Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
17.405 views

Keajaiban Sabar

Apakah ada keajaiban sabar? Apakah benar dengan bersabar, hidup kita menjadi lebih tenang? Lalu, apa bedanya sabar dengan pasrah? Mengapa kita harus bersabar, sementara kita masih punya kemampuan untuk berbuat sesuatu?

Pertanyaan-pertanyaan itu sering menganggu pikiran saya. Tidak mudah untuk menjawabnya, karena saya bukanlah seorang ustadz, kyai, atau perenung yang bisa mendapatkan jawaban setelah sekian lama berdiam dan menyendiri. Saya hanyalah orang awam yang sedang mencari jawaban dari beragam pertanyaan di atas.

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, penulis berbagai kitab dan murid dari Ibnu Taimiyah, sabar adalah menahan jiwa dari berputus asa, meredam amarh yang bergejolak, mencegah lisan berkeluh-kesah, menahan anggota badan dari berbuat kemungkaran. Sabar merupakan akhlak mulia dari lubuk jiwa yang dapat mencegah dengannya akan tegak dan baik segala perkara.

Ternyata, sabar tidak sama dengan pasrah. Pasrah artinya berputus asa, sedangkan sabar berarti menerima keadaan yang ada tetapi tetap semangat dan tetap berusaha. Sabar identik dengan bagaimana cara memendam amarah yang menggelegak. Sabar juga sama artinya dengan menjaga mulut dari perkataan kotor, pembicaraan yang tidak perlu serta menunjukkan kemarahan. Terus terang, belum satupun bisa saya lakukan.

Tidak hanya itu, sabar juga bisa diartikan sebagai kuat pendirian untuk tidak berbuat maksiat, dan menghindarinya sejauh mungkin. Dalam hal ini, kita dituntut bersabar dalam berpegang pada kebenaran ajaran agama. Bukan menyelewengkannya untuk kepentingan kelompok atau pribadi.

Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR Muslim)

Menurut para ahli tafsir, yang menarik dari hadist tersebut adalah setiap mukmin digambarkan oleh Rasulullah saw sebagai orang yang memiliki pesona, yang digambarkan dengan istilah ‘ajaban’. Lalu, mengapa dan di mana pesona itu bisa ditemukan?

Pesona muncul dari sikap seseorang dalam menyikapi segala sesuatu. Ia senantiasa berprasangka baik, husnuzhon, dan positive thinking terhadap segala sesuatu yang ditakdirkan Allah SWT. Ketika mendapatkan kebaikan, ia reflesikan dalam bentuk syukur, dan ketika mendapat musibah, ia bersabar. Segala sesuatu yang ia terima dianggap sebagai karunia, anugerah Allah yang tiada banding. Ia percaya bahwa Allah tidak memberikan sesuatu kepadanya kecuali hal tersebut positif baginya.

Begitu pula saat mendapatkan musibah ia akan bersabar, karena ia yakin, di balik musibah dan cobaan tersebut ada rahasia kebaikan didalamnya. Ia lebih memilih bersabar dan mengembalikan semuanya kepada Allah daripada menyalahkan Sang Kholik. Mungkin terkadang ada orang mengeluhkan Allah tidak adil, dan mengapa harus mengalami berbagai cobaan.

Kesabaran juga membuat kita tidak berputus asa sampai menginginkan kematian. Jika memang kondisi membuatnya terpaksa maka hendaklah ia berdoa kepada Allah untuk meminta hal terbaik baginya; apakah kehidupan atau kematian. Hal ini terdapat dalam salah satu hadits. Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah saw bersabda,

“Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekirana ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, ‘Ya Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku.” (HR Bukhari dan Muslim)

Bentuk-bentuk Kesabaran

Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga:

1.Sabar dalam ketaatan kepada Allah.

Lho, apakah untuk taat menjalankan ibadah, taat menjalankan perintah Allah, orang harus bersabar? Oh, ternyata memang begitu. Misalnya, ketika berpuasa, jika tidak sabar maka rasa laparpun tidak akan terbendung. Ketika shalat malam, jika tidak sabar menahan kantuk dan rasa malas, pasti tidak akan sanggup melakukannya.

Dengan demikian, untuk sekadar bisa melaksanakan ketaatan kepada Allah, kita membutuhkan kesabaran. Bagaimana bisa? Ya, karena secara tabiat dan naluri, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ya kan lebih enak bersantai ria, dibandingkan harus sibuk untuk ibadah.

Apa yang menyebabkan orang, seperti saya, sulit bersabar dalam ketaatan? Setidaknya ada tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk bersabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah sholat. Lha, wong sedang nikmat-nikmatnya nonton TV, kok ya harus berhenti untuk pergi ke mesjid. Pasti akan sulit. Di sini kita diminta untuk bisa bersabar, bukan?

Kedua, karena bakhil (kikir, pelit). Yang kedua ini lebih banyak terkait dengan hal-hal yang dianggap bisa mengurangi harta dan kekayaan, seperti menunaikan zakat dan infak. Coba, kita lebih rela merogoh kantong untuk menonton bioskop seharga Rp 25,000 per orang, tapi saat diminta menyumbang untuk renovasi mesjid, kita hanya mengeluarkan satu lembar uang ribuan.

Coba, kita lebih rela merogoh kantong untuk menonton bioskop seharga Rp 25,000 per orang, tapi saat diminta menyumbang untuk renovasi mesjid, kita hanya mengeluarkan satu lembar uang ribuan.

Ketiga, karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad. Untuk bisa pergi haji, seseorang harus rela dengan berbagai ujian. Hidup jauh dari keluarga selama satu bulan lebih, tentu tidak mudah. Belum lagi, biayanya juga tidak sedikit. Rp 30 juta bisa untuk uang muka membeli mobil, atau cukup untuk membeli motor, daripada di buang percuma hanya untuk pergi ke mekah? Nah, jika tidak sabar dalam ketaatan, perasaan demikian pasti ada.

2.Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan.

Hidup bergelimang uang, terkadang membuat banyak orang lupa. Dengan uang, bisa melakukan kemaksiatan apa saja. Secara hakiki, semua kemaksiatan selalu menyenangkan. Mabuk, membuat orang merasa bisa melepaskan beban hidup. Berzina, untuk melampiaskan nafsu syahwat. Korupsi, bisa membuat kaya raya dan dihormati orang. Bukankah semua itu nikmat, sangat nikmat?

Jika tidak punya kesabaran, tentu sulit meninggalkan segala kenikmatan duniawi seperti itu. Sama halnya dengan meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar. Bahkan lebih besar. Tidak usah berpikir meninggalkan kemaksiatan yang besar, yang kecilpun terasa berat juga. Maksiat kecil itu relatif mudah dilakukan, dan tidak perlu modal banyak. Misalnya, ghibah (ngerumpi, bergosip), dusta, atau menjaga mata dari sesuatu yang haram.

3.Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah.

Ini yang sering terjadi. Misalnya, ketika ada saudara kita yang meninggal, jika tidak sabar maka kita bisa pingsan, bahkan bisa langsung menyalahkan Allah. Sebaliknya, jika kita sabra, justru akan melihat segala musibah itu sebagai rahmat. Ya, minimal kita bisa melihat ada hikmah di balik musibah atau cobaan itu.

Kiat-kiat untuk Meningkatkan Kesabaran

1.Mengikhlaskan hidup dan niat semua ibadah kepada Allah

2.Memperbanyak tilawah (membaca) Al-Qur’an, baik pada pagi, siang, sore, dan malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadabur-an.

3.Memperbanyak puasa sunah. Puasa merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabarn.

4.Mujahadatun nafs, yaitu sebuah usaha kerasa dan giat yang dilakukan seseorang untuk mengalahkan nafsu yang cenderung menyukai hal-hal negatif, seperti malas, marah, dan kikir.

5.Mengingat-ingat kembali tujuan hidup kita di dunia karena hal ini akan memacu diri kita untuk beramal secara sempurna.

6.Perlu mengadakan latihan-latihan sabar secara pribadi seperti saat sedang sendiri dalam rumah, hendaklah mengutamakan beribadah daripada menonton televisi atau kegiatan hiburan lainnya. Kemudian, melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fisabilillah.

7.Membaca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in, maupun tokoh-tokoh islam lainnya.

(Sumber: Hikmah Sabar, Pracoyo Wiryoutomo)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Rika Suranti: Anak Yatim Berprestasi Menderita Tumor Tulang Ganas, Ayo Bantu!!

Rika Suranti: Anak Yatim Berprestasi Menderita Tumor Tulang Ganas, Ayo Bantu!!

Sejak usia 8 tahun sudah menjadi yatim. Saat tumbuh menjadi remaja muslimah berprestasi dan rajin beribadah, ia diuji dengan musibah tumor ganas di lututnya. ...

Bayi ini Lahir Caesar, Ayahnya Sedang Dipenjara Karena Jihad untuk Muslim Rohingnya. Ayo Bantu..!!

Bayi ini Lahir Caesar, Ayahnya Sedang Dipenjara Karena Jihad untuk Muslim Rohingnya. Ayo Bantu..!!

Bayi ini lahir Caesar dengan biaya sekitar 7 juta rupiah. Sang ayah uzur syar'i sedang menjalani vonis penjara 7,5 tahun karena Jihad Rohingnya....

Bantuan Muallaf Enny Hutajulu Sudah Diserahkan Rp 24 Juta untuk Pengobatan dan Modal Usaha

Bantuan Muallaf Enny Hutajulu Sudah Diserahkan Rp 24 Juta untuk Pengobatan dan Modal Usaha

Bantuan untuk muallaf Enny Hutajulu telah diserahkan untuk keluar dari keterpurukan, dimanfaatkan untuk: modal usaha, biaya pengobatan anaknya, biaya sekolah dan biaya kontrak rumah....

Pembengkakan Jantung, Ummu Gaza Istri Mujahid Opname di Rumah Sakit, Ayo Bantu!!!

Pembengkakan Jantung, Ummu Gaza Istri Mujahid Opname di Rumah Sakit, Ayo Bantu!!!

Sudah dua hari Ummu Ghaza opname di rumah sakit karena pembengkakan jantung hingga anfal. Sang suami tidak cukup dana karena baru keluar penjara akibat amaliah jihadnya di Cirebon beberapa tahun...

Biaya Operasi Mujahid Eksekutor Pendeta Penghujat Islam Sudah Diserahkan, Tapi Diinfakkan Kembali

Biaya Operasi Mujahid Eksekutor Pendeta Penghujat Islam Sudah Diserahkan, Tapi Diinfakkan Kembali

Bantuan Rp 5 juta untuk operasi sudah diserahkan. Karena dana sudah terpenuhi maka mujahid ini menginfakkan kembali kepada IDC untuk keluarga mujahid yang memerlukan....

Latest News
Menhan AS Ashton Carter : Irak Akan Jatuh ke Kubangan Perang Sunni-Syi'ah

Menhan AS Ashton Carter : Irak Akan Jatuh ke Kubangan Perang Sunni-Syi'ah

Jum'at, 29 May 2015 20:24

Dibawah Erdogan Turki Akan Menjadi Imperium Islam dan Khilafah

Dibawah Erdogan Turki Akan Menjadi Imperium Islam dan Khilafah

Jum'at, 29 May 2015 19:59

Memandikan Jenazah, Haruskah Mandi Besar?

Memandikan Jenazah, Haruskah Mandi Besar?

Jum'at, 29 May 2015 18:25

12 Wanita Australia Berusaha Bergabung dengan Daulah Islam (IS)

12 Wanita Australia Berusaha Bergabung dengan Daulah Islam (IS)

Jum'at, 29 May 2015 18:00

Muslimah ICMI Akan Terus Memperjuangkan Jilbab di TNI

Muslimah ICMI Akan Terus Memperjuangkan Jilbab di TNI

Jum'at, 29 May 2015 17:54

Lomba Busana Mirip Istri Teroris: Bukan Hoax. Solusi Publishing Tuding Gramedia Depok Ketakutan

Lomba Busana Mirip Istri Teroris: Bukan Hoax. Solusi Publishing Tuding Gramedia Depok Ketakutan

Jum'at, 29 May 2015 17:38

Gramedia Depok Bikin Ulah, Gelar Acara 'Lomba Berbusana Mirip Istri Teroris', Ayo Gagalkan!

Gramedia Depok Bikin Ulah, Gelar Acara 'Lomba Berbusana Mirip Istri Teroris', Ayo Gagalkan!

Jum'at, 29 May 2015 17:31

Aktivis Pro-Palestina Desak FIFA Usir Israel dari Turnamen Sepak Bola Dunia

Aktivis Pro-Palestina Desak FIFA Usir Israel dari Turnamen Sepak Bola Dunia

Jum'at, 29 May 2015 17:14

270 Orang Bersenjata Bergabung dengan Taliban di Provinsi Ghor

270 Orang Bersenjata Bergabung dengan Taliban di Provinsi Ghor

Jum'at, 29 May 2015 17:00

Pakistan Keukeuh Kecam Vonis Mati Terhadap Mantan Presiden Mursi

Pakistan Keukeuh Kecam Vonis Mati Terhadap Mantan Presiden Mursi

Jum'at, 29 May 2015 17:00

Dr. Ahmad Annuri, MA: Qira'ah dengan Langgam Jawa Merusak Tujuan Dibacakannya Al-Qur'an

Dr. Ahmad Annuri, MA: Qira'ah dengan Langgam Jawa Merusak Tujuan Dibacakannya Al-Qur'an

Jum'at, 29 May 2015 16:41

Lembaga Kemanusiaan Turki Lanjutkan Pemberian Bantuan Kepada Pengungsi Rohingya di Aceh

Lembaga Kemanusiaan Turki Lanjutkan Pemberian Bantuan Kepada Pengungsi Rohingya di Aceh

Jum'at, 29 May 2015 15:42

Fahira Idris: Meski Dianggap Hoax, Ada Misteri Pada Launching Buku 'Akulah Istri Teroris'

Fahira Idris: Meski Dianggap Hoax, Ada Misteri Pada Launching Buku 'Akulah Istri Teroris'

Jum'at, 29 May 2015 14:53

Pasukan Koalisi Syiah Ingin Rebut Propinsi Anbar dengan Operasi

Pasukan Koalisi Syiah Ingin Rebut Propinsi Anbar dengan Operasi "Labbaika Ya Husein"

Jum'at, 29 May 2015 14:25

Menag Bertaubat dan Minta Maaf Soal Baca Al-Qur'an Langgam Jawa

Menag Bertaubat dan Minta Maaf Soal Baca Al-Qur'an Langgam Jawa

Jum'at, 29 May 2015 13:56

Fahira Idris: Gagalkan Acara Lomba Berbusana Mirip Istri Teroris?, Gramedia Depok Membantah

Fahira Idris: Gagalkan Acara Lomba Berbusana Mirip Istri Teroris?, Gramedia Depok Membantah

Jum'at, 29 May 2015 13:13

Mantan Perwira Kadensus Polisi Tajikistan Bergabung dengan Daulah Islamiyah (IS)

Mantan Perwira Kadensus Polisi Tajikistan Bergabung dengan Daulah Islamiyah (IS)

Jum'at, 29 May 2015 12:45

Jokowi ke Papua Melakukan Langkah Membahayakan NKRI?

Jokowi ke Papua Melakukan Langkah Membahayakan NKRI?

Jum'at, 29 May 2015 11:41

Kota Terakhir Rezim Bashar al-Assad, Ariha Jatuh ke Tangan Mujahidin

Kota Terakhir Rezim Bashar al-Assad, Ariha Jatuh ke Tangan Mujahidin

Jum'at, 29 May 2015 10:53

Turunkan Joko Widodo, Mahasiswa (IMM) Kembali Ajak Kepung Istana Negara

Turunkan Joko Widodo, Mahasiswa (IMM) Kembali Ajak Kepung Istana Negara

Jum'at, 29 May 2015 10:50



Must Read!
X