Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
48.979 views

Mengkristenkan Jawa Melalui Penetrasi Kebudayaan, Waspada!

SOLO (voa-islam-com) – Kenapa Jawa menjadi sasaran empuk misionaris? Itu karena adanya upaya penetrasi Katolik dalam kebudayaan Jawa. Strategi inkulturasi menjadi pola misionaris mengkristenkan Jawa.  Dan itu mendapat restu dari Paus Yohannes Paulus II.

Hal itu mengemuka dalam Musyarawarah Kerja dan Tasyakuran 10 Tahun INSISTS “Sinergi Membangun Peradaban Islam”, beberapa waktu lalu di Solo. Arif Wibowo, Peneliti Pusat Studi Perdaban Islam (PSPI) – network INSISTS di Solo – yang membawakan makalah berjudul “Misionaris Kebudayaan: Penetrasi Katolik dalam Kebudayaan Jawa”, mengupas tuntas Kristenisasi di Jawa dan strateginya.

Seperti diketahui, missionarisme adalah denyut nadi utama bagi perkembangan agama Kristen maupun Katolik. Sebuah dokumen The Decree on The Missionary Activity of The Church” (Ad Gantes) menjelaskan, “dalam menjalankan misinya, gereja – apapun namanya – memiliki tugas suci untuk menyebarkan Injil kepada seluruh bangsa dan seluruh manusia. Sebab itu, semua manusia harus dijadikan Kristen dan menerima Yesus sebagai juru selamatnya.”  Dokumen ini disetujui dengan voting para peserta konsili dengan suara 2.394 setuju dan 5 menolak, dan diumumkan oleh Paus Paulus VI pada 18 November 1965.

Bahkan Paus John Paul II dalam sebuah imbauannya, mengeluarkan fatwa gerejani agar kaum Katolik mengambil tindakan untuk menyebarkan agama Katolik. Ia mengemukakan pentingnya untuk melakukan Kristenisasi terhadap semua bagian dunia. Tanpa menyebut nama negara secara langsung, Paus menyinggung negara-negara di Afrika, Timur Tengahm dan Asia dimana para misionaris ditolak kehadirannya. Kepada mereka, Paus menyerukan “Open the doors to Christ! (Bukalah pintu untuk Kristus!”

Kristen Jawa

Menurut Arif Wibowo, ada beberapa faktor pemilihan budaya Jawa dijadikan sebagai objek evangelisasi atau pewartaan Injil dalam gereja oleh para misionaris Kristen. Diantaranya, orang-orang Jawa dikenal pada hal-hal yang berkecenderungan mistis (ngelmu untuk memperoleh kebijaksaan). Dari sini, ada kecenderungan untuk menerima dan bersikap toleran terhadap ajaran lain.

Sikap toleran inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh misionaris Kristen. Sehingga tak heran, jika pergantian agama bagi masyarakat Jawa bukan merupakan unsur penting selama tidak menghilangkan substansi dasar kepercayaannya (pemujaan arwah leluhur). Itulah sebabnya, jenis Islam yang berkembang di Jawa menyediakan lahan subur bagi perkembangan agama Kristen dibandingkan dengan bentuk-bentuk Islam yang ada di tempat lain.

Dijelaskan Arif, ada dua macam penetrasi Kristen ke dalam masyarakat Jawa, yakni penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Jawa dan pemakaian kebudayaan Jawa ke dalam praktik kekristenan. Penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Jawa dilakukan oleh Johannes Emde di tahun 1811. Emde adalah seoerang Kristen Jerman yang tinggal di Surabaya dan mengawini seorang perempuan Jawa. Emde kemudian membangun persekutuan di Surabaya yang kemudian dikenal dengan nama “Keshalehan Surabaya”.

Adapun tokoh yang berperan penting dalam perkembangan inkulturasi budaya Jawa dengan KeKristenan adalah Coenraad Laurens Coolen. Dari ayahnya (asal Rusia berimigrasi ke Indonesia sebagai prajurit upahan VOC) yang mewarisi nilai-nilai agama Kristen), dan ibunya yang mewarisi ruh mistik dan kebudayaan Jawa, Coolen “mendakwahkan” kepada kelompoknya bahwa untuk menjadi Kristen, mereka tidak harus meninggalkan watak dan kebudayaan Jawa mereka. Karena itu Coolen tidak  mengizinkan seorang pun dari mereka untuk dibaptis.

Meniru Walisongo, dalam upaya untuk men-Jawa-kan agama Kristen, Coolen memanfaatkan wayang untuk menceritakan kisah-kisah Alkitab dan menyampaikan pesan-pesannya. Akibat pendekatan Coolen kepada kebudayaan Jawa, beberapa komunitas Kristen yang dipimpin para penginjil Jawa bermunculan. Diantar orang-orang Kristen Jawa itu adalah Singotruno, Paulus Tosari, Matious Niep dan yang paling berpengaruh inilah yang belakang berkembang dan disebut inkulturasi.

Ketika misionaris di Jawa menerapkan strategi inkulturasi, para misionaris Eropa yang diwakili Frans Lion Cachet (1835-1899) sangat menentang inkulturasi versi Sadrach. “Misi harus memisahkan diri dari Sadrach si pembohong, yang meracuni bidang misi kita sepenuhnya dan melahirkan sebuah agama Kristen Jawa yang sama sekali tidak memberikan tempat bagi Kristus,” kata Frans.

Berbeda dengan Frans yang tidak suka dengan inkulturasi misionaris di Jawa, Konsili Vatikan II justru memuji konsep inkulturasi. Benhard Meyer SJ, mengemukakan: “Konsili Vatikan II secara umum mengungkapkan penghargaan tinggi untuk karya seni dan para seniman, khususnya kesenian sakral. Kesenian semua bangsa dan daerah, hendaknya diberi keleluasaan dalam gereja.”

Pada tahun 1925 musik Jawa pertama kali masuk dalam gereja-gereja sebagai lagu gereja. Perintis masuknya lagu gereja dengan gamelan Jawa adalah C. Hardjosoebrata, dengan karangannya antara lain: Atur Roncen, Sri Yesus Mustikeng Manis dan O Kawula Punika.

Saat ini inkulturasi sudah menjadi denyut nadi utama dalam agama Katolik di Jawa. Beberapa praktik inkulturasi tersebut antara lain:

  • Gereja Katolik Ganjuran Yogyakarta dan Gereja Katolik San Inigo Dirjodipuran Surakarta dalam perayaan ekaristinya menggunakan bahasa Jawa. Mulai dari do’a, bacaan Injil, homili atau khutbah sampai do’a Syukur Agung.
  • Gereja Purbawardayan merupakan salahsatu paroki di Kevikepan Surakarta yang sering menyelenggarakan perayaan Natal dengan mengadakan pentas sendratari kelahiran Yesus. Bahkan pada tahun 1998 mengadakan pementasan Ketoprak.
  • Sendang Sono sebagai tempat ziarah untuk berdevosi (kebaktian) kepada Bunda Maria pada mulanya adalah tempat orang-orang Jawa dahulu bersemedi, untuk membuat keputusan-keputusan penting dalam hidup mereka.
  • Dalam Pesta Intan Gereja Katolik Ganjuran tanggal 27 Juni 1999, upacara adat Jawa “Gunungan” dimasukkan dalam upacara gereja, yaitu setelah prosesi sakramen Maha Kudus. Selanjutnya gunungan yang berisi hasil bumi dibagikan kepada umat, agar mendapat berkah yang berlimpah dari Sang Maha Pencipta.

“Dengan demikian, proses inkulturasi bukan sekedar peristiwa budaya, tapi juga peristiwa keagamaan. Dalam hal ini, kita tidak dapat memisahkan inkulturasi dengan evangelisasi atau pewartaan injil dalam gereja.”

Hal ini sesuai dengan amanat Paus Yohannes Paulus II yang mengatakan: “Kristus dan gereja tidak boleh asing dari suku, bangsa atau kebudayaan manapun. Pesan Kristus teruntuk semua kepada semua orang…dimana saja berada. Gereja harus menanamkan akarnya dalam-dalam ke dalam tanah rohani dan budaya setiap negeri.” [desastian]

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Christology lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
DSKS Desak Kepolisian Usut Motif Pembunuhan Ketua MUI Labura

DSKS Desak Kepolisian Usut Motif Pembunuhan Ketua MUI Labura

Kamis, 29 Jul 2021 22:19

Indonesia Sudah Lampu Kuning, Anis Matta: Kita Harus Hati-hati Membaca Tanda-tanda Ini

Indonesia Sudah Lampu Kuning, Anis Matta: Kita Harus Hati-hati Membaca Tanda-tanda Ini

Kamis, 29 Jul 2021 21:42

Soal Polemik Baha’i, Bukhori Yusuf Ingatkan Menteri Agama untuk Tidak Buat Gaduh Publik

Soal Polemik Baha’i, Bukhori Yusuf Ingatkan Menteri Agama untuk Tidak Buat Gaduh Publik

Kamis, 29 Jul 2021 21:10

Bentrokan Baru Pecah Di Kota Daraa Al-Balad Suriah Setelah Serbuan Pasukan Rezim Teroris Assad

Bentrokan Baru Pecah Di Kota Daraa Al-Balad Suriah Setelah Serbuan Pasukan Rezim Teroris Assad

Kamis, 29 Jul 2021 21:00

Pendiri Ben & Jerry's: 'Kami Bangga Sebagai Yahudi Dan Mendukung Israel Tapi Menentang Pemukiman'

Pendiri Ben & Jerry's: 'Kami Bangga Sebagai Yahudi Dan Mendukung Israel Tapi Menentang Pemukiman'

Kamis, 29 Jul 2021 19:35

7 Tentara Suriah Tewas Dalam Serangan Islamic State Di Gurun Deir Al-Zor

7 Tentara Suriah Tewas Dalam Serangan Islamic State Di Gurun Deir Al-Zor

Kamis, 29 Jul 2021 19:06

Bocah 12 Tahun Mohammed Al-Allami Jadi Anak Palestina Ke-77 Yang Dibunuh Oleh Israel Tahun Ini

Bocah 12 Tahun Mohammed Al-Allami Jadi Anak Palestina Ke-77 Yang Dibunuh Oleh Israel Tahun Ini

Kamis, 29 Jul 2021 18:35

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-4)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-4)

Kamis, 29 Jul 2021 11:14

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-3)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-3)

Kamis, 29 Jul 2021 11:11

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayorandi Surabaya (Bagian-2)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayorandi Surabaya (Bagian-2)

Kamis, 29 Jul 2021 11:02

Kritik ''Cuitan'' Komunikasi Publik Mahfud MD

Kritik ''Cuitan'' Komunikasi Publik Mahfud MD

Kamis, 29 Jul 2021 11:02

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-1)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-1)

Kamis, 29 Jul 2021 10:54

Pemuda Muhammadiyah Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

Pemuda Muhammadiyah Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

Kamis, 29 Jul 2021 06:58

Ketua FPKS: Isoman Anggota Tak Perlu di Hotel, Cukup Manfaatkan Fasilitas Milik DPR

Ketua FPKS: Isoman Anggota Tak Perlu di Hotel, Cukup Manfaatkan Fasilitas Milik DPR

Rabu, 28 Jul 2021 23:56

Alumni IPB Kumpulkan Donasi 1,3 M untuk Pengadaan Tabung Oksigen Medis

Alumni IPB Kumpulkan Donasi 1,3 M untuk Pengadaan Tabung Oksigen Medis

Rabu, 28 Jul 2021 22:45

Peningkatan Kompetensi SDM Bank Syariah Harus Menjadi Perhatian

Peningkatan Kompetensi SDM Bank Syariah Harus Menjadi Perhatian

Rabu, 28 Jul 2021 22:27

Indonesia Juara Angka Kematian Covid, Anggota DPR: Pantau Pasien Isoman!

Indonesia Juara Angka Kematian Covid, Anggota DPR: Pantau Pasien Isoman!

Rabu, 28 Jul 2021 22:09

Bertemu Menlu Cina, Delegasi Taliban Bahas Proses Perdamaian Dan Masalah Keamanan Di Afghanistan

Bertemu Menlu Cina, Delegasi Taliban Bahas Proses Perdamaian Dan Masalah Keamanan Di Afghanistan

Rabu, 28 Jul 2021 22:00

Ketua MUI Labura Wafat Dibunuh, MUI Percayakan kepada Aparat Hukum

Ketua MUI Labura Wafat Dibunuh, MUI Percayakan kepada Aparat Hukum

Rabu, 28 Jul 2021 21:47

Optimis Takwa dan Dakwah di Tengah Wabah

Optimis Takwa dan Dakwah di Tengah Wabah

Rabu, 28 Jul 2021 21:36


MUI

Must Read!
X