Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.347 views

Melawan Kotak Kosong, Ironi Pilkada 2018?

Oleh: Deli Ana

Ada yang menarik dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kali ini.  Hajatan yang digelar serentak Rabu, 27 Juni lalu banyak diikuti kotak kosong. Ya, terdapat 16 calon kepala daerah yang berlaga melawan kotak kosong.

Masing-masing Padang Lawas Utara Sumatera Utara, Prabumulih Sumatera Selatan, Kabupaten Tangerang Banten, Kota Tangerang Banten, Tapin Kalimantan Selatan, Mamasa Sulawesi Barat, Minahasa Tenggara Sulawesi Utara. 

Demikian pula di Mamberamo Tengah Papua, Jayawijaya Papua, Kabupaten Puncak Papua. Selain itu Deli Serdang Sumatera Utara, Lebak Banten, Pasuruan Jawa Timur, Enrekang Sulawesi Selatan, dan Bone Sulawesi Selatan.

Luar biasa,  di sejumlah daerah kotak kosong bahkan keluar sebagai jawara.  Pertama kali dalam sejarah. Hal ini juga diakui oleh salah seorang komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU),  Viryan mengungkapkan, kemenangan kotak kosong baru terjadi pada pilkada serentak tahun ini.  "Setahu saya, baru kali ini kotak kosong menang," sambungnya. (detik. com).  

Mengutip dari situs yang sama,  hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei menunjukkan kotak kosong tersebut menang di sejumlah TPS pada Pilwalkot Makassar, Wilayah Lebak, Banten, dan Pilwalkot Tangerang. 

Tak kurang seorang Ketua Majelis Permusyarawatan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Zulkifli Hasan sempat menanggapi kejadian ini.  Beliau menyebut, kemenangan kotak kosong harus dijadikan momentum menelaah kembali UU Pilkada. 

Menurut Zulkifli Hasan di IDN Times. com sejak awal Partai Amanat Nasional (PAN) tak setuju adanya calon tunggal di perhelatan Pilkada Serentak 2018. Calon tunggal, kata dia, sangat tidak demokratis dan potensial mendorong para calon kepala daerah mengandalkan duit untuk memborong semua partai. 

"Lawan kotak kosong sangat tidak demokratis. Kami dari dulu tidak setuju. Apalagi partai bisa memborong kandidat. Kan demokrasi harus ada kompetisi. Kalau lawan kotak kosong gimana? Yang punya uang borong partai,” tandasnya. (IDN Times. com).

Fenomena kotak kosong memang dimungkinkan terjadi bila peserta Pilkada adalah calon tunggal. Dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada telah mengatur mekanisme pilkada yang hanya diikuti calon tunggal. Dalam Pasal 54D diatur, pemenang pilkada dengan calon tunggal harus memperoleh suara lebih dari 50 persen suara sah.

Apabila suara yang diperoleh tidak mencapai lebih dari 50%, maka pasangan calon yang kalah boleh mencalonkan lagi dalam pemilihan berikutnya.  Pada pasal 25 ayat 1 PKPU Nomor 13 Tahun 2018 disebutkan bahwa apabila perolehan suara pada kolom kosong lebih banyak dari perolehan suara pada kolom foto pasangan calon, KPU menetapkan penyelenggaraan pemilihan kembali pada pilkada periode berikutnya.

Sementara di ayat 2 disebutkan "Pemilihan serentak berikutnya sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dapat diselenggarakan pada tahun berikutnya atau dilaksanakan sebagaimana jadwal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan."

Pada akhirnya kotak kosong seakan  blunder di alam demokrasi.   Sesuatu yang tak demokratis bagai menampar wajah  demokrasi.  Sungguh sebuah ironi. Tambahan lagi ketika kotak kosong justru yang menang, beberapa konsekuensi tak terhindarkan. 

Diantaranya  politik uang yang semakin eksis  dan digelarnya pemilihan ulang.  Keduanya tentu akan sangat menguras biaya. Ke depannya efektivititas penyelenggaraan negara bisa pula dipertanyakan mengingat pemimpin daerah yang bergonta-ganti.

Bandingkan dalam Islam.  Islam meniscayakan kepala-kepala daerah dipilih oleh kepala negara atau Khalifah.  Posisi Kepala Daerah adalah yang biasa disebut Wali dalam pemerintahan Islam. Sehingga dalam Islam, Wali bukanlah hasil pilihan rakyat.   Dalam kitab-kitab hadits dan juga sirah dapat dibuktikan  bahwa gubernur-gubernur dalam propinsi-propinsi pemerintahan Islam dulu,  selalu diangkat oleh Rasulullah SAW sebagai kepala negara.

Misalnya  Muadz bin Jabal yang diangkat sebagai gubernur propinsi Yaman. Juga  Ziyad bin Labid yang diangkat Rasulullah SAW sebagai gubernur propinsi  Hadhramaut, serta Abu Musa Al-Asyari sebagai gubernur propinsi Zabid dan  Aden. (Atha` bin Khalil, Ajhizah Daulah al-Khilafah, hal. 73).

Walhasil, jika diukur dengan timbangan syariah Islam,  pengangkatan gubernur itu hanyalah melalui pengangkatan oleh khalifah  (kepala negara). Bukan lewat cara pemilihan (pemilu kada) oleh rakyat di  propinsi yang bersangkutan.  Bukan pula melalui penetapan secara  otomatis bagai dinasti.  Jaminan efisien,  efektif dan nyaris tanpa biaya pun bisa terwujud.

Terlebih  Islam tak kenal demokrasi.   Sebab  demokrasi sejatinya tak sekedar  rakyat memilih pemimpin, melainkan pada  prinsip bahwa peraturan itu adalah buatan manusia (kedaulatan rakyat).  Dalam pandangan Islam, hanya Allah saja yang berhak menetapkan hukum.  

Firman Allah, "Katakanlah: "Sesungguhnya aku berada di atas hujjah yang nyata (Al Quran) dari Tuhanku, sedang kamu mendustakannya. Tidak ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik"(QS  Al-Anaam : 57).

Oleh karenanya pemimpin dalam Islam berkewajiban menjamin terlaksananya  seluruh syariat Allah swt.  Rujukannya semata Alqur'an dan As Sunnah.  Tiada yang lain.  Baiknya kita simak dialog Baginda Rasul saw ketika melantik Muadz bin Jabal menjadi wali di Yaman. 

Dari Mu’adz ra, bahwasanya Rasulullah SAW mengutus Mu’adz ke Yaman. Beliau SAW bersabda, “Bagaimana kamu memutuskan perkara ?”. (Mu’adz menjawab), “Saya memutuskan dengan hukum yang ada di dalam kitab Allah”. Rasulullah SAW bersabda, “Kalau tidak terdapat di dalam kitab Allah ?”. Mu’adz berkata, “Saya akan memutuskan dengan sunnah Rasulullah”. Rasulullah SAW bersabda, “Kalau tidak terdapat di dalam sunnah Rasulullah SAW ?”. Mu’adz menjawab, “Saya berijtihad dengan pendapatku”. Rasulullah SAW bersabda, “Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepada utusan Rasulullah”. [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 394]. Wallahu a'lam. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Selamatkan Keluarga dari Virus Liberalisasi

Selamatkan Keluarga dari Virus Liberalisasi

Sabtu, 23 Mar 2019 12:06

Hujan Deras Tak Surutkan Langkah Umat Islam Tasikmalaya Ikuti Solidaritas Muslim Selandia Baru

Hujan Deras Tak Surutkan Langkah Umat Islam Tasikmalaya Ikuti Solidaritas Muslim Selandia Baru

Sabtu, 23 Mar 2019 11:36

MUI Berharap Selandia Baru Pelopori Lawan Islamophobia

MUI Berharap Selandia Baru Pelopori Lawan Islamophobia

Sabtu, 23 Mar 2019 10:45

Benang Merah Teror Keji Selandia Baru dan Industri Islamophobia Global

Benang Merah Teror Keji Selandia Baru dan Industri Islamophobia Global

Sabtu, 23 Mar 2019 09:03

Wiranto Ingin Jerat Pelaku Hoax dengan UU Terorisme, Muhammadiyah: Sangat Berlebihan

Wiranto Ingin Jerat Pelaku Hoax dengan UU Terorisme, Muhammadiyah: Sangat Berlebihan

Sabtu, 23 Mar 2019 08:47

Solusi Online Bootcamp Programming di Era Industri 4.0

Solusi Online Bootcamp Programming di Era Industri 4.0

Jum'at, 22 Mar 2019 23:44

Siapakah Penjaga Mahkota Perempuan?

Siapakah Penjaga Mahkota Perempuan?

Jum'at, 22 Mar 2019 23:40

Minum Yoghurt Bisa Bantu Redakan Mag Ringan

Minum Yoghurt Bisa Bantu Redakan Mag Ringan

Jum'at, 22 Mar 2019 23:35

Jebakan Politik Kampanye

Jebakan Politik Kampanye

Jum'at, 22 Mar 2019 23:33

Yordania Tolak Permintaan Liga Arab untuk Melarang Hamas dan Ikhwanul Muslimin

Yordania Tolak Permintaan Liga Arab untuk Melarang Hamas dan Ikhwanul Muslimin

Jum'at, 22 Mar 2019 21:48

Ex Pejuang Taliban-Amerika John Walker Lindh Berencana Pindah ke Irlandia Setelah Bebas dari Penjara

Ex Pejuang Taliban-Amerika John Walker Lindh Berencana Pindah ke Irlandia Setelah Bebas dari Penjara

Jum'at, 22 Mar 2019 20:51

Kala Apel Kebangsaan Lebih Berharga dari Nyawa Rakyat Papua

Kala Apel Kebangsaan Lebih Berharga dari Nyawa Rakyat Papua

Jum'at, 22 Mar 2019 20:07

Unggah Pidato Erdogan, Andi Singgung Jokowi

Unggah Pidato Erdogan, Andi Singgung Jokowi

Jum'at, 22 Mar 2019 19:35

Catat! Ini Dua Kepastian Sandi untuk Kesejahteraan Anak-anak Bangsa

Catat! Ini Dua Kepastian Sandi untuk Kesejahteraan Anak-anak Bangsa

Jum'at, 22 Mar 2019 18:35

Tidak hanya OK OCE, Sandi akan Terapkan Kesejahteraan Pengajar PAUD Skala Nasional

Tidak hanya OK OCE, Sandi akan Terapkan Kesejahteraan Pengajar PAUD Skala Nasional

Jum'at, 22 Mar 2019 17:35

OKI Desak Adanya Tindakan Melawan Serangan Islamofobia

OKI Desak Adanya Tindakan Melawan Serangan Islamofobia

Jum'at, 22 Mar 2019 16:39

Rizal Jawab Prediksinya yang Kerap Hampir Tepat terhadap Kondisi Politik

Rizal Jawab Prediksinya yang Kerap Hampir Tepat terhadap Kondisi Politik

Jum'at, 22 Mar 2019 16:35

Solidaritas dengan Muslim, Azan Shalat Jumat Disiarkan Secara Live di TV dan Radio Selandia Baru

Solidaritas dengan Muslim, Azan Shalat Jumat Disiarkan Secara Live di TV dan Radio Selandia Baru

Jum'at, 22 Mar 2019 16:29

Imam Masjid Al Noor: Amarah Teroris Menjadi Cinta dan Kasih Sayang di Selandia Baru

Imam Masjid Al Noor: Amarah Teroris Menjadi Cinta dan Kasih Sayang di Selandia Baru

Jum'at, 22 Mar 2019 16:18

MRT Keputusan Politik Jokowi, Pengamat: Lama-lama Candi Borobudur Diklaim Juga

MRT Keputusan Politik Jokowi, Pengamat: Lama-lama Candi Borobudur Diklaim Juga

Jum'at, 22 Mar 2019 15:35


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X