Fenomena Doom Spending: Saat Belanja Jadi Pelarian dari Kecemasan HidupKamis, 07 May 2026 20:36 |
|
Persiapan Puncak Haji 2026: Kemenhaj Larang City Tour demi Kesehatan JemaahKamis, 07 May 2026 14:28 |
|
Dosa Kecil bisa Menjadi Pembinasa. Waspadalah!!Kamis, 07 May 2026 14:01 |
|
Allahu Akbar, Jemaah Haji Tertua Indonesia Berusia 103 Tahun Tiba di Tanah SuciKamis, 07 May 2026 11:37 |
|
Kenapa Harus''Start Early'' Buat Jadi Baik?Rabu, 06 May 2026 20:41 |
|
Ketika Pendidikan Disandera Kapitalisme, Lahirlah Berbagai Krisis dan KetimpanganRabu, 06 May 2026 19:42 |
|
BGN Goes to Campus di Unhas: Unhas Siap Menjadi Pusat Unggulan MBG di Kawasan Timur IndonesiaRabu, 06 May 2026 16:25 |
|
Mengejar Akhirat Tanpa Melupakan DuniaRabu, 06 May 2026 16:07 |
|
Doa Pendek, Tapi Cakup Urusan Dunia AkhiratSelasa, 05 May 2026 12:02 |
|
Partai Ummat Tegaskan Dukungan ke Amien Rais Soal Seskab Teddy Indra WijayaSelasa, 05 May 2026 10:28 |


Begitulah yang dialami oleh gereja St Jakobus di Utrecht, Belanda, yang kosong karena tak dipakai kebaktian.
Menyulap gereja menjadi rumah tinggal adalah tindakan yang sangat tepat. Karena berdasarkan data Home DSGN, ada ratusan gereja kosong di Belanda yang sudah tidak digunakan, seperti dilansir oleh Huffington Post baru-baru ini.
Beberapa gereja bahkan akan dihancurkan. Tentu saja hal ini tidak diinginkan oleh para pemeluk agama Kristen. Untuk itu, daripada dihancurkan dan tidak digunakan, perusahaan-perusahaan seperti Zecc merombak menyulap gereja menjadi rumah tinggal dengan mempertahankan keaslian bangunan dan sejarahnya. [taz/mdk, huf]




