Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
12.525 views

Pendapat Ulama Syafi'iyah Ibnu Hajar Al Asqalani Tentang Isra Mi'raj

VOA-ISLAM.COM - Setiap tahun pada tanggal 27 Rajab sebagian kaum muslimin senantiasa merayakan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Namun pernahkah terbersit di dalam benak kita pertanyaan kritis kapankah sebenarnya Isra’ Mi’raj itu terjadi? Adakah dalil, hadits atau atsar yang menjelaskan tentang tanggal, bulan dan tahun terjadinya?

Hal ini perlu kita ketahui karena jangan sampai kita melakukan amalan ibadah namun tidak ada landasan kuat yang mendasarinya. Juga jangan sampai kita melakukan amalan ibadah namun tidak ada contoh dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, para sahabat dan para ulama ahlussunnah wal jama’ah.

Al-Imam al-Hafidzh Ibnu Hajar al-Asqalani -rahimahullah- telah menjawab pertanyaan di atas di Kitab Fathul Baari Syarh Shahih Bukhari Kitab Manaqib Bab al-Mi’raj. Beliau mendapati perselisihan yang banyak lebih dari 10 pendapat, berikut kutipannya:

وقد اختلف في وقت المعراج فقيل كان قبل المبعث، وهو شاذ إلا إن حمل على أنه وقع حينئذ في المنام كما تقدم، وذهب الأكثر إلى أنه كان بعد المبعث‏.‏ ثم اختلفوا فقيل قبل الهجرة بسنة قاله ابن سعد وغيره وبه جزم النووي، وبالغ ابن حزم فنقل الإجماع فيه، وهو مردود فإن في ذلك اختلافا كثيرا يزيد على عشرة أقوال، منها


  ما حكاه ابن الجوزي أنه كان قبلها بثمانية أشهر،
 وقيل بستة أشهر وحكى هذا الثاني أبو الربيع بن سالم، وحكى ابن حزم مقتضى الذي قبله لأنه قال‏:‏ كان في رجب سنة اثنتي عشرة من النبوة،
 وقيل بأحد عشر شهرا جزم به إبراهيم الحربي حيث قال‏:‏ كان في ربيع الآخر قبل الهجرة بسنة، ورجحه ابن المنير في شرح السيرة لابن عبد البر،
 وقيل قبل الهجرة بسنة وشهرين حكاه ابن عبد البر
 وقيل قبلها بستة وثلاثة أشهر حكاه ابن فارس،
 وقيل بسنة وخمسة أشهر قاله السدي وأخرجه من طريقه الطبري والبيهقي، فعلى هذا كان في شوال، أو في رمضان على إلغاء الكسرين منه
 ومن ربيع الأول وبه جزم الواقدي،
 وعلى ظاهره ينطبق ما ذكره ابن قتيبة وحكاه ابن عبد البر أنه كان قبلها بثمانية عشر شهرا،
 وعند ابن سعد عن ابن أبي سبرة أنه كان في رمضان قبل الهجرة بثمانية عشر شهرا،
 وقيل كان في رجب حكاه ابن عبد البر وجزم به النووي في الروضة،
 وقيل قبل الهجرة بثلاث سنين حكاه ابن الأثير،
 وحكى عياض وتبعه القرطبي والنووي عن الزهري أنه كان قبل الهجرة بخمس سنين ورجحه عياض ومن تبعه واحتج بأنه لا خلاف أن خديجة صلت معه بعد فرض الصلاة، ولا خلاف أنها توفيت قبل الهجرة إما بثلاث أو نحوها وإما بخمس، ولا خلاف أن فرض الصلاة كان ليلة الإسراء‏.‏  فتح الباري شرح صحيح البخاري -  كِتَاب الْمَنَاقِبِ – باب المعراج

Berkata al-Imam al-Hafidzh Ibnu Hajar al-Asqalani -rahimahullah-: 

“Dan sungguh telah berselisih para ulama di dalam menentukan waktu mi’raj. Ada yang mengatakan sebelum kenabian, pendapat ini ganjil kecuali kalau dianggap terjadi di dalam mimpi. Dan kebanyakan ulama yang lain berpendapat setelah kenabian. Pendapat inipun terjadi perselisihan, ada yang mengatakan satu tahun sebelum hijrah. Demikian pendapat Ibnu Sa’ad dan yang lainnya. Pendapat ini dikuatkan oleh an-Nawawi dan Ibnu Hazm telah berlebihan dengan menukil ijma’ tentang hal ini. Klaim bahwa pendapat ini sebagai ijma’ adalah tertolak karena sesungguhnya terdapat perselisihan yang banyak lebih dari 10 pendapat, di antaranya:

  1. Apa yang dikisahkan oleh Ibnul Jauzi bahwa mi’raj terjadi pada 8 bulan sebelum hijrah.
  2. Pendapat kedua, dikatakan[1] terjadi pada 6 bulan sebelum hijrah dari Abu ar-Rabi’ bin Salim. Ibnu Hazm telah mengisahkan bahwa hal ini berarti terjadi sebelumnya, di mana ia berkata,”Terjadinya pada bulan Rajab, 12 tahun dari kenabian (nubuwwah).”
  3. Dikatakan 1 tahun 2 bulan sebelum hijrah. Pendapat ini disampaikan oleh Ibnu Abdil Barr.
  4. Dikatakan 1 tahun 3 bulan sebelum hijrah. Pendapat ini disampaikan oleh Ibnu Faaris.
  5. Dikatakan 1 tahun 5 bulan sebelum hijrah. Pendapat ini disampaikan oleh as-Suddiy, yang dikeluarkan dari jalan ath-Thabary dan al-Baihaqi, dan terjadi pada bulan Syawwal atau Ramadhan, dengan mengabaikan 2 pecahan (hari) terakhir dari bulan-bulan tersebut.
  6. Terjadi pada Rabi’ul Awwal, sebagaimana ditetapkan oleh al-Waqidi.
  7. Secara jelas, sesuai dengan apa yang dinyatakan Ibnu Qutaibah, dan Ibnu Abdil Barr mengisahkan bahwa terjadinya 18 bulan sebelum hijrah.
  8. Dan Ibnu Sa’ad dari Ibnu Abi Subrah menyatakan bahwa terjadinya pada bulan Ramadhan, tepatnya 18 bulan sebelum hijrah.
  9. Dikatakan terjadi pada bulan Rajab –dikisahkan Ibnu Abdil Barr-, an-Nawawi menetapkannya di dalam Ar-Raudhah.
  10. Dikatakan terjadi pada bulan Rajab, 3 tahun sebelum hijrah, dan ini kisahkan oleh Ibnu Atsir.
  11. Dikatakan pula 5 tahun sebelum hijrah, pendapat ini diikuti al-Qurthubi dan an-Nawawi dari Imam az-Zuhri dan dikuatkan oleh al-Qadhi ‘Iyaadh dan yang mengikutinya. Mereka berargumen dengan tidak adanya perselisihan bahwa Khodijah shalat bersama Nabi r setelah adanya kewajiban shalat, dan tidak ada perselisihan bahwa Khodijah wafat sebelum hijrah, baik 3 tahun atau kurang-lebihnya atau 5 tahun; dan tidak ada perselisihan bahwa kewajiban shalat terjadi pada malam isra’.”           

Al-Imam Abu Syaamah -rahimahullah-, guru Imam an-Nawawi, mengatakan,”Dan para ahli hikayat menyebutkan Isra’ dan Mi’raj terjadi pada bulan Rajab. Menurut para ahli ta’dil dan jarh (ulama hadits) hal itu merupakan kedustaan.” [2]

Maka benarlah apa yang dikatakan Ibnu Taimiyah bahwa tidak ada dalil yang jelas dan pasti yang dapat menunjukkan tanggal dan bulan terjadinya Isra’ Mi’raj. Bahkan pemberitaannya terputus dan diperselisihkan, tidak ada yang dapat memastikannya. [3]

Lantas atas dasar apakah kita menetapkan secara pasti tanggal 27 Rajab adalah Isra’ Mi’raj dan untuk kemudian merayakannya setiap tahun?  Wal ‘ilmu ‘indallah.          


[1] Istilah “qila” ( = dikatakan) dinyatakan dengan bentuk pasif  biasa digunakan oleh  ahli hadits untuk menunjukkan bahwa riwayat dan pendapat itu lemah.

[2] Hal ini karena ketatnya para ulama hadits meneliti karakter periwayat hadits, di antaranya sisi kejujuran ataupun kekuatan hafalannya. Lihat Al-Ba'its 'Ala Inkaril Bida'i wal Hawadits oleh Imam Abu Syaamah asy-Syafi'i hal.171.

[3] Lihat Zaadul Ma’ad I/57 yang dinukil dari Majalah As-Sunnah Edisi 06/VI/1423H/2002M.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang !
http://www.digitalhuda.com

Panduan SEO Lengkap: SEO Linking Guide

Panduan komprehensif tentang teknik SEO ninja dan penjelasan menyeluruh tentang SEO, plus bonus Ultimate On Page & Link Building Manual. Agar website anda jadi no.1 di Google.
http://produk.syamsulalam.net/sl/seo-linking-guide/

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Aktivis Masjid Ditangkap Densus, Keluarganya Butuh Biaya Hidup dan Sekolah, Ayo Bantu!!

Aktivis Masjid Ditangkap Densus, Keluarganya Butuh Biaya Hidup dan Sekolah, Ayo Bantu!!

Hanya bermodal mesin jahit, Ummu Zakiya harus berjuang sendiri menafkahi dan menyekolahkan ketiga putrinya. Suaminya ditangkap Densus dengan tuduhan anggota Mujahidin Indonesia Barat...

Cut Masyitah, Ustadzah Muda Menderita Komplikasi Jantung, Ginjal dan Liver. Ayo Bantu!!

Cut Masyitah, Ustadzah Muda Menderita Komplikasi Jantung, Ginjal dan Liver. Ayo Bantu!!

Dai muda asal Aceh ini tidak bisa berdakwah lagi. Ia hanya bisa terbaring di ICU karena komplikasi jantung bocor, gangguan liver dan ginjal. Anak didik dan jamaah merindukan kehadirannya...

Bayi Nabil Mujahid Sudah Sehat, Donasi Rp 12 Juta Sudah Disalurkan

Bayi Nabil Mujahid Sudah Sehat, Donasi Rp 12 Juta Sudah Disalurkan

Setelah dirawat inap sepuluh hari, bayi Nabil Mujahid diizinkan pulang karena sudah sehat. Biaya persalinan dan pengobatan sebesar Rp 12.716.492,- dilunasi dari infaq para donatur IDC...

Ikrimah Anak Mujahid Sembuh dari DBD & Meningitis, Donasi Rp 12 Juta Telah Disalurkan

Ikrimah Anak Mujahid Sembuh dari DBD & Meningitis, Donasi Rp 12 Juta Telah Disalurkan

Setelah opname selama 5 hari, Ikrimah diperbolehkan pulang karena sudah sembuh. Total tagihan Rp 12.876.045,- dilunasi dari infaq donatur IDC....

Zakat & Infaq Cerdas: Salurkan Zakat dan Infaq untuk Beasiswa Yatim-Dhuafa

Zakat & Infaq Cerdas: Salurkan Zakat dan Infaq untuk Beasiswa Yatim-Dhuafa

Dalam harta yang kita ada hak orang lain. Zakat adalah senyum masa depan fakir miskin. Salurkan zakat, infaq dan sedekah ke program Zakat Cerdas untuk beasiswa Yatim-Dhuafa. Ini bukan zakat biasa!!...

Latest News


Must Read!
X