Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.844 views

Gejala Buruk Pengeramatan Kuburan: Penyakit Akidah Umat

SALAH satu penyakit akidah yang menjangkiti umat Islam di Indonesia adalah kegemarannya mengkultuskan kuburan nenek moyang dan sosok yang dianggap saleh, untuk dijadikan perantara meminta berkah, kesehatan, minta anak, jodoh, jabatan dan berbagai hajat lainnya. Aneh, kuburan pun dianggap memiliki fakultas dan jurusan

Kenyataan adanya kepercayaan yang salah bahkan merusak akidah Islam, contohnya keberadaan makam Walisongo tidak lepas dari mitos. Konon, bila orang punya tujuan tertentu berziarah ke makam Walisongo, doa-doanya akan dikabulkan.

”Orang yang ingin mendapat ilmu biasanya berziarah ke makam Sunan Kalijaga, mendapat harta pergi ke makam Sunan Kudus, dan bila ingin mendapat kedudukan berziarah ke makam Raden Fatah,” ungkap Soleh, salah satu penjaga makam Raden Fatah di halaman Masjid Agung Demak sebagaimana dikutip oleh koran di Jakarta beberapa waktu lalu.

Demikian di antara isi bedah buku Kuburan-kuburan Keramat di Nusantara karya Hartono Ahmad Jaiz dan Hamzah Tede di Islamic Book Fair 2011/1432H di Istora Senayan, Jakarta, Kamis 10 Maret 2011. Dua pembicara dihadirkan oleh penerbit Al-Kautsar Jakarta untuk membedah buku ini, yakni penulisnya, Hartono Ahmad Jaiz, dan pembandingnya dari MUI Pusat, Dr Cholil Nafis. Acara ini dipandu oleh redaktur penerbit buku itu, Abduh Zulfidar Akaha.

Dijelaskan, masalah dikeramatkannya kuburan-kuburan bukan hanya menggejala di satu tempat, namun sudah menjangkit ke mana-mana, dan jumlahnya sangat banyak. Sebagai contoh, ada tulisan "Daftar Makam Keramat di Kabupaten Bandung Jawa Barat" di kaskus.com, disebutkan ada satu kecamatan yang makam keramatnya sampai 51 tempat, lengkap dengan nama kuburannya dan alamatnya. Kemudian masih diberi komentar, Dari sekian Banyak makam disini masih sangat banyak yang belum ditulis karna tempat yang jauh dan di tengah hutan..... (kaskus.us, 12-09-2010, 08:32 AM,  Ireng Kencana).

Banyaknya makam yang dikeramatkan di berbagai tempat itu menjadikan keprihatinan para ulama yang masih punya kepedulian dan menyayangi umat Islam agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan yang nyata.

Seorang Syaikh dari Timur Tengah yang berceramah di Radio Rodja diterjemahkan Ustadz Zaenal Abidin, Selasa 05 Oktober 2010 tentang pentingnya Tauhid menyebutkan, di dunia Islam ada 20.000 kuburan yang dikeramatkan, yang dapat mengakibatkan pelakunya melakukan kemusyrikan yang mengeluarkan dari Islam.

Kalau toh tidak sampai terjerumus ke dalam kubangan kemusyrikan, masalah berkaitan dengan kuburan ini menimbulkan pula amaliah yang belum tentu sesuai dengan syariah. Termasuk, sekedar membaca Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an di kuburan merupakan amalan yang tidak ada tuntunannya, namun oleh mereka diyakini sebagai amal baik yang layak dilakukan saat melakukan ziarah kubur.

Buku ini ditulis berdua (Hartono Ahmad Jaiz dan Hamzah Tede), dengan judul Kuburan-kuburan Keramat di Nusantara. Isinya mengenai sejumlah kuburan yang dikeramatkan di berbagai tempat di Indonesia. Tema ini menambah wawasan bagi yang  telah membaca buku Pendangkan Akidah Berkedok Ziarah di Balik Kasus Kuburan Keramat Mbah Priok. Dan akan lebih jelas lagi rangkaiannya dengan membaca buku yang baru terbit dan beredar di IBF 5-13 Maret 2011 itu berjudul Lingkar Pembodohan dan Penyesatan karya Hartono Ahmad Jaiz dkk terbitan Pustaka Nahi Munkar Surabaya.

Menurut penulisnya, buku Kuburan-kuburan Keramat di Nusantara ini dimaksudkan untuk mengingatkan, tugas untuk berdakwah di masa kini dan kemungkinan di masa mendatang relative cukup berat. Karena masalahnya menyangkut hal yang rumit dan pelik, sekaligus mengenai jantung utama dalam melaksanakan Islam yaitu akidah Islamiyah, keyakinan Islam.

Kenapa? Karena masalah pengkeramatan kuburan itu berkaitan langsung dengan akidah, yakni rawan kemusyrikan. Sedang kemusyrikan atau syirik (menyekutukan Allah dengan selain-Nya) itu adalah dosa paling besar, apalagi kalau syirik akbar (besar) maka mengeluarkan pelakunya dari Islam. Hingga kalau pelaku syirik akbar itu mati dalam keadaan belum bertaubat maka haram masuk surga dan kekal di neraka.

Resikonya ada lima: seluruh amaliahnya batal sia-sia; keluar dari Islam; haram masuk surga; kekal di neraka; dan kalau keluar dari Islam maka batal pernikahannya, dan tidak boleh waris mewarisi dengan orang Islam.

Kenapa sampai segawat itu bahayanya?

Ya, karena menyangkut masalah akidah (keyakinan), yaitu mengalihkan doa (ibadah) dan rangkaiannya (pengorbanan/ persembahan, nadzar dan sebagainya) yang mestinya hanya untuk Allah namun dialihkan kepada isi kubur (mayat) yang dikeramatkan. Padahal itu merupakan pelanggaran yang paling besar menurut Islam, maka bahayanya dalam merusak akidah pun sangat dahsyat.

Dalam buku ini dibahas rangkaiannya dan juga dalilnya. Karena pada dasarnya, ramainya orang ke kuburan-kuburan para wali atau kuburan yang dianggap keramat di waktu-waktu tertentu, misalnya sangat ramai ketika menjelang bulan puasa, sedang bulannya itu sendiri yakni Sya’ban disebut Bulan Ruwah (dikaitkan dengan roh atau arwah) itu adalah tradisi dari luar Islam yakni Hinduisme. Makanya ziarah kubur saat itu disebut nyadran, dari lafal ajaran Hindu:srada atau sadra, artinya menghormati leluhur. Jadi tradisi nyadran itu bukan dari Islam, walau ziarah kubur itu sendiri diajarkan dalam Islam. Namun kenyataannya --yang dipraktekkan banyak orang-- jauh berbeda dengan yang diajarkan Islam, yakni tidak menentukan waktu-waktu tertentu, hanya untuk mengingat akherat dan mendoakan mayit isi kubur yang Muslim. Itu semua dijelaskan di buku ini.

Penyelisihan yang jauh dari Islam itu lebih jauh lagi ketika tujuan orang-orang yang berziarah kubur pun menurut penuturan para juru kunci, untuk meminta apa-apa yang dihajatkan. Bahkan ada juru kunci yang mencatat hajat masing-masing peziarah untuk dijadikan apa yang mereka sebut pengantar dalam doa (meminta kepada mayat). Hingga kuburan-kuburan itupun dianggap memiliki fakultas-fakultas atau jurusan-jurusan masing-masing. Yang mau lancar rezekinya maka juru kunci menunjuki ke kuburan wali Anu. Yang ingin naik jabatan maka ke kuburan wali Anu yang lain lagi. Asraghfirullah al ‘azhim. Betapa jauhnya dari apa yang diucapkan setiap shalat, membaca al-Fatihah:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ   

"Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan" (QS Al-Fatihah: 5).

Larangan berdoa kepada selain Allah pun telah ditegaskan dalam Al-Qur’an:

وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ (106) وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ [يونس/106-107]

"Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim. Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"  (QS Yunus 107).

Berdoa adalah ibadah, maka orang yang berdoa memohon kepada selain Allah (isi kubur, roh orang yang dipatungkan dan sebaginya) berarti adalah menyembahnya. Maka Syaikh As-Syinqithi dalam Tafsir Adhwaaul Bayan menggolongkan lafal zalim dalam QS Yunus/ 10: 106 (jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim) itu artinya adalah kafir. Sebagaimana dalam QS Al--Baqarah/2: 254, dan QS Luqman/ 31:13.

Kenyataan jauhnya praktik penyimpangan di kalangan umat Islam, tampaknya semakin menjadi-jadi, sedang secara jumlah pun semakin berkembang subur. Kenapa? Pasti ada penyebabnya atau factor-faktor yang mendorongnya.

Perlu kita tengok, gejala buruk ini mesti ada pemicunya, bahkan mungkin ada penggeraknya. Kita tengok ke sepuluhan tahun yang lalu, bagaimana keadaan yang menggiring ke arah carut marutnya pemahaman dan pengamalan Umat Islam terhadap agamanya. Sebagai gambaran singkat, mari kita simak kutipan berikut ini:

Dalam kata pengantar buku kami (Hartono Ahmad Jaiz) berjudul Tasawuf, Pluralisme, dan Pemurtadan terbitan Pustaka Al-Kautsar 2001 di antaranya ditulis:

Perlu  diingat, kalimah syahadat pun  diacak-acak  Nurcholish Madjid dengan cara menerjemahkannya menjadi Tiada tuhan (t kecil) selain Tuhan (T besar). Sedang lafal Assalamu'alaikum  diinginkan Gus  Dur  untuk diganti dengan selamat pagi. Kuburan  pun  diberi istilah  "keramat"  entah  oleh siapa,  yang  kandungannya  rawan syirik. Lalu Gus Dur menghidupkan Sunnah Sayyi'ah (jalan  keburukan)  tentang  pengeramatan itu dengan  menghadiri  kuburan  Joko Tingkir di Lamongan Jawa Timur yang tak banyak dikenal orang, akibatnya praktek rawan kemusyrikan itu marak kembali sejak Juli 1999. (Tulisan ini bukan berarti anti ziarah kubur, namun dalam hal ini jelas kaitannya dengan pengeramatan kuburan yang jelas mengandung kerawanan syirik). Sementara itu pihak Nasrani  lewat  Nehemia-nya  mengacak-acak  Islam  dengan  menyebarkan lembaran-lembaran  yang  disebut “Dakwah  Ukhuwah”  padahal  isinya memutar balikkan ayat-ayat Al-Quran dan Al-Hadits. (Kata Pengantar buku Hartono Ahmad Jaiz, berjudul Tasawuf, Pluralisme, dan Pemurtadan terbitan Pustaka Al-Kautsar 2001).

Pembaca yang kami hormati, dari keadaan ditulisnya pristiwa itu hingga kini jaraknya hanya dalam masa sepuluhan tahun, tetapi ternyata perusakan agama itu sudah sedemikan dahsyat dampaknya. Di antaranya:

1. Pluralisme agama yang bahasa Islamnya adalah kemusyrikan baru (namun karena istilahnya tidak diambil dari istilah Islam maka Umat Islam tidak faham) sudah merambah ke mana-mana. Sampai-sampai akan diselenggarakan perayaan lintas agama di Senayan Jakarta, Ahad 06 Februari 2011, bahkan tokoh utamanya ketua umum Muhammadiyah Din Syamsuddin dan direncanakan akan didatangkan 10.000-an orang dari berbagai agama. Acara itu disertai pula doa bersama antar agama, yang tentu saja hal itu sama sekali tidak sesuai dengan Islam. Sebagaimana telah berlangsung acara yang mengagetkan, apa yang disebut haul memperingati kematian Gus Dur tahun pertama Desember 2010 diadakan doa bersama antar agama dan tahlilan serta yasinan di gereja di Jombang. Itu di samping acara lainnya, haul Gus Dur disertai tahlilan dengan diadakan pula arak-arakan barongsai dari keyakinan Konghucu Cina. 

2. New Age Movement suatu keyakinan spiritual yang mengambil dari agama-agama Timur dalam bentuk spiritual, tidak mengakui Tuhan di luar diri manusia, tidak percaya taqdir dan akherat; namun keyakinan batil itu merebak ke mana-mana.

3. Kubur-kubur yang dikeramatkan pun semakin mengkristalkan sikap kultus yang luar biasa, hingga satu kuburan keramat di Tanjung Priok Jakarta (kuburan Mbah Priok)  mampu mengerahkan pembela-pembelanya sampai ribuan orang dan ada yang masih dibawah umur (alias anak-anak) namun jibaku seolah seperti berjihad dalam agama, ketika membela kuburan yang mereka anggap keramat. (lihat buku Pendangkan Akidah Berkedok Ziarah di Balik Kasus Kuburan Keramat Mbah Priok).

4. Penguasa pun terseret ke pemahaman yang sama sekali tidak berlandaskan ilmu yang benar, serta tanpa landasan agama yang benar, hingga satu kuburan dibiayai Rp180 milyar. Yakni kuburan Gus Dur (Abdurrahman Wahid) di Jombang.

5. Para pemegang kekuasaan, baik tingkat daerah maupun pusat yang bersikap tanpa landasan yang benar seperti itu mengakibatkan suburnya kesesatan yang nyata, hingga kuburan itu kabarnya setiap hari dikunjungi ribuan orang.

Kesesatan dan maksiat dipelihara bahkan dikembangsuburkan

Keadaan Umat Islam yang digiring ke tempat-tempat yang rawan kemusyrikan seperti itu jelas sangat membahayakan. Bahkan yang lebih menyedihkan, kemusyrikan dengan aneka ubo rampe-nya (perangkat) dan tetek bengek-nya (aneka macamnya) itu seakan dipiara bahkan dikembang suburkan. Itupun oleh aneka pihak.

Masih ada yang lebih memprihatinkan lagi, ketika kemusyrikan itu dipelihara dengan menyuburkan pelacuran tanpa malu-malu dan tega pula menyebut tempat mesum dan kemusyrikan itu sebagai tempat wisata. Ini bukan cerita khayal, tetapi terjadi nyata di negeri yang disebut religious alias agamis, padahal tidak bermoral dan merusak agama. Yakni apa yang terjadi di kuburan Gunung Kemukus di Jawa Tengah.

Di zaman Presiden Soeharto, pernah Media Dakwah terbitan Dewan Dakwah memberitakan, MUI Kabupaten Sragen meminta agar tempat mesum dan kemusyrikan di kuburan itu ditutup. Namun malah MUI dibalikin (dibantah dengan membalikkan perkataan), agar MUI mengganti retribusi yang setiap waktu diterima Pemda. 

Benar-benar memalukan. Itu lebih “sopan” ketika ada seorang tetangga yang anaknya jadi pelacur, misalnya, lalu dinasihati orang, agar menghentikan anaknya yang merusak moral masyarakat itu. Lalu dijawab, kalau begitu, ya silahkan kamu ganti duit yang setiap saat aku terima dari anakku yang pelacur itu.

Kenapa lebih “sopan”, karena perusakan dari satu orang itu hanya akan menimpa sejumlah kecil korban. Bahkan setelah dinasehati seperti itu mungkin kemudian keluarga itu minggat atau menghilang. Tetapi kasus Gunung Kemukus yang memalukan itu masih dipelihara sampai sekarang. Walaupun yang dulunya beralasan seperti itu mungkin sudah dipanggil Allah Ta’ala untuk tunggu giliran dalam mempertanggung jawabkan perbuatannya, atau sudah pension atau tidak berkuasa lagi, namun penerusnya masih meneruskannya.

Itulah kenyataan sengaja merusak moral masyarakat dan memporak porandakan akidah Umat yang dilakukan oleh orang-orang yang mendapatkan amanat. Di saat tempat pelacuran dapat dihapus di berbagai tempat, bahkan di Kramat Tunggak Tanjung Priok dapat dibredel kemudian didirikan Masjid dengan Islamic Center, ternyata kalau pelacuran itu plus kemusyrikan seperti di kuburan Gunung Kemukus justru diberlangsungkan. Betapa tidak punya rasa malu, mereka itu.

Lantaran ngeyelnya para perusak masyarakat namun menduduki jabatan apa yang disebut pamong (pengasuh rakyat), ditambah dengan aneka pihak yang sejalan dalam merusak moral masyarakat dan agama Umat, maka dalam rentang waktu yang baru sepuluhan tahun-an saja kerusakannya telah sebegitu dahsyatnya. Oleh karena itu, penulis mengungkapkan, atas pertolongan Allah Ta’ala, menyusun buku ini adalah untuk membendung dan bahkan memberantas ketidak lurusan itu semua. Agar Umat Islam ini memahami betapa besar bahaya yang melanda bagi Umat ini. Setelah itu semoga mereka kembali ke jalan yang benar, bertaubat, dan tidak lagi mendekati praktik-praktik yang rawan syirik.

Untuk mengembalikan kepada ajaran Islam yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah secara pemahaman para ulama yang mengikuti manhaj yang selamat, buku ini diberi ulasan-ulasan mengenai hal yang menyimpang berkaitan dengan kuburan. Ulasan itu dilandasi dengan dalil-dalil yang jelas, sehingga para pembaca diharapkan mampu menyerapnya dengan baik.

Penguasa kebijakannya menyelisihi aturan

Dalam buku ini di sana sini ada nada mengharap agar pihak-pihak yang berkuasa tidak menambahi terjerumusnya Umat Islam kepada kesesatan bahkan kemusyrikan berkaitan dengan kuburan. Entah dengan dalih cagar budaya, pelestarian sejarah atau apapun, yang jelas kalau itu mendukung kemusyrikan maka sama sekali bukan kebijakan yang mengikuti aturan, bila melestarikannya. Karena aturan secara konstitusi justru agama ini (Islam) dilindungi atau dijamin, sedang membiarkan bahkan mendukung adanya penyelewengan agama (dari tauhid kepada syirik) itu berarti bukan melindungi agama tetapi adalah mendukung adanya penyelewengan bahkan perusakan agama.

Jadi dua perkara yang dilanggar oleh para penguasa bila yang terjadi seperti itu, yakni melanggar konstitusi dan sekaligus melanggar agama.

Ketika kondisinya seperti itu, sedang semuanya diam, bahkan menganggapnya wajar, maka seakan buku ini justru dianggap aneh.

Untuk membuktikan bahwa buku ini ibarat barang putih, sedang lakon yang disoroti di buku ini adalah lakon yang gelap bila ditimbang dari dalil agama (Islam), maka pembaca dipersilakan menyimak lembar demi lembar (362 halaman). Insya Allah akan ketemu bukti-buktinya. [haji]

(Dari bedah buku Kuburan-kuburan Keramat di Nusantara karya Hartono Ahmad Jaiz dan Hamzah Tede di Islamic Book Fair 2011/ 1432H di Istora Senayan, Jakarta, Kamis 10 Maret 2011).

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Aqidah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Di usia senja, Bu Janih bersama 5 anak yatimnya tinggal di rumah rombeng yang kumuh, lapuk dan sering roboh. Upah sebagai buruh cuci serabutan pun tak menentu sehingga tidak bisa memasak nasi...

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Sudah 23 hari tangan Ramdani remuk dalam insiden tabrak lari. Ia harus segera dioperasi supaya patahan tulang tidak berantakan dan dagingnya tidak membusuk. Butuh dana puluhan juta untuk operasi....

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Hebat.!!! Siswa SDI Cikal Cendikia Semangat Bersedekah Barang Melalui IDC

Hebat.!!! Siswa SDI Cikal Cendikia Semangat Bersedekah Barang Melalui IDC

Ratusan murid SD Islam Cikal Cendekia Pinang Tangerang Banten antusias mengumpulkan barang-barang yang tidak terpakai, untuk disedekahkan kepada yatim dan dhuafa....

Latest News
Konsep Kepemilikan Syariah Ditawarkan di Pameran Otomotif

Konsep Kepemilikan Syariah Ditawarkan di Pameran Otomotif

Jum'at, 20 Apr 2018 11:11

Sekjen Kemenag Ungkap Cara Tepat Sinergi Bangun Zakat

Sekjen Kemenag Ungkap Cara Tepat Sinergi Bangun Zakat

Jum'at, 20 Apr 2018 11:07

Kartini, Tak Sekadar Kebaya dan Konde

Kartini, Tak Sekadar Kebaya dan Konde

Jum'at, 20 Apr 2018 10:37

Hardiknas, Mendikbud Gelar Nonton Film Dilan; Netizen: Emang Ga Ada Film Lain?

Hardiknas, Mendikbud Gelar Nonton Film Dilan; Netizen: Emang Ga Ada Film Lain?

Jum'at, 20 Apr 2018 09:36

Kurma Palmfruit, Terkenal Murah dan Enak asal Tunisia, ini 20 Khasiatnya

Kurma Palmfruit, Terkenal Murah dan Enak asal Tunisia, ini 20 Khasiatnya

Jum'at, 20 Apr 2018 09:26

Israel Kembali Tutup Media Palestina

Israel Kembali Tutup Media Palestina

Jum'at, 20 Apr 2018 08:58

Menlu Turki Sebut Sentimen Anti-Muslim di Barat Meningkat dengan Cepat

Menlu Turki Sebut Sentimen Anti-Muslim di Barat Meningkat dengan Cepat

Jum'at, 20 Apr 2018 08:52

Fraksi Kiri Pejuang Palestina Tolak Hadiri Pertemuan Dewan Nasional Palestina

Fraksi Kiri Pejuang Palestina Tolak Hadiri Pertemuan Dewan Nasional Palestina

Jum'at, 20 Apr 2018 08:43

Komandan Syiah Houthi Yaman Tewas oleh Pasukan Saudi

Komandan Syiah Houthi Yaman Tewas oleh Pasukan Saudi

Jum'at, 20 Apr 2018 08:35

Pasukan Zionis Tahan 2700 Warga Palestina sejak Trump Akui Yerusalem Ibukota Israel

Pasukan Zionis Tahan 2700 Warga Palestina sejak Trump Akui Yerusalem Ibukota Israel

Kamis, 19 Apr 2018 21:40

Jaisyul Islam Serahkan Senjata ke Rezim Assad, Pergi Tinggalkan Dumayr Menuju Jarablus

Jaisyul Islam Serahkan Senjata ke Rezim Assad, Pergi Tinggalkan Dumayr Menuju Jarablus

Kamis, 19 Apr 2018 21:30

Serangan Kejutan Islamic State (IS) dekat Kota Mayadin Tewaskan 25 Tentara Suriah

Serangan Kejutan Islamic State (IS) dekat Kota Mayadin Tewaskan 25 Tentara Suriah

Kamis, 19 Apr 2018 21:20

Laporan: Komandan LNA Khalifa Haftar Menderita Kerusakan Otak dan Tak Akan Pernah Normal Lagi

Laporan: Komandan LNA Khalifa Haftar Menderita Kerusakan Otak dan Tak Akan Pernah Normal Lagi

Kamis, 19 Apr 2018 21:10

PBB Minta Israel Berhenti Usir Orang Badui Palestina dari Yerusalem Timur

PBB Minta Israel Berhenti Usir Orang Badui Palestina dari Yerusalem Timur

Kamis, 19 Apr 2018 21:03

Mulai Tahun Ini, Calon Jamaah Haji Wafat Bisa Digantikan Keluarganya

Mulai Tahun Ini, Calon Jamaah Haji Wafat Bisa Digantikan Keluarganya

Kamis, 19 Apr 2018 21:01

18 Laporan Kasus Penistaan Agama Sukmawati Ditangani Bareskrim

18 Laporan Kasus Penistaan Agama Sukmawati Ditangani Bareskrim

Kamis, 19 Apr 2018 20:34

Ada Kesamaan Pendukung dari Kasus Ahok-Konde dan Kidung

Ada Kesamaan Pendukung dari Kasus Ahok-Konde dan Kidung

Kamis, 19 Apr 2018 20:33

Enam Bulan Memimpin Anies Sandi Tutup Empat Hiburan Malam, Ini Tanggapan Anggota DPD

Enam Bulan Memimpin Anies Sandi Tutup Empat Hiburan Malam, Ini Tanggapan Anggota DPD

Kamis, 19 Apr 2018 19:44

Modus Serangan Amerika ke Suriah Disebut Mirip ketika Menyerang Irak

Modus Serangan Amerika ke Suriah Disebut Mirip ketika Menyerang Irak

Kamis, 19 Apr 2018 19:33

Politisi PKB Sebut Romy Dekati Jokowi Bisanya Hanya Selfie dan Agar PPP Tidak Bubar

Politisi PKB Sebut Romy Dekati Jokowi Bisanya Hanya Selfie dan Agar PPP Tidak Bubar

Kamis, 19 Apr 2018 19:02


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X