Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
4.642 views

Jadi Mother Jangan Keder

Menjadi ibu, bukanlah hal yang sederhana namun sungguh sangat mulia. Ibu seringkali dipilih untuk menjadi itu tempat sandaran dan penerima curahan hati anak- anaknya, termasuk suaminya.

Siapapun tak bisa memungkiri bahwa pada kenyataannya ibulah juga yang mengambil jatah yang besar dalam pembentukan dan perbaikan pribadi sebuah generasi serta keberlangsungan kebahagiaan dalam sebuah rumah tangga.

Robert Blum, MD, PhD, Seorang peneliti, dan direktur Pusat Kesehatan dan Perkembangan Remaja University of Minnesota seperti dilansir WebMD, menjelaskan bahwa, anak- anak remaja laki-laki yang merasa dekat dengan ibu mereka serta menganggapnya sebagai sosok yang hangat dan peduli lebih mungkin menunda berhubungan seks. Dan remaja perempuan yang ibunya sering berbicara dengan orangtua teman-temannya lebih kecil kemungkinannya melakukan hubungan seks di usia dini.

Itu baru salah satu contoh tentang begitu besarnya peran ibu dijaman modern ini sebagai "penjaga gawang" masa muda anak- anak mereka.

Sejarah juga telah mengukir kisah tentang peran para ibu sebagai penulis dari masa keemasan tokoh- tokoh besar dunia.

Tersebutlah Khansa Tamadhir binti Amr, seorang ibu yang mengumpulkan keempat putranya untuk memberikan pengarahan kepada mereka dan mengobarkan semangat kepada mereka untuk berperang dan agar mereka tidak lari dari peperangan serta agar mereka mengharapkan syahid di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan ketika berita tentang kematian anak-anaknya sampai kepadanya, wanita beriman ini sama sekali tidak bersedih hati apalagi meratap. Bahkan kalimat beliau dalam menanggapi semua itu, telah dicatat oleh masa,

"Segala puji bagi Allah yang telah memuliakanku dengan kesyahidan mereka. Aku berharap pahala dari Rabb-ku semoga Ia mengumpulkanku bersama mereka di tempat yang penuh kasih sayang-Nya (surga)".

Bahkan Umar bin Khathab pun mengakui keutamaan Khansa' sebagai ibu dari para syuhada.

Sungguh, peran seorang ibu sangatlah luar biasa dibalik kelemahan dan keterbatasannya sebagai seorang wanita.

Dan dijaman modern ini, dimana tuntutan dalam segala hal terasa semakin mendesak, bahkan tak jarang hal ini tidak memberi jeda para ibu untuk sekedar memikirkan keadaan dan pengutamaan diri mereka sendiri.

Sebagai contoh, hanya untuk sekedar tentang badan sendiripun para ibu banyak yang harus mengucapkan selamat tinggal kepada lingkar pinggang, salon dan atau jalan- jalan. Dan lagi- lagi, kebutuhan dan kebahagiaan keluarga adalah selalu menjadi proritas nomor satu untuk dilakukan.

Namun hal itu bukanlah hal yang menyedihkan, tapi justru pelajaran hidup yang sangat berharga. Menjadi ibu memanglah penuh dengan konsekuensi, serta tanggung jawab.

Maka dari itu, sudah selayaknya seorang wanita mengedepankan keikhlasan dalam menjalani semua itu. Karena percayalah, dalam beratnya pelaksanaan sebuah kewajiban yang besar, akan ada imbalan yang tidak kecil, dari sang Maha menciptakan.

Jadi, memanglah benar adanya bila ada kalimat yang mengatakan bahwa "Jika ada surga di dunia, maka itu adalah memiliki seorang ibu yang penyayang, serta sangat pengertian dan telaten merawat keluarganya. Tetapi jika ada neraka di dunia itulah gambaran dari memiliki seorang ibu yang berakhlak buruk kejam dan acuh dan tidak tangguh dalam membawa keluarganya menjadi lebih baik."

Wahai Para ibu, menjadi tangguhlah dalam keluarga, maka kau akan ternilai oleh Allah sebagai wanita yang mulia. Insyaallah...

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Untuk meningkatkan dakwah dan kesejahteraan umat Islam, IDC mensinergikan dakwah Islamiyah, misi kemanusiaan dan medis. Ayo bantu program KLINIK UMMAT di berbagai daerah....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Biaya Operasi Penyumbatan Usus Dilunasi, Aktivis Nahi Mungkar Solo Pulang dari Rumah Sakit

Setelah dua pekan opname di rumah sakit, akhirnya Luqman Rivai bisa pulang ke rumah. Biaya operasi sebesar 33,5 juta rupiah dilunasi, IDC turut membantu biaya 8,5 juta rupiah...

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Operasi Penyumbatan Usus, Aktivis Nahi Mungkar Solo Butuh Biaya Rp 12 Juta. Ayo Bantu!!

Sudah dua pekan Luqman opname di rumah sakit, usai operasi penyumbatan usus. Ia tak bisa pulang karena terganjal biaya operasi 33,5 juta rupiah yang belum dilunasi. Ayo bantu!! ...

Latest News


Must Read!
X