Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
12.857 views

Pendapat Ulama Syafi'iyah Ibnu Hajar Al Asqalani Tentang Isra Mi'raj

VOA-ISLAM.COM - Setiap tahun pada tanggal 27 Rajab sebagian kaum muslimin senantiasa merayakan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Namun pernahkah terbersit di dalam benak kita pertanyaan kritis kapankah sebenarnya Isra’ Mi’raj itu terjadi? Adakah dalil, hadits atau atsar yang menjelaskan tentang tanggal, bulan dan tahun terjadinya?

Hal ini perlu kita ketahui karena jangan sampai kita melakukan amalan ibadah namun tidak ada landasan kuat yang mendasarinya. Juga jangan sampai kita melakukan amalan ibadah namun tidak ada contoh dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, para sahabat dan para ulama ahlussunnah wal jama’ah.

Al-Imam al-Hafidzh Ibnu Hajar al-Asqalani -rahimahullah- telah menjawab pertanyaan di atas di Kitab Fathul Baari Syarh Shahih Bukhari Kitab Manaqib Bab al-Mi’raj. Beliau mendapati perselisihan yang banyak lebih dari 10 pendapat, berikut kutipannya:

وقد اختلف في وقت المعراج فقيل كان قبل المبعث، وهو شاذ إلا إن حمل على أنه وقع حينئذ في المنام كما تقدم، وذهب الأكثر إلى أنه كان بعد المبعث‏.‏ ثم اختلفوا فقيل قبل الهجرة بسنة قاله ابن سعد وغيره وبه جزم النووي، وبالغ ابن حزم فنقل الإجماع فيه، وهو مردود فإن في ذلك اختلافا كثيرا يزيد على عشرة أقوال، منها


  ما حكاه ابن الجوزي أنه كان قبلها بثمانية أشهر،
 وقيل بستة أشهر وحكى هذا الثاني أبو الربيع بن سالم، وحكى ابن حزم مقتضى الذي قبله لأنه قال‏:‏ كان في رجب سنة اثنتي عشرة من النبوة،
 وقيل بأحد عشر شهرا جزم به إبراهيم الحربي حيث قال‏:‏ كان في ربيع الآخر قبل الهجرة بسنة، ورجحه ابن المنير في شرح السيرة لابن عبد البر،
 وقيل قبل الهجرة بسنة وشهرين حكاه ابن عبد البر
 وقيل قبلها بستة وثلاثة أشهر حكاه ابن فارس،
 وقيل بسنة وخمسة أشهر قاله السدي وأخرجه من طريقه الطبري والبيهقي، فعلى هذا كان في شوال، أو في رمضان على إلغاء الكسرين منه
 ومن ربيع الأول وبه جزم الواقدي،
 وعلى ظاهره ينطبق ما ذكره ابن قتيبة وحكاه ابن عبد البر أنه كان قبلها بثمانية عشر شهرا،
 وعند ابن سعد عن ابن أبي سبرة أنه كان في رمضان قبل الهجرة بثمانية عشر شهرا،
 وقيل كان في رجب حكاه ابن عبد البر وجزم به النووي في الروضة،
 وقيل قبل الهجرة بثلاث سنين حكاه ابن الأثير،
 وحكى عياض وتبعه القرطبي والنووي عن الزهري أنه كان قبل الهجرة بخمس سنين ورجحه عياض ومن تبعه واحتج بأنه لا خلاف أن خديجة صلت معه بعد فرض الصلاة، ولا خلاف أنها توفيت قبل الهجرة إما بثلاث أو نحوها وإما بخمس، ولا خلاف أن فرض الصلاة كان ليلة الإسراء‏.‏  فتح الباري شرح صحيح البخاري -  كِتَاب الْمَنَاقِبِ – باب المعراج

Berkata al-Imam al-Hafidzh Ibnu Hajar al-Asqalani -rahimahullah-: 

“Dan sungguh telah berselisih para ulama di dalam menentukan waktu mi’raj. Ada yang mengatakan sebelum kenabian, pendapat ini ganjil kecuali kalau dianggap terjadi di dalam mimpi. Dan kebanyakan ulama yang lain berpendapat setelah kenabian. Pendapat inipun terjadi perselisihan, ada yang mengatakan satu tahun sebelum hijrah. Demikian pendapat Ibnu Sa’ad dan yang lainnya. Pendapat ini dikuatkan oleh an-Nawawi dan Ibnu Hazm telah berlebihan dengan menukil ijma’ tentang hal ini. Klaim bahwa pendapat ini sebagai ijma’ adalah tertolak karena sesungguhnya terdapat perselisihan yang banyak lebih dari 10 pendapat, di antaranya:

  1. Apa yang dikisahkan oleh Ibnul Jauzi bahwa mi’raj terjadi pada 8 bulan sebelum hijrah.
  2. Pendapat kedua, dikatakan[1] terjadi pada 6 bulan sebelum hijrah dari Abu ar-Rabi’ bin Salim. Ibnu Hazm telah mengisahkan bahwa hal ini berarti terjadi sebelumnya, di mana ia berkata,”Terjadinya pada bulan Rajab, 12 tahun dari kenabian (nubuwwah).”
  3. Dikatakan 1 tahun 2 bulan sebelum hijrah. Pendapat ini disampaikan oleh Ibnu Abdil Barr.
  4. Dikatakan 1 tahun 3 bulan sebelum hijrah. Pendapat ini disampaikan oleh Ibnu Faaris.
  5. Dikatakan 1 tahun 5 bulan sebelum hijrah. Pendapat ini disampaikan oleh as-Suddiy, yang dikeluarkan dari jalan ath-Thabary dan al-Baihaqi, dan terjadi pada bulan Syawwal atau Ramadhan, dengan mengabaikan 2 pecahan (hari) terakhir dari bulan-bulan tersebut.
  6. Terjadi pada Rabi’ul Awwal, sebagaimana ditetapkan oleh al-Waqidi.
  7. Secara jelas, sesuai dengan apa yang dinyatakan Ibnu Qutaibah, dan Ibnu Abdil Barr mengisahkan bahwa terjadinya 18 bulan sebelum hijrah.
  8. Dan Ibnu Sa’ad dari Ibnu Abi Subrah menyatakan bahwa terjadinya pada bulan Ramadhan, tepatnya 18 bulan sebelum hijrah.
  9. Dikatakan terjadi pada bulan Rajab –dikisahkan Ibnu Abdil Barr-, an-Nawawi menetapkannya di dalam Ar-Raudhah.
  10. Dikatakan terjadi pada bulan Rajab, 3 tahun sebelum hijrah, dan ini kisahkan oleh Ibnu Atsir.
  11. Dikatakan pula 5 tahun sebelum hijrah, pendapat ini diikuti al-Qurthubi dan an-Nawawi dari Imam az-Zuhri dan dikuatkan oleh al-Qadhi ‘Iyaadh dan yang mengikutinya. Mereka berargumen dengan tidak adanya perselisihan bahwa Khodijah shalat bersama Nabi r setelah adanya kewajiban shalat, dan tidak ada perselisihan bahwa Khodijah wafat sebelum hijrah, baik 3 tahun atau kurang-lebihnya atau 5 tahun; dan tidak ada perselisihan bahwa kewajiban shalat terjadi pada malam isra’.”           

Al-Imam Abu Syaamah -rahimahullah-, guru Imam an-Nawawi, mengatakan,”Dan para ahli hikayat menyebutkan Isra’ dan Mi’raj terjadi pada bulan Rajab. Menurut para ahli ta’dil dan jarh (ulama hadits) hal itu merupakan kedustaan.” [2]

Maka benarlah apa yang dikatakan Ibnu Taimiyah bahwa tidak ada dalil yang jelas dan pasti yang dapat menunjukkan tanggal dan bulan terjadinya Isra’ Mi’raj. Bahkan pemberitaannya terputus dan diperselisihkan, tidak ada yang dapat memastikannya. [3]

Lantas atas dasar apakah kita menetapkan secara pasti tanggal 27 Rajab adalah Isra’ Mi’raj dan untuk kemudian merayakannya setiap tahun?  Wal ‘ilmu ‘indallah.          


[1] Istilah “qila” ( = dikatakan) dinyatakan dengan bentuk pasif  biasa digunakan oleh  ahli hadits untuk menunjukkan bahwa riwayat dan pendapat itu lemah.

[2] Hal ini karena ketatnya para ulama hadits meneliti karakter periwayat hadits, di antaranya sisi kejujuran ataupun kekuatan hafalannya. Lihat Al-Ba'its 'Ala Inkaril Bida'i wal Hawadits oleh Imam Abu Syaamah asy-Syafi'i hal.171.

[3] Lihat Zaadul Ma’ad I/57 yang dinukil dari Majalah As-Sunnah Edisi 06/VI/1423H/2002M.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Toko Tas Online TBMR - Diskon Setiap Hari

Jual tas branded murah, tas import, tas wanita dengan harga yang super murah. Tas LV, Prada, Gucci, Hermes, Chanel, Burberry, Chloe, Webe, dll. Grosir dan Eceran.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Infaq Dakwah Center

Bantuan Ummu Zakiyah Sudah Diserahkan Berupa Mesin Jahit, Santunan Rutin dan Beasiswa

Bantuan Ummu Zakiyah Sudah Diserahkan Berupa Mesin Jahit, Santunan Rutin dan Beasiswa

Alhamdulillah, bantuan untuk Ummu Zakiyah, istri mujahid tertawan telah diserahkan dalam bentuk mesin jahit, santunan rutin bulanan dan beasiswa anaknya di pesantren. Semoga bermanfaat untuk...

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Aktivis Islam Yogyakarta Ditangkap, Sepeda Motornya Raib di Tangan Densus 88. Ayo Bantu!!

Abu Akhtar ditangkap Densus, sepeda motornya pun hilang. Untuk menafkahi balita kembarnya hanya mengandalkan penghasilan ayahnya, kuli batu bata dengan penghasilan yang pas-pasan....

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Bantuan Rp 40 Juta Disalurkan, Muallaf Nurul Hutabarat Bebas Hutang dan Punya Modal Usaha

Alhamdulillah donasi Rp 40.143.000,- sudah disalurkan kepada muallaf Nurul Hutabarat, dimanfaatkan untuk melunasi hutang biaya kuliah dan modal usaha....

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Dua Tahun Nuraini Menahan Sakit Tumor Mata. Cita-citanya Ingin Jadi Ustadzah. Ayo Bantu!!

Orang dewasa saja belum tentu sanggup menahan nyeri yang hebat selama dua tahun pada mata dan kepala. Tapi balita Nuraini ini bisa bersabar menghadapi ujian Allah, tumor mata ganas....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....

Latest News


Must Read!
X