Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.441 views

Kembali Fitrah, Raih Takwa Sesungguhnya

Oleh:

Eni Mu'tamaroh I, S.Si
Anggota Revowriter dan Komunitas Muslimah ELMAHIRA Jombang, Jawa Timur
 

SEMARAK kumandang takbir, tahlil, dan tahmid telah tiba. Semua umat Islam bersuka cita menyambut hari raya. Setelah berpuasa penuh selama bulan Ramadan. 

Disisi lain ada kesedihan, Ramadan telah berlalu. Bulan dimana Allah limpahkan keberkahan dan ampunan. Dimana puasa yang diwajibkan akan mengantarkan pada derajat takwa. Kita tidak tahu apakah tahun depan masih bisa meneguk nikmatnya Ramadan ataukah tidak.

Ramadan menjadi tungku pembakaran dosa-dosa kita. Bahkan Allah hapuskan dosa kita hingga bersih seperti manusia yang baru dilahirkan. Kembali fitrah. Tentu saja ini diberikan kepada orang-orang yang puasa karena dorongan iman dan kesungguhan hati. Sebagaimana hadits Rasulullah Saw:

"Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadan dengan landasan iman dan berniat ikhlas (bersungguh-sungguh mengharapkan ridla dan pahala Allah) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Ahmad)

Secara fitrah manusia itu lemah dan terbatas. Ia membutuhkan Dzat yang Maha Agung. Yakni Allah Swt, karena Allah yang menciptakannya dengan segala potensi kehidupan. Kembali kapada fitrah maknanya kembali kepada Allah atas segala aturan kehidupan yang telah digariskan. Untuk itu sikap mengambil sebagian aturan Allah dan menolak sebagian yang lain, jelas ini bertentangan dengan fitrah manusia inilah yang menjadi sumber malapetaka. 

Perhatikan saja, saat Ramadan umat Islam taat berpuasa. Al-qur'an dilantunkan hingga larut malam. Ibadah-ibadah sunnah dihidupkan. Tempat-tempat kemaksiatan ditutup. Tapi muamalah ribawi tetap berjalan. Kebijakan negara banyak yang memberatkan rakyat. Berpolitik jegal sana-sini demi kekuasaan semata. Kenapa semua itu terjadi? Karena manusia telah menyalahi fitrahnya. Tidak tunduk pada aturan Allah. Islam dibatasi pada ibadah ritual semata. Diluar itu semua Islam dicampakkan. Inilah sekularisme, pemisahan antara agama dengan kehidupan. Jika demikian mampukah puasa yang kita jalani mengantarkan pada derajat takwa?

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (Qs. Al-Baqarah: 183)

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (Qs. Al-Baqarah: 102)

Di dalam tafsir Jalalain dikatakan bahwa ayat itu menuntut agar Allah ditaati dan tidak didurhakai, agar seorang mukmin bersyukur kepadaNya dan tidak mengkufurinya, agar senantiasa mengingatNya, dan tidak melupakanNya. Sementara Syaikh Ali ash-Shabuni mengatakan 'haqqa tuqatih' maksudnya adalah dengan menjauhi segala bentuk kemaksiatan (kedurhakaan) kepadaNya.

Jadi, wujud takwa kepada Allah adalah menjalankan segala perintahNya dan menjahui segala laranganNya dalam segala aspek kehidupan. Baik pribadi, keluarga, masyarakat dan negara. Sebagaimana perintah Allah.

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (Qs. Al-Baqarah: 208)

Seorang muslim yang bertakwa tidak hanya khusyuk dalam shalatnya, tapi shalatnya juga mampu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Termasuk saat ia memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Barang siap yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka." (Qs. At-Thalaq: 2-3)

Masyarakat yang bertakwa tidak tinggal diam saat menyaksikan kemaksiatan dan kedholiman di depan mata. Ia akan cepat tanggap dan memberikan nasehat termasuk kepada penguasa yang menerapkan hukum-hukum kufur.

Takwa juga harus dilakukan partai politik. Dengan menjadikan Islam sebagai asas perjuangan. Menyeruh pada kebaikan dan mencegah pada kemungkaran. Anggota partainya juga orang-orang yang bertakwa. Bukan aktivis yang haus kekuasaan dan menyeruhkan paham yang bertentangan dengan Islam, seperti sosialisme, komunisme, sekulerisme, kapitalisme, demokrasi dan anak turunannya. 

"Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeruh kepada al-khayr serta melakukan amar ma'ruf nahi mungkar." (Qs. Ali-Imran: 104)

Takwa juga seharusnya diwujudkan oleh negara. Dengan menerapkan hukum-hukum Islam. Para penguasa yang ketakwaanya juga tercermin dari tanggung jawab mengurusi rakyatnya. 

"Seorang Imam adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyatnya, dan dia akan diminta pertanggungjawaban terhadap rakyatnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah takwa yang sesungguhnya. Terwujud dalam pribadi seoarang muslim, bagian dari masyarakat, berpolitik dan bernegara. Dengan menerapkan aturan Islam disegala lini kehidupan.[]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News

Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X