Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.732 views

SBY Harus Pecat Dirut Pertamina Terkait Kenaikan LPG

Siaran Pers

SBY harus Pecat Dirut Pertamina Terkait Kenaikan LPG Non Subsidi dan Berantas Mafia Gas

PT Pertamina (Persero) per 1 Januari 2014 menaikkan harga elpiji nonsubsidi tabung 12 kg sebesar 68 persen. Dan besaran kenaikan di tingkat konsumen itu akan bervariasi berdasarkan jarak stasiun elpiji ke titik serah (supply point). Dengan kenaikan Rp 3.959 per kg tersebut, maka kenaikan harga per tabung elpiji 12 kg mencapai Rp 47.508. Sebelum kenaikan, harga elpiji 12 kg adalah Rp 5.850 per kg atau Rp 70.200 per kg, yang berlaku sejak 2009. Dengan demikian, harga elpiji 12 kg akan menjadi Rp 117.708 per tabung.

Kenaikan harga elpiji non susbsidi beerukuran 12 Kg oleh Pertamina didasarkan pada kerugian yang terus ditanggung oleh Pertamina setiap tahunnya. Menurut Pertamina "Sepanjang tahun 2013 ini Pertamina  rugi Rp 5,7 triliun - Rp 6 triliun, kerugian Pertamina di elpiji 12 kg. Kenaikan harga elpiji 12 KG menurut Pertamina , hanya dalam satu tahun dengan mengubah pola distribusinya, hanya menurunkan kerugian Rp 300 miliar.

Tentu saja ini menjadi tanya besar terhadap pengolahan Pertamina dalam mengelolah produksi Gas non subsidi yang terus merugi dan patut diduga bahwa ada ketidak efisienan Pertamina dalam mengelolah produksi elpiji yang berukuran 12 kg dan ini juga menunjukan kegagalan Direktur Utmana Pertamina dalam upaya melakukan program Transformasi di Pertamina agar dapat menciptakan ketersedian energy atau elpiji murah non susbsidi bagi masyarakat.

Sampai saat ini tidak ada satupun lembaga independent yang megetahui berapa sebenarnya biaya pokok produksi yang dikeluarkan Pertamina untuk memproduksi gas elpiji non subsidi ukuran 12 kilogram tentu saja kenaikan harga elpiji 12 KG  dan ketidak efisienan Pertamina dalam meem produksi Elpiji ukuran 12 Kg oleh Pertamina bisa jadi ulah para Mafia Gas yang ada di Pertamina.

Ada yang mejadi ukuran sebagai benchmark dalam menentukan harga elpiji ukuran 12 kilogram non subsidi yaitu harga elpiji nonsubdidi ukuran 12 kg di negara tetangga yaitu Malaysia dijual hanya harga sebesar 20 ringgit atau setara dengan 70 ribu rupiah kepada masyarakat Malaysia  sehingga kenaikan harga elpiji oleh Pertamina yang mencapai harga 120 ribu hingga 200 ribu dipasaran tidak dapat diterima begitu saja .apalagi kalau dengan alasan kenaikan harga gas elpiji didasari oleh kurs rupiah yang semakin melemah sebabringgit pun mengalami pelemahan.

Kenaikan harga elpiji 12 Kg juga akan berdampak negative bagi ketersediaannya gas elpiji subsidi ukuran 3 KG dimana akan terjadi pemidahan isi dari tabung gas subsidi oleh agen agen nakal yang didukung oknum Pertamina ke dalam tabung berukuran 12 kg , yang akhirnya dari sisi kertersediaan gas elpiji subsisdi akan hilang dari pasaran serta keamanan pengunaan tabung gas elpiji berukuran 3 kg dan 12 kg akan berdampak pada keselamtan penguna karena ada kerusakan jika dilakukan pemindahan tanpa melalui pabrikan.

Kenaikan gas elpiji 12 KG jelas akan sangat memberi dampak kepada ekonomi masyarakat yang kan semakin menurunkan daya beli masyrakat apalagi masyarakat baru saja dibebanin oleh beratnya beban ekonomi akibat kenaikan harga BBM dan tariff dasar listrik.

Kenaikan harga gas elpiji juga akan semakin memicu kenaikan inflansi serta harga harga makanan produksi pabrikan dan harga harga makan dari sector usaha kecil menengah yang akhirnya akan berimbas kalah bersaing dari makanan makanan  import dari China,Thailand dan Malaysia.

Kenaikan harga LPG 12 KG yang tidak dikonsultasikan pada pemerintah dalam hal ini president SBY adalah bentuk dari pembangkangan Direktur Utama Pertamina kepada pemerintah khusunya SBY.

Dari hal diatas maka Federasi serikat pekerja BUMN Bersatu memberikan beeberapa seruan dan langkah yaitu sebagai berikut :

1. Kenaikan harga LPG 12 KG yang tidak dikonsultasikan pada pemerintah dalam hal ini president SBY adalah bentuk dari pembangkangan Direktur Utama Pertamina kepada pemerintah khusunya SBY padahal Pertamina adalah salah satu BUMN Strategis yang dalam proses pengangkatan dan pemberhentian jajaran komisaris dan direksinya harus disetujui oleh President

2. Mendesak President SBY dan Meneg BUMN Bersatu untuk mencopot Direktur Utama Pertamina akibat pembangkangan dan ketidakmampuan melakukan efisiensi dalam memproduksi Gas Elpiji Non Subsidi dan memberantas mafia gas dalam tataniaga gas yang diselengarakan oleh Pertamina

3. Mendesak BPK untuk secara serius melakukan audit terhadap Pertamina terkait kerugian secara terus menerus dalam memproduksi elpiji non subsidi yang dianggap tidak wajar dan diduga adanya penyelewengan dan korupsi dalam menentukan biaya pokok produksi elpiji non subsidi

4. Mendesak Komisi Pemberntasan Korupsi untuk bekerjasama dengan BPK untuk melakukan audit ulang terkait adanya dugaan korupsi dalam memproduksi elpiji ukuran 12 KG non subsidi .

5. Mendesak Polri untuk mengawasi terjadinya pemindahan gas dari tabung gas bersubsidi ukuran 3 kg ke tabung gas 12 kg non subsidi terkait kenaikan harga gas elpiji non subsidi di setiap SPBE dan agen agen gas 

6. Terkait UU Keterbukaan Publik dimana Pertamina yang merupakan BUMN menjadi rana Undang-undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) yang harus memberikan Informasi kepada public terkait biaya pokok produksi gas elpiji non subsidi, pasokan gas, distributor dan tata niaga gas maka FSP BUMN Bersatu akan melayangkan surat ke Pertamina, Menteri ESDM, Meneg BUMN untuk meminta informasi terkait kenaikan harga elpiji non subsidi

7. FSP BUMN Bersatu juga akan mengalang berbagai jaringan Ormas, LSM, Mahasiswa, serikat pekerja untuk menolak kenaikan Gas elpiji non subsidi

8. Mendesak DPR RI untuk melakukan panja terkait terus meruginya Pertamina dalam memproduksi  gas elpiji ukuran 12 kg non subsidi

 

Komite Pimpinan Pusat

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu

Jakarta  05 Januari 2014

 

Arief Poyuono,SE                                                        Satya Wijayantara

Ketua Umum                                                                    Sekretaris Jendral                                                                                                          

Hp:0811996229

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Taliban Serukan AS Patuhi Perjanjian Damai Yang Ditandatangani Tahun Lalu Di Qatar

Senin, 01 Mar 2021 17:03

Politik Mabuk Jokowi

Politik Mabuk Jokowi

Senin, 01 Mar 2021 14:54

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Forum Jurnalis Muslim Tetapkan Dudy Sya'bani Takdir sebagai Ketum Periode 2021-2024

Senin, 01 Mar 2021 14:28

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

281 Anak dari 19 Provinsi Ikuti Lomba Tahfidz Nasional yang Diadakan Masjid Astra

Senin, 01 Mar 2021 13:48

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Sebagus Apapun, Dakwah Bisa Gagal Jika Salah Pendekatan

Senin, 01 Mar 2021 12:15

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Bisa Jatuh Digoyang Maumere

Senin, 01 Mar 2021 12:05

Bentrokan Meningkat Di Marib Antara Pasukan Pemerintah Yaman Dan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Bentrokan Meningkat Di Marib Antara Pasukan Pemerintah Yaman Dan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Ahad, 28 Feb 2021 22:36

10 Demonstran Anti-Kudeta Tewas Oleh Tindakan Keras Pasukan Keamanan di Beberapa Kota Myanmar

10 Demonstran Anti-Kudeta Tewas Oleh Tindakan Keras Pasukan Keamanan di Beberapa Kota Myanmar

Ahad, 28 Feb 2021 21:06

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

PKS Tolak Perpres Terkait Penanaman Modal untuk Industri Minuman Keras

Ahad, 28 Feb 2021 18:52

Workshop Jurnalistik Wahdah Islamiyah

Workshop Jurnalistik Wahdah Islamiyah

Ahad, 28 Feb 2021 18:20

Waketum Persis: Minuman Keras adalah Induk Segala Kejahatan

Waketum Persis: Minuman Keras adalah Induk Segala Kejahatan

Ahad, 28 Feb 2021 18:18

Kelompok Ham: Inggris Berisiko Ciptakan 'Guantanamo Baru' Di Suriah

Kelompok Ham: Inggris Berisiko Ciptakan 'Guantanamo Baru' Di Suriah

Ahad, 28 Feb 2021 16:45

Mantan Perdana Menteri Maroko Sebut Musim Semi Arab Belum Berakhir

Mantan Perdana Menteri Maroko Sebut Musim Semi Arab Belum Berakhir

Ahad, 28 Feb 2021 15:48

Buzzer Mendengung Membuat Bising Aceh

Buzzer Mendengung Membuat Bising Aceh

Ahad, 28 Feb 2021 10:52

Tatkala Ibadah Umroh Dinistakan

Tatkala Ibadah Umroh Dinistakan

Ahad, 28 Feb 2021 10:48

Tolak Dibukanya Investasi Miras, Almuzzammil Yusuf: Membahayakan Masa Depan Generasi Bangsa!

Tolak Dibukanya Investasi Miras, Almuzzammil Yusuf: Membahayakan Masa Depan Generasi Bangsa!

Ahad, 28 Feb 2021 10:18

Al-Qaidah Tunjuk Mantan Pasukan Khusus Mesir Sebagai Amir Baru Gantikan Syaikh Al-Zawahiri

Al-Qaidah Tunjuk Mantan Pasukan Khusus Mesir Sebagai Amir Baru Gantikan Syaikh Al-Zawahiri

Sabtu, 27 Feb 2021 21:22

Turki Dan AS Berbagi Data Dari Sistem Pertahanan Udara Pantsir Rusia Yang Disita Di Libya

Turki Dan AS Berbagi Data Dari Sistem Pertahanan Udara Pantsir Rusia Yang Disita Di Libya

Sabtu, 27 Feb 2021 21:05

Generasi Milenial Terancam Learning Loss, Adakah Solusi?

Generasi Milenial Terancam Learning Loss, Adakah Solusi?

Sabtu, 27 Feb 2021 20:56

Waspada, Hindarkan Anak dari Paham Sekuler

Waspada, Hindarkan Anak dari Paham Sekuler

Sabtu, 27 Feb 2021 20:47


MUI

Must Read!
X

Ahad, 28/02/2021 18:20

Workshop Jurnalistik Wahdah Islamiyah