Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.118 views

Selangkah Menuju Pembubaran Ahmadiyah

Oleh: Kholili Hasib
Mahasiswa Magister Pemikiran Islam Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor.

KASUS Ahmadiyah kini mampu mengalahkan isu-isu politik dan kasus korupsi yang menghangat sebelumnya. Insiden Ahmadiyah menjadi isu yang  paling hangat dua pekan ini. Dipicu oleh kelambanan aparat pemerintah yang tidak segera menuntaskan persoalan Ahmadiyah, beberapa kelompok terlibat bentrok.

Suara mayoritas umat Islam tetap menginginkan Ahmadiyah dibubarkan. “Di negeri asalnya sudah dibubarkan sejak lama, dan Liga Dunia Islam juga tidak mengakui keberadaan Ahmadiyah. Maka sudah semestinya pemerintah kita membubarkan dan sekaligus membina jamaah mereka ini”, ujar Prof. Dr. H. Mohammad Baharun, MA, ketua pengurus besar Persatuan Tarbiyah Islamiyah dan salah satu ketua MUI Pusat.

Menurut dia, persoalan Ahmadiyah tidak akan selesai jika hanya menggunakan pendekatan anarki, tapi harus dengan peraturan pemerintah yang dijalankan secara jelas dan tegas.

Ribut soal Ahmadiyah sudah beberapa kali terjadi.  Secara legal formal, Ahmadiyah jelas melanggar. Akan tetapi Ahmadiyah tetap membandel, SKB tiga menteri tidak dianggap oleh jemaat yang berpusat di Inggris ini. Jika tidak ada ketegasan soal status jemaat ini, selamanya Ahmadiyah tetap akan ‘ngeles’.

Dalam suatu dengan pendapat dengan Bakorpakem Jama’ah Ahmadiyah Indonesia (JAI) mengatakan kitab Tadzkirah bukan kita suci agama Ahmadiyah. Pernyataan ini pun diulang dalam pertemuan dengan komisi VIII DPR-RI hari Rabu malam beberapa waktu lalu.

Akan tetapi, tim pemantau menemukan sebaliknya.  Menurut ketua Tim Pemantau Bakorpakem waktu itu, Atho’ Mudzhar, yang telah melakukan investigasi langsung ke lapangan selama tiga bulan, bahwa penganut JAI tetap meyakini Tadzkirah sebagai kitab suci dan Mirza Ghulam sebagai Nabi. Berdasarkan temuan itu, pada bulan April 2008, Bakorpakem mengeluarkan rekomendasi final bahwa Ahmadiyah harus menghentikan kegiatannnya.

Tapi, rekomendasi yang juga ditujukan kepada Jaksa Agung dan Mendagri itu tidak digubris. Pihak pemerintah pun juga berdiam diri tidak segera menuntaskan hingga tahun 201i ini. Maka, kasus bentrok di Cikeusik beberapa hari yang lalu setidaknya mesti menjadi pelajaran bagi yang berwajib, bahwa rekomendasi Bakorpakem harus ada follow up yang jelas.

Memang selamanya, konsep teologis Ahmadiyah tidak berubah. Doktrin kenabian Mirza Ghulam adalah doktrin elementer yang menjadi penopang semua keyakinan Ahmadiyah. Dalam kitab Tadzkirah halaman 621 dengan gamblang menyebut Ghulam Ahmad adalah utusan Tuhan yang membawa petunjuk dan agama yang benar.

Konsep teologis yang beginilah yang dipersoalkan umat Islam. Jika dibiarkan, doktrin ini mencemari akidah Islam. Bahkan dalam laporan Tim Pencari Fakta MUI Banten, beberapa orang telah di-Ahmadiyah-kan oleh JAI di Banten. Ini artinya, JAI tidak saja melanggar aturan tapi memicu keresahan masyarakat.

Masyarakat muslim selalu berusaha menjaga kemurnian agamanya. Sebab, tidak ingin agama Islam bernasib seperti Yahudi dan Nasrani. Dua ajaran agama ini sudah bukan lagi ajaran tanzil  karena telah bercampur dengan kepercayaan Romawi dan Yunani.

Menjalankan agama dan menjaganya dari polutan akidah adalah hak orang beragama. Maka tak heran, masyarakat muslim ngotot membela hak beragamanya dari polutan-polutan akidah.

Jadi pembubaran Ahmadiyah bukanlah pelanggaran HAM. Justru Ahmadiyah yang melakukan pelanggaran. Sebab, memakai nama dan simbol-simbol Islam untuk meng-Ahmadiyah-kan kaum muslim, Ahmadiyah telah melakukan kekerasan akidah berupa penodaan, penistaan dan pengikisan akidah terhadap agama Islam.

Setiap orang boleh saja menjalankan keyakinannya dengan bebas. Tapi kebebasan itu bukan berarti ‘keblabasan’. Artinya menjalankan dan menyebarkan keyakinan secara bebas akan tetapi meresahkan dan mengganggu kenyamanan orang lain dalam beragama.

Maka pembubaran atau menjadikan Ahmadiyah menjaga agama sendiri dapat menjadi menuntaskan kasus-kasus kekerasan dan penistaan. Ini merupakan solusi yang palign mudah. Jika ingin mengidentitaskan sebagai Islam, maka konsekuensinya Ahmadiyah harus mengikuti akidah dan syari’at Islam yang sudah baku itu.

Jika masih tetap melanggar aturan syariat, maka Ahmadiyah tidak boleh menggunakan simbol-simbol Islam, tempat ibadahnya pun tidak lagi boleh bernama masjid.

Solusi ini sebenarnya bisa meredam bentrok anarkis. Sebagaimana yang pernah dialami negara Pakistan, puluhan tahun lamanya umat Islam dan Ahmadiyah terlibat konflik. Akhirnya, pemerintah Pakistan mengeluarkan undang-undang yang menegaskan Ahmadiyah bukan bagian dari Islam. Jamaah Ahmadiyah kemudian dideklarasikan sebagai kaum beragama non-muslim.

Amat bijak bila kasus Ahmadiyah ini disikapi dengan jalan ini dan tidak terprovokasi oleh oknum yang sengaja memberi stigma negatif terhadap Islam. Selama ini, memang ada pihak yang bekerja intensif merusak tatanan dan konsep yang telah mapan. Kerja ini memiliki dua arah, satu memprovokasi dan yang lainnya mengelirukan makna kebebasan.

Kampanye makna kebebasan ala Liberal dalam situasi ini cukup rawan. Sebab, masyarakat awam akan mudah menelan logika-logika yang sengaja ditampilkan seakan ‘indah’. Kebebasan ala Barat tidak ada hubungannya lagi dengan konsep-konsep teologi. Sehingga antara kebebasan, penistaan dan toleransi menjadi rancu.

Kultur dan etika Islam jelas berbeda. Kebebasan tidak identik dengan penistaan agama. Apa yang terjadi dengan bentrok Ahmadiyah, adalah persoalan penistaan. Kebebasan dalam Islam itu bukanlah identik dengan istilah Liberal atau freedom. Dalam Islam, menurut Syekh Naquib Al-Attas, kebebasan lebih tepat diterjemahkan dengan ikhtiyar. Sebab, hakikatnya kebebasan dalam Islam itu adalah memilih (ikhtara) sesuatu yang benar.

Berkaitan dengan solusi mengakhiri bentrok, maka pemerintah mestinya mendengarkan suara mayoritas umat Islam dan melaksanakan rekomendasi peraturan, yakni pembekuan Ahmadiyah atau dibubarkan. Jika tidak, peraturan yang telah dibuat tidak ada fungsinya yang itu akan memicu kembali terjadinya konflik. [voa-islam.com]

Baca artikel terkait:
Alasan Ahmadiyah Dinyatakan Sebagai Non Islam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
DPR Didorong Segera Realisasikan Pansus Hak Angket Kereta Cepat Jakarta – Bandung

DPR Didorong Segera Realisasikan Pansus Hak Angket Kereta Cepat Jakarta – Bandung

Selasa, 09 Aug 2022 23:44

Sedikitnya 12 Ledakan Guncang Pangkalan Udara Militer Rusia Di Semenanjung Krimea

Sedikitnya 12 Ledakan Guncang Pangkalan Udara Militer Rusia Di Semenanjung Krimea

Selasa, 09 Aug 2022 22:47

Untuk Anies di Pilpres 2024, Nasdem Disebut Bakal Usung Poros Sendiri

Untuk Anies di Pilpres 2024, Nasdem Disebut Bakal Usung Poros Sendiri

Selasa, 09 Aug 2022 22:31

Pria Mirip Aktor Jonny Depp Ambil Bagian Dalam Ritual Ashura Di Iran Picu Perdebatan Di Medsos

Pria Mirip Aktor Jonny Depp Ambil Bagian Dalam Ritual Ashura Di Iran Picu Perdebatan Di Medsos

Selasa, 09 Aug 2022 22:06

Pasukan Zionis Israel Bunuh Komandan Brigade Syuhada Al-Aqsa Dalam Serangan Di Nablus

Pasukan Zionis Israel Bunuh Komandan Brigade Syuhada Al-Aqsa Dalam Serangan Di Nablus

Selasa, 09 Aug 2022 20:49

FWB, Worth it Kah?

FWB, Worth it Kah?

Selasa, 09 Aug 2022 08:34

FPKS: Setop Proyek IKN dan Kereta Cepat, Alihkan ke Subsidi BBM

FPKS: Setop Proyek IKN dan Kereta Cepat, Alihkan ke Subsidi BBM

Selasa, 09 Aug 2022 07:59

Angka Perokok Anak Terus Meningkat, Jadikan E-KTP Syarat Beli Rokok

Angka Perokok Anak Terus Meningkat, Jadikan E-KTP Syarat Beli Rokok

Selasa, 09 Aug 2022 07:26

Turki Sangat Prihatin Atas Pembunuhan Berantai 4 Muslim Di New Mexico AS

Turki Sangat Prihatin Atas Pembunuhan Berantai 4 Muslim Di New Mexico AS

Senin, 08 Aug 2022 22:04

Pemimpin Seniornya Terbunuh Dalam Serangan Bom Pinggir Jalan, TTP Salahkan Agen Intelijen Pakistan

Pemimpin Seniornya Terbunuh Dalam Serangan Bom Pinggir Jalan, TTP Salahkan Agen Intelijen Pakistan

Senin, 08 Aug 2022 21:05

Polisi Selidiki Keterkaitan Pembunuhan Berantai 4 Pria Muslim Di AS

Polisi Selidiki Keterkaitan Pembunuhan Berantai 4 Pria Muslim Di AS

Senin, 08 Aug 2022 20:31

Bharada E Sebagai Justice Collaborator, Ferdy Sambo Bisa Gawat

Bharada E Sebagai Justice Collaborator, Ferdy Sambo Bisa Gawat

Senin, 08 Aug 2022 17:21

Ketua Majelis Syuro: PBB Partai Menarik, Bukan Partai Menakutkan

Ketua Majelis Syuro: PBB Partai Menarik, Bukan Partai Menakutkan

Senin, 08 Aug 2022 08:12

Menebar Cahaya di Tengah Gempuran Budaya Jepang

Menebar Cahaya di Tengah Gempuran Budaya Jepang

Senin, 08 Aug 2022 08:04

Ummu Imarah

Ummu Imarah

Senin, 08 Aug 2022 07:42

Pelapor Khusus PBB Sebut Serangan Israel di Gaza 'Ilegal Dan Tidak Bertanggung Jawab'

Pelapor Khusus PBB Sebut Serangan Israel di Gaza 'Ilegal Dan Tidak Bertanggung Jawab'

Ahad, 07 Aug 2022 21:50

Proyek Kereta Cepat Jauh dari Perencanaan dan Bebankan APBN

Proyek Kereta Cepat Jauh dari Perencanaan dan Bebankan APBN

Ahad, 07 Aug 2022 21:25

Korban Tewas Di Gaza Akibat Serangan Israel Naik Jadi 31, Sepuluh Di Antaranya Anak-Anak Dan Wanita

Korban Tewas Di Gaza Akibat Serangan Israel Naik Jadi 31, Sepuluh Di Antaranya Anak-Anak Dan Wanita

Ahad, 07 Aug 2022 21:15

IDEAS: Pemerintah Minim Visi Besarkan Industri Perbankan Syariah

IDEAS: Pemerintah Minim Visi Besarkan Industri Perbankan Syariah

Ahad, 07 Aug 2022 20:59

Garis Waktu: Serangan Zionis Israel Ke Jalur Gaza Sejak 2005

Garis Waktu: Serangan Zionis Israel Ke Jalur Gaza Sejak 2005

Ahad, 07 Aug 2022 20:55


MUI

Must Read!
X