Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.220 views

Saudi Hukum Penjara 13 Orang Karena Danai Mujahidin dan Berjihad

ARAB SAUDI (voa-islam.com) - Sebuah pengadilan Saudi telah menghukum 13 orang hingga 14 tahun penjara karena pelanggaran keamanan termasuk dukungan material kepada mujahidin yang diburu, membantu "terorisme' dan membantu orang-orang muda pergi ke Irak, Suriah dan Afghanistan untuk berjihad.

Kerajaan konservatif itu telah menghukum ribuan warganya ke penjara karena pelanggaran serupa selama dekade terakhir sejak Al-Qaidah melancarkan kampanye serangan di dalam negeri antara tahun 2003-2006 yang menewaskan ratusan orang.

Meningkatnya peran mujahidin di Suriah telah meningkatkan ketakutan di Riyadh tentang gelombang baru radikalisme di kalangan warganya sendiri dan pemerintah telah mengeluarkan hukuman keras baru untuk berjihad di luar negeri atau mendukung kelompok-kelompok yang kerajaan katakan sebagai ekstremis.

Berbagai penahanan telah membuat marah beberapa warga Saudi, yang khawatir mereka menjadi sasaran karena keyakinan agama mereka, serta kalangan liberal yang mengatakan bahwa mereka tidak diberi pengadilan yang adil.

Ke-13 orang tersebut divonis pada hari Rabu dengan hukuman antara tiga dan 14 tahun penjara. Mereka terdiri dari sembilan warga Saudi, dua Yordania, Mesir dan Suriah, kantor berita resmi Saudi Press Agency melaporkan.

Mereka dihukum karena memiliki materi yang memuji-muji Al-Qaidah, pencucian uang dan memiliki keterlibatan dalam pelatihan senjata di kamp-kamp mujahidin, SPA melaporkan, tanpa memberikan rincian tentang di mana kamp-kamp ini berada.

Sebagian dari mereka juga dihukum karena membiayai mujahidin di Irak. Pekan lalu Arab Saudi secara resmi membantah tuduhan oleh Perdana Menteri Irak Nouri Al-Maliki bahwa Riyadh mendukung mujahidin Sunni di provinsi Anbar di barat Irak.

Awal bulan ini, pemerintah Saudi mengeluarkan daftar kelompok yang digambarkan Riyadh sebagai teroris atau ekstremis, termasuk afiliasi Al-Qaidah di Irak, Suriah dan Yaman , Ikhwanul Muslimin, Syi'ah Hizbullah di Libanon dan Arab Saudi serta pemberontak Syi'ah Houthi di Yaman.

Bulan lalu Riyadh mengatakan dukungan moral atau materi untuk kelompok-kelompok tersebut akan dikenakan hukuman penjara lima sampai 30 tahun, sementara bepergian ke luar negeri untuk berjihad akan diancam dengan hukuman tiga sampai 20 tahun. (by/Reuters)

Foto: Ilustrasi

Sebuah pengadilan Saudi telah menghukum 13 orang hingga 14 tahun penjara karena pelanggaran keamanan termasuk dukungan material kepada mujahidin yang diburu, membantu "terorisme' dan membantu orang-orang muda pergi ke Irak, Suriah dan Afghanistan untuk berjihad.

Kerajaan konservatif itu telah menghukum ribuan warganya ke penjara karena pelanggaran serupa selama dekade terakhir sejak Al-Qaidah melancarkan kampanye serangan di dalam negeri antara tahun 2003-2006 yang menewaskan ratusan orang.

Meningkatnya peran mujahidin di Suriah telah meningkatkan ketakutan di Riyadh tentang gelombang baru radikalisme di kalangan warganya sendiri dan pemerintah telah mengeluarkan hukuman keras baru untuk berjihad di luar negeri atau mendukung kelompok-kelompok yang kerajaan katakan sebagai ekstremis.

Berbagai penahanan telah membuat marah beberapa warga Saudi, yang khawatir mereka menjadi sasaran karena keyakinan agama mereka, serta kalangan liberal yang mengatakan bahwa mereka tidak diberi pengadilan yang adil.

Ke-13 orang tersebut divonis pada hari Rabu dengan hukuman antara tiga dan 14 tahun penjara. Mereka terdiri dari sembilan warga Saudi, dua Yordania, Mesir dan Suriah, kantor berita resmi Saudi Press Agency melaporkan.

Mereka dihukum karena memiliki materi yang memuji-muji Al-Qaidah, pencucian uang dan memiliki keterlibatan dalam pelatihan senjata di kamp-kamp mujahidin, SPA melaporkan, tanpa memberikan rincian tentang di mana kamp-kamp ini berada.

Sebagian dari mereka juga dihukum karena membiayai mujahidin di Irak. Pekan lalu Arab Saudi secara resmi membantah tuduhan oleh Perdana Menteri Irak Nouri Al-Maliki bahwa Riyadh mendukung mujahidin Sunni di provinsi Anbar di barat Irak.

Awal bulan ini, pemerintah Saudi mengeluarkan daftar kelompok yang digambarkan Riyadh sebagai teroris atau ekstremis, termasuk afiliasi Al-Qaidah di Irak, Suriah dan Yaman , Ikhwanul Muslimin, Syi'ah Hizbullah di Libanon dan Arab Saudi serta pemberontak Syi'ah Houthi di Yaman.

Bulan lalu Riyadh mengatakan dukungan moral atau materi untuk kelompok-kelompok tersebut akan dikenakan hukuman penjara lima sampai 30 tahun, sementara bepergian ke luar negeri untuk berjihad akan diancam dengan hukuman tiga sampai 20 tahun. (by/Reuters)

arab saudi, al-qaidah, suriah, yordania, irak, syi'ah houthi, syi'ah hizbullah, riyadh, teroris, yaman

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Ustadzah Salma Khoirunnisa, salah satu pengajar di Pesantren Tahfizul Quran Darul Arqom Sukoharjo mengalami kecelakaan. Kondisinya masih belum sadar, dan sempat koma selama 5 hari karena diperkirakan...

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Diawali dengan berniat karena Allah, berperan aktif menebarkan amal sholeh dan turut serta membantu pemerintah memberikan kemudahan kepada umat mendapatkan pelayanan kesehatan, maka Ulurtangan...

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Rafli Bayu Aryanto (11) anak yatim asal Weru, Sukoharjo ini membutuhkan biaya masuk sekolah tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Namun kondisi ibu Wiyati (44) yang cacat kaki tak mampu untuk...

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Alhamdulillah, pada Sabtu, (18/11/2023), Yayasan Ulurtangan.com dengan penuh rasa syukur berhasil melaksanakan program Sedekah Barangku sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama umat Islam....

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Sungguh miris kondisi Arga Muhammad Akbar (2) anak kedua pasangan Misran dan Sudarti ini, sudah sebulan ini perutnya terus membesar bagai balon yang mau meletus. Keluarganya butuh biaya berobat...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X