Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.004 views

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

BERLIN, JERMAN (voa-islam.com) - Penyelidik Jerman mengatakan pada hari Kamis (20/2/2020) mereka mencurigai "motif sayap kanan" di balik penembakan kembar di sebuah bar shisha dan sebuah kafe yang menewaskan sepuluh orang semalam di kota Hanau, dekat Frankfurt.

Beberapa jam setelah polisi menemukan tersangka pria bersenjata itu tewas di rumahnya pada dini hari Kamis setelah perburuan besar-besaran, jaksa penuntut terorisme federal mengambil alih kasus itu.

Seorang juru bicara jaksa penuntut mengatakan ada "indikasi motif sayap kanan", dan bahwa jaksa federal mengambil kendali atas penyelidikan karena beratnya kasus ini, media Jerman melaporkan.

Polisi menemukan surat pengakuan dan video di rumah tersangka, yang menurut media lokal menyatakan motif sayap kanan. Tersangka telah disebut di pers sebagai pria berusia 43 tahun bernama Tobias R.

Ahli anti-terorisme King's College London Peter Neumann, yang melihat teks itu, mentweet bahwa itu berisi "berbagai, tetapi sebagian besar pandangan ekstrim kanan, dengan ideologi do-it-yourself yang dirakit dari bagian-bagian yang ditemukan di internet ".

"Dia membenci orang asing dan non-kulit putih. Meskipun dia tidak menekankan Islam, dia menyerukan pemusnahan berbagai negara di Afrika Utara, Timur Tengah dan Asia Tengah (yang semuanya merupakan mayoritas Muslim)," tambahnya.

Dia mengatakan dokumen bahasa Jerman yang sangat baik mengindikasikan bahwa tersangka pernah belajar di universitas.

"Polanya jelas, dan sama sekali tidak baru," tambahnya.

Sementara itu media termasuk penyiar publik ARD melaporkan bahwa mayat kedua yang ditemukan di properti itu adalah milik ibu pria itu.

Selusin tembakan

Serangan itu terjadi di dua bar di Hanau, sekitar 20 kilometer dari Frankfurt, di mana polisi bersenjata dengan cepat menyebar dan helikopter polisi berkeliaran di langit untuk mencari mereka yang bertanggung jawab atas penembakan berdarah tersebut.

Serangan pertama terjadi di sebuah bar di distrik Heumarkt di pusat Hanau sekitar pukul 22:00 waktu setempat, kata laporan.

Seorang pria bersenjata dilaporkan membunyikan bel pintu dan menembaki orang-orang di bagian merokok, menewaskan lima termasuk seorang wanita, Bild melaporkan.

"Para korban adalah orang-orang yang telah kita kenal selama bertahun-tahun," kata putra manajer bar itu kepada kantor berita Jerman DPA. Dua karyawan termasuk di antara korban, menurut pria itu, yang tidak berada di bar selama penembakan. "Ini mengejutkan bagi semua orang."

Polisi mengatakan salah satu dari mereka yang terluka dalam serangan itu juga tewas.

Penyerang, atau para penyerang, melarikan diri dari tempat kejadian dengan mobil, menurut polisi. Kemudian ada penembakan kedua di Arena Bar.

Tiga orang tewas di luar gedung, kata media setempat, dengan saksi mata melaporkan mendengar selusin tembakan.

Sebuah Mercedes-Benz perak ditutupi seperti selimut yang bisa dilihat di belakang barisan polisi dan dikelilingi oleh petugas di luar Arena Bar, dengan pecahan kaca di tanah.

'Skenario horor'

Jerman telah menjadi sasaran dalam beberapa tahun terakhir oleh beberapa serangan ekstremis, salah satunya menewaskan 12 orang di jantung Berlin pada Desember 2016.

Serangan sayap kanan telah menjadi perhatian khusus bagi otoritas Jerman.

Pada bulan Oktober, serangan senjata anti-semit yang mematikan di kota Halle di timur pada hari suci Yom Kippur menggarisbawahi meningkatnya ancaman kekerasan neo-Nazi. Amukan, di mana dua orang ditembak mati, disiarkan langsung.

Juni lalu, politisi konservatif Walter Luebcke, seorang penganjur kebijakan pengungsi liberal, ditembak di rumahnya.

Pada hari Jumat polisi menangkap 12 anggota kelompok ekstrem kanan Jerman yang diyakini merencanakan serangan besar-besaran "mengejutkan" terhadap masjid-masjid yang serupa dengan yang dilakukan di Selandia Baru tahun lalu.

Organisasi Islam Jerman-Turki Ditib, yang mendanai sekitar 900 masjid di Jerman, menyerukan perlindungan yang lebih besar bagi umat Islam di negara itu, dengan mengatakan mereka "tidak lagi merasa aman" di Jerman. (TNA)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Komisi I DPR Dorong Pemerintah Gratiskan Internet Selama Wabah Covid-19

Komisi I DPR Dorong Pemerintah Gratiskan Internet Selama Wabah Covid-19

Jum'at, 03 Apr 2020 08:49

Covid-19 Makin Menggila, Negara Kehilangan Arah?

Covid-19 Makin Menggila, Negara Kehilangan Arah?

Jum'at, 03 Apr 2020 08:23

Ribuan Napi Dibebaskan di Tengah Wabah Corona, Warganet: Ustaz Abu Bakar Baasyir Paling Layak

Ribuan Napi Dibebaskan di Tengah Wabah Corona, Warganet: Ustaz Abu Bakar Baasyir Paling Layak

Jum'at, 03 Apr 2020 07:51

Memutus Mata Rantai Corona

Memutus Mata Rantai Corona

Jum'at, 03 Apr 2020 07:09

Pembatasan Sosial Skala Besar dan Darurat Sipil, Tepatkah?

Pembatasan Sosial Skala Besar dan Darurat Sipil, Tepatkah?

Jum'at, 03 Apr 2020 06:31

WMI Edukasi Para Driver Ojol untuk Cegah Covid19

WMI Edukasi Para Driver Ojol untuk Cegah Covid19

Jum'at, 03 Apr 2020 06:21

Hadapi Covid-19, Muhammadiyah Siapkan 60 Psikolog

Hadapi Covid-19, Muhammadiyah Siapkan 60 Psikolog

Jum'at, 03 Apr 2020 06:18

Wabah Corona dan Abainya Penguasa Kapitalis

Wabah Corona dan Abainya Penguasa Kapitalis

Kamis, 02 Apr 2020 23:59

Lockdown, Kebijakan Setengah Hati Para Penguasa Negeri?

Lockdown, Kebijakan Setengah Hati Para Penguasa Negeri?

Kamis, 02 Apr 2020 23:50

Inilah 5 Tips Meningkatkan Imun Tubuh Pencegah Corona

Inilah 5 Tips Meningkatkan Imun Tubuh Pencegah Corona

Kamis, 02 Apr 2020 23:28

Pendaftaran Program Beasiswa Santri 2020 Dibuka, Kemenag Siapkan Kader Ulama

Pendaftaran Program Beasiswa Santri 2020 Dibuka, Kemenag Siapkan Kader Ulama

Kamis, 02 Apr 2020 23:27

Mendiskusikan Skenario Makro Ekonomi Indonesia

Mendiskusikan Skenario Makro Ekonomi Indonesia

Kamis, 02 Apr 2020 23:00

Anies Alokasikan Dana Rp 3 T untuk Penanganan Virus Corona hingga Mei

Anies Alokasikan Dana Rp 3 T untuk Penanganan Virus Corona hingga Mei

Kamis, 02 Apr 2020 22:26

Menimbang Keefektifan Opsi PSBB

Menimbang Keefektifan Opsi PSBB

Kamis, 02 Apr 2020 22:19

Mudik, Saat Pandemi Ancam Nyawa Keluarga

Mudik, Saat Pandemi Ancam Nyawa Keluarga

Kamis, 02 Apr 2020 22:17

Saudi Berlakukan Jam Malam 24 Jam Setiap Hari di Mekah dan Madinah

Saudi Berlakukan Jam Malam 24 Jam Setiap Hari di Mekah dan Madinah

Kamis, 02 Apr 2020 21:45

AS 'Rampas' 60 Juta Masker Medis yang Ditunjukan Untuk Prancis dari Landasan di Cina

AS 'Rampas' 60 Juta Masker Medis yang Ditunjukan Untuk Prancis dari Landasan di Cina

Kamis, 02 Apr 2020 21:15

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Kamis, 02 Apr 2020 20:59

Satgas WITC Kendari Salurkan Paket Logistik di 5 Kecamatan

Satgas WITC Kendari Salurkan Paket Logistik di 5 Kecamatan

Kamis, 02 Apr 2020 20:48

Kritisi Perppu Penanganan Covid-19, Bukhori: Pemerintah Jangan Aji Mumpung di Tengah Pandemi

Kritisi Perppu Penanganan Covid-19, Bukhori: Pemerintah Jangan Aji Mumpung di Tengah Pandemi

Kamis, 02 Apr 2020 20:38


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X