Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
20.140 views

Bencana Alam & Kerusakan Aqidah

Ada kesadaran yang selalu muncul saat bencana datang,bahwa selama ini kita tidak sungguh-sungguh belajar dari pengalaman.

Ada kejujuran yang muncul dari pengakuan, bahwa kita selama ini tidak benar-benar ‘bersahabat’ dengan alam.

Namun sayang, hanya sedikit orang yang menyadari bahwa ini juga persoalan dosa-dosa kita kepada Tuhan.

 

BENCANA atau musibah terjadi di berbagai daerah Indonesia. Hal ini dapat kita baca atau kita saksikan melalui pemberitaan media massa. Ada bencana banjir, longsor, banjir bandang, gunung meletus dan erupsi, tanah amblas, gempa bumi, angin puting beliung, dan kebakaran hutan. Bencana telah menelan banyak korban jiwa, kerugian harta, gagal panen, hilangnya tempat tinggal, dan terganggunya aktivitas.

Padahal Tuhan tidak pernah membuat kerusakan di alam dan menganiaya hamba-hamba-Nya melalui musibah. Allah Subhaana Wa Ta’ala berfirman: “Dan tidaklah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya” (QS Ali Imran: 108).Alam ini telah diciptakan dengan baik dan tertata dengan sempurna untuk keberlangsungan hidup manusia. Oleh sebab itu manusia dilarang untuk merusaknya (lihat QS Al A’raaf : 56).

Tidaklah kerusakan alam terjadi dan bencana silih berganti datang membawa nestapa, kecuali disebabkan oleh kezaliman manusia itu sendiri. Allah Ta’ala berfirman: “Maka Allah sekali-kali tidaklah berlaku zalim kepada mereka (manusia), akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri” (QS. Ar-Rum [30]: 9).

Kezaliman

Kezaliman yang dilakukan oleh manusia di muka bumi merupakan realita dari rusaknya aqidah manusia. Kalau aqidah sudah rusak, maka kemaksiatan dan dosa dilakukan tanpa beban. Jangankan aturan perundang-undangan negara, hukum Tuhan dilibas sekalian. Dosa dan maksiat manusia itulah yang sesungguhnya mengundang bencana Tuhan.

Allah Ta’ala berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan (kemaksiatan) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Ar Rum: 41).

Banyak ahli tafsir menjelaskan bahwa “perbuatan tangan manusia” (bimaa kasabat ai-dinnas)pada ayat di atas adalah kemaksiatan (dosa) manusia. Imam Abul ‘Aliyah ar-Riyah, seorang tabi’in, pernah berkata: “Barang siapa yang bermaksiat kepada Allah di muka bumi berarti dia telah berbuat kerusakan di dalamnya, karena bumi dan langit baik hanya dengan ketaatan kepada Allah”. [Lihat tafsir Ibnu Katsir (7/183), tahqiq oleh Dr Abdullah Alu Syaikh]

Syaikh Abdurrahman as Sa’di berkata dalam kitab Taisirul Karimir Rahman: “Bahwa segala musibah yang menimpa manusia, baik yang terjadi pada dirinya, harta, anak-anak, dan keluarga mereka tidak lain disebabkan oleh maksiat yang pernah mereka lakukan” (Dikutip dari As Sunnah, edisi 01 Th.XIV, 1431 H).

Saat manusia melakukan kemaksiatan dan dosa, saat itu ia jauh dari keimanan dan takwa. Tanpa iman dan takwa, Allah tidak akan menurunkan keberkahan hidup kepada manusia. Allah Ta’ala mengingatkan:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk suatu negara beriman dan bertakwa, pastilah Kami melimpahkan keberkahan kepada mereka dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat kami itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS Al-A’raaf: 96).

Ayat di atas menunjukkan kepada kita, bentuk kemaksiatan yang menyebabkan manusia jauh dari keimanan dan ketakwaan atau terhalangnya keberkahan dari langit dan bumi, adalah mendustakan atau menolak ayat-ayat (syari’at) Allah. Inilah yang menyebabkan penduduk suatu negeri merasakan (hanya) sebagian dari siksa Allah ‘azza wa jalla.

Andai kita merasakan semua akibat dari perbuatan maksiat yang kita lakukan, sungguh kita tidak akan mampu menahan siksaan itu. Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam kitabnya Ad-daa’ wa ad-Dawaa’ yang ditahqiq oleh Syaikh ‘Ali Hasan al-Halabi mengatakan: “Sekiranya kita merasakan seluruh akibat perbuatan kita, niscaya tidak ada seekor binatang pun yang dibiarkan hidup di muka bumi ini”. Allah (memang) Maha Pengasih lagi Penyayang.

. . . Dosa dan maksiat manusia itulah yang sesungguhnya mengundang bencana Tuhan. . .

Kerusakan Aqidah

Indonesia, sebagai negara yang berpenduduk Muslim terbanyak, dengan aturan menjamin kebebasan melaksanakan keyakinan agama bagi warganya, seharusnya nilai-nilai islami mewarnai kehidupan berbangsa. Namun, bukti kerusakan aqidah melalui kemaksiatan tidak saja terlihat dari sikap yang tidak berpihak kepada hukum Tuhan, tapi juga dari penentangan melalui ucapan dan kebijakan.

Seorang Bupati baru-baru ini berkomentar, bahwa pelacur adalah pahlawan keluarga. Dalam acara peringatan kematian (haul) Gus Dur beberapa bulan yang lalu, kalangan tokoh politik yang memiliki kepentingan dengan kaum nahdliyin berkata—seperti ditulis oleh Prof Dr Ali Mustafa Yaqub di Republika (23/1/2014)—bahwa Gus Dur adalah rahmatal lil’aalamin dan milik semua makhluk Tuhan. Maka layak kita bersyukur kepada Gus Dur dan Allah. Na’udzubillah!

Tidak ada manusia yang layak disebut sebagai rahmat bagi semesta alam (rahmatal lil’alamin) kecuali Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wassalam dengan wahyu yang telah diturunkan kepadanya (lihat QS Al Ambiya’ [21]: 107). Akankah kita menyamakan Gus Dur dengan Rasulullah? Bagaimana mungkin perbuatan zina yang dilaknat oleh Allah diapresiasi sebagai pahlawan keluarga?

Selanjutnya, puluhan ribu umat Islam Kediri, Jawa Timur, berebut menyentuh gong Kiai Praya untuk memperoleh berkah. Puluhan ribu umat di Klaten berebut apem “yagowiyu” ingin dapat karomah. Di alun-alun Karaton Jogja, ratusan ribu umat berebut gunungan sayur dan buah, katanya “ngalap” berkah. Di Solo ratusan ribu umat pula berebut lethong (kotoran) kerbau bule milik Keraton Solo agar hidup makmur. Demikian tulis Anton Tabah (pengurus MUI pusat) dalam artikelnya Ulama dan Umat,di Republika (7/4/2014) menjelaskan bagaimana keadaan umat ini.

. . . Dengan izin Allah (lihat QS At Taaghabun: 11) bencana di berbagai daerah terjadi, hendaknya menjadi pelajaran bagi kita untuk introspeksi diri dan kembali ke jalan yang benar (bertobat). Hanya ini solusinya. . .

Soal kebijakan, sampai hari ini polisi wanita (Polwan) masih saja digantung tanpa kepastian atas keinginan mereka melaksanakan perintah Tuhan untuk berhijab, karena hamba Tuhan yang bernama ‘atasan’ belum juga mengeluarkan kebijakan. Kasus suap dan korupsi pejabat yang terjebak hidup mewah dan bermegahan ala Qarun, terus menjadi pemberitaan. Zina dipelihara dan penggunaan kondom dikampanyekan secara bebas dengan dalih, lokalisasi solusinya dan pencegahan HIV/AIDS tujuannya.

Kerusakan aqidah tidak saja terjadi di kalangan awam, kalangan intelektual liberal juga demikian.Mereka dengan seenaknya manafsirkan ayat-ayat Tuhan, bahkan menganggap hukum Tuhan tak lagi relevan dengan perkembangan zaman (baca Tafsir Sesat, Fahmi Salim, M.A, 2013). Atas nama kebebasan agama, toleransi, dan HAM mereka pun mendukung habis-habisan ajaran sesat yang menyimpang dalam Islam. Kalau perlu MUI dibubarkan!

Inilah sebagian fenomena kerusakan aqidah dari kejahilan manusia yang bisa mengundang bencana, sekaligus bentuk bencana yang sesungguhnya. Dengan izin Allah (lihat QS At Taaghabun: 11) bencana di berbagai daerah terjadi, hendaknya menjadi pelajaran bagi kita untuk introspeksi diri dan kembali ke jalan yang benar (bertobat). Hanya ini solusinya. “Agar mereka kembali ke jalan yang benar” (QS Ar Rum: 41). Wallaahu A’lam. *** [PurWD/voa-islam.com]

 

  • Penulis: Lidus Yardi (Guru PAI dan Sekretaris Majelis Tabligh PD Muhammadiyah di Kuansing)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Latest News
Kajian Ilmu FUUI: Tunduk dan Patuh Kepada Selain Allah dengan Menentang Syariat-Nya

Kajian Ilmu FUUI: Tunduk dan Patuh Kepada Selain Allah dengan Menentang Syariat-Nya

Sabtu, 27 Feb 2021 01:20

Parlemen Belanda: Perlakuan Cina Terhadap Muslim Uighur Genosia

Parlemen Belanda: Perlakuan Cina Terhadap Muslim Uighur Genosia

Jum'at, 26 Feb 2021 20:30

Mahkamah Agung Inggris Putuskan Shamima Beghum Tidak Bisa Kembali Ke Inggris

Mahkamah Agung Inggris Putuskan Shamima Beghum Tidak Bisa Kembali Ke Inggris

Jum'at, 26 Feb 2021 19:35

Sri Lanka Cabut Larangan Kontroversial Penguburan Jenazah COVID-19 Dengan Cara Dibakar

Sri Lanka Cabut Larangan Kontroversial Penguburan Jenazah COVID-19 Dengan Cara Dibakar

Jum'at, 26 Feb 2021 18:14

AS Bombardir Fasilitas Milisi Syi'ah Dukungan Iran Dekat Perbatasan Irak-Suriah

AS Bombardir Fasilitas Milisi Syi'ah Dukungan Iran Dekat Perbatasan Irak-Suriah

Jum'at, 26 Feb 2021 15:00

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

Syakir Daulay Didaulat Jadi Duta Wakaf

Jum'at, 26 Feb 2021 11:47

Quranic Quantum Food: Tips Jadikan masakan sehat & Anti Sihir

Quranic Quantum Food: Tips Jadikan masakan sehat & Anti Sihir

Jum'at, 26 Feb 2021 10:29

Soal Izin Investasi Industri Miras, Harusnya Tunggu RUU Miras Disahkan Dulu

Soal Izin Investasi Industri Miras, Harusnya Tunggu RUU Miras Disahkan Dulu

Jum'at, 26 Feb 2021 06:54

PKS Bersama Melayani Rakyat bukan Sekadar Tagline, Tapi Jadi Ruh dan Sistem

PKS Bersama Melayani Rakyat bukan Sekadar Tagline, Tapi Jadi Ruh dan Sistem

Jum'at, 26 Feb 2021 06:49

Pak Jokowi, Akui Saja Kesalahan Kerumunan di Maumere Itu

Pak Jokowi, Akui Saja Kesalahan Kerumunan di Maumere Itu

Jum'at, 26 Feb 2021 06:36

Kontroversi Jilbab, Islam Intoleran?

Kontroversi Jilbab, Islam Intoleran?

Jum'at, 26 Feb 2021 06:25

Hari Jum’at Tiba, Rasulullah Menunggu Shalawat Kita!

Hari Jum’at Tiba, Rasulullah Menunggu Shalawat Kita!

Kamis, 25 Feb 2021 22:26

Jeratan Pornografi Kian Mencengkeram Dunia Remaja

Jeratan Pornografi Kian Mencengkeram Dunia Remaja

Kamis, 25 Feb 2021 21:43

Keunggulan Vaksin Nusantara, Layakkah Kita Berharap?

Keunggulan Vaksin Nusantara, Layakkah Kita Berharap?

Kamis, 25 Feb 2021 21:27

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-350)

Kamis, 25 Feb 2021 21:26

Doa Agar Amal Ibadah Diterima

Doa Agar Amal Ibadah Diterima

Kamis, 25 Feb 2021 21:10

Rakyat Tuban, Dulu Ditolak Kini Kaya Mendadak

Rakyat Tuban, Dulu Ditolak Kini Kaya Mendadak

Kamis, 25 Feb 2021 20:35

Turki Akan Balas Dendam Atas Pembantaian 13 Warga Turki Ditangan Teroris PKK

Turki Akan Balas Dendam Atas Pembantaian 13 Warga Turki Ditangan Teroris PKK

Kamis, 25 Feb 2021 20:05

Militer Armenia Serukan Pengunduran Diri PM Nikol Pashinyan

Militer Armenia Serukan Pengunduran Diri PM Nikol Pashinyan

Kamis, 25 Feb 2021 19:45

Laporan: Regu Pembunuh Jamal Khashoggi Terbang Ke Turki Dengan Jet Pribadi Sitaan MBS

Laporan: Regu Pembunuh Jamal Khashoggi Terbang Ke Turki Dengan Jet Pribadi Sitaan MBS

Kamis, 25 Feb 2021 19:15


MUI

Must Read!
X