Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
19.321 views

Surat Terbuka Warga Nahdiyin untuk Kyai Foswan Bukhori Maulana

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Teruntuk: KH Drs Muhammad Bukhori Maulana MA.

Beberapa hari ini saya terhenyak dengan berita tentang tabligh akbar yang diselenggarakan oleh FOSWAN (Forum Silaturrahmi Warga Nahdliyin) di Bekasi, dengan tema “Ulama Sejagad Menggugat Salafi-Wahabi.”

Mengapa saya begitu miris mendengarnya, karena tak disangka apa yang disampaikan di sana ternyata jauh sekali dari kesantunan, nilai ukhuwah dan standar akademis. Banyak hujatan di sana tanpa pangkal, seperti membabi buta diiringi oleh nafsu.

Saya tidak kenal dengan kiyai, namun saya menghormati kiyai sebagai ulama. Ulama yang dalam Islam adalah pewaris para nabi, penerus risalah agar umat menjadi lurus, tak tergerus habis oleh zaman dan tetap pada aqidah yang kokoh.

Saya merasa sedih sekali ketika kiyai dengan sangat lantangnya mencaci orang-orang Salafi dan PKS sebagai Wahabi. Bahkan kiyai mengatakan bahwa mereka menjadikan Syaikh Ibnu Taimiyah dan Syaikh bin Baz sebagai berhala. Kiyai juga mengatakan bahwa orang PKS yang mengadakan tahlilan atau maulidan adalah pembohongan terhadap masyarakat agar meraup suara di Pemilu. Belum lagi kiyai menyebutkan cirri-ciri orang Salafi sebagai orang yang tidak enak dipandang. Masya Allah!!

Saya adalah pemuda biasa, bukan orang yang faqih dalam masalah agama. Mungkin tak sefaqih kiyai dalam hal pengetahuan agama. Saya adalah kader PKS, namun saya sedari kecil dibesarkan di lingkungan Nahdliyin yang sangat kental. Saya mengikuti tahlilan seperti biasa bersama warga lain, dan itu bukan hanya saya lakukan pada saat menjelang Pemilu. Dan dalam PKS tidak pernah diajarkan sama sekali tentang pengkultusan apalagi menjadikan ulama sebagai berhala. Kami menganggap ulama adalah inspirasi dan penuntun, dan kami yakini pula ia tak selalu faqih dalam segala hal. Kami diajarkan untuk dapat mengambil pelajaran dan ilmu dari manapun itu, sehingga wawasan kami menjadi luas. Tak hanya terkungkung pada satu hal saja dan menutup diri dari hal kebaikan yang lain.

Begitu pula saya suka mengikuti kajian Salafi, di sana saya mendapatkan banyak sekali ilmu bagaimana berislam dengan baik sesuai sunnah. Di sana kami diajarkan tata cara beribadah yang baik dan benar sesuai sunnah, dan bukankah itu yang seharusnya? Karena syarat diterima ibadah selain niat yang benar adalah caranya juga benar, tentu kiyai sudah paham betul hal tersebut.

Dan mengenai Syaikh Ibnu Taimiyah, Syaikh Bin Baz dan ulama lainnya, setahu saya dan memang seperti itulah adanya. Mereka hanyalah ulama yang pendapatnya dijadikan sandaran terhadap suatu hukum. Dan pendapat itupun diambil dari sumber-sumber hujjah yang shahih bukan dari pendapat pribadi. Dan kiyai tentu sangat mengetahui bagaimana mengambil hukum dan menjadikannya hujjah dari Al-Quran, hadits, atsar sahabat, maupun ijma ulama lainnya. Sehingga tak ada yang namanya menjadikan ulama-ulama tersebut sebagai berhala, karena menganggap pendapat mereka mutlak.

Mengenai perbedaan pendapat antara para ulama Nahdliyin dengan para ustadz di PKS itu adalah hal yang biasa karena masuk dalam wilayah khilafiah.

Dan jika kiyai mengatakan wajah orang Salafi tidak enak dipandang, saya ingin bertanya kepada kiyai, tidak enak dari sisi fisiknya apakah karena ada perasaan kesal di hati sehingga ketika melihat orang Salafi menjadi tak enak dipandang. Karena selama saya bergaul dengan orang Salafi, wajah mereka menyejukkan, tak ada guratan keduniawian.

Pak kiyai yang saya hormati, bukankah Allah telah menyebutkan bahwa inna akromakum ‘indallahi atqakum, dan juga kiyai pasti sudah paham betul bahwa setiap muslim adalah bersaudara, innamal mu’minuna ikhwah. Lalu mengapa kiyai dengan teganya menyakiti hati saudara sesama muslim, menebar kebencian kepada kelompok yang lain dan menganggap kelompoknya lebih baik? Bukankah itu hal yang tercela? Terlebih lagi jika menganggap bahwa mereka telah menjadikan sesembahan lain selain Allah, bukankah itu sudah memvonis musyrik bahkan kafir (takfir)? Padahal Rasulullah telah mengajarkan pada kita, dalam sebuah hadits yang artinya:

“Siapa berkata kepada saudaranya, “Hai kafir”, maka kembalilah kekufuran itu kepada salah seorang daripada keduanya. Kalau memang saudaranya itu sebagaimana ia katakan (benarlah ia), tetapi kalau tidak, niscaya kembalilah kekufuran itu kepadanya (sendiri)” (Shahih Muslim kitab Al-Iman bab “bayan hal iman man qola li akhihil muslimin ya kafir,” hadits nomor 225).

Kiyai yang saya cintai karena Allah,

Saya sebagai warga Nahdliyin dengan segala hormat meminta kepada kiyai untuk meminta maaf kepada warga yang kiyai kira sebagai Salafi ataupun kepada warga PKS. Kami tak ingin di masyarakat terjadi perpecahan sehingga tetangga dengan tetangga lain menjadi tidak akur dan lain sebagainya.

Bukankah Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi pernah mengatakan bahwa ukhuwah islamiyah itu adalah kebutuhan umat islam masa kini? Karena Islam tak akan bangkit, Islam tak akan jaya tanpa adanya rasa cinta kasih di antaranya. Jika Islam bersatu-padu, tak terkotakkan antara satu dan lainnya, niscaya musuh-musuh islam pun pasti gentar. Kita meyakini Islam adalah solusi dan ia adalah minhajul hayah tapi bagaimana itu bisa terwujud jika ada saling dengki.

Semoga Allah berikan anugerah dan rahmat-Nya untuk kita semua umat islam pada umumnya dan pada kiyai khususnya. Sehingga tak ada lagi hujat menghujat, caci mencaci, yang ada hanyalah satu kata untuk memperbaiki umat bersama-sama dengan meninggikan kalimat tauhid dan menjadikan sunnah rasul-Nya sebagai aturan hidup. Wallahu ‘alam bis-shawab

Barakallahufikum. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jakarta, 24 November 2011

Al-fakir Uwais Al-Qarniy

Baca berita terkait:

  1. Tragedi Kiyai Nahdiyin: Hujat Salafi dengan Data Palsu dan Fitnah!
  2. Aneh! Forum Nahdiyin Mengais Pendapat Liberal untuk Serang Salafi
  3. Melongok Forum Nahdiyin: Parade Caci Maki terhadap Ulama, Salafi dan PKS
  4. Masya Allah!! Warga Nahdiyin Boikot Muslim yang Dituduh 'Salafi Wahabi'

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News

MUI

Must Read!
X