Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
29.197 views

Bahaya Merasa Aman dari Makar Allah

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah yang kita senantiasa memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Shalawat dan salam atas hamba dan utusan-Nya, Nabi Muhammad –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan papa sahabatnya.

Merasa aman dari makar Allah adalah salah satu perusak akidah dan mengurangi kesempurnaan tauhid. Yakni merasa sok tahu tentang rahasia Allah terhadap dirinya. Sehingga ia menjamin keselamatan dirinya di akhirat; semua amalnya diterima, semua dosanya diampuni, dan mati di atas husnul khatimah. Ini bisa terjadi disebabkan karena kejahilan atau tertipu oleh amal-amal baik yang telah dikerjakannya.

Makar adalah rencana buruk tersembunyi yang ditimpakan kepada seseorang yang menjadi objek tanpa sepengetahuannya. Maka makar Allah adalah rencana buruk yang Allah jalankan terhadap manusia tanpa mereka sadari. Makar ini sebagai realisasi terhadap kekuasaan-Nya di alam raya dan kesempurnaan hikmah-Nya. Hakikatnya ini baik dan terpuji bagi Allah sebagai kesempurnaan kekuasaan dan keadilan-Nya, walaupun buruk atas orang yang tertimpa.

Ibnul Qayyim dalam al-Fawaid (hal. 160) berkata: Adapun makar yang Allah sifatkan pada diri-Nya adalah balasan dari-nya kepada orang-orang yang berbuat jahat kepada para wali dan utusan-Nya, lalu Allah membalas makar mereka yang buruk dengan Makar-Nya yang bagus. Sehingga makar mereka adalah seburuk-buruknya makar, sedangkan makar dari Allah adalah sebagus-bagusnya makar, karena ia bentuk keadilan dan balasan."

Beliau menambahkan, bahwa para wali Allah harus takut terhadap makar-Nya. Mereka takut kalau Allah meninggalkan mereka karena sebab dosa dan kesalahan yang diperbuat sehingga mereka akan binasa. Mereka takut terhadap doa-dosa mereka dan berharap terhadap rahmat-Nya.

Syaikh Ibnu Bazz berkata, "Merasa aman dari makar Allah bentuknya seseorang hatinya tenang-tenang saja dan tidak takut kepada hukuman Allah. Bahkan saat ia bermaksiat dan berbuat buruk merasa aman dari hukuman Allah dengan cuek dan tidak takut hukuman Allah, ini bisa terjadi disebabkan kejahilannya atau tertipu karena merasa dirinya muwahhid (seorang ahli tauhid) sementara maksiat tidak berpengaruh sedikitpun padanya; atau karena sebab lain yang memperdayakannya (berbuat durhaka) terhadap Allah sehingga gampang sekali berbuat maksiat dan merasa aman dari hukuman Allah, tidak takut kepada hukuman terebut."

Jika dirinci ada empat macam bentuk merasa aman dari makar Allah ini: Pertama, tenang-tenang saja dalam menjalani hidup dan tidak takut terhadap hukuman Allah. Jika tidak mau shalat maka ringan ia tinggalkan, jika mau maksiat gampang ia jalankan tanpa beban. Ini biasanya disebabkan kejahilan.

Kedua, tertipu; merasa dirinya orang yang akidahnya kuat, ibadahnya benar, dan manhajnya lurus sehingga ia merasa semua ibadahnya diterima dan dosa-dosanya terampuni sehingga saat ia bermaksiat tak terlalu mengganggu keimanannya.

Ketiga, menggampangkan Allah Subhanahu wa Ta'ala; ia bermaksiat dengan niatan untuk taubat sesudahnya. Sehingga ringan berbuat durhaka dan menggampangkan taubatnya.

Ismail bin Rafi' berkata, "Termasuk merasa aman dari makar Allah adalah seorang hamba mengerjakan dosa dengan berharap ampunan kepada Allah." (Riwayat Ibnu Abi Hatim)

Keempat, istidraj; seseorang mendapat dunia yang melimpah dengan bermaksiat kepada Allah dan jauh dari ajaran agama-Nya. Ia merasa sebagai orang yang baik dan berada di atas kebenaran dengan banyaknya dunia tersebut. Sehingga enggan menyambut seruan dakwah Islam dan menerapkan syariatnya.

Hukum Merasa Aman dari Makar Allah

Merasa aman dari makar Allah termasuk dosa besar yang akan merusak kesempurnaan tauhid. Terdapat ancaman cukup keras terhadap perbuatan ini, karena dampaknya sangat hebat, yaitu seseorang akan terus menerus dalam kesesatan dan maksiatnya. Atau terlalu berbangga dengan amalnya sehingga ia lupa kepada Allah (kuasa-Nya) dan tidak bersandar kepada-Nya. Akibatnya, ia yang sombong dan tidak sopan kepada Allah serta tidak merendahkan diri kepada-Nya.

Allah Ta'ala berfirman,

أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

"Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (QS. Al-A'raf: 99)

Disebutkannya ayat ini sesudah ayat yang menerangkan kaum yang mendustakan Allah menunjukkan bahwa yang mendorong mereka untuk melakukan itu adalah merasa aman dari makar Allah Subhanahu wa Ta'ala dan tidak takut kepada-Nya. "Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (QS. Al-A'raf: 97-99)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa'di dalam tafsirnya berkata, "Di dalam ayat yang mulia ini terdapat takhwif (ancaman) yang sangat atas hamba bahwa ia tak pantas untuk merasa aman dengan iman yang sekarang ada padanya. Tetapi ia harus senantiasa takut dan khawatir kalau Allah mengujinya dengan satu ujian yang merampas iman dari dirinya. Ia harus terus berdoa dengan ucapan,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ

"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu." Juga beramal dan melakukan sebab yang menyelamatkannya dari keburukan saat terjadi fitnah. Karena sesungguhnya seorang hamba –setinggi apapun keadaannya- tidak yakin (memastikan) selamat."

Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu 'Anhuma, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah ditanya tentang dosa-dosa besar, lalu beliau menjawab,

اَلشِّرْكُ بِاللهِ، وَالْيَأْسُ مِنْ رَوْحِ اللهِ ، وَالْأَمْنُ مِنْ مَكْرِ اللهِ

"Menyekutukan Allah (Syirik), berputus asa dari rahmat Allah, dan merasa aman dari makar (tipu daya) Allah." (HR. Ibnu Abi Hatim dalam Tafsirnya dan al-Bazzar)

Di antara ulama yang menyebutkannya sebagai dosa besar adalah Imam al-Dzahabi dalam kitabnya "Al-Kabair", pada urutas dosa besar yang ke 68, begitu juga Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyaim serta ulama-ulama lainnya.

Sifat Kaum Mukminin

Orang-orang mukmin yang kenal Rabb-nya akan bersegera kepada ketaatan dan kebaikan. Kemudian mereka barengi semua itu dengan rasa takut kepada Allah dan rencana tersembunyi-Nya; kalau ternyata ada syarat amal yang masih kurang sehingga tidak akan diterima oleh Allah. Allah Subhanahu wa Ta'ala sebutkan tentang mereka,

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ

"Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya." (QS. Al-Mukminun: 60-61)

'Aisyah Radliyallaahu 'Anha berkata, “Aku telah bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam tentang ayat ini, apakah mereka orang-orang yang minum khamer, pezina, dan pencuri? Beliau  menjawab, “Tidak, wahai putri al-Shiddiq. Mereka adalah orang-orang yang berpuasa, menunaikan shalat dan shadaqah namun mereka takut kalau amalnya tidak diterima.” (HR. al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad. Dishahihkan Syaikh al-Albani)

Al-Hasan al-Bashri berkata, "Orang beriman adalah orang mengerjakan ketaatan dengan disertai rasa takut dan khawatir. Sedangkan orang fajir (pendosa) adalah orang yang mengerjakan maksiat dengan disertai rasa aman (dari siksa Allah)."

Dalam berkataan beliau yang lain, "orang beriman menggabungkan antara berbuat baik dan takut; sedangkan orang kafir menggabungkan perbuatan buruk dan merasa aman."

Ibnu Mas'ud berkata: Sesungguhnya orang mukmin melihat dosa-dosanya seperti ia berada di bawah gunung yang takut akan tertimpa olehnya. Dan sesungguhnya seorang fajir (pendosa) melihat dosa-dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya lalu ia lakukan seperti ini –mengibaskan tangannya di hidungnya- lalu lalat itupun terbang." (HR. Al-Bukhari dan al-Tirmidzi)

Al-Subki dalam Thabaqaat al-Syaafi'iyyah al-Kubra berkata: Para Nabi 'Alaihimus Salam mengetahui bahwa mereka telah aman dari siksa Allah bersamaan dengan hal itu mereka adalah orang-orang yang paling besar rasa takutnya; begitu juga sepuluh orang yang dipersaksikan masuk surga. Umar Radhiyallahu 'Anhu berkata: kalau saja satu kakiku sudah berada di dalam surga sedangkan kaki yang lain masih berada di luarnya maka aku tidak merasa aman dari makar Allah."

Penutup

Merasa aman dari makar Allah adalah salah satu sebab utama seseorang menjadi manusia merugi. Ia ringan mengerjakan maksiat dan dosa tanpa merasa akan ada perhitungan terhadap tindakannya itu. Sehingga ia santi saja dalam meninggalkan perintah atau menerjang larangan tanpa pernah takut kepada Allah dan siksa-Nya.

Merasa aman dari makar Allah juga bisa menimpa ahli ibadah dan orang shalih. Ia yakin semua itu benar-benar diterima dan terlalu bersandar kepada amalnya tersebut. Sehingga ia lalai untuk berdoa dan minta ampun. Ini juga bisa menimbulkan sikap tidak sopan kepada Tuhan-nya, seolah-olah ia telah menunaikan hak-hak Allah dengan sempurna dan layak menuntut pahala dari Allah. Padahal, diterimanya amal hamba itu semata-mata karena kemurahan Allah Ta'ala.

Hamba Allah yang baik adalah mereka yang benyak amal shalih dan ketaatannya, namun ia iringi semua itu dengan perasaan takut dan rendah diri di hadapan Allah. Karena ia tak pernah yakin pasti bahwa amalnya diterima –bahkan memandang amalnya tak layak diterima-, dosa-dosanya belum terampuni, dan tidak ada jaminan atasnya meninggal di atas iman. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Aqidah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
DPP FPI: Semoga PKS Bisa Tegakkan Keadilan Sosial yang Terampas

DPP FPI: Semoga PKS Bisa Tegakkan Keadilan Sosial yang Terampas

Ahad, 29 Nov 2020 11:10

MER-C Sesalkan Sikap Wali Kota Bogor Intervensi Perawatan Habib Rizieq

MER-C Sesalkan Sikap Wali Kota Bogor Intervensi Perawatan Habib Rizieq

Ahad, 29 Nov 2020 08:00

Laporan: MBS Berencana Normalisasi Hubungan Saudi Dengan Israel Setelah Joe Biden Menjabat Presiden

Laporan: MBS Berencana Normalisasi Hubungan Saudi Dengan Israel Setelah Joe Biden Menjabat Presiden

Sabtu, 28 Nov 2020 22:25

Arab Saudi Secara Resmi Hentikan Impor Daging, Telur dan Produk Lainnya Dari Turki

Arab Saudi Secara Resmi Hentikan Impor Daging, Telur dan Produk Lainnya Dari Turki

Sabtu, 28 Nov 2020 22:06

Cermati Titik Kritis Kehalalan Obat Herbal

Cermati Titik Kritis Kehalalan Obat Herbal

Sabtu, 28 Nov 2020 21:56

SMP-SMA Luqman al Hakim Boarding School Surabaya Gelar Wisuda Tahfidz

SMP-SMA Luqman al Hakim Boarding School Surabaya Gelar Wisuda Tahfidz

Sabtu, 28 Nov 2020 20:47

Dewan Dakwah dan Baitul Mal Aceh Gelar Pendampingan Syariah Bagi Mualaf

Dewan Dakwah dan Baitul Mal Aceh Gelar Pendampingan Syariah Bagi Mualaf

Sabtu, 28 Nov 2020 19:55

Menyendiri atau Gaul, Mana Lebih Utama?

Menyendiri atau Gaul, Mana Lebih Utama?

Sabtu, 28 Nov 2020 19:17

Hadiri Munas ke V PKS, Anis Tegaskan PKS Siapkan Kontribusi Terbaik untuk Indonesia

Hadiri Munas ke V PKS, Anis Tegaskan PKS Siapkan Kontribusi Terbaik untuk Indonesia

Sabtu, 28 Nov 2020 19:13

Hassan Rouhani Salahkan 'Tentara Bayaran Israel' atas Pembunuhan Ahli Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh

Hassan Rouhani Salahkan 'Tentara Bayaran Israel' atas Pembunuhan Ahli Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh

Sabtu, 28 Nov 2020 17:15

Tutup Munas ke-10 MUI, Wapres Sampaikan 3 Pesan Penting

Tutup Munas ke-10 MUI, Wapres Sampaikan 3 Pesan Penting

Sabtu, 28 Nov 2020 13:13

Sampaikan Pidato Perdana, Ketua Umum Baru MUI: Mari Jaga Silaturahim

Sampaikan Pidato Perdana, Ketua Umum Baru MUI: Mari Jaga Silaturahim

Sabtu, 28 Nov 2020 13:10

Gara-gara Benur, Gerindra Babak Belur

Gara-gara Benur, Gerindra Babak Belur

Sabtu, 28 Nov 2020 12:05

Bulu Kucing Najis?

Bulu Kucing Najis?

Sabtu, 28 Nov 2020 11:15

Legislator: Utang Pemerintah Makin Mengkhawatirkan

Legislator: Utang Pemerintah Makin Mengkhawatirkan

Sabtu, 28 Nov 2020 09:27

Bupati dan Gabungan Ormas Islam Halau Pengikut Syiah di Takalar

Bupati dan Gabungan Ormas Islam Halau Pengikut Syiah di Takalar

Sabtu, 28 Nov 2020 08:59

WHO: Orang Dewasa dan Anak Harus Banyak Gerak Saat Pandemi

WHO: Orang Dewasa dan Anak Harus Banyak Gerak Saat Pandemi

Sabtu, 28 Nov 2020 07:53

PKS Harus Tetap Berada di Garda Terdepan Memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan

PKS Harus Tetap Berada di Garda Terdepan Memperjuangkan Keadilan dan Kesejahteraan

Jum'at, 27 Nov 2020 23:06

Menag Ajak Masyarakat Dukung Pendidikan Tahfizh Melalui Zakat, Infak dan Wakaf

Menag Ajak Masyarakat Dukung Pendidikan Tahfizh Melalui Zakat, Infak dan Wakaf

Jum'at, 27 Nov 2020 22:38

Pemerintah Israel Instruksikan Militernya Bersiap Untuk Kemungkinan Serangan AS Terhadap Iran

Pemerintah Israel Instruksikan Militernya Bersiap Untuk Kemungkinan Serangan AS Terhadap Iran

Jum'at, 27 Nov 2020 21:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Kamis, 26/11/2020 21:16

Copot Segera Pangdam Jaya