaftar di Istanbul, ultimatum tersebut awalnya memberi waktu hingga pertengahan Agustus kepada penduduk Suriah yang tinggal di kota itu untuk pergi.

Batas waktu tersebut ditunda di tengah meningkatnya pengawasan internasional dan tuduhan bahwa Ankara telah mendeportasi warga Suriah yang rentan ke zona perang aktif.

Turki menampung sekitar 3,6 juta pengungsi Suriah - lebih banyak dari negara lain mana pun.

Di bawah sistem perlindungan sementara, mereka harus tetap berada di provinsi tempat mereka ditempatkan, dan hanya dapat mengunjungi kota-kota lain dengan izin jangka pendek.

Ribuan warga Suriah yang tiba dalam beberapa tahun terakhir tidak dapat mendaftar di bawah sistem itu akan ditempatkan ke provinsi di luar Istanbul, kata pihak berwenang.

Kantor gubernur Istanbul mengatakan pada hari Jumat bahwa 42.888 pengungsi telah ditangkap oleh polisi dan dikirim kembali ke provinsi yang ditunjuk antara Juli hingga Oktober, tanpa menentukan kebangsaan mereka.

Dikatakan pada bulan Juli bahwa 547.000 warga Suriah secara resmi terdaftar di Istanbul, dan tidak ada pendaftaran baru yang diterima.

Intoleransi dan rasisme terhadap pengungsi Suriah telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring berlanjutnya konflik.

Terlihat pada awalnya sebagai kehadiran sementara di Turki, warga Suriah telah menderita konsekuensi dari penurunan ekonomi yang tajam yang telah meningkatkan ketegangan antara warga Turki dan pengungsi.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia berencana untuk memulangkan pengungsi Suriah ke "zona aman" di timur laut Suriah, bahkan berjanji untuk membangun ribuan rumah baru di sana.

Sebanyak tiga juta warga Suriah dapat dikembalikan ke zona penyangga, katanya pada bulan September.

Kelompok-kelompok HAM telah meragukan kelayakan finansial dari rencana tersebut dan kemungkinan ilegalitasnya. Para kritikus juga menuduh rencana itu bisa merupakan rekayasa demografis, dengan penduduk lokal Kurdi yang dipindahkan oleh kekerasan digantikan oleh warga Arab Suriah.

Ankara awal tahun ini dituduh melanggar prinsip non-refoulement, prinsip utama hukum internasional, dengan diduga mendeportasi ribuan warga Suriah ke provinsi Idlib yang dilanda perang.

Turki bersikeras mereka kembali secara sukarela, tetapi kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduh bahwa para pengungsi dipaksa untuk menandatangani dokumen yang mengklaim bahwa deportasi mereka "sukarela".

Pihak berwenang Turki mengklaim lebih dari 300.000 warga Suriah telah secara sukarela kembali ke negara itu dalam beberapa tahun terakhir.

"Klaim Turki bahwa pengungsi dari Suriah memilih untuk berjalan langsung kembali ke konflik adalah berbahaya dan tidak jujur. Sebaliknya, penelitian kami menunjukkan bahwa orang-orang itu ditipu atau dipaksa untuk kembali," Anna Shea, Peneliti tentang Pengungsi dan Hak Migran di Amnesty International, kata dalam sebuah pernyataan bulan lalu.

"Turki layak mendapat pengakuan karena menampung lebih dari 3,6 juta wanita, pria dan anak-anak dari Suriah selama lebih dari delapan tahun, tetapi Turki tidak dapat menggunakan kedermawanan ini sebagai alasan untuk mengabaikan hukum internasional dan domestik dengan mendeportasi orang ke zona konflik aktif." (TNA)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Bintang Liverpool Mohamed Salah Serukan Dukung Hak Bagi Pengungsi Untuk Pendidikan

Bintang Liverpool Mohamed Salah Serukan Dukung Hak Bagi Pengungsi Untuk Pendidikan

Kamis, 24 Sep 2020 21:45

AS: UEA Tidak Akan Dapat Jet F-35 Meski Lakukan Normalisasi dengan Israel, Mesti Tunggu 7 Tahun Lagi

AS: UEA Tidak Akan Dapat Jet F-35 Meski Lakukan Normalisasi dengan Israel, Mesti Tunggu 7 Tahun Lagi

Kamis, 24 Sep 2020 21:30

Pilkada Serentak Dalam Bayangan Kematian

Pilkada Serentak Dalam Bayangan Kematian

Kamis, 24 Sep 2020 21:20

Taliban Bunuh 28 Polisi Paramiliter di Uruzgan Afghanistan

Taliban Bunuh 28 Polisi Paramiliter di Uruzgan Afghanistan

Kamis, 24 Sep 2020 20:15

Pembangkang Saudi di Pengasingan Bentuk Partai Oposisi Baru

Pembangkang Saudi di Pengasingan Bentuk Partai Oposisi Baru

Kamis, 24 Sep 2020 19:50

Jadilah Remaja Anti Baper

Jadilah Remaja Anti Baper

Kamis, 24 Sep 2020 08:43

Santri Pesantren Mahasiswa Ngaji di Alam Terbuka

Santri Pesantren Mahasiswa Ngaji di Alam Terbuka

Kamis, 24 Sep 2020 07:34

Tanggapi Pidato Presiden di PBB, Netty: Indonesia Harus Dorong Negara Maju Temukan Vaksin Covid-19

Tanggapi Pidato Presiden di PBB, Netty: Indonesia Harus Dorong Negara Maju Temukan Vaksin Covid-19

Kamis, 24 Sep 2020 06:39

Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Kamis, 24 Sep 2020 06:22

Hoorree…Pilkada 2020 Ditunda, Kecuali Solo dan Medan

Hoorree…Pilkada 2020 Ditunda, Kecuali Solo dan Medan

Kamis, 24 Sep 2020 06:17

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Rabu, 23 Sep 2020 21:29

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Rabu, 23 Sep 2020 21:05

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Rabu, 23 Sep 2020 20:28

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Rabu, 23 Sep 2020 19:58

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Rabu, 23 Sep 2020 19:45

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Rabu, 23 Sep 2020 19:30

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Rabu, 23 Sep 2020 18:40

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Rabu, 23 Sep 2020 17:45

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Rabu, 23 Sep 2020 17:15

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Rabu, 23 Sep 2020 15:00


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X