Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
15.623 views

Laporan Tim Advokasi Pelarangan Jilbab Anita di SMU 2 Denpasar

PRESS RELEASE

MEMBANGUN KEKUATAN SOSIAL DI BALI

UNTUK MEMBELA HAK PELAJAR MUSLIM BERJILBAB 

Selama tujuh hari berlangsung sejak tanggal 1 januari 2014, konsolidasi Tim Advokasi Pembelaan Hak Pelajar Muslim Bali dengan Ormas Islam dan tokoh masyarakat setahap demi setahap mulai terbangun. Tim Advokasi yang diketuai Helmi Al Djufri telah mendatangi Ibu Yunisiah selaku Ketua Jami’atul Quro wal Hufadz Provinsi Bali, KH. I Ketut Jamal selaku Pimpinan Pondok Pesantren Bali Bina Insani yang berada di Tabanan juga sebagai Pejabat Pengadilan Agama Kota Denpasar serta pemuka agama Islam lainnya dan Ust. Hasan Basri Ketua DDII Provinsi Bali.

Konsolidasi gerakan ummat ini sengaja dibangun agar isu-isu keummatan yang bersentuhan langsung dengan pelajar menjadi tanggung jawab para orang tua, ulama, tokoh, aktivis pelajar/pemuda Islam dan pejabat pemerintah.

Di sisi lain, lima hari yang lalu, Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) dibantu Tim Advokasi sudah melayangkan surat audiensi kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, dan telah mendapat jawaban dari Seksi Data Disdikpora Prov. Bali hanya menunggu waktu yang tepat untuk menerima audiensi PB PII. Selain itu, Kanwil Kemenag Prov. Bali juga sudah dikirimi surat audiensi, hingga saat ini belum ada tanggapan.

MUI Provinsi Bali juga telah disurati oleh PB PII dan telah memberi jawaban menerima audiensi pada esok hari (08 januari). Sedangkan Ormas Islam tingkat wilayah seperti Muhammadiyah, NU, HTI, Hidayatulllah belum ada jawaban sama sekali. Namun PB PII dan Tim Advokasi tetap optimis menunggu jawaban kesediaan dari para pimpinan Ormas Islam. Kami yakin para tokoh Ormas Islam akan membantu gerakan pembelaan hak pelajar muslim Bali, karena kasus pelarangan jilbab di sekolah ini merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia dan merupakan tindakan pendangkalan aqidah para pelajar muslim oleh oknum Kepala Sekolah dan para guru di SMAN 2 Denpasar. Namun, ternyata dukungan dari banyak pihak terus berdatangan dari mahasiswa muslim di berbagai kampus di Bali dan organisasi kepemudaan lainnya. Bahkan dukungan melalui jejaring sosial terus bertambah. Petisi online yang digerakkan oleh Tim Advokasi hingga saat ini sudah terkumpul lebih dari 1000 tanda tangan. Hari ini Tim Advokasi akan membuat Petisi di lapangan, agar masyarakat semakin tergugah akan kasus yang menimpa pelajar muslimah di Bali.

Denpasar, 07 Januari 2014

 

HELMI AL DJUFRI, S.Sy

Wakil Sekretaris Jenderal PB PII /

Ketua Tim Advokasi Pembelaan Hak Pelajar Muslim Bali

 

Cp. 087776192691 / 085720063183

bung_helmee@yahoo.co.id

 

KRONOLOGIS:

Laporan Perkembangan Kasus Pelarangan Jilbab di Sekolah

Oleh: Tim Advokasi Pembelaan Hak Pelajar Muslim di Bali

Januari 2014

01 (Rabu)

Rapat konsolidasi dan penyusunan rencana aksi bersama Tim Advokasi di Masjid Sudirman Denpasar.

Hasil yang dicapai: akan menyebarkan surat kunjungan shilaturahim dan audiensi dengan Pemerintah Provinsi Bali (disdikpora & kanwil kemenag), MUI Prov. Bali serta ormas-ormas Islam (Muhammadiyah, NU, HTI, Hidayatullah, DDII)

02 (Kamis)

  1. Menyebarkan surat audiensi ke Disdikpora dan Kanwil Kemenag Prov. Bali  & Ormas-ormas Islam Prov. Bali
  1. Silaturahim dan konsolidasi isu pelarangan jilbab di sekolah bersama Ustadz Harun (Anggota  Jami’atul Quro wal Hufadz/JQH cabang Tabanan) di kediamannya (Alas kedaton, Tabanan).

Hasil yang dicapai: 1) Beliau siap membantu dengan mensosialisasikan gerakan advokasi PII untuk kasus jilbab di Bali kepada ummat muslim di Tabanan dan FKUB Tabanan. 2) membantu menjembatani pertemuan dengan Ketua JQH Prov. Bali & Wakil Ketua Pengadilan Agama Denpasar)

  1. Rapat Evaluasi bersama Tim Advokasi dan PW PII Bali dan Pemaparan Strategi aksi di kediaman Anita Wardani. 

Hasil yang dicapai: 1) akan menyelenggarakan Dialog Terbatas pada tanggal 13 Februari 2014 di Denpasar dengan mengundang narasumber: Kadisdikpora Prov. Bali, Kakanwil Kemenag Prov. Bali, Kepala Kesbangpol Prov. Bali, Kapolda Bali, Ketua MUI Prov. Bali, Ketua Umum PB PII, FKUB Bali. Dengan audiens: kepala Disdikpora tingkat Kabupaten/Kota di Bali, Ketua OSIS, Ketua Rohis, Ketua MUI tingkat Kabupaten/Kota, Pimpinan Ormas Islam tingkat wilayah Bali. Target: mendialogkan kasus pelarangan jilbab di sekolah-sekolah negeri di wilayah Bali agar kebebasan beragama pelajar muslim di lingkungan sekolah dapat leluasa. 2) menyebarkan berita kasus larangan jilbab ke media-media. 3) Sosialisasi ke Pengurus Daerah PII se-Bali. 4) membuat status do sosial media yang bertema larangan jilbab selama bulan januari 2014.

03 (Jumat):

Shilaturahim dan konsolidasi isu pelarangan jilbab di sekolah bersama Ustadzah Ibu Yunisiah (Ketua Jami’atul Quro wal Hufadz/JQH Provinsi Bali) di kediamannya (Jl. Taman Pancing, Kepawon, Denpasar).

Hasil yang dicapai: Beliau akan mempelajari draft kasusnya dahulu yang disusun oleh Tim Advokasi, karena posisi beliau selain menjabat sebagai Ketua JQH Prov.Bali, Beliau menjabat juga sebagai pengurus MUI Prov. Bali dan PW Muslimah NU Prov. Bali. Pada prinsipnya beliau mendukung secara pribadi, untuk dukungan lainnya yang menggunakan institusinya akan dibahas dahulu dengan pengurus yang lain, karena untuk menyikapi kasus seperti ini beliau masih mengambil jarak untuk kehati-hatian, khawatir akan menimbulkan konflik SARA.

04 (Sabtu):

  1. Konsolidasi dengan kader HTI (mahasiswi) di Masjid Sudirman Denpasar

Hasil yang dicapai: akan membantu menggerakkan teman-teman mahasiswi muslim di beberapa kampus untuk menyadarkan gerakan kebebasan memakai jilbab di sekolah 

  1. Brifing Tim Advokasi di Masjid Sudirman Denpasar

05 (Ahad):

  1. Ta’lim PD PII Badung di Masjid Nurul Huda, Tuban. Materi ta’lim dikhususkan pada pembinaan aqidah islamiyah khususnya tentang ‘makna iman’. Lalu dilanjutkan dengan wawancara kepada 6 pelajar muslimah (3 siswi SMPN 3 Kuta Selatan, 1 siswi SMAN 1 Kuta Selatan, 1 siswi SMAN 1 Kuta Utara, 1 siswi SMAN 2 Denpasar) yang pernah memakai jilbab di sekolah namun dilarang oleh Pihak Sekolah dengan penekanan untuk pindah sekolah jika mau memakai jilbab \
  2. Ta’lim PD PII Buleleng di kediaman Dino (Singaraja kota). Materi ta’lim khusus membahas ‘keberuntungan orang-orang beriman’. Lalu dilanjutkan wawancara dengan 4 siswi yang ingin memakai jilbab di sekolahnya namun dilarang pihak sekolah (1 siswi SMAN 1 Singaraja, 1 siswi SMPN 1 Singaraja, 2 siswi SMPN 3 Singaraja) 
  3. Silaturahim dan konsolidasi dengan KH. I Ketut Jamal (Pejabat Pengadilan Agama Kota Denpasar & Pimpinan Pondok Pesantren Bali Bina Insani) di kediamannya (Desa Meliling, Tabanan)

Hasil yang dicapai: Beliau siap membantu mendampingi Tim Advokasi kasus pelarangan jilbab dengan memberikan banyak nasehat dan memberikan jaringan untuk menemui beberapa tokoh besar masyarakat Bali.

06 (Senin):

  1. Menemui Bapak Ahmad Baraas (Wartawan Republika Online wilayah Bali) untuk mendiskusikan pengolahan isu di media 

Hasil yang dicapai: 1) terbangunnya satu persepsi yang sama antara media dan Tim Advokasi bahwa kasus pelarangan jilbab tidak diarahkan ke isu SARA. 2) Republika Online akan mengawal isu ini hingga tuntas.

- Mengunjungi Kepala Sekolah SMAN 2 Denpasar, namun tidak bisa ditemui, hanya bertemu dengan Bapak Rahmat Bayu (Sekretaris Kepala Sekolah) dan melayangkan surat kunjungan shilaturahim PB PII untuk Kepala  Sekolah SMAN 2 Denpasar.

- Silaturahim dan konsolidasi dengan Ustadz Hasan Basri Ketua DDII Provinsi Bali di mushola Denpasar.

Hasil yang dicapai: Beliau pada prinsipnya mendukung jika gerakan advokasi ini bisa menyesuaikan dengan budaya, adat atau karakter masyarakat Bali. Pendekatannya harus secara personal kepada pihak yang bersangkuta. Harapannya agar advokasi kasus ini tidak sampai memunculkan konflik dan masalah baru. Beliau siap menjadi narasumber pada agenda Dialog Terbatas tanggal 13 februari 2014 yang digagas PW PII Bali untuk membincangkan larangan jilbab di sejumlah sekolah.

Lampiran foto:

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet

Kamis, 21 Jan 2021 00:04

Italia Penjarakan Tersangka Jihadis Asing Afiliasi Al-Qaidah Yang Ditangkap di Turki

Italia Penjarakan Tersangka Jihadis Asing Afiliasi Al-Qaidah Yang Ditangkap di Turki

Rabu, 20 Jan 2021 22:28

Aplikasi Perpesanan Turki BiP Peroleh Lebih Dari 8 juta Pengguna Baru Secara Global

Aplikasi Perpesanan Turki BiP Peroleh Lebih Dari 8 juta Pengguna Baru Secara Global

Rabu, 20 Jan 2021 20:35

Pemerintah Afghanistan Salahkan Taliban Karena Hentikan Pembicaraan Damai

Pemerintah Afghanistan Salahkan Taliban Karena Hentikan Pembicaraan Damai

Rabu, 20 Jan 2021 20:01

Pemerintah Harus Turun Tangan Soal Gugatan Rp 39,5 Triliun dari Perusahaan Asing ke Pertamina

Pemerintah Harus Turun Tangan Soal Gugatan Rp 39,5 Triliun dari Perusahaan Asing ke Pertamina

Rabu, 20 Jan 2021 15:59

Signal Terus Tumbuh di Tengah Kontroversi WhatsApp

Signal Terus Tumbuh di Tengah Kontroversi WhatsApp

Rabu, 20 Jan 2021 14:08

PP Muhammadiyah: Kasus Penembakan 6 FPI Pelanggaran HAM Berat

PP Muhammadiyah: Kasus Penembakan 6 FPI Pelanggaran HAM Berat

Rabu, 20 Jan 2021 12:54

PW Hima Persis Banten Masa Jihad 2020-2022 Usung Tagline Kolaborasi Karya Kita

PW Hima Persis Banten Masa Jihad 2020-2022 Usung Tagline Kolaborasi Karya Kita

Rabu, 20 Jan 2021 12:42

Studi: Minum Cokelat Terbukti Tingkatkan Fungsi Otak

Studi: Minum Cokelat Terbukti Tingkatkan Fungsi Otak

Rabu, 20 Jan 2021 12:30

Membentuk Generasi Muslim yang Bertakwa

Membentuk Generasi Muslim yang Bertakwa

Rabu, 20 Jan 2021 10:55

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Selasa, 19 Jan 2021 22:52

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Selasa, 19 Jan 2021 22:30

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Selasa, 19 Jan 2021 22:11

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

Selasa, 19 Jan 2021 22:00

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Selasa, 19 Jan 2021 20:45

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Selasa, 19 Jan 2021 18:15

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Selasa, 19 Jan 2021 17:00

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Selasa, 19 Jan 2021 15:34

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Selasa, 19 Jan 2021 14:43

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Selasa, 19 Jan 2021 14:35


MUI

Must Read!
X

Kamis, 21/01/2021 00:04

Jakarta Dinobatkan Kota Bebas Macet