Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.520 views

Perppu Ormas Perlu Dikaji Ulang

Oleh: Abdus Salam (Pusat Kajian dan Analisis Data)

Keberadaan Perppu No 2 tahun 2017 dianggap sesuatu yang sangat krusial. Ada berbagai pertimbangan sebagai landasan lahirnya produk legislasi ini. Baik pertimbangan yang bersifat politis maupun ideologis. Isu krusial terbaru yang bersinggungan dengan masalah Perppu adalah munculnya fenomena pidato salah seorang petinggi parpol yang menimbulkan potensi persoalan hukum.

Secara historis, rekomendasi produk legislasi ini muncul sebagai respon terhadap situasi nasional maupun internasional. Catatan situasi nasional berkaitan dengan kontestasi pemilihan serentak dalam jangka waktu dekat. Catatan situasi internasional berkaitan dengan situasi regional yang dianggap sebagai sebuah ancaman yang mengkhawatirkan. Terdapat sebuah lembaga yang dianggap kredibel memberikan informasi sebagai masukan merumuskan berbagai kebijakan.

Terutama berkaitan dengan isu-isu seputar terorisme dan radikalisme. Beberapa peristiwa terorisme yang terjadi di Filipina dan Indonesia adalah beberapa catatan yang dianggap sangat penting dalam konteks ini. IPAC Report No 38 yang berjudul Marawi, The “East Asia Wilayah” And Indonesia, 21 July 2017 di situs http://www.understandingconflict.org/en.html adalah catatan penting yang menjadi sumber sangat dipertimbangkan.

Di tengah proses panjang revisi UU Terorisme yang belum tuntas, Perppu No 2 tahun 2017 menjadi alternatif legal yang dianggap mampu mengisi kekosongan atau kelemahan “law of enforcement” dalam konteks yang dimaksud.

Momentum kehadiran Perppu Ormas tersebut juga didukung oleh penguatan pengarustamaan Islam Nusantara secara masif yang dianggap kompatible untuk menyokong pilar-pilar negara. Sebaliknya berhasil menegasikan ancaman “islam transnasional”  yang dialamatkan kepada kelompok-kelompok islam radikal. Bahaya ancaman “islam transnasional” telah mampu menjadi “collective phobia” bahkan “common enemy” melebihi sumber problem sistemik kebijakan karena liberalisasi dan imperialisasi yang dianggap masih dalam batas rasional dan keniscayaan dalam situasi global. 

Salah satu kesalahan tafsir mendeskripsikan bahaya ancaman “islam transnasional” diantaranya adalah dengan menyebut representasinya terhadap ISIS maupun JI. Tanpa mengurai perbedaan latar dan motif serta posisinya dalam interelasi konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Secara anatomis persoalan, ini sangat berbeda dengan kebangkitan islam peradaban yang ditunjukkan salah satunya peta perubahan demografi masuknya banyak orang barat menjadi seorang muslim.

Termasuk perubahan masif kesadaran islam kaum muslimin terhadap ajaran islam sebagai sebuah sistem kehidupan yang integral dan terperinci. Sebagaimana dipahami, trend kekinian menunjukkan bahwa kebangkitan islam peradaban pintunya melalui dialog tanpa melalui kekerasan. Sementara kasus ISIS maupun JI di Timur Tengah lebih dominan sebagai persoalan respon dari interelasi dominasi politik negara-negara satelit (negeri-negeri muslim) oleh negara-negara adi daya.

Dimana negeri-negeri muslim kebanyakan masih menjadi obyek dari berbagai kebijakan ketimbang menjadi subyek pengambilan keputusan penting dalam konstelasi politik global. Menggeneralisir ancaman terhadap ISIS atau JI sebagai representasi ancaman “islam transnasional” adalah bentuk simplikasi persoalan dan kegagalan mendiagnosa persoalan secara detil. Atau karena memang kuatnya kooptasi paradigma tunggal yang dikembangkan oleh barat dalam melihat dan mengurai akar persoalan terorisme dan radikalisme di dunia. Sebagaimana paradigma yang berkembang di kalangan intelektual “obyektifitas adalah subyektifitas yang dirasionalisasi”.

Perppu Ormas dalam konteks ini lebih menonjol keterkaitannya dengan paradigma WOT (War On Terrorism) ketimbang berkaitan dengan prinsip pengelolaan kehidupan ormas dalam civil society yang mengacu pada UU Ormas No 17 tahun 2013. Sehingga sangat mungkin berpotensi menjadi alat yang “abuse of power” karena adanya kewenangan dan tafsir tunggal. Ini bukan saja sangat berbahaya bagi lawan-lawan politik tetapi juga menjadi bumerang bagi status quo pasca tidak berkuasa lagi.

Perlu kajian dampak terhadap implementasi Perppu Ormas ini bagi kesinambungan kehidupan masyarakat sipil yang mengedepankan suasana dialog daripada kebijakan dengan pendekatan kekuasaan. Kasus pidato salah seorang tokoh parpol dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk dalam membangun kultur sosial politik yang akan mengancam disintegrasi bangsa.

Belum disahkan melalui voting DPR saja,  Perppu Ormas bisa menjadi alat legitimasi untuk menjudge seseorang atau kelompok apalagi jika sudah disahkan. Maka akan banyak korban yang berpotensi mencederai dan melanggar HAM masyarakat sipil. Munculnya statement bahwa kebebasan berpendapat untuk mengkritisi maupun menolak Perppu yang dianggap sebagai kroni HTI sebagai korban implementasi Perppu adalah indikasi lain benih-benih kultur disintegrasi yang membahayakan NKRI.

Jika ini yang terjadi maka keberadaan Perppu Ormas perlu dikaji ulang keberadaannya karena narasi argumentasinya yang berpotensi sangat tendensius dan kurang komprehensif. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Bedah Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Rampung 75 Persen, Biaya Kurang 14 Juta Rupiah, Ayo Bantu.!!

Bedah Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Rampung 75 Persen, Biaya Kurang 14 Juta Rupiah, Ayo Bantu.!!

Pembangunan rumah korban banjir Tasikmalaya ini masih butuh dana 14 juta rupiah untuk. Rumah ini sangat dibutuhkan warga sekitar untuk menimba ilmu agama, ibadah, aqidah, tajwid, tahfizh, akhlaq...

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

Di dalam harta kita terdapat hak orang lain, maka wajib hukumnya bagi umat Islam untuk mengeluarkan zakat. Di dalam zakat itu ada senyum masa depan fakir miskin yatim dan dhuafa....

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

Latest News
2019, Siapa Yang Menang?

2019, Siapa Yang Menang?

Kamis, 13 Dec 2018 19:42

21 Tahanan Islamic State Melarikan Diri dari Penjara di Irak Utara

21 Tahanan Islamic State Melarikan Diri dari Penjara di Irak Utara

Kamis, 13 Dec 2018 17:15

Doa Khusus Hari Jum'at ini Boleh Diamalkan?

Doa Khusus Hari Jum'at ini Boleh Diamalkan?

Kamis, 13 Dec 2018 17:06

Bom 212, Teror Terhadap Elektabilitas Jokowi

Bom 212, Teror Terhadap Elektabilitas Jokowi

Kamis, 13 Dec 2018 16:05

Saat BlackPink Dibela, Petisi Peduli Generasi Dihina

Saat BlackPink Dibela, Petisi Peduli Generasi Dihina

Kamis, 13 Dec 2018 14:02

Erdogan: Turki Akan Luncurkan Operasi Militer Terhadap YPG di Suriah dalam Beberapa Hari

Erdogan: Turki Akan Luncurkan Operasi Militer Terhadap YPG di Suriah dalam Beberapa Hari

Kamis, 13 Dec 2018 12:00

Setara Institute Sebut Jakarta Kota Intoleran, Fahira: Mungkin Karena Kasus Penodaan Agama Ahok

Setara Institute Sebut Jakarta Kota Intoleran, Fahira: Mungkin Karena Kasus Penodaan Agama Ahok

Kamis, 13 Dec 2018 11:40

[VIDEO] BPJPH Tak Berfungsi, Pemerintah Didesak Tugaskan MUI Urus Halal

[VIDEO] BPJPH Tak Berfungsi, Pemerintah Didesak Tugaskan MUI Urus Halal

Kamis, 13 Dec 2018 11:28

Targetkan Ribuan Pengunjung Wahdah Islamiyah Gelar Ummat Fest 2018

Targetkan Ribuan Pengunjung Wahdah Islamiyah Gelar Ummat Fest 2018

Kamis, 13 Dec 2018 11:05

Interpol Hapus Nama Syaikh Yusuf Al-Qaradawi dari Daftar Buronan

Interpol Hapus Nama Syaikh Yusuf Al-Qaradawi dari Daftar Buronan

Kamis, 13 Dec 2018 11:00

Sukamta: Pemerintah Cina Harus Hormati Keyakinan Warga Muslim Uyghur

Sukamta: Pemerintah Cina Harus Hormati Keyakinan Warga Muslim Uyghur

Kamis, 13 Dec 2018 10:52

Setelah Tolak Perda Syariah, Kini PSI Tolak Praktik Poligami

Setelah Tolak Perda Syariah, Kini PSI Tolak Praktik Poligami

Kamis, 13 Dec 2018 10:44

Bedah Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Rampung 75 Persen, Biaya Kurang 14 Juta Rupiah, Ayo Bantu.!!

Bedah Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Rampung 75 Persen, Biaya Kurang 14 Juta Rupiah, Ayo Bantu.!!

Kamis, 13 Dec 2018 09:57

Kenapa e-KTP Kelebihan Cetak? Ada Penggelembungan Data?

Kenapa e-KTP Kelebihan Cetak? Ada Penggelembungan Data?

Rabu, 12 Dec 2018 22:31

Berkali-kali Kasus Tercecernya e-KTP

Berkali-kali Kasus Tercecernya e-KTP

Rabu, 12 Dec 2018 21:31

31 Juta DPT, Politisi: Pemilu 2019 Terduga tidak Jujur

31 Juta DPT, Politisi: Pemilu 2019 Terduga tidak Jujur

Rabu, 12 Dec 2018 20:31

Seorang Pengacara di Mesir Ditangkap Karena Kenakan 'Rompi Kuning' yang Dilarang

Seorang Pengacara di Mesir Ditangkap Karena Kenakan 'Rompi Kuning' yang Dilarang

Rabu, 12 Dec 2018 19:00

Pemberontak Syi'ah Houtsi dan Pemerintah Yaman Setujui Pertukaran 15.000 Lebih Tahanan

Pemberontak Syi'ah Houtsi dan Pemerintah Yaman Setujui Pertukaran 15.000 Lebih Tahanan

Rabu, 12 Dec 2018 18:15

Laporan: UEA Gelontorkan Uang dalam Jumlah Besar untuk Memata-matai Warganya

Laporan: UEA Gelontorkan Uang dalam Jumlah Besar untuk Memata-matai Warganya

Rabu, 12 Dec 2018 17:15

Jaksa Malaysia Ajukan Tuduhan Korupsi Baru pada Mantan PM Najib Razak

Jaksa Malaysia Ajukan Tuduhan Korupsi Baru pada Mantan PM Najib Razak

Rabu, 12 Dec 2018 16:15


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X