Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.451 views

Pakistan Tidak Akan Lagi Izinkan AS Gunakan Wilayahnya untuk Operasi di Afghanistan

ISLAMABAD, PAKISTAN (voa-islam.com) - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan negaranya tidak boleh lagi membuat kesalahan dengan menjadi tuan rumah pangkalan militer AS yang akan digunakan untuk melawan jihadis di Afghanistan tetapi siap untuk menjadi "mitra perdamaian" di negara tetangga.

Dalam sebuah opini untuk The Washington Post, Khan mengatakan Pakistan “telah sangat menderita akibat perang di Afghanistan” dan belajar banyak pelajaran dari kesalahan sebelumnya.

“Untuk menghindari konflik lebih lanjut, pangkalan AS akan ditarik dari Pakistan,” katanya. “Di sisi lain, Pakistan siap menjadi mitra perdamaian di Afghanistan dengan Amerika Serikat.”

Dia mengakui bahwa Islamabad “membuat kesalahan dengan memilih antara pihak-pihak Afghanistan yang bertikai” di masa lalu, tetapi sekarang “belajar dari pengalaman itu.”

“Sejarah membuktikan bahwa Afghanistan tidak akan pernah bisa dikendalikan dari luar,” tulis Khan.

Dia menulis opini itu saat AS dan sekutu NATO-nya terlibat dalam proses penarikan pasukan mereka dari Afghanistan untuk mengakhiri perang dua dekade di negara itu. Semua pasukan asing seharusnya ditarik pada 1 Mei, tetapi Presiden AS Joe Biden mendorong tanggal itu mundur ke 11 September.

AS sedang mempertimbangkan opsi untuk mempertahankan pijakan di wilayah tersebut, dan ada spekulasi luas bahwa Pakistan akan mengizinkan AS menggunakan wilayahnya untuk operasi setelah penarikan penuh dari Afghanistan.

Pekan lalu, David Helvey, asisten menteri pertahanan AS untuk urusan Indo-Pasifik, mengatakan kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat AS bahwa Islamabad akan mengizinkan militer AS untuk menggunakan wilayahnya lagi.

“Pakistan selalu mengizinkan penerbangan dan akses darat ke AS untuk memfasilitasi kehadiran militernya di Afghanistan dan akan terus melakukannya,” katanya.

Perdana Menteri Khan, bagaimanapun, menolak prospek itu.

“Kami tidak mampu membayar ini. Kami telah membayar harga yang terlalu mahal,” kata Khan.

“Sementara, jika Amerika Serikat, dengan mesin militer paling kuat dalam sejarah, tidak dapat memenangkan perang dari dalam Afghanistan setelah 20 tahun, bagaimana Amerika melakukannya dari pangkalan di negara kita?” tanya Khan.

Pakistan diam-diam mengizinkan AS untuk mengoperasikan pesawat tak berawak di atas wilayah Pakistan dan dari setidaknya satu pangkalan di barat daya negara itu selama masa kepresidenan Barack Obama. Islamabad juga memberikan persetujuan diam-diam untuk penggunaan serangan pesawat tak berawak AS di tanah Pakistan, sementara secara terbuka mengutuk hal itu, bocoran kabel diplomatik AS menunjukkan pada tahun 2011.

“Serangan pesawat tak berawak AS, yang saya peringatkan, tidak memenangkan perang, tetapi mereka menciptakan kebencian terhadap orang Amerika, meningkatkan barisan kelompok teroris terhadap kedua negara kita,” tulis Khan.

Dia berkata, “Kepentingan Pakistan dan Amerika Serikat di Afghanistan adalah sama. Kami menginginkan perdamaian yang dinegosiasikan, bukan perang saudara.”

Khan sebelumnya telah memperingatkan bahwa "perang saudara" dapat memicu di Afghanistan setelah semua pasukan AS ditarik.

“Kami menentang pengambilalihan militer apa pun di Afghanistan, yang hanya akan mengarah pada perang saudara selama beberapa dekade, karena Taliban tidak dapat memenangkan seluruh negara, namun harus dimasukkan dalam pemerintahan mana pun agar berhasil,” tulisnya.

Pemerintahan lima tahun Taliban di Afghanistan berakhir setelah invasi pimpinan AS ke negara itu pada tahun 2001. Tetapi para jihadis kini telah mengintensifkan serangan untuk merebut wilayah itu lagi. Mereka kini hadir di hampir setiap provinsi dan mengepung beberapa kota besar.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani sebelumnya sesumbar bahwa pemerintahnya siap berperang melawan Taliban setelah penarikan penuh pasukan asing dari negara itu.

Namun di tengah gelombang kekerasan, ia meluncurkan perombakan keamanan pada hari Jum'at dengan penunjukan menteri pertahanan dan dalam negeri yang baru.

Ghani dan pemimpin perdamaiannya, Abdullah Abdullah, juga akan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden dalam kunjungan ke Washington pada hari Jumat.

Dalam pertemuan tatap muka pertama mereka, Biden akan berusaha meyakinkan Ghani dan Abdullah tentang dukungan AS untuk Afghanistan, termasuk bantuan diplomatik, ekonomi, dan kemanusiaan, Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad. (ptv)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Senin, 26 Jul 2021 20:20

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Senin, 26 Jul 2021 20:17

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Senin, 26 Jul 2021 20:05

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Senin, 26 Jul 2021 20:01

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Senin, 26 Jul 2021 19:35

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Senin, 26 Jul 2021 19:22

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Senin, 26 Jul 2021 19:09

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Senin, 26 Jul 2021 19:05

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Senin, 26 Jul 2021 17:15

Lewat Fatwa dan Tausyiah, MUI Berperan Besar Tangani Covid-19

Lewat Fatwa dan Tausyiah, MUI Berperan Besar Tangani Covid-19

Senin, 26 Jul 2021 14:20

Semoga Rektor UI Menjadi “Kyai Haji Ari Kuncoro”

Semoga Rektor UI Menjadi “Kyai Haji Ari Kuncoro”

Senin, 26 Jul 2021 12:48

Ahmad Syaikhu: Pada Masa Pandemi, Keluarga Perlu Tiga Penguatan

Ahmad Syaikhu: Pada Masa Pandemi, Keluarga Perlu Tiga Penguatan

Senin, 26 Jul 2021 11:39

Anak Belum Baligh Menjadi Imam Shalat

Anak Belum Baligh Menjadi Imam Shalat

Senin, 26 Jul 2021 11:00

Jika Pandemi Berlanjut, Mungkin Saja Nanti Ada Fatwa Nikah Daring

Jika Pandemi Berlanjut, Mungkin Saja Nanti Ada Fatwa Nikah Daring

Senin, 26 Jul 2021 10:51

MUI 46 Tahun, KH Cholil Nafis: Sarana Dakwah danl Perekat Umat

MUI 46 Tahun, KH Cholil Nafis: Sarana Dakwah danl Perekat Umat

Senin, 26 Jul 2021 10:29

Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung

Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung

Senin, 26 Jul 2021 08:19

Israel Larang Masuk Truk Bahan Bakar Untuk Pembangkit Listrik Di Jalur Gaza

Israel Larang Masuk Truk Bahan Bakar Untuk Pembangkit Listrik Di Jalur Gaza

Ahad, 25 Jul 2021 22:20

Saudi Izinkan Kembali Umat Muslim Lakukan Umrah Mulai Ahad 25 Juli

Saudi Izinkan Kembali Umat Muslim Lakukan Umrah Mulai Ahad 25 Juli

Ahad, 25 Jul 2021 22:00

Milisi Syi'ah Pro-Iran Di Suriah Rekrut Pemuda Lokal Untuk Beli Properti Di Deir Al-Zor

Milisi Syi'ah Pro-Iran Di Suriah Rekrut Pemuda Lokal Untuk Beli Properti Di Deir Al-Zor

Ahad, 25 Jul 2021 21:25

Parlemen Prancis Sahkan RUU Anti-Separatisme 'Islamofobia'

Parlemen Prancis Sahkan RUU Anti-Separatisme 'Islamofobia'

Ahad, 25 Jul 2021 20:35


MUI

Must Read!
X