Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.688 views

Islam dan Teologi Pembebasan

Oleh: Anggalih Bayu Muh Kamim

(Mahasiswa Departemen Politik & Pemerintahan, Fisipol, UGM)

Membicangkan relasi agama dan politik adalah proses resiprokal yang satu sama lain. Kedua entitas tersebut memiliki proses tarik menarik kepentingan. Agama memiliki peran strategis dalam mengkonstruksi dalam memberikan kerangka nilai dan norma dalam membangun struktur negara dan pendisplinan masyarakat. Sedangkan, negara menggunakan agama sebagai legitimasi dogmatik untuk mengikat warga negara untuk mematuhi negara.

Adanya hubungan timbal balik itulah yang kemudian menimbulkan hubungan dominasi-saling mendominasi antar kedua entitas tersebut. Negara yang didominasi unsur kekuatan agama yang terlalu kuat hanya akan melahirkan negara teokrasi yang cenderung melahirkan adanya hipokrisi moral maupun etika yang ditunjukkan para pemuka agama. Kondisi tersebut terjadi karena adanya pencampuradukan unsur teologis dan materialis secara konservatif. Adapun negara yang mendominasi relasi agama justru menciptakan negara sekuler yakni persoalan agama kemudian termarjinalkan dan tereduksikan dalam pengaruh kehidupan berbangsa dan bernegara. Di antara kedua model relasi agama dan politik tersebut, hal menarik yang peting untuk dikaji adalah soal dominasi dan kuasa.

Munculnya gejala hipokrisi moral dan juga ditambah dengan adanya marjinalisasi agama tentu adalah hal yang menjadi mainstream kajian dalam membahas kedua hal itu. Namun demikian, hal menarik sebenarnya adalah bagaimana relasi kekuasaan dan pertentangan yang dihadirkan dari dinamika dari kedua entitas tersebut. Agama yang menjadi bahasa politik malah justru menjadi agama penindasan seperti dalam kasus menguatnya kekuasaan Gereja Romawi selama Abad Kegelapan, pertentangan antara faksi-faksi agama Islam dalam Kekhalifan Umayyah hingga Abbasiyah.

Menguatnya negara dengan menyingkirkan adanya peran agama malah justru menjadikan demoralisasi masyarakat yang justru akan berkembang tinggi. Maka inti sarinya adalah adanya depolitisasi agama justru akan menimbulkan anarki, sedangkan apabila terjadi gejala politisasi agama justru menciptakan adanya hipokrisi dan vigilantilisme. Oleh karena itulah, sangatlah urgen dan signifikan untuk melacak sisi profetik dari munculnya agama itu sendiri. Harus diakui bahwa pemahaman agama yang dilakukan secara dogmatik malah justru dipolitisasi menjadi alat justifikasi saja. Sedangkan pemahaman agama secara pragmatik, malah justru mengarahkan agama hanya menjadi simbol formal saja, tapi minim instrumentasi nilai dan norma dalam masyarakat.

Seluruh usaha untuk merumuskan Islam bersumber pada dua pokok: Qur’an dan Hadits. Tetapi jelas bahwa pesan Qur’an bersifat umum dan memerlukan penafsiran untuk diturunkan ke dataran ketetapan hukum dan panduan etika dan sosial. Dalam hal ini, maka selalu terdapat perbedaan antara seorang atau sekelompok masyarakat yang bersumber dari pandangan dan metodologi mengenai penafsiran. Engineer memandang Qur’an, sebagaimana teks-teks lain, bisa diinterpretasikan dengan berbagai metode. Qur’an bukan kitab tertutup. Dengan prosedur-prosedur tertentu yang bisa dipertanggungjawabkan, ia terbuka untuk ditafsirkan. Penafsiran yang dinamis dan terbuka ini sangatlah perlu untuk relevansi pesan-pesan Qur’an itu sendiri. Dinamika inilah yang membuat Qur’an senantiasa relevan sepanjang zaman dan tempat.

Dengan pandangan ini, Engineer menawarkan penafsiran kontekstual. Dalam karyanya Hak-Hak Perempuan dalam Islam, ia mengemukakan tiga cara memahami Qur’an. Pertama, Quran mempunyai dua aspek: normatif dan kontekstual. Aspek normatif menyangkut sistem nilai dan prinsip-prinsip dasar dalam Al-Quran, seperti persamaan, keadilan, dan kesetaraan. Prinsip ini menjadi ruh Qur’an yang bisa diterapkan dalam berbagai zaman dan tempat. Tetapi Qur’an juga memiliki ayat-ayat yang bersifat kontekstual sebagai respon terhadap problem-problem sosial pada masanya. Sebagai respon konstektual maka sesuai perkembangan waktu, banyak dari ayat-ayat ini yang tidak relevan lagi, bahkan semangatnya berlawanan dengan semangat normatif Qur’an.

Sebagai contoh, Qur’an membolehkan poligami paling banyak empat istri. Pada zamannya, respon itu sudah progresif karena waktu itu tidak ada pembatasan poligami sama sekali. Tetapi kini ayat yang membenarkan poligami itu bisa dinasakh (dihapus) dan pandangan Qur’an terhadap perempuan bisa dikembalikan pada semangat normatif Qur’an yang menegakkan prinsip kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.

Pembedaan antara ayat normatif dan kontekstual ini dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan antara apa yang sebenarnya diinginkan oleh Allah dan apa yang dibentuk oleh realitas sosiologis pada masa Qur’an diturunkan. Dengan cara ini, Qur’an tidak hanya berbicara tentang masyarakat ideal atau apa “yang seharusnya,” tetapi juga memperhatikan ‘apa yang terjadi’, yang merupakan realitas empiris zamannya. Dialektika antara ‘yang seharusnya’ dan apa ‘yang terjadi’ ini membuat Qur’an selalu dapat diterima oleh masyarakat dengan konteks sosial sebagaimana ayat-ayat tersebut diturunkan maupun oleh masyarakat yang memegangi norma-norma dan prinsip-prinsip yang universal. Inilah yang disebut Engineer sebagai pendekatan “ideologis-pragmatis.”

Islam adalah suatu agama yang muncul ke permukaan bumi untuk menyelamatkan, membela dan menegakkan keadilan dalam wujud yang lebih konkrit. Islam tidak hanya menyangkut spiritual, tetapi menyangkut juga sisi duniawi. Dari sini dipahami bahwa Islam juga bermakna sebagai pembebas yang membebaskan manusia dari berbagai penyimpangan dan ketidakadilan. Banyak ayat al-Quran yang memerintahkan manusia untuk menegakkan keadilan dan menentang akan kezaliman.

Dilihat dari realitanya ternyata wajah agama Islam yang merupakan penyelamat, pembela dan penegak keadilan seringkali kurang dipahami atau malah tidak diterapkan justru oleh pemeluknya sendiri. Agama Islam yang muncul hanyalah sekedar ritual belaka, terbatas jangkauannya hanya pada spiritual. Hal ini mengakibatkan hilangnya kesadaran keberagamaan yang mampu menghubungkan antara keseluruhan ajaran dengan kemuliaan praktekpraktek kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kesadaran ataupun spirit agama itu adalah kesadaran untuk menegakkan keadilan, tetapi kesadaran ini telah hilang di tengah-tengah masyarakat Muslim. Akibat dari hal ini muncullah berbagai rezim penguasaan yang mengatasnamakan agama yang cenderung memperkuat status quonya. Tidak bisa dikritik dan kurang dievaluasi sesuai dengan ukuran keadilan oleh umat Islam.

Tersebarnya Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad saw. di permukaan bumi ini, dimana kedatangannya merupakan sebuah revolusi yang selama berabad-abad telah berperan secara sangat signifikan dalam panggung sejarah kehidupan umat manusia. Islam hadir untuk menyelamatkan, membela dan menghidupkan keadilan dalam bentuknya yang paling konkret. Dengan demikian Islam bermakna sebagai pembebas, yaitu membebaskan manusia dari kondisi-kondisi ketidakadilan. Hal ini sebagaimana diajarkan dalam al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi saw. yang secara tersurat maupun tersirat, langsung atau tidak langsung menggugat kondisi-kondisi ketidakadilan yang terjadi di tengah masyarakat, bangsa dan negara.

Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi bagi sekalian alam terutama untuk umat manusia, Islam adalah sebuah agama dalam pengertian teknis dan sosial-revolutif yang menjadi tantangan bagi yang mengancam struktur yang menindas pada saat ini. Adapun tujuan dasarnya adalah persaudaraan yang universal (universal brotherhood), kesejahteraan (equality) dan keadilan sosial (social justice). Untuk itulah Islam sangat menekankan kesatuan manusia (unitiy of mankind). Hal ini telah ditegaskan oleh Allah dalam al-Qur’an,

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (al-Qur’an, 49:13).

Menurut M. Quraish Shihab, ayat ini menegaskan kesatuan asal usul manusia dengan menunjukkan kesamaan derajat kemanusiaan manusia. Tidak wajar seseorang berbangga dan merasa diri lebih tinggi dari yang lain, bukan saja antarsatu bangsa, suku, atau warna kulit dengan selainnya, tetapi antarjenis kelamin mereka.

Selain itu ayat di atas secara jelas mem bantah semua konsep superioritas rasial, kesukuan, kebangsaan atau keluarga, dengan satu penegasan dan seruan akan pentingnya kesalehan. Kasalehan yang dimaksud bukan hanya kesalehan ritual, namun juga kesalehan sosial. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Latest News
Yaman Menangis, Bukti Jerat Belenggu Kapitalis

Yaman Menangis, Bukti Jerat Belenggu Kapitalis

Kamis, 21 Sep 2017 22:14

Hijrah, Dari Jahiliyah Menuju Islam Kaffah

Hijrah, Dari Jahiliyah Menuju Islam Kaffah

Kamis, 21 Sep 2017 21:52

Ingin Cabut TAP MPRS? Siap-siap Berhadapan dengan TNI, Umat Islam, & Kaum Nasionalis

Ingin Cabut TAP MPRS? Siap-siap Berhadapan dengan TNI, Umat Islam, & Kaum Nasionalis

Kamis, 21 Sep 2017 21:05

Tersangka Ke-6 Bom Kereta Bawah Tanah London Ditangkap Kepolisian Inggris

Tersangka Ke-6 Bom Kereta Bawah Tanah London Ditangkap Kepolisian Inggris

Kamis, 21 Sep 2017 20:30

Kopassus dan Masyarakat Akrab Nonton Bareng Film G30S/PKI

Kopassus dan Masyarakat Akrab Nonton Bareng Film G30S/PKI

Kamis, 21 Sep 2017 20:19

Apresiasi Panglima Nobar, Jokowi ingin Versi Milenium, Ka'ban: Maksudnya Apa?

Apresiasi Panglima Nobar, Jokowi ingin Versi Milenium, Ka'ban: Maksudnya Apa?

Kamis, 21 Sep 2017 20:05

Demonstran Budha Myanmar Berusaha Blokir Bantuan untuk Umat Muslim Di Rakhine

Demonstran Budha Myanmar Berusaha Blokir Bantuan untuk Umat Muslim Di Rakhine

Kamis, 21 Sep 2017 19:45

Mardani Ali Sera: Peristiwa 1965 Pelajaran Mahal Bangsa Indonesia

Mardani Ali Sera: Peristiwa 1965 Pelajaran Mahal Bangsa Indonesia

Kamis, 21 Sep 2017 19:20

Ka'ban: PKI, Tuhan Saja Dinafikan, apalagi Soal Sejarah dan Demokrasi, Itu Muslihat Rebut Kekuasaan

Ka'ban: PKI, Tuhan Saja Dinafikan, apalagi Soal Sejarah dan Demokrasi, Itu Muslihat Rebut Kekuasaan

Kamis, 21 Sep 2017 19:05

Penghormatan Myanmar ke RI Cuma Basa-basi

Penghormatan Myanmar ke RI Cuma Basa-basi

Kamis, 21 Sep 2017 18:05

Dulu Flakka, Sekarang PCC. Generasi Kita Terancam!

Dulu Flakka, Sekarang PCC. Generasi Kita Terancam!

Kamis, 21 Sep 2017 17:11

Pemerintah RI Tidak akan Rugi jika Tarik Dubes dari Myanmar, Ini Faktanya

Pemerintah RI Tidak akan Rugi jika Tarik Dubes dari Myanmar, Ini Faktanya

Kamis, 21 Sep 2017 17:05

Ustadz Ahmad Al Habsyi: Beli Produk Yahudi Berarti Menggadaikan Agama

Ustadz Ahmad Al Habsyi: Beli Produk Yahudi Berarti Menggadaikan Agama

Kamis, 21 Sep 2017 16:56

Myanmar Tuli Soal Rohingya, DPR Sarankan Pemerintah Tarik Dubes

Myanmar Tuli Soal Rohingya, DPR Sarankan Pemerintah Tarik Dubes

Kamis, 21 Sep 2017 16:05

Mahfud MD: Dulu Galak Sama Soeharto karena KKN, Sekarang Malah Jadi Koruptor

Mahfud MD: Dulu Galak Sama Soeharto karena KKN, Sekarang Malah Jadi Koruptor

Kamis, 21 Sep 2017 15:08

ICMI: Sikapi Peristiwa 65 Jangan Larut dalam Emosi

ICMI: Sikapi Peristiwa 65 Jangan Larut dalam Emosi

Kamis, 21 Sep 2017 13:03

Penderitaan Rohingya di Bangladesh Bertambah Setelah Banjir Bandang Hanyutkan Barang Bawaan Mereka

Penderitaan Rohingya di Bangladesh Bertambah Setelah Banjir Bandang Hanyutkan Barang Bawaan Mereka

Kamis, 21 Sep 2017 10:46

Irak Akan Deportasi 500 Lebih Istri Asing Pejuang Islamic State (IS)

Irak Akan Deportasi 500 Lebih Istri Asing Pejuang Islamic State (IS)

Kamis, 21 Sep 2017 09:05

Nobar Film G30S PKI Sambil Makan Nasi Kebuli Kambing Spesial, Mau?

Nobar Film G30S PKI Sambil Makan Nasi Kebuli Kambing Spesial, Mau?

Kamis, 21 Sep 2017 07:43

Derry Sulaiman: Jangan Pernah Mengecilkan Pengorbanan Seseorang untuk Rohingya

Derry Sulaiman: Jangan Pernah Mengecilkan Pengorbanan Seseorang untuk Rohingya

Kamis, 21 Sep 2017 07:10


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X