Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.571 views

Pertempuran Antara Taliban Dan Pasukan Afghan Berlanjut Setelah Gencatan Senjata 3 Hari Berakhir

HELMAND, AFGHANISTAN (voa-islam.com) - Pertempuran antara Taliban dan pasukan pemerintah Afghanistan telah dilanjutkan setelah gencatan senjata selama tiga hari, yang diumumkan untuk merayakan libut Idul Fitri, telah berakhir.

Pejabat lokal mengkonfirmasi bahwa bentrokan antara pihak yang bertikai dimulai pada Ahad (16/5/2021) di pinggiran Lashkar Gah, ibu kota provinsi selatan Helmand.

"Pertempuran dimulai hari ini pagi dan masih berlangsung," Attaullah Afghan, kepala dewan provinsi Helmand, seperti dikutip AFP.

Dia mengatakan pejuang Taliban menyerang pos pemeriksaan keamanan di pinggiran Lashkar Gah dan distrik lainnya.

Lashkar Gah telah menjadi tempat pertempuran sengit sejak Amerika Serikat secara resmi memulai proses penarikan pasukannya yang tersisa dari Afghanistan pada 1 Mei.

Semua pasukan asing seharusnya ditarik pada saat itu sebagai bagian dari kesepakatan yang dicapai AS dengan Taliban di Doha tahun lalu. Namun, Presiden Joe Biden menunda tanggal itu mundur ke 11 September, membuat marah Taliban.

Ketika kekerasan meningkat, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mendesak Taliban untuk mengumumkan gencatan senjata permanen, dengan mengatakan bahwa penarikan pasukan asing kini tidak meninggalkan alasan bagi kelompok itu untuk terus membunuh rakyat mereka sendiri.

Namun, menurut Kementerian Pertahanan, setidaknya 40 orang tewas dan terluka pada hari Sabtu dalam serangan Taliban terpisah di hampir sepuluh provinsi meskipun ada gencatan senjata.

"Taliban melanggar gencatan senjata di beberapa daerah dan provinsi dan itu menyebabkan korban di antara warga sipil dan personel militer," kata juru bicara kementerian Rohullah Ahmadzai.

Dia mengatakan bahwa pemimpin Taliban, "Mullah Hibatullah tidak memiliki otoritas di semua faksi kelompok dan loyalisnya tidak mematuhi perintahnya."

Namun, Taliban menepis tuduhan tersebut, dan malah menuduh pemerintah melanggar gencatan senjata.

Selama tiga hari gencatan senjata, kekerasan dilaporkan di provinsi Kandahar, Ghazni, Kunduz, Herat, Farah, Uruzgan, Kapisa, Helmand, dan Maidan Wardak.

"Taliban tidak berkomitmen untuk gencatan senjata," kata Abdul Sattar Hussaini, anggota parlemen Afghanistan.

"Kelompok itu tidak mengikuti jalan lain kecuali menumpahkan darah orang-orang yang tidak bersalah," tambahnya.

Pada hari Jumat, sebuah ledakan menghantam sebuah masjid di pinggiran Kabul saat jamaah berkumpul untuk salat. Sedikitnya 12 orang tewas, termasuk seorang ulama terkenal yang kerap mengkritik pemerintah. Kelompok teror Islamic State (IS) dilaporkan mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Dalam insiden lain pada hari Sabtu, seorang petugas polisi dan dua warga sipil terluka setelah ledakan menghantam sebuah kendaraan polisi di distrik Sarubi di Kabul.

Serangan kekerasan terbaru terjadi meskipun ada pertemuan antara perwakilan pemerintah Afghanistan dan Taliban di Doha pada hari Jumat.

Delegasi dari kedua belah pihak "membahas situasi yang sedang berlangsung di negara itu dan menekankan untuk mempercepat pembicaraan damai di Doha," kata delegasi pemerintah Afghanistan dalam sebuah tweet pada hari Sabtu.

Juru bicara kantor politik Taliban, Mohammad Naeem, juga memposting tweet, mengatakan, "Kedua belah pihak setuju untuk melanjutkan negosiasi bahkan setelah Idul Fitri," mengacu pada liburan Idul Fitri.

Pemimpin Taliban Hibatullah Akhundzada mengatakan dalam sebuah pesan pada hari Kamis bahwa AS sejauh ini telah melanggar perjanjian Doha, menambahkan bahwa pelanggaran gencatan senjata telah menyebabkan "kerugian material dan manusia yang sangat besar bagi warga sipil" di Afghanistan.

Taliban telah memperingatkan bahwa lewatnya tenggat waktu 1 Mei untuk penarikan penuh "membuka jalan bagi" para jihadis untuk mengambil setiap tindakan balasan yang mereka anggap tepat terhadap pasukan asing di daerah itu.

AS menyerang Afghanistan pada 2001, mengklaim bahwa Taliban menyembunyikan Al-Qaidah. Invasi itu menggulingkan pemerintahan sah Taliban dari kekuasaan tetapi memicu militansi dan ketidakamanan yang meluas di seluruh negara Asia.

Perang telah merenggut nyawa yang tak terhitung jumlahnya, termasuk warga sipil Afghanistan. (ptv)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Senin, 26 Jul 2021 20:17

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Senin, 26 Jul 2021 20:05

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Senin, 26 Jul 2021 20:01

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Senin, 26 Jul 2021 19:35

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Senin, 26 Jul 2021 19:22

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Senin, 26 Jul 2021 19:09

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Senin, 26 Jul 2021 19:05

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Senin, 26 Jul 2021 17:15

Lewat Fatwa dan Tausyiah, MUI Berperan Besar Tangani Covid-19

Lewat Fatwa dan Tausyiah, MUI Berperan Besar Tangani Covid-19

Senin, 26 Jul 2021 14:20

Semoga Rektor UI Menjadi “Kyai Haji Ari Kuncoro”

Semoga Rektor UI Menjadi “Kyai Haji Ari Kuncoro”

Senin, 26 Jul 2021 12:48

Ahmad Syaikhu: Pada Masa Pandemi, Keluarga Perlu Tiga Penguatan

Ahmad Syaikhu: Pada Masa Pandemi, Keluarga Perlu Tiga Penguatan

Senin, 26 Jul 2021 11:39

Anak Belum Baligh Menjadi Imam Shalat

Anak Belum Baligh Menjadi Imam Shalat

Senin, 26 Jul 2021 11:00

Jika Pandemi Berlanjut, Mungkin Saja Nanti Ada Fatwa Nikah Daring

Jika Pandemi Berlanjut, Mungkin Saja Nanti Ada Fatwa Nikah Daring

Senin, 26 Jul 2021 10:51

MUI 46 Tahun, KH Cholil Nafis: Sarana Dakwah danl Perekat Umat

MUI 46 Tahun, KH Cholil Nafis: Sarana Dakwah danl Perekat Umat

Senin, 26 Jul 2021 10:29

Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung

Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung

Senin, 26 Jul 2021 08:19

Israel Larang Masuk Truk Bahan Bakar Untuk Pembangkit Listrik Di Jalur Gaza

Israel Larang Masuk Truk Bahan Bakar Untuk Pembangkit Listrik Di Jalur Gaza

Ahad, 25 Jul 2021 22:20

Saudi Izinkan Kembali Umat Muslim Lakukan Umrah Mulai Ahad 25 Juli

Saudi Izinkan Kembali Umat Muslim Lakukan Umrah Mulai Ahad 25 Juli

Ahad, 25 Jul 2021 22:00

Milisi Syi'ah Pro-Iran Di Suriah Rekrut Pemuda Lokal Untuk Beli Properti Di Deir Al-Zor

Milisi Syi'ah Pro-Iran Di Suriah Rekrut Pemuda Lokal Untuk Beli Properti Di Deir Al-Zor

Ahad, 25 Jul 2021 21:25

Parlemen Prancis Sahkan RUU Anti-Separatisme 'Islamofobia'

Parlemen Prancis Sahkan RUU Anti-Separatisme 'Islamofobia'

Ahad, 25 Jul 2021 20:35

21 Pemberontak Syi'ah Houtsi Tewas Dalam Serangan Udara Saudi Di Al-Bayda Yaman

21 Pemberontak Syi'ah Houtsi Tewas Dalam Serangan Udara Saudi Di Al-Bayda Yaman

Ahad, 25 Jul 2021 20:12


MUI

Must Read!
X