Ahad, 13 Syawwal 1447 H / 12 Desember 2021 19:30 wib
5.565 views
Libanon Gagalkan Penyeludupan 4 Juta Pil Narkoba Yang Akan Dikirim Ke Arab Saudi
BEIRUT, LIBANON (voa-islam.com) - Pasukan Keamanan Dalam Negeri Libanon menggagalkan upaya penyelundupan pil Captagon dalam jumlah besar dalam pengiriman kopi yang menuju ke Arab Saudi melalui Yordania, demikian diumumkan Sabtu (11/12/2021).
"Divisi informasi di Pasukan Keamanan Dalam Negeri menerima petunjuk tentang persiapan operasi penyelundupan ini," katanya. “Melalui prosedur investigasinya, pasukan khusus mengidentifikasi semua anggota jaringan penyelundupan, termasuk W. A. (lahir tahun 1973, kewarganegaraan Libanon) dan M. H. (lahir tahun 1962, Suriah). Tampaknya penyelundup Libanon sebelumnya telah dihukum, karena dia ditahan karena menyelundupkan pil Captagon ke Kerajaan dan dibebaskan sekitar setahun yang lalu. Perintah diberikan untuk memantau dan menahan anggota jaringan dan menyerbu gudang tempat Captagon disembunyikan.”
ISF mengatakan bahwa, pada 4, 5 dan 8 Desember, pasukan khusus menyerbu sebuah gudang di Bir Hassan, di pinggiran selatan Beirut, dan menemukan 4 juta pil Captagon dalam pengiriman kantong kopi yang siap untuk diangkut.
“Penyelundup pertama ditahan selama usahanya melarikan diri dari Libanon ke Turki. Sebuah patroli divisi berhasil menahan penyelundup Suriah di Aramoun, selatan Beirut. Setelah diselidiki, mereka mengakui perbuatannya. Penyelundup pertama mengatakan bahwa dia bertanggung jawab untuk mengangkut kiriman dan menyimpannya di tempat yang aman.”
Bulan lalu, tambah pernyataan itu, aparat keamanan menggagalkan penyelundupan 1,5 juta pil Captagon yang disembunyikan di dasar palet kayu yang telah disiapkan untuk diekspor melalui Beirut. Salah satu penyelundup berhasil diamankan.
Menteri Dalam Negeri Libanon Bassam Mawlawi mengatakan pada awal minggu bahwa dia “menindaklanjuti prosedur perbatasan yang diterapkan untuk memerangi penyelundupan.”
Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya telah memutuskan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Libanon sampai “reformasi komprehensif dilaksanakan dan Lebanon tidak lagi menjadi sumber aksi teroris dan momok narkoba yang mengancam integritas kawasan dan dunia.” (AN)
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!