Rabu, 10 Feb 2010

Dukungan dan Penolakan Menara Masjid di Jerman

Völklingen (voa-islam.com): Komunitas Muslim di kota kecil Jerman Folklingen (Völklingen) telah memutuskan untuk melampirkan permintaan pembangunan menara masjid, tetapi rencana ini tiba-tiba menyebabkan penolakan tajam oleh penduduk setempat. Para pengamat menganggap bahwa dengan dibangunnya menara masjid, menunjukkan umat Islam ingin berkuasa atau mempunyai kekuatan.

"Willkommen atau Selamat Datang", tulisan-tulisan dalam bahasa Jerman rapi di dinding bangunan di sepanjang pantai. Tulisan ini tidak hanya membatasi menyambut para tamu ke Jerman, para penulis pesan tersebut juga menggantinya ke beberapa bahasa Eropa: "Bienvenue ... Bienvenidos ... velkommen". Dan "hosgeldiniz", sebuah kiasan untuk jumlah yang signifikan dari penduduk Turki yang berada di kota tersebut.

Tapi di daerah lain di kota, terutama di Verdun, kaum muslim digambarkan kadang-kadang tidak begitu menguntungkan. Sebuah masjid kecil yang terletak di daerah tepi sungai Saar, meminta izin perpanjangan menara yang sebelumnya sudah ada di atas atap masjid tersebut, namun permintaan ini menyebabkan gelombang protes yang belum pernah terjadi sebelumnya, kata koran "Spiegel".

"Saya menolak Islamisasi di tanah air kita", tulis seorang pria bernama "Tommy" di koran lokal "Saarbrücker Zeitung". Islam adalah ancaman terbesar yang dihadapi umat manusia", tulis pria itu.

Pada akhir Januari diadakan pertemuan di kota yang ditujukan untuk membahas ini, ada juga yang keberatan dengan rencana perpanjangan menara. Beberapa orang telah mengungkapkan kekhawatiran jika di Jerman akan kedatangan orang Turki dalam jumlah besar.

Menurut aturan, menara yang dibangun di atas atap bangunan hanya boleh delapan meter tingginya. Kepala komunitas Muslim Adnan Atakli meyakinkan penduduk setempat bahwa menara yang sedang dibangun hanya untuk hiasan, dan azan panggilan salat, tidak ada suara lainnya.

Keadilan, perlu dicatat bahwa tidak semua yang ada di kota ini menentang pembangunan menara. Banyak yang menunjukkan bahwa hiasan menara seperti ini akan memberikan keuntungan bagi daerah ini dan wilayah ini sangat tidak menarik. Selain itu, imigran yang berada disini kebanyakan Muslim,  hampir 10% dari populasi Folklindena. Jadi masuk akal dan memungkinkan mereka membangun menara kecil, menurut beberapa penduduk kota.

[cno]

Share this post..
relatednews
latestnews
advertorialinfo advertorial >>

MA'HAD ALY DARUL WAHYAIN, PESANTREN KADER ULAMA MASA DEPAN

Keadaan muslimin dunia diberbagai jajaranya dewasa ini, telah menunjukkan sinyalemen jahiliah yang amat memprihatinkan. Hingga menuntut setiap personil umat untuk bergerak agresif ke arah yang telah ditempuh oleh para pendahulunya. dan hanya pada langkah tersebut mereka hari ini akan dapat mencapai kedudukan para pendahulu.
Imam Malik.ra. berkata: "Pembenah generasi pengikut dalam ummat ini, hanyalah apa yang telah membenahi generasi awalnya".

Maka, sudah selayaknya kita kembali menapak tilas para pendahulu islam yang telah membuktikan pada dunia akan kebenaran dan kebesaran islam. lalu merasa terpanggil dengan peringatan Alloh.swt. terhadap generasi awal sahabat Nabi.saw. yang turun hanya empat tahun setelah mereka memeluk islam;


Apakah belum tiba masanya bagi orang-orang yang beriman untuk khusyu’ dan tunduk hatinya terhadap dzikir dan kebenaran(syari’ah) yang telah turun, hingga mereka tidak menyerupai ahli kitab sebelumnya yang lalai berkepanjangan lalu hati mereka mengeras, dan kebanyakan mereka telah fasiq”(Qs. Al-hadid: 16)

Sikap tunduk dan menerima kebenaran syar’i adalah buah dari ilmu dan kesadaran. jika ilmu telah luntur dari dada umat, niscaya kejahilan akan menjilma sebagai pemandu. hingga umat ini akan menuai nasib gelap sebagaimana umat-umat terdahulu.

Maka dari itu, ma’had ‘aly Darul Wahyain yang merupakan salahsatu program baru dari yayasan Al-Muslimun-magetan Jatim, berniat tampil dalam kancah pendidikan umat, untuk menyumbang solusi bagi problematikanya yang begitu dahsyat, dengan membimbing personel umat yang berbakat agar meniti jalan ilmu dan amal dengan methode mulazamah sesuai jejak para pendahulu, hingga lahir bagi umat islam para kader ulama yang robbany.
Semoga niat dan upaya ini disempurnakan dan diridloi Alloh.swt.

Hubungi :
1. Ustadz ROSYID RIDLO BA’ASYIR Lc : 0817 9491 596
2. Ustadz UMAR BURHANUDDIN Al-Hafidz : 0813 5969 9462

Email :
darulwahyain@yahoo.co.id
darulwahyainjatim@gawab.com