Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.162 views

'Lapak' Pribumi yang direbut TKA

Oleh: Tari Ummu Hamzah (Anggota Komunitas Menulis di Revowriter)

Indonesia mengawali peringatan hari buruh pada tangal 1 Mei 1920. Peringatan ini mengikuti Amerika serikat yang terlebih dahulu merayakan hari buruh. Akan tetapi pada era orde lama, hari buruh tidak lagi diperingati.

Saat itu gerakan buruh dicurigai sebagai bagian dari GS30 PKI. Karena isu tersebut, hari buruh tidak lagi diperingati. Saat orde lama berganti menjadi orde baru, pemerintah lebih bersikap terbuka untuk mendengarkan suara rakyat. Sehingga tangal 1 Mei diperingati kembali sebagai hari buruh nasional.

Sejak saat itulah setiap tanggal 1 Mei, para buruh turun kejalan untuk menyuarakan tuntutan mereka. Meminta ketegasan pemerintah untuk melindungi hak-hak para buruh.

Selaras dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini sebanyak 50.000 buruh telah  turun ke jalan, untuk menyuarakan tuntutan mereka. Tidak hanya itu, mereka juga akan mendeklarasikan diri dalam satu wadah organisasi, yang bernama Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia, di depan Istana Negara. (Teropongsenayan.com)

Sudah sekian tahun hari buruh diperingati. Tapi nasib buruh tak pernah berubah. Hampir tiap tahun tuntutan yang mereka ajukan sama. Yaitu harga bahan pokok yang murah. BBM turun. Kenaikan gaji . Tahun ini tuntutan itu bertambah. Yaitu  mengurangi  jumlah tenaga kerja asing. Padahal Indonesia bisa mengandalkan rakyatnya sendiri untuk menjadi buruh.

Bicara soal tenaga kerja asing sebenarnya di seluruh dunia, ada tren semakin kaya sebuah negara, semakin tinggi TKA yang digunakan. Negara paling kaya di dunia, lebih banyak menggunakan TKA. Itu  yang dikatakan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9  di Jakarta. Senin (23/4/2018), melansir Antara. (Ayobandung.com)

Indonesia sebagai negara berkembang, masih menduduki posisi minim dalam menggunakan tenaga kerja asing. Akan tetapi lama kelamaan mereka akan menggeser lapangan pekerjaan, yang seharusnya menjadi hak warga negara Indonesia. Kita tahu bahwa masyarakat kita juga memiliki  skill yang dibutuhkan dunia kerja.

Meskipun kompetensi antara pribumi dan warga asing dirasa masih jauh, akan tetapi rakyat berhak untuk diutamakan dalam mendapatkan lapangan pekerjaan. Misalnya saja diberikan pelatihan dan training sebelum atau sesudah memasuki dunia pekerjaan. Sehingga rakyat mampu untuk bersaing dengan tenaga kerja asing.

Kita ambil contoh pekerja asing dari cina. Pekerja dari cina tidak hanya tenaga ahli saja yang datang ke Indonesia, akan tetapi buruh kasar dan tukang masak pun mereka bawa. Padahal yang diijinkan menjadi TKA adalah mereka yang ahli. Tapi pemerintah saat ini memberikan  banyak perlakuan khusus kepada TKA.

Padahal masyarakat kita juga memiliki skill mumpuni dan tenaga ahli yang menempuh pendidikan diluar  negeri. Sungguh tidak adil. Di satu sisi rakyat di negeri ini masih banyak yang tak memiliki pekerjaan, di sisi yang lain negara membuka kran masuknya TKA. Ironis! 

Ditambah lagi pemerintah akan menerbitkan peraturan, untuk mempermudah administrasi TKA. Yang awalnya TKA harus mengulang perizinan kerja selama 6 bulan sekali, kini diperpanjang menjadi 1 tahun sekali. Itupun tidak ada pemeriksaan keahlian dilapangan. Jadi ketika TKA telah mendapat IMTA (Izin Memperkerjakan Tenaga Asing), tidak pernah ada pengecekan. Apakah ia benar-benar ahli di lapangan, atau hanya sebagai buruh kasar.

Coba kita bandingkan dengan pekerja kontrak masyarakat kita. Mereka diharuskan bekerja dengan sistem kontrak. Diharuskan mengulang kontrak kerja antara tiap enam bulan atau setahun sekali. Itu pun nasib mereka belum tentu akan dipekerjakan lagi. Jadi mereka tidak memiliki jenjang karir yang hendak dicapai.

Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan posisi buruh di negeri sendiri. Memberikan kejelasan status pekerjaannya. Seperti dihapusnya sistem kerja kontrak. Pengangkatan buruh atau PNS yang sudah lama mengabdi.

Islam dengan segala kesempurnaanya, juga memiliki mekanisme sistem kerja. Dalam Islam pekerja adalah orang yang bekerja dengan upah tertentu. Baik yang memperkerjakan adalah perseorangan atau negara. Pekerja juga layak mendapatkan hak dan perlakuan sesuai hukum pekerja.

Kita ambil contoh kepemimpinan Muhammad Al-Fatih. Beliau memperkerjakan seorang insinyur pembuat senjata, yang berkebangsaan Hungaria. Namanya adalah Orban. Orban sendirilah yang mendatangi Sultan Muhammad Al-Fatih untuk menawarkan ketrampilannya, sebagai ahli pembuat senjata . Beliau menggaji Orban 4x lipat dari gaji dia sebelumnya, karena ketrampilan Orban yang luar biasa, patut mendapatkan upah yang besar.

Sultan Muhammad Al-Fatih memperkerjakan Orban untuk membuat meriam yang akan dikenang dalam sejarah, sebagai meriam yg mampu menjebol tembok konstantinopel. Orban sendirilah yang merancang struktur pembuatan senjata, sedangkan yang membantu untuk melebur besi dan baja adalah kaum muslimin.

Disini menunjukkan bahwa Sultan Muhammad Al-Fatih memperkerjakan Orban saja, sebagai tenaga ahli. Tidak lantas menyuruh Orban mencari pegawai didalam negerinya. Karena Sultan sendiri memiliki pasukan yang mampu untuk dipekerjakan. Mengutamakan rakyat sendiri daripada harus mencari tenaga kerja yang sama kebangsaannya dengan Orban.

Islam tidak hanya agama ritual atau akhlak saja. Islam adalah agama paripurna, yang mampu menyelesaikan  problematika kehidupan manusia. Tak terkecuali urusan pekerja. Karena sejatinya rakyat berhak mendapat keadilan dalam dunia kerja. Kemudahan dalam lapangan pekerjaan. Dimudahkan dalam hal administrasi. Serta mendapat perlindungan akan hak-hak rakyat sebagai objek pekerja. Wallahu a'lam bishowab. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Tolak Larangan Pejabat hingga ASN Buka Puasa Bersama, PKS: Kebijakan Diskriminatif

Tolak Larangan Pejabat hingga ASN Buka Puasa Bersama, PKS: Kebijakan Diskriminatif

Kamis, 23 Mar 2023 21:15

Kemenhub Buka Pendaftaran Mudik Gratis Motor Dengan Kapal Mulai Kamis

Kemenhub Buka Pendaftaran Mudik Gratis Motor Dengan Kapal Mulai Kamis

Kamis, 23 Mar 2023 18:05

2.000 Tahanan Palestina Hentikan Mogok Makan Setelah Israel Bersedia Penuhi Tuntutan

2.000 Tahanan Palestina Hentikan Mogok Makan Setelah Israel Bersedia Penuhi Tuntutan

Kamis, 23 Mar 2023 18:05

Dmitry Medvedev: Upaya Untuk Tangkap Putin Di Luar Negeri Akan Jadi 'Deklarasi Perang'

Dmitry Medvedev: Upaya Untuk Tangkap Putin Di Luar Negeri Akan Jadi 'Deklarasi Perang'

Kamis, 23 Mar 2023 17:05

Ramadan Di Seluruh Dunia: Jam Puasa Terpanjang Dan Terpendek Tahun 2023

Ramadan Di Seluruh Dunia: Jam Puasa Terpanjang Dan Terpendek Tahun 2023

Kamis, 23 Mar 2023 16:04

Makan Babi Demi Konten, Naudzubillah!

Makan Babi Demi Konten, Naudzubillah!

Rabu, 22 Mar 2023 22:21

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1444 H Jatuh Pada Kamis 23 Maret 2023

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1444 H Jatuh Pada Kamis 23 Maret 2023

Rabu, 22 Mar 2023 19:15

13 Orang Tewas Lebih Dari 90 Luka-luka Akibat Gempa Bumi Di Pakistan Dan Afghanistan

13 Orang Tewas Lebih Dari 90 Luka-luka Akibat Gempa Bumi Di Pakistan Dan Afghanistan

Rabu, 22 Mar 2023 15:32

Israel Umumkan Berbagai Larangan Bagi Warga Palestina Masuk Al-Aqsa Selama Bulan Ramadhan

Israel Umumkan Berbagai Larangan Bagi Warga Palestina Masuk Al-Aqsa Selama Bulan Ramadhan

Rabu, 22 Mar 2023 14:30

Saudi Tetapkan Puasa Ramadhan 1444 H Dimulai Hari Kamis 23 Maret 2023

Saudi Tetapkan Puasa Ramadhan 1444 H Dimulai Hari Kamis 23 Maret 2023

Rabu, 22 Mar 2023 13:39

Laporan: Polisi Metropolitan London Secara Institusi Rasis, Misogonis Dan Homofobik

Laporan: Polisi Metropolitan London Secara Institusi Rasis, Misogonis Dan Homofobik

Rabu, 22 Mar 2023 07:23

“Boleh Jadi, Ini Ramadhan Terakhir Kita”

“Boleh Jadi, Ini Ramadhan Terakhir Kita”

Rabu, 22 Mar 2023 06:36

Otoritas Palestina Minta ICC Tangkap Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich

Otoritas Palestina Minta ICC Tangkap Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich

Selasa, 21 Mar 2023 21:30

Mahkamah Agung Saudi Minta Umat Muslim Di Kerajaan Amati Hilal Awal Ramadhan Pada Selasa Malam

Mahkamah Agung Saudi Minta Umat Muslim Di Kerajaan Amati Hilal Awal Ramadhan Pada Selasa Malam

Selasa, 21 Mar 2023 21:01

Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan Besok, Pantau Hilal Di 124 Lokasi

Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan Besok, Pantau Hilal Di 124 Lokasi

Selasa, 21 Mar 2023 15:45

DPR Setujui Perppu Ciptaker Jadi UU, PKS-Demokrat Menolak

DPR Setujui Perppu Ciptaker Jadi UU, PKS-Demokrat Menolak

Selasa, 21 Mar 2023 15:00

Doa Masuk Malam Ramadhan

Doa Masuk Malam Ramadhan

Selasa, 21 Mar 2023 11:00

Afiliasi Al-Qaidah Bebaskan Jurnalis Asal Prancis Yang Mereka Tahan Selama Hampir 2 Tahun

Afiliasi Al-Qaidah Bebaskan Jurnalis Asal Prancis Yang Mereka Tahan Selama Hampir 2 Tahun

Selasa, 21 Mar 2023 09:46


MUI

Must Read!
X