Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
24.683 views

Jangan Asal Beribadah, Karena Ibadah Bersifat Tauqifiyah!

Oleh: Badrul Tamam

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memilihkan untuk kita agama terbaik, Rasul paling mulia, kitab yang menghapus dan menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya, dan syariat yang paling sempurna, mudah, dan penuh hikmah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada hamba dan utusan Allah, Muhammad bin Abdillah, keluarga dan para sahabatnya.

Sering kita dengar istilah tauqifiyah. Salah satunya dalam masalah ibadah. Bahwa ibadah bersifat tauqifiyah. Lalu apa makna dan maksud istilah tauqifiyyah tersebut?

Makna perkataan para ulama yang menjelaskan “Ibadah adalah tauqifiyah” atau “Ibadah dibangun di atas tauqif” adalah tidak boleh beribadah kepada Allah dengan satu ibadah kecuali apabila ibadah ini telah benar-benar terdapat ketetapannya dalam nash-nash syar’i (Al-Qur’an dan sunnah) bahwa itu ibadah yang telah Allah Ta’ala Syariatkan. Karena ibadah tidak disyariatkan (tidak diperintahkan) kecuali dengan adanya dalil syar’i yang menunjukkan atas perintah tersebut.

Allah 'Azza wa Jalla berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3) Allah Ta’ala telah menyempurnakan agama ini untuk kita, maka apa yang tidak Allah Ta’ala syariatkan sesudah turunnya ayat ini maka bukan bagian dari agama kita.

Dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ ، ويُبَاعِدُ مِنَ النَّارِ ، إِلا وَقَدْ بُيِّنَ لَكُمْ

Tidak ada sesuatu yang mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka kecuali telah diterangkan kepada kalian.” (HR. Thabrani dalam al-Kabir no. 1647 dan dishahihkan dalam al-Shahihah oleh Syaikh Al-Albani rahimahullaah)

مَا تَرَكْتُ شَيْئًا مِمَّا أَمَرَكُمُ اللهُ بِهِ إِلاَّ وَقَدْ أَمَرْتُكُمْ بِهِ ، وَلاَ تَرَكْتُ شَيْئًا مِمَّا نَهَاكُمْ عَنْهُ إِلاَّ وَقَدْ نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ

Tidaklah aku tinggalkan sesuatu yang Allah perintahkan kepada kalian kecuali telah aku perintahkan kalian melaksanakannya. Dan tidak juga aku meninggalkan suatu larangan yang telah Allah larang kalian darinya kecuali telah aku larang kalian darinya.” (HR. al-Syafi’i dalam Musnadnya dan dihassankan Al-Albani dalam al-Shahihah)

Maka apa yang tidak pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jelaskan kepada kita, maka ia bukan bagian dari agama ini dan bukan pula amalan yang bisa mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka.

"Ibadah adalah tauqifiyah” adalah tidak boleh beribadah kepada Allah dengan satu ibadah kecuali apabila ibadah ini telah benar-benar terdapat ketetapannya dalam nash-nash syar’i (Al-Qur’an dan sunnah) bahwa itu ibadah yang telah Allah Ta’ala syariatkan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah berkata, “Berdasarkan pengkajian terhadap ushul syariah, kita mengetahui bahwa ibadah-ibadah yang telah Allah wajibkan atau yang Dia cintai tidak ditetapkan perintahnya kecuali dengan syariat. Sedangkan adat (tradisi) adalah apa yang biasa dikerjakan manusia dalam kehidupan dunianya untuk mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Maka hukum asal dalam masalah ini adalah tidak ada larangan. Tidak boleh dilarang kecuali apa yang telah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Hal itu, karena perintah dan larangan adalah syariat (ajaran) Allah Ta’ala. Sedangkan ibadah harus ada perintahnya. Maka yang tidak ada ketetapan bahwa itu diperintahkan, bagaimana bisa disebut ibadah? Dan adat kebiasaan apa saja yang tidak ditetapkan bahwa itu dilarang, bagaimana bisa dihukumi dilarang?

Oleh karena inilah, Imam Ahmad dan ulama hadits lainnya berkata: Sesungguhnya hukum asal dalam ibadah adalah tauqif, tidak disyariatkan kecuali apa yang telah Allah Ta’ala syariatkan. Jika tidak demikian maka kita telah masuk dalam makna firman Allah Ta’ala,

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنْ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?

Sedangkan adat (tradisi) hukum asalnya dimaafkan, tidak boleh dilarang. Kecuali apa yang telah Allah haramkan. Jika tidak demikian, maka kita telah masuk dalam makna firman Allah,

قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ لَكُمْ مِنْ رِزْقٍ فَجَعَلْتُمْ مِنْهُ حَرَامًا وَحَلَالًا

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal".” (QS. Yunus: 59)

Oleh karenanya, Allah mencela kaum musyrikin yang mereka membuat syariat dalam agama mereka yang tidak diizinkan oleh Allah dan mengharamkan sesuatu yang tidak Dia haramkan.” (Majmu’ al-Fatawa: 29/16-17)

Maka hukum asal dalam masalah adat (tradisi) adalah tidak ada larangan. Tidak boleh dilarang kecuali apa yang telah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Hal itu, karena perintah dan larangan adalah syariat (ajaran) Allah Ta’ala.

Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullaah berkata, “Ibadah adalah tauqifiyah, maka apa saja yang telah disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya secara mutlak, seperti itulah disyariatkannya. Sedangkan yang disyariatkan dengan terikat waktu atau tempat maka kita batasi dan kita ikat dengan tempat dan waktu tersebut.” (Fatawa wa Rasail Muhammad bin Ibrahim: 6/75)

Ulama Lajnah Daimah berkata, “Ibadah dibangun di atas tauqif. Karenanya tidak boleh dikatakan bahwa ini ibadah yang disyariatkan ditinjau dari sisi asal perintahnya, jumlahnya, bentuknya, atau tempatnya kecuali dengan dalil syar’i yang menunjukan perintah itu.” (Fatawa al-Lajnah al-Daimah: 3/73)

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullaah berkata, “Hukum asal ibadah adalah larangan. Karenanya bagi seseorang tidak boleh beribadah untuk Allah kecuali dengan sesuatu yang tidak pernah Allah syariatkan; baik dalam kitab-Nya atau dalam sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam. Dan kapan saja seseorang ragu terhadap salah satu amal, apakah ia ibadah atau tidak, maka pada asalnya ia bukan ibadah sehingga ada dalil yang menunjukkan bahwa hal itu merupakan ibadah.” (Fatawa Nuur ‘Ala al-Darb: 1/169)

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Ibadah adalah tauqifiyah, tidak boleh mengamalkan suatu ibadah di satu tempat, waktu, corak ibadah tertentu kecuali dengan tauqif dan perintah dari Syaari’ (pembuat syariat/Allah Ta’ala). Adapun orang yang membuat-buat hal baru yang tidak pernah diperintahkan oleh Syaari’ dari urusan ibadah, tempatnya, waktunya, atau bentuknya maka ia adalah bid’ah.” (al-Muntaqa’ min Fatawa al-Fauzan: 13/16)

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullaah berkata, “Ibadah adalah tauqifiyah, maka tidak disyariatkan kecuali apa yang telah dibawa oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seperti shalat lima waktu, zakat, puasa Ramadlan, haji dan ibadah-ibadah lainnya yang telah Allah syariatkan berupa shalat-shalat sunnah, shadaqah, shaum, haji, jihad dan yang selain itu yang telah ditetapkan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bukti disyariatkannya, baik berupa sabda atau amal beliau, seperti shalat Dzuha, shalat istikharah, tahiyatul masjid dan amal-amal ibadah lainnya yang telah ditunjukkan oleh dalil-dalil syar’i.” (Dinukil dari www.binbaz.org.sa)

Karenanya tidak boleh dikatakan bahwa ini ibadah yang disyariatkan ditinjau dari sisi asal perintahnya, jumlahnya, bentuknya, atau tempatnya kecuali dengan dalil syar’i yang menunjukan perintah itu.

(Lajnah Daimah)

Ringkasnya, bahwa hukum asal ibadah adalah haram dan tidak boleh ditegakkan kecuali adanya dalil syar’i yang memerintahkannya; baik berupa perintah dasar adanya, waktu, tempat, atau tata caranya. Karenanya bagi yang ingin beribadah kepada Allah harus mengetahui dan memastikan bahwa amal ibadah yang akan dikerjakannya memang benar-benar ada perintahnya dari Al-Qur’an dan sunnah. Dia juga harus memperhatikan tentang waktu, tempat, dan tata caranya karena semua itu menjadi bagian makna tauqifiyah. Wallahu a’lam bil shawab.

[PurWD/voa-islam.com]

Tulisan Terkait:

1. Sumber Hukum dalam Berislam

2. Ibadah Tidak Sesuai Sunnah Akan Tertolak

3. Perbedaan Ahli Tauhid Dengan Musyrik

4. Jangan Asal Beribadah, Karena Ibadah Bersifat Tauqifiyah!

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Aqidah lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Mukena Bordir Mewah Harga Murah

Sambut Ramadhan dengan mukena bordir berkualitas, nyaman, adem dan harga terjangkau. Reseller welcome!
http://mukenariri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Infaq Dakwah Center

Mari Salurkan Zakat Urgent kepada Keluarga Muallaf, Mujahidin dan Yatim Syuhada

Mari Salurkan Zakat Urgent kepada Keluarga Muallaf, Mujahidin dan Yatim Syuhada

Sempurnakan amaliah Ramadhan dengan menunaikan kewajiban Zakat. IDC siap menerima zakat fitrah untuk disalurkan dalam bentuk beras kepada keluarga mujahidin di berbagai daerah....

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Ramadhan Berbagi Bersama Keluarga Yatim Syuhada dan Mujahidin Asir. Ayo Bantu!!

Ramadhan Berbagi Bersama Keluarga Yatim Syuhada dan Mujahidin Asir. Ayo Bantu!!

Ramadhan bulan berkah dan sedekah. Mari dukung program Ramadhan Berbagi: buka puasa bersama, santunan keluarga syuhada dan mujahidin asir dengan anggaran 15 juta rupiah....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Kaki Anak Shalih ini Patah Tertabrak Motor Saat Berjalan Menuju Masjid, Butuh Biaya Operasi 13 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Kaki Anak Shalih ini Patah Tertabrak Motor Saat Berjalan Menuju Masjid, Butuh Biaya Operasi 13 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Sudah 8 hari Muhamad Zulzan (5,5 th) terkapar di pembaringan. Kedua tulang kakinya patah tertabrak sepeda motor saat hendak ke masjid. Butuh biaya operasi 13 juta rupiah. Ayo Bantu.!!!...

Latest News
Mudik dan Solusi Syar'i Tanpa Macet

Mudik dan Solusi Syar'i Tanpa Macet

Jum'at, 23 Jun 2017 22:24

Saudi CS Akan Berikan Sanksi Ekonomi pada Turki Karena Mendukung Qatar

Saudi CS Akan Berikan Sanksi Ekonomi pada Turki Karena Mendukung Qatar

Jum'at, 23 Jun 2017 21:15

Pesan Idul Fitri Amir Taliban: Perang Afganistan Tidak Akan Berakhir Sampai Pasukan Asing Pergi

Pesan Idul Fitri Amir Taliban: Perang Afganistan Tidak Akan Berakhir Sampai Pasukan Asing Pergi

Jum'at, 23 Jun 2017 17:17

Kejahatan Kebencian Anti Muslim Meningkat Pasca Serangan Manchester

Kejahatan Kebencian Anti Muslim Meningkat Pasca Serangan Manchester

Jum'at, 23 Jun 2017 16:51

Menteri Austria Tolak Adanya Taman Kanak-kanak Islam

Menteri Austria Tolak Adanya Taman Kanak-kanak Islam

Jum'at, 23 Jun 2017 16:48

Pasukan Keamanan Myamar Kembali Tewaskan Warga Muslim Rohingya

Pasukan Keamanan Myamar Kembali Tewaskan Warga Muslim Rohingya

Jum'at, 23 Jun 2017 16:38

Uni Eropa Sepakat Perpanjang Sanksi Terhadap Rusia

Uni Eropa Sepakat Perpanjang Sanksi Terhadap Rusia

Jum'at, 23 Jun 2017 16:25

Uni Eropa Sepakat Perpanjang Sanksi Terhadap Rusia

Uni Eropa Sepakat Perpanjang Sanksi Terhadap Rusia

Jum'at, 23 Jun 2017 16:25

Qatar Diberi Waktu 10 Hari untuk Penuhi Tuntutan Negara Arab

Qatar Diberi Waktu 10 Hari untuk Penuhi Tuntutan Negara Arab

Jum'at, 23 Jun 2017 16:16

Empat Negara Arab Ajukan 13 Tuntutan ke Qatar Termasuk Penutupan TV Aljazeera

Empat Negara Arab Ajukan 13 Tuntutan ke Qatar Termasuk Penutupan TV Aljazeera

Jum'at, 23 Jun 2017 16:12

Cahaya Pintu Langit (2)

Cahaya Pintu Langit (2)

Jum'at, 23 Jun 2017 16:01

Pakistan Kecam Serangan Pesawat Tak Berawak AS di Tanahnya

Pakistan Kecam Serangan Pesawat Tak Berawak AS di Tanahnya

Jum'at, 23 Jun 2017 15:16

Sambut Idul Fitri 1438 H, Dewan Pimpinan MUI Keluarkan Sejumlah Taushiyah

Sambut Idul Fitri 1438 H, Dewan Pimpinan MUI Keluarkan Sejumlah Taushiyah

Jum'at, 23 Jun 2017 14:18

Komisi Fatwa MUI: Takbiran Itu Syiar Islam, Aparat Harus Dukung

Komisi Fatwa MUI: Takbiran Itu Syiar Islam, Aparat Harus Dukung

Jum'at, 23 Jun 2017 14:05

Gelombang Kedua Tentara Turki Tiba di Qatar

Gelombang Kedua Tentara Turki Tiba di Qatar

Jum'at, 23 Jun 2017 14:00

Inilah Tempat Para Ketua PP Muhammadiyah Khutbah Idul Fitri

Inilah Tempat Para Ketua PP Muhammadiyah Khutbah Idul Fitri

Jum'at, 23 Jun 2017 13:32

Ada Dugaan Menteri Berpikir Radikal Sekuler, Jokowi Dihimbau Waspada

Ada Dugaan Menteri Berpikir Radikal Sekuler, Jokowi Dihimbau Waspada

Jum'at, 23 Jun 2017 12:31

Atas Tindakan Siapa Ahok Ditempatkan di Mako Brimob, bukan di Lapas?

Atas Tindakan Siapa Ahok Ditempatkan di Mako Brimob, bukan di Lapas?

Jum'at, 23 Jun 2017 11:31

Soal Angket, Pakar: Tidak Ada Satupun yang Dapat Halangi UU & Lima Prinsip KPK

Soal Angket, Pakar: Tidak Ada Satupun yang Dapat Halangi UU & Lima Prinsip KPK

Jum'at, 23 Jun 2017 10:31

Doa untuk Orang yang Menyerahkan Zakat

Doa untuk Orang yang Menyerahkan Zakat

Jum'at, 23 Jun 2017 10:13


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X