Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
17.996 views

Kepemimpinan Wanita dalam Rumah Tangga

Dalam kehidupannya,  setiap manusia yang telah baligh dan berakal, laki-laki atau wanita, kelak di ‘yaumul akhir’ akan dimintai pertanggung jawaban atas segala amal perbuatannya selama di dunia. Jika telah mencapai usia baligh, dapat dikatakan bahwa setiap manusia, termasuk juga wanita -minimal- adalah Pemimpin bagi dirinya sendiri. Baru kemudian peran dan tanggung jawab kepemimpinan seorang Muslimah akan berkembang dan melebar dalam peran-peran yang akan diembannya di kemudian hari.

Abdullah bin Umar r.a. mengabarkan, bahwa Rasulullah saw bersabda :

“Setiap kamu adalah Pemimpin. Dan setiap Pemimpin bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Imam itu pemimpin dalam keluarganya, bertanggung jawab tentang kepemimpinannya. Laki-laki itu pemimpin, bertanggung jawab tentang kepemimpinannya. Wanita itu pemimpin dalam rumah tangganya, dan bertanggung jawab tentang kepemimpinannya. Khadam itu pemimpin bagi harta majikannya, bertanggung jawab terhadap kepemimpinannya”(HR. Bukhari)

Dari ibnu Umar dikatakan bahwa Rasulullah bersabda :”….dan wanita / istri adalah pemimpin atas penghuni rumah suaminya dan anaknya, dan dia bertanggung jawab atas mereka.(HR. Bukhari dan Muslim).

Peran seorang Muslimah akan berkembang seiring pertambahan usia, kedewasaan dan tahapan kehidupan yang dimasukinya. Lingkup Tugas dan tanggung jawabnya berkembang mulai dari perannya sebagai Anak, berlanjut ke tugas dan tanggung jawab sebagai Istri, kemudian sebagai Ibu dan seiring dengan semua tahapan itu tugas dan tanggung jawabnya dalam masyarakatpun berkembang.

Dalam hadits diatas disebutkan bahwa  Wanita itu pemimpin dalam rumahtangganya , pemimpin atas penghuni rumah suaminya dan anaknya dan akan bertanggung jawab tentang kepemimpinannya.Oleh karena itu untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang baik dan mampu mempertanggung-jawabkan kepemimpinannya kepada suaminya dan tentunya kepada Allah SWT kelak, seorang Ibu - tidak bisa tidak, kudu, harus- memiliki  Ilmu yang memadai.

Kepemimpinan  Wanita terhadap anak-anak

“ Al Umm madrasatu al  ûlâ. ( Ibu adalah sekolah/madrasah  pertama bagi anak-anaknya).

“Seorang Ibu ibarat sekolah..

Apabila kamu siapkan dengan baik..

berarti kamu menyiapkan satu bangsa yang harum namanya”.

( Yusuf Qardhawi, Pengantar “Kebebasan Wanita” Jilid I, GIP, 1990))

Peran yang demikian strategis ini, menuntut wanita untuk membekali  Dirinya dengan ilmu yang memadai. Maka, wanita harus terus bergerak  meningkatkan kualitas dirinya. Karena, untuk mencetak generasi yang  berkualitas, dibutuhkan pendidik yang berkualitas pula. Hal itu berarti, seorang wanita tidak boleh berhenti belajar.

Wanita adalah guru pertama bagi sang anak, sebelum dididik orang lain. Sejak ruh ditiupkan ke dalam rahim, proses pendidikan sudah dimulai. Sebab mulai saat itu, anak telah mampu menangkap rangsangan-rangsangan yang dberikan oleh ibunya.

Bila seorang ibu membiasakan anaknya dari kandungan sampai dewasa dengan adab-adab Islam, ia pun akan terbiasa dengan hal itu. Tapi sebaliknya, bila ibu membiasakan dengan adab-adab yang tidak Islami, ia pun akan ikut seperti ibunya. Saat inilah shibgah seorang ibu sangat berpengaruh pada anak. Karena perkembangan otak sangat cepat. Daya ingat masih kuat. Bagi seorang ibu perlu memperhatikan hal berikut :

A. Pendidikan /Tarbiyah Ruhiyyah.

1. Pendidikan Akidah.

Bagaimana seorang ibu mampu menanamkan akidah sedini mungkin, sehingga anak meyakini bahwa kita hidup tidak semau kita. Tapi di sana ada pengatur, pengawas tujuan hidup, akhir dari kehidupan. Kemudian meyakini bahwa apa yang terjadi pada kita, pasti akan kembali pada sang khalik. Hal itu terangkum dalam rukun iman yang enam. Ketika ia besar, ia tidak lagi ragu dan bingung mencari jati diri.

2. Pendidikan Ibadah

Ketika ibu menjalani kehamilan sampai melahirkan, tidaklah berat baginya untuk mengajak si calon bayi untuk ikut serta dalam melakukan ibadah harian. Seperti: sholat, puasa, baca Alquran, berdoa, berdzikir, dan lain sebagainya. Walau mungkin anak tidak paham apa yang dilakukan dan diinginkan ibunya, tapi ketika ia menginjak dewasa (baligh), Insya Allah ibadah-ibadah tadi akan mudah diajarkan. Sebab sudah sering melihat dan mendengar, sehingga takkan terasa berat menjalaninya.

3. Pendidikan Akhlak.

Pembiasaan akhlak yang baik tidak perlu menunggu anak dewasa. Dari sini harus sudah dibiasakan. Sebab kebiasaan yang baik, kalau tidak dibiasakan dalam waktu yang lama, sangat sulit untuk menjadi akhlak. Justru ketika kebiasaan baik tidak ada dalam diri kita, dengan sendirinya kebiasaan buruk akan menghiasinya tanpa harus dibiasakan.

Jika semenjak dalam kandungan seorang anak dibiasakan mencintai orang lain, maka ketika lahir, ia pun akan berusaha untuk mencintai orang lain. Apabila sfat-sifat sabar, tawadlu, itsar, tabah, pemurah, suka menolong orang lain dan sebagainya dibiasakan, insya Allah ketika anak sudah paham dan mengerti, akhlak-akhlak tadi akan menghiasi kehidupannya.

Oleh sebab itu, Rasul menganjurkan kepada para pemuda yang sudah waktunya nikah, untuk memilih calon istrinya seorang wanita yang beragama dan berakhlak baik. Sebab dari wanita inilah, akan terlahir generasi yang beragama dan berakhlak baik juga. Ibu seperti inilah yang akan mengajarkan tuntunan agama yang telah terbiasa dan tertathbiq dalam dirinya. Di antara tuntunan tersebut adalah akhlak yang mulia. Sedangkan wanita yang cantik, pintar, atau kaya tidak menjamin akan melahirkan anak-anak yang berakhlak mulia.

B. Pendidikan Akal

Kata seorang penulis puisi, "Otak tidak diasah, akan tumpul". Pengasahan otak semenjak kecil akan lebih bagus, ketimbang jika sudah besar. Bagai sebuah pisau, semakin lama waktu mengasahnya, maka akan semakin tajam. Dalam nasyid juga disebutkan, "Belajar diwaktu kecil, bagai mengukir di atas batu". Tapi seorang ibu juga harus bijaksana dalam hal ini. Jangan sembarangan dalam memberikan buku-buku bacaan, untuk mengasah otak. Cukup banyak buku-buku yang ingin menghancurkan generasi Islam.

C. Pendidikan Jasmani

Rangsangan-rangsangan ibu berupa olah-raga balita, sangat membantu anak dalam perkembangan tubuhnya. Percepatan proses semenjak si anak tengkurap, merangkak, jalan dan lari, tidak bisa dibiarkan sendiri. Karena pada hakikatnya, insting yang dimiliki anak belum mampu menjangkau apa yang harus ia lakukan agar bisa berbuat seperti orang dewasa. Contoh kecilnya, ketika lahir, Rasulullah menyuruh para orang tua untuk mentahniq dengan memijat langit-langit mulut agar mampu mengisap air susu ibunya. Pendidikan Jasmani ini tidak terbatas pada usia balita, tapi bahkan sampai dewasa dan tua.

Kepemimpinan Wanita dalam Urusan Rumah Tangga

Dari Ibnu Umar dikatakan bahwa Rasulullah bersabda “…dan wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya dan  dia harus bertanggung jawab”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Begitu luasnya permasalahan yang terdapat dalam lingkup keluarga masa kini sama luasnya seperti yang diurus oleh sebuah Perusahaan. Oleh karena itu untuk mengelolanya diperlukan Ilmu khusus yang disebut  “Manajemen Rumah tangga”

Barangkali orang tua kita dahulu akan tertawa membaca ide menyamakan Keluarga dengan perusahaan, beranggapan terlalu mengada-ada tentang pentingnya manajemen rumah tangga. Bukankah orang tua kita dahulu tanpa Ilmu Manajemen itu berhasil juga membesarkan kita,anak-anaknya, hingga sukses seperti sekarang?

Namun bukankah Rasulullah menganjurkan kita mendidik anak seusai dengan Jamannya? Tentunya demikian pula kita harus menyesuaikan dengan jaman untuk mengelola persoalan yang lebih luas lingkupnya dan lebih tinggi tingkatannya, yaitu Mengelola Rumah tangga.

Rumah Tangga adalah Miniatur sebuah Perusahaan, didalamnya bisa terdapat beraneka permasalahan setiap harinya. Ragam permasalahanpun mencakup berbagai bidang yang luas. Untuk mengatur dan mengelolanya tentu diperlukan keahlian sama dengan keahlian mengelola Perusahaan.

Menurut Irawati Istadi, dalam bukunya “BUNDA MANAJER KELUARGA” setidaknya dalam Rumah Tangga, ada divisi-divisi berikut yaitu : Keuangan, Kerumahtanggaan, Properti, Pengembangan SDM, Bina Rohani, Personalia hingga HUMAS. Pada dasarnya Divisi yang akan dibuat dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah Tangga. Penanggung Jawab dari semua Divisi ini adalah Ibu dalam kapasitasnya sebagai Manajer Operasional keluarga yang kemudian akan bertanggung Jawab kepada Ayah sebagai Manajer Utama.

Masing-masing Divisi harus dikelola dengan baik agar tugas kerumahtanggan dapat berlangsung lancar dan membawa hasil sesuai dengan yang dicita-citakan oleh Keluarga. Untuk itulah setiap Muslimah yang ingin menjadi Manajer Rumah Tangga yang profesional, harus menguasai dan mampu menerapkan Ilmu Manajemen Rumah Tangga.

( Prima Yuniarti )

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Abu Akhtar ditangkap Densus, sepeda motornya pun hilang. Untuk menafkahi balita kembarnya hanya mengandalkan penghasilan ayahnya, kuli batu bata dengan penghasilan yang pas-pasan....

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Alhamdulillah donasi Rp 40.143.000,- sudah disalurkan kepada muallaf Nurul Hutabarat, dimanfaatkan untuk melunasi hutang biaya kuliah dan modal usaha....

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Untuk meningkatkan dakwah dan kesejahteraan umat Islam, IDC mensinergikan dakwah Islamiyah, misi kemanusiaan dan medis. Ayo bantu program KLINIK UMMAT di berbagai daerah....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Latest News


Must Read!
X