Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.963 views

Edy Mulyadi CEDES: Subsidi BBM, Harus Itu!

Oleh Edy Mulyadi*

Sebal dan memuakkan! Begitulah yang saya rasakanterhadap pemberitaan dan wacana APBN yang bakal jebol karena pos anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM). Sepertinya seluruh potensi bangsa ini dikerahkan untuk menjejali benak rakyat, bahwa subsisi BBM benar-benar  perkara haram yang harus dihindari.

Kalau ada sepotong saja aturan yang mengharamkan subsidi BBM, tentu pemerintah telah mengerahkan polisi, tentara, satuan polisi pamong praja, Hansip, bahkan pramuka untuk memastikan bahwa soal yang satu ini memang benar-benar tidak boleh dilakukan.

Bayangkan, setiap hari membaca koran/majalah/tabloid, menonton televisi atau mendengar radio, semua orang melantunkan koor yang sama. Bukan cuma para birokrat, bahkan kaum intelektual yang disebut ekonom pun berceloteh tentang hal yang sama. Media massa pun, terutama yang mainstream, tidak mau ketingglan. Nyaris setiap hari mereka memompa benak rakyat, bahwa subsidi BBM sangat membebani APBN. Karenanya harus dikurangi bahkan dihapuskan sama sekali. Alasannya juga sama, untuk menyelamatkan APBN!

Kemarin, 25 ekonom yang bergerombol di Posko Jokowi, sepakat minta pemerintah segera menaikkan harga BBM subsidi. Mereka antara lain A. Prasentyantoko, Fadhil Hasan, Iman Sugema, Tony Prasentiantono, David Sumual, dan Faisal Basri.Dipimpin guru besar Universitas Gajah Mada (UGM) Sri Adiningsih, orang-orang cerdik pandai ini bukan cuma menyuarakan lagu yang sama tentang subsidi BBM. Mereka bahkan mendesak pemerintah segera menaikkan harganya. Sungguh suatu persekongkolan yang nyaris sempurna.

Di RAPBN 2015 yang disodorkan SBY di ujung pemerintahannya, tercantum pos anggaran subsidi BBM yang sebesar Rp363,5 triliun. Angkanya memang benar-benar menyeramkan. Superjumbo!

Subsidi = Kutukan?

Di negeri ini, subsidi BBM benar-benar menjadi seperti kutukan. Semua bermula dari terus melorotnya angka lifting. Dulu, Indonesia pernah memproduksi minyak mentah hingga 1,6 juta barel per hari (bph). Bahkan kita pernah sangat dihormati di organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC). Menteri Soebroto yang berambut perak dan punya senyum menawan itu pun pernah menjadi Sekjen OPEC. Tapi kini, untuk beringsut naik dari 800.000an bph saja sulitnya amit-amit.

Tapi anehnya, kendati produksi terus melorot, biaya mengeluarkan minyak dari perut bumi Indonesia dari waktu ke waktu justru naik terus. Pada 2007 saja, cost recovery Migas sudah mencapai 30% atau senilai US$10,4 miliar dari total penerimaan kotor senilai US$35 miliar.

Dengan fakta lifting minyak yang terus turun dibarengi terus naiknya cost recovery, sama artinya menggelembungkan biaya produksi minyak di Indonesia menjadi US$14,8 per barel.

Angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan negara lain yang hanya US$6 per barel.

Tapi, pertanyaannya, apa benar subsidi adalah barang najis yang harus dihindari? Apa benar satu-satunya solusi menyelamatkan APBN adalah dengan mengurangi subsidi, yang itu artinya menaikkah harga BBM di pasar lokal? Atau kalau mau lebih bawel lagi, apa sih sebenarnya subsidi? Benarkah ada subsidi di BBM kita?

Saya malas menjawab rangkaian pertanyaan itu, yang sepertinya mati-matian sengaja disembunyikan kemunculannya. Bayangkan, bagaimana pemerintah dan para ekonom yang bijak bestari tadi akan menjawabpertanyaan; sebetulnya subsidi itu apa? Benarkah ada subsisi di BBM? Kenapa subsidi BBM muncul? Berapa persisnya biaya pokok produksi BBM kita? Apakah produksi BBM kita sudah efisien? Benarkah BBM kita dihasilkan dengan murni prinsip-prinsip ekonomi? Tidakkah subsidi itu sejatinya untuk menutupi inefisiensi, KKN, dan kebocoran? Kenapa tidak ada upaya serius meningkatkan efisiensi produksi BBM? Bagaimanapula dengan mafia Migas yang sangat merugikan bangsa dan rakyat Indonesia? Dan seterusnya, dan seterusnya…

Untuk pertanyaan benarkah ada subsidi BBM, mantan Menteri Ekuin dan Kepala Bappenas Kwik Kian Gie punya jawaban ciamik. Menurut Kwik, subsidi BBM yang digembar-gemborkan itu sejatinya tidak pernah ada. Yang ada hanyalah pembohongan sekaligus pembodohan publik.

Tentang efisiensi, KKN, salah urus, kebijakan ngawur BBM pemerintah, mantan Menko Perekonomian dan Menkeu Rizal Ramli juga punya penjelasan cantik. Kata Rizal Ramli, semuanya bermuara pada Istana Hitam. Itulah sebabnya eksistensi mafia Migas yang menggurita tidak pernah disentuh. Ada setoran dan persekongkolan jahat antara penguasa dan pengusaha culas yang amat merugikan bangsa dan rakyat Indonesia.

Toh teriakan nyaring dua tokoh yang integritasnya tidak diragukan lagi itu, seperti hilang di telan angin. Dari satu rezim ke rezim berikutnya, perilakunya tetap saja sama. Tidak kreatif dan mau gampang saja. Kalau ada masalah di APBN, solusinya ya naikkan harga BBM.

Tujuan membentuk NKRI

Karena itu saya cuma ingin mengingatkan semua pihak, khususnya para propagandis tadi, bahwa negara Indonesia didirikan dan dibentuk bukan agar ada segelintir manusia yang menjadi pejabat dan berkuasa. Bukan juga supaya mereka menggandeng segelintir lain yang disebut pengusaha untuk memperkaya diri dan kelompoknya sendiri.

Untuk apa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dibentuk? Silakan baca kutipan pembukaan UUD 45, di alinea empat ini:

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada …”

Pembukaan konstitusi kita dengan terang-benderang  menyebutkan, bahwa NKRI dibentuk antara lain untuk “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa.”Bagaimana mau memajukan ksejahteraan umum (baca; rakyat Indonesia) kalau tiap terbentur masalah fiskal, pemerintah selalu saja mengambil jalan gampang. Mengurangi subsidi!

Padahal, baik pemerintah maupun para pakar tadi paham betul, mengurangi subsidi berarti menaikkan harga BBM. Itu berarti bakal mengerek harga berbagai kebutuhan lainnya. Mereka bisa saja berdalih, bahwa kenaikan inflasi akibat menaikkan harga BBM cuma nol koma sekian persen, atau satu koma sedikit persen.

Buat rakyat, mereka tidak mengerti apa inflasi. Jangankan cuma nol koma sekian persen, andai BPS melaporkan inflasi menyundul 100% pun, rakyat tetap saja tidak paham. Yang mereka rasakan adalah, harga-harga kian membumbung bagai hendak merangkul awan. Yang mereka rasakan adalah pendapatan yang tidak kunjung bertambah angkanya, apalagi nilainya. Hidup kian berat. Stress berkepanjangan. Tidak sedikit yang menjadi gila, bahkan bunuh diri dengan sebelumnya membunuh balita mereka.

Kondisi inilah yang mungkin digambarkan dalam simulasi kenaikan harga BBM yang dibuat gank Jokowi-JK. Dengan konsumsi BBM 46 juta kilo liter, tiap kenaikan harga BBM Rp500/liter, akan melahirkan 800.000 orang miskin baru. Padahal, jika harga BBM dikerek Rp500/litersaja, maka anggaran yang berhasil dihemat hanya sekitar Rp23  triliun.

Sebagai pembanding, anggaran pengentasan kemiskinan yang tersebar di 17 kementerian dan lembaga sepanjang 2013kemarin sekitar Rp94 triliun. Dari anggaran supergede itu, jumlah orang miskin yang berhasil dientaskan hanya 600.000 orang!

Amboi, betapa njomplang-nya. Untuk menghemat Rp23triliun, negara harus memiskinkan 800.000 rakyatnya. Tapi dengan Rp94 triliun, jumlah yang dientaskan dari kemiskinan hanya, ulangi sekali lagi; HANYA 600.000 orang!

Untuk inikah para pendiri Republik membentuk Indonesia? Kalau para progandis tadi, lagi-lagi, berdalih mengurangi subsidi BBM untuk menyelamatkan APBN, saya mau bertanya;lalu siapa yang mau menyelamatkan kantong dan nyawa rakyat? Bukankah NKRIdibentuk dan didirikan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan segenap tumpah darah Indonesia? Apakah rakyat Indonesia tidak termasuk “segenap bangsa Indonesia dan segenap tumpah darah Indonesia” yang harus dilindungi?

Subsidi, harus!

Tidak bisa tidak, perkara subsidi bukanlah sekadar angka-angka di APBN. Subsidi adalah bentuk komitmen negara untuk melindungi rakyatnya. Subsidi adalah kewajiban negara untuk membantu meringankan beban rakyatnya.

Kepada rakyatnya sendiri, pemerintah tega mengurangi subsidi. Tapi kenapa untuk dirimereka sendiri justru berpesta pora? Juga kalau kepada orang asing, pemerintah begitu tunduk dan patuh.

Tidak percaya? Bukankah  subsidi BBM bukan satu-satunya pos belanja di APBN. Di sana juga ada pos sejumlah belanja yang sangat boros dan merugikan negara yang tidak pernah disentuh. Antara lain, belanja rutin birokrasi, termasuk gaji pegawaidan beragam fasilitas serta tunjangan ini-ituyang ekstratinggi. Juga ada, pembayaran cicilan dan bunga utang luar negeri.

Di RAPBN 2015 ini porsi pembayaran bunga utang mencapai Rp154 triliun atau hampir 8% dari total belanjaAPBN. Asal tahu saja, sepanjang tahun 2005-2011, porsi pembayaran utang mencapai Rp 1.323,8 triliun. Dalam enam tahun, rata-rata kita membayar utang luar negeri Rp220 triliun!

Sayang, tak satupun rezim, termasuk Jokowi-JK, yang menyinggung soal beban utang terhadap APBN itu. Padahal, dengan porsi pembayaran utang yang sangat besar tiap tahunnya, yang melebihi subsidi nonenergi, telah mencekik ruang fiskal di APBN untuk membiayai pembangunan dan kesejahteraan sosial.Kenapa ini tidak pernah dipersoalkan?

Jangan lupa, tidak semua  utang luar negeri itu adalah utang sah. Ada utang kolonialis yang harus kita tanggung Konferensi Meja Bundar (KMB) sebesar US$4 milyar. Juga ada utang yang diwariskan oleh Orde Baru. Padahal, seperti diakui begawan ekonomi Soemitro, 30 % utang luar negeri itu hanya beredar di kantong-kantong penguasa dan para kroninya. Begitu juga utang di era reformasi yang neolib tingkat keharamannya jauh lebih dahsyat lagi.

Satu lagi, harus diingat, utang luar negeri sangat terkait dengan strategi negeri-negeri kapitalis dan kaki tangannya untuk menjerat leher bangsa kita. Lewat utang-utang itu,IMF memaksakan Letter of Intent (LOI) untuk merombak perekonomian nasional kita agar sangat liberal dan sejalan dengan kepentingan mereka.

Tak pelak lagi, subsidi amat penting. Subsidi BBM bisa menopang daya beli rakyat, terutama rakyat miskin.Subsidi juga berguna untuk menggeliatkan kegiatan produksi berskala kecil alias ekonomi kerakyatan.

Hanya mereka yang mata hatinya tertimbun kepentingan pribadi dan penghambaan kepada para majikan asingnya saja yang tidak mampu menangkap fakta-fakta seperti ini! 

 

Jakarta, 2 september 2014-09-02

Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Terima Kasih Bapak Presiden SBY

Terima Kasih Bapak Presiden SBY

Kamis, 09 Apr 2020 22:50

Al Faruq dan Solusi Saat Wabah, Rindukah Kita?

Al Faruq dan Solusi Saat Wabah, Rindukah Kita?

Kamis, 09 Apr 2020 22:24

Viral Lagu Aisyah Istri Rasulullah, No Baper-Baper Club Ya!

Viral Lagu Aisyah Istri Rasulullah, No Baper-Baper Club Ya!

Kamis, 09 Apr 2020 22:02

Tentara Pakistan Tembak Jatuh Drone Pengintai India di Perbatasan Kashmir

Tentara Pakistan Tembak Jatuh Drone Pengintai India di Perbatasan Kashmir

Kamis, 09 Apr 2020 21:45

Rizal Ramli: Presiden Habibie dan Gus Dur Dikritik dan Dihina Secara Brutal, tapi Tak Asal Tangkap

Rizal Ramli: Presiden Habibie dan Gus Dur Dikritik dan Dihina Secara Brutal, tapi Tak Asal Tangkap

Kamis, 09 Apr 2020 21:42

100 Dokter Italia Meninggal Karena Virus Mematikan Cina Covid-19

100 Dokter Italia Meninggal Karena Virus Mematikan Cina Covid-19

Kamis, 09 Apr 2020 21:25

Koalisi Pimpinan Saudi Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan di Yaman dalam Upaya Perangi Pendemi Corona

Koalisi Pimpinan Saudi Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan di Yaman dalam Upaya Perangi Pendemi Corona

Kamis, 09 Apr 2020 21:06

Militer Yaman Rebut Kembali Bagian Kamp Strategis Al-Labnat dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Militer Yaman Rebut Kembali Bagian Kamp Strategis Al-Labnat dari Pemberontak Syi'ah Houtsi

Kamis, 09 Apr 2020 20:45

Hadapi Wabah Corona, Bukhori Minta Kemenag Suntik Optimisme dan Spritualitas Umat

Hadapi Wabah Corona, Bukhori Minta Kemenag Suntik Optimisme dan Spritualitas Umat

Kamis, 09 Apr 2020 20:33

Inggris Ucapkan Terima Kasih ke Turki untuk Kiriman Pasokan Medis untuk Perangi Corona

Inggris Ucapkan Terima Kasih ke Turki untuk Kiriman Pasokan Medis untuk Perangi Corona

Kamis, 09 Apr 2020 20:25

Doa Mustajab di Ujung Hari Jum’at, Mari Berdoa Agar Wabah Covid 19 Segera Sirna

Doa Mustajab di Ujung Hari Jum’at, Mari Berdoa Agar Wabah Covid 19 Segera Sirna

Kamis, 09 Apr 2020 19:33

Update 9 April 2020 Infografis Covid-19: 3293 Positif, 252 Sembuh, 280 Meninggal

Update 9 April 2020 Infografis Covid-19: 3293 Positif, 252 Sembuh, 280 Meninggal

Kamis, 09 Apr 2020 19:19

Laporan: Sekitar 150 Bangsawan Saudi Diyakini Terinfeksi COVID-19

Laporan: Sekitar 150 Bangsawan Saudi Diyakini Terinfeksi COVID-19

Kamis, 09 Apr 2020 18:02

Political Dancing

Political Dancing

Kamis, 09 Apr 2020 16:47

Ramadhan, Akhir Masa Pemberlakuan PSBB di Jakarta

Ramadhan, Akhir Masa Pemberlakuan PSBB di Jakarta

Kamis, 09 Apr 2020 13:50

Kuatkan Imunitas Tubuh dengan Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Kuatkan Imunitas Tubuh dengan Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Kamis, 09 Apr 2020 13:47

Bagikan Masker dan Makanan, DDII Bengkulu: Da'wah Tak Harus di Atas Mimbar

Bagikan Masker dan Makanan, DDII Bengkulu: Da'wah Tak Harus di Atas Mimbar

Kamis, 09 Apr 2020 09:15

Ramadhan 2020 Masih Pandemi Covid, Masjid Istiqlal Antar Makanan Berbuka dan Siapkan Tausiyah Online

Ramadhan 2020 Masih Pandemi Covid, Masjid Istiqlal Antar Makanan Berbuka dan Siapkan Tausiyah Online

Kamis, 09 Apr 2020 05:07

Legislator Minta PLN Transparan Soal Tarif Listrik di Masa Darurat Corona

Legislator Minta PLN Transparan Soal Tarif Listrik di Masa Darurat Corona

Kamis, 09 Apr 2020 01:42

Sidang Senat Terbuka Dies Natalis UIN SGD Bandung ke-52 Digelar Melalui Teleconference

Sidang Senat Terbuka Dies Natalis UIN SGD Bandung ke-52 Digelar Melalui Teleconference

Kamis, 09 Apr 2020 00:57


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X