Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.400 views

Liberalisasi Listrik membuat Rakyat makin Tercekik

Sahabat VOA-Islam...

Pemerintah memastikan akan mencabut subsidi listrik berdaya 900 Volt Ampere yang dinikmati 18,94 juta pelanggan terhitung mulai awal tahun 2017. Subsidi listrik yang akan dicabut itu berkisar 82,2 persen dari total jumlah pengguna listrik 900 VA yang sebanyak 23,04 juta pelanggan. 

Akhirnya  tagihan rekening listrik pelanggan 900 VA non-subsidi akan meningkat dari angka saat ini Rp74 ribu menjadi Rp180 ribu pada Mei 2017 atau ketika subsidi sepenuhnya dicabut. Dengan kata lain, anggaran masyarakat untuk membayar tagihan listrik 900 VA akan melonjak 143 persen dalam enam bulan (cnn.indonesia).

Daya minimal kelistrikan untuk keperluan rumah tangga dinaikkan standarnya menjadi 4400 VA. Tak ayal wacana ini mengundang pro dan kontra.Menaikkan daya listrik sendiri bukan perkara murah. Masyarakat akan dibebani biaya kenaikan daya yang tidak murah, mencapai jutaan rupiah per sambungan. Penyetaraan ini pun bisa menghapus tarif listrik subsidi, disetarakan dengan tarif listrik non subsidi. Double blow.

Dirut PLN, Sofyan Basir, menyatakan bahwa kenaikan daya listrik ini permintaan masyarakat. Pertanyaannya, masyarakat yang mana? Masyarakat kecil yang sekarang ekonominya ngos-ngosan sampai harus berhemat listrik? Ya jelas bukan. Ini bukan permintaan masyarakat.

Ternyata, pemerintah merasa khawatir dengan kondisi keuangan PLN yang harus membayar pembayaran pokok dan pinjaman yang tidak didukung oleh pertumbuhan kas bersih operasi. Ditambah lagi PLN harus investasi untuk program pembagunan 35.000 MW yang merupakan penugasan pemerintah. Kemenkeu berpandangan, pembayaran pokok dan bunga utang PLN terus meningkat di beberapa tahun mendatang. Sementara itu pertumbuhan penjualan listrik tak sesuai target akibat ekonomi yang lebih rendah dari proyeksi. Pemerintah juga tidak ada kebijakan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) (finance.detik.com, 27/9/2017) .

UU No15/1985 tentang ketenagalistrikan ini mengijinkan pihak swasta, yakni Independent Power Producer (IPP) untuk turut menyediakan pembangkitan listrik di negeri ini. Mega proyek 35 GWe melibatkan IPP pada sekitar 25 GWe kapasitas pembangkitan listrik. Sebagian besar proyek ini diadakan di Pulau Jawa yang notabene Jawa-Bali tidak kekurangan suplai listrik. Malah, dengan melesunya daya beli masyarakat, konsumsi listrik belakangan ini justru berkurang.

Celakanya, PLN tetap harus membayar ke IPP walau listriknya tidak dikonsumsi. Hal ini merupakan cerminan liberalisasi sektor kelistrikan. UU No.22 tahun 2001 juga menjadi payung hukum legalisasi minyak dan gas di Indonesia. Indonesia mempunyai sumber energi primer yang melimpah tapi dijual untuk menerangi negara lain.

Beban hutang yang ditimpakan negara kepada rakyat dan pemaksaan program penyederhanaan daya, dan pemaksaan program 35GWe adalah imbas ketika adanya liberalisasi. Rakyat diminta untuk menanggung sendiri kebutuhannya, termasuk listrik. Liberalisasi menjadikan pemerintah lepas tangan dalam memenuhi kebutuhan rakyat. Pemaksaan penyederhanaan daya keperluan rumah tangga pun mendorong rakyat menjadi lebih konsumtif. Sehingga akan lebih besar lagi biaya pengeluarannya.

Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, ternyata masih belum mengenal bahwa Islam punya solusi atas permasalahan ini. Islam yang diturunkan Allah swt., ternyata tidak hanya mengatur perkara ibadah saja, ia pun mengatur segala aspek kehidupan, termasuk kelistrikan. Dalam Islam, listrik termasuk ke dalam kepemilikan umum. Listrik yang digunakan sebagai bahan bakar termasuk ke dalam kategori ‘api’ atau energi, sabda Rasulullah saw, “Kaum muslim berserikat dalam tiga hal, padang rumput, air, dan api (energi).” (HR. Ahmad)

Sumber energi pembakit listrik sebagian besar berasal dari barang tambang, seperti migas dan batu bara, yang juga masuk ke dalam kepemilikan umum. Karena masuk ke dalam kepemilikan umum, barang tambang migas dan batu bara tidak boleh dikomersilkan pengelolaannya dan juga hasilnya. Barang tambang ini harus dikelola oleh pemerintah dan hasilnya dikembalikan sepenuhnya untuk memenuhi kepentingan rakyat.

Negara bertanggung jawab memenuhi kebutuhan listrik setiap rakyatnya, baik yang kaya atau yang miskin, yang tinggal di kota atau di pedalaman. Islam pun memandang negara dan pemerintahannya sebagai ra’in, sebagai pemimpin, yang bertanggung jawab mengurusi semua urusan rakyatnya, bukan pedagang dengan prinsip untung rugi.

Indonesia yang Allah anugerahi kekayaan alam yang melimpah pasti bisa memenuhi kebutuhan listrik rakyatnya dengan kuantitas dan kualitas yang baik jika mau menggunakan prinsip di atas. Wallahu’alam bish shawab. [syahid/voa-islam.com]

Kiriman Witia, Bandung

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

Latest News
Marak Penistaan Agama, Pakar Hukum: Terlihat Dilakukan Sistematis

Marak Penistaan Agama, Pakar Hukum: Terlihat Dilakukan Sistematis

Kamis, 18 Jan 2018 02:38

[VIDEO] Pawai Umat Islam Klaten Ingatkan Pentingnya Pemimping yang Berpihak kepada Islam

[VIDEO] Pawai Umat Islam Klaten Ingatkan Pentingnya Pemimping yang Berpihak kepada Islam

Rabu, 17 Jan 2018 23:18

Musim Dingin, Dewan Dakwah Bantu Pengungsi Suriah

Musim Dingin, Dewan Dakwah Bantu Pengungsi Suriah

Rabu, 17 Jan 2018 22:57

Felix Siaw dan Toko Roti, Mengapa Dibidik?

Felix Siaw dan Toko Roti, Mengapa Dibidik?

Rabu, 17 Jan 2018 22:26

Karyawan ESQ Belum Terima Gaji Tiga Tahun

Karyawan ESQ Belum Terima Gaji Tiga Tahun

Rabu, 17 Jan 2018 22:09

Jembatan Beton yang Dinanti Selama 100 Tahun

Jembatan Beton yang Dinanti Selama 100 Tahun

Rabu, 17 Jan 2018 21:54

Pemimpin HTS Desak Pejuang Oposisi Suriah Rapatkan Barisan Menghadapi Serangan Rezim

Pemimpin HTS Desak Pejuang Oposisi Suriah Rapatkan Barisan Menghadapi Serangan Rezim

Rabu, 17 Jan 2018 21:28

Doa Ustaz Abdul Somad untuk Ustaz Zulkifli Ali yang Dijadikan Tersangka oleh Polri

Doa Ustaz Abdul Somad untuk Ustaz Zulkifli Ali yang Dijadikan Tersangka oleh Polri

Rabu, 17 Jan 2018 21:19

Menelusuri Polemik Zina dan LGBT di MK

Menelusuri Polemik Zina dan LGBT di MK

Rabu, 17 Jan 2018 20:55

Kurang Berdayakan Bulog, Krisis Beras Buat Rakyat Berontak dan Jatuhkan Pemerintahan

Kurang Berdayakan Bulog, Krisis Beras Buat Rakyat Berontak dan Jatuhkan Pemerintahan

Rabu, 17 Jan 2018 20:21

[VIDEO-3] SOLUSI UI: Cerita Eep Dituduh Jatuhkan Jokowi Dengan Video Editan

[VIDEO-3] SOLUSI UI: Cerita Eep Dituduh Jatuhkan Jokowi Dengan Video Editan

Rabu, 17 Jan 2018 19:22

Terkait Impor Pangan, Prof. Tjipta: Mohon Maaf, Otak Kita Ini Dimana?

Terkait Impor Pangan, Prof. Tjipta: Mohon Maaf, Otak Kita Ini Dimana?

Rabu, 17 Jan 2018 19:21

Aleg DPR Pertanyakan Urgensi Impor Beras

Aleg DPR Pertanyakan Urgensi Impor Beras

Rabu, 17 Jan 2018 18:15

Pemuda Muhammadiyah: Impor Beras Simbol Matinya Kedaulatan

Pemuda Muhammadiyah: Impor Beras Simbol Matinya Kedaulatan

Rabu, 17 Jan 2018 18:11

[VIDEO-2] Diskusi SOLUSI UI: Survei Cuma 30%, Tingkatkan Kualitas Parpol Islam

[VIDEO-2] Diskusi SOLUSI UI: Survei Cuma 30%, Tingkatkan Kualitas Parpol Islam

Rabu, 17 Jan 2018 18:08

Laporan: Israel Siapkan Rencana Pembangunan Jalur Kereta Api dari Negara itu ke Arab Saudi

Laporan: Israel Siapkan Rencana Pembangunan Jalur Kereta Api dari Negara itu ke Arab Saudi

Rabu, 17 Jan 2018 17:15

[VIDEO-1] Diskusi SOLUSI UI 2018: Menakar Kekuatan Politik Islam 2018-2019

[VIDEO-1] Diskusi SOLUSI UI 2018: Menakar Kekuatan Politik Islam 2018-2019

Rabu, 17 Jan 2018 15:53

Prof Dr Tono: Indonesia Sholat Subuh Terlalu awal 26 Menit, Isya Lambat 26 menit

Prof Dr Tono: Indonesia Sholat Subuh Terlalu awal 26 Menit, Isya Lambat 26 menit

Rabu, 17 Jan 2018 15:21

Al-Shabaab Ancam Bunuh Mantan Jubir Mereka yang Membelot ke Pemerintah Somalia

Al-Shabaab Ancam Bunuh Mantan Jubir Mereka yang Membelot ke Pemerintah Somalia

Rabu, 17 Jan 2018 14:00

Lebih 3 Juta Anak Lahir di Yaman Sejak Konflik Bersenjata Meningkat Tahun 2015

Lebih 3 Juta Anak Lahir di Yaman Sejak Konflik Bersenjata Meningkat Tahun 2015

Rabu, 17 Jan 2018 13:00


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X